🌺 Arsenio Putra Atmadja * Bianca Mahendra 🌺
Judul sebelumnya "Aku Ingin Hidup Sekali Lagi!"
Sebuah janji sepuluh tahun lalu membawa Bee dan Arse bertemu kembali dalam situasi rumit.
Bee yang menjadi arwah karena koma mencari cara untuk kembali ke tubuhnya dan mempertemukannya dengan Arse sang penyelamatnya yang dianggapnya sebagai jodohnya kelak.
Hingga akhirnya Bee menyadari cara kembali ke tubuhnya adalah dengan menyadari perasaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menghantuimu
...
Arse berjalan menuju ruangan kekasihnya berada dengan pikiran yang sulit diartikan. Dia masih tidak percaya bisa melihat seorang arwah, mungkin hanya kebetulan saja. Dia berharap tidak akan pernah bertemu dengan Bianca lagi. Tanpa dia duga Bianca mengikutinya dari belakang. Bianca tidak ingin kehilangan Arse satu satunya orang yang bisa melihat dirinya dia akan mengikuti dan menempel pada Arse sampai dia mau membantunya.
"Honey.. bagaimana apa kau sudah boleh pulang? tanya Arse saat sudah sampai di ruangan Bellena.
"Dari tadi kaleee.. kau kemana sih Honey? kami menunggumu sejak tadi! Dan tadi kenapa kau berlari seperti dikejar hantu?" Cecar Bellena dengan kesal kekasihnya meninggalkannya begitu saja.
"Hem.. Aku tadi sedang berhalusinasi mungkin kecapekan kerja."
"Are you okay? " Bellena pun membelai pipi Arse dengan lembut.
"Sure.. Let's go home!"
Kyle yang dari tadi melihat interaksi antara Arse dan Bellena hanya bisa menggerutu dalam hati. "Aku seperti tak kasat mata disini".
Karena luka yang dialami Bellena tidak cukup serius dia diperbolehkan untuk pulang tapi dia harus banyak istirahat dan itu artinya dia harus berhenti sementara untuk pemotretan.
Mereka pun menuju pulang dengan dua mobil, Kyle kembali ke kantor. Sedangkan Arse pulang bersama Bellena, saat sudah siap untuk menginjak pedal gas tiba tiba Bianca menembus masuk ke dalam mobil dan duduk dikursi belakang. Sontak Arse pun kaget melihat Bianca. Kenapa sih hantu jadi jadian itu mengikutinya?
"Hei hantu jadi-jadian, Eh salah manusia setengah hantu, Eh salah hantu koma! Kenapa kau mengikutiku?" Arse berbicara sambil menoleh ke belakang dari kursi pengemudi.
"Enak saja memanggilku hantu jadi-jadian! Lagian konsisten kalo manggil itu," ketus Bianca.
"Terus apa sebutanmu, heh?"
"Apa ya?" Bianca pun tampak berpikir.
"Kau sendiri saja tidak tau sebutanmu itu apa!"
"Itu tidak penting panggil aku dengan namaku saja!" perintah Bianca.
"Memang arwah gentayangan sepertimu punya nama?" sindir Arse.
"Enak saja congormu itu ngablak ya! Terus yang kau lihat tadi itu apa?" sewot Bianca bisa bisanya bule sialan itu berbicara seperti itu padanya.
"Congor? dan apa tadi Nga.. Nga apa?" Arse tampak kebingungan walaupun tinggal di Indonesia tapi Arse selama ini menempuh pendidikan di luar negeri begitu juga dengan kedua sahabatnya Sam dan Chris. Jadi dia tidak terlalu paham dengan kata kata seperti yang diucapkan Bianca.
"Ah! Aku lupa kalau kau itu Bule jadi tidak akan tahu bahasa keramat seperti itu!"
"Sudahlah tidak penting cepat keluar dari mobilku!"
"Tidak mau!"
"Apa sih maumu?"
"Menghantuimu! hii hii hii hii.. " Ucap Bianca sambil mengikuti gaya ala ala mbak Kunti.
"Stop!" Arse pun menatap Bianca dengan tajam.
Bellena yang sejak tadi melihat tingkah laku Arse yang aneh pun bergidik ngeri. Apa tunangannya itu sudah gila berbicara sendiri dari tadi dan saat Bellena melihat arah belakang yang menjadi fokus Arse dia tidak mendapati apa apa ditempat itu tampak kosong.
"Honey.. Are you okay?" Bellena membuka suara sambil merangkup wajah Arse untuk menghadap ke wajahnya.
Arse baru sadar kalau ada Bellena disebelahnya dia pun tampak kelabakan pasti dia mengira dirinya gila karena berbicara sendiri.
"I'm Okay honey," Arse pun tersenyum melihat ke arah Bellena.
"Tapi kau tadi_"
"Lupakan saja tadi aku berhalusinasi melihat hantu gila yang mengejarku dan mengikutiku."
"Hantu gila? Apa yang dimaksud bule sialan itu Aku?" batin Bianca.
"Hantu? Ghost?" Bellena tampak kebingungan.
"Sudahlah Honey jangan berpikir macam macam dan lupakan yang kau lihat tadi."
Karena tidak ingin berdebat lagi akhirnya Arse mulai melajukan mobilnya dan mengabaikan keberadaan Bianca dia tidak ingin di anggap gila oleh tunangan disampingnya.
...
makin kesini makin kesana
endingnya bikin termehek-mehek.. 😭😭😭
wes g usah banyak komen, intinya cerita ini luar biasa banget..
jangan dilewatkan untuk dibaca.. 🥰🥰🥰
sehat2 terus ya kak..
jgn capek untuk terus berkarya...
mau lanjut baca oh my bee😘😍🤩🥰