Anindita mengklaim dirinya seorang yatim piatu,dia di letakan oleh ibunya di sebuah panti asuhan karena ibunya melahirkan nya tanpa seorang ayah,beruntung setelah tamat pesantren gadis ini bekerja di sebuah perusahaan besar menjadi OB,gaji dari hasilnya bekerja dikumpul nya untuk kuliah...
Dita adalah panggilan akrab Anindita saat dia kuliah berkenalan dengan lelaki bernama Gilang wicaksana dan mereka menjalin hubungan selama dua tahun lalu memutuskan untuk menikah
tetapi pernikahan mereka tidak di setujui oleh ibu Gilang
akan kah pernikahan mereka bahagia?
ikuti terus kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
permintaan
" pa lihat mas Gilang " tanya Anindita mertuanya yang sedang duduk menikmati secangkir teh hangat
" sudah berangkat,apa tidak bilang padamu?" tanya Harun
" mungkin tadi aku lagi dikamar mandi jadi tidak terlalu dengar" alasan Anindita
****
sudah seminggu ini Gilang pergi tampa pamit dan pulang sesudah Anindita tidur,seisi rumah pun tidak ada yang bertegur sapa membuat keadaan rumah yang besar ini seperti layaknya di kuburan,hanya detak jarum jam yang terdengar kuat..
perasaan rindu terhadap suaminya sudah memuncak,ingin rasanya bersandar di dada suami nya menumpahkan rasa sesak yang menghimpit nya tapi Gilang seolah acuh tak acuh padanya
malam ini Gilang pulang jam 12 malam dalam keadaan kacau, perusahaan nya benar-benar tidak bisa di selamatkan separuh aset nya sudah di jual dan kini hanya tinggal rumah, apartemen dan satu villa serta tiga buah mobil selebihnya sudah di jual Gilang tapi masih tetap belum bisa membangkitkan lagi perusahaan nya karena terlalu banyak ganti rugi yang di tuntut oleh warga dan pekerja yang cidera
dengan langkah gontai dia membuka pintu kamar dilihatnya Anindita sudah meringkuk di atas kasur,Gilang langsung berbaring tanpa melepas kaos kaki dan pakaian kerjanya,matanya terpejam.
Anindita terbangun karena merasakan ada pergerakan di sebelahnya
" kamu sudah pulang mas?" tanya nya tapi Gilang tak bergeming
Anindita bangkit dan melihat kearah Gilang,dibuka kan nya kaos kaki gilang serta jasnya
Dalam keadaan tidak sadar Gilang menarik Anindita masuk ke pelukannya lalu ******* bibir Anindita,sontak Anindita kaget karena merasakan bau alkohol yang menyengat
" mas,,kamu minum??"tanya nya
alih-alih menjawab Gilang menarik Anindita kuat dan terus ******* bibirnya kuat
" mas...le-pas,kamu bau..!!!" ucap Anindita
Gilang terus melancarkan aksinya dari mulai mencium bibir hingga ke leher dan turun untuk membuka baju Anindita,Gilang membuka kemejanya dan melemparnya ke sembarang arah lalu menarik celana nya,kini tubuhnya polos tanpa satu helai benangpun,Anindita ter pekik saat Gilang naik keatas tubuh nya satu tangan menyentak kuat pakaian dalam nya dan satu lagi menarik Bra
" mas...jangan kasar" ucap Anindita tapi sama sekali tak di perduli kan Gilang,seolah sedang menumpahkan rasa kesalnya Gilang dengan brutal menyetubuhi Anindita
di hentakan nya miliknya kuat tanpa memperdulikan tangisan Anindita,merasa puas menumpahkan benih nya Gilang mencabut kasar lalu terbaring di sebelah Anindita.
Terdengar isak tangis dari Anindita merasa kali ini diperlakukan Gilang bukan sebagai istri tapi lebih sebagai pemuas Nafsu...
****
pagi ini Anindita bangkit melihat Gilang masih tertidur di sebelahnya setelah sholat subuh Anindita ingin segera kebawah tetapi terdengar suara panggilan dari Gilang
" Dit,aku ingin bicara padamu" ucap nya
" baik lah mas, sebentar lagi akau naik keatas mandi dan sholat lah dulu" jawab Anindita meninggalkan kamar
satu jam Anindita berkutat di dapur membuat sarapan,lalu masuk kembali kekamar..
Anindita duduk di sisi ranjang menunggu Gilang,Gilang keluar dari ruang ganti dengan memakai celana pendek serta baju kaos..
" kenapa mas Gilang tidak bekerja" anindita membatin
" mau bicara apa mas?" tanya nya
" aku minta maaf ta,,berjanjilah apapun yang terjadi kamu tetap menjadi istri setiaku dan berada di sampingku" ucap Gilang memegang tangan Anindita
" mas,aku akan tetap jadi istri setia mu,maaf kan aku yang kemarin memberikan permintaan konyol padamu" ujar Anindita memeluk Gilang
" tapi....maaf kan aku ta,memang permintaan mu kemaren harus aku lakukan demi menyelamatkan perusahaan dan untuk kehidupan keluarga kita" ucap Gilang
" maksud mas??"
" aku harus menikahi Sandra hanya dia yang bisa menyelamatkan perusahaan yang sudah dirintis papa,,tapi aku janji,,aku janji akan selalu ada untuk mu,aku hanya menikah dengannya,rasa cinta dan sayang ku hanya untuk mu ta" ungkap Gilang
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
skrg kan dita bahagia
kasian