Kisah gadis yatim piatu yang bernama Arti Aurora, dia terpaksa bernyanyi dari panggung ke panggung untuk membantu perekonomian keluarganya.
Suatu hari dia di jual oleh Tante dan Omnya yang mengadopsinya sejak kecil, dengan seorang pengusaha muda sukses yang bernama Adriansyah Alrizzi.
Yang langsung melamarnya tanpa memberikan kesempatan kepadanya untuk berpikir terlebih dulu.
Arti terus berusaha melarikan diri dari pernikahan yang tidak diinginkannya itu, karena dia tidak mengenal siapa Adriansyah Alrizzi sebenarnya.
Dalam pelariannya dia bertemu dengan seorang mucikari yang menjualnya kembali kepada Tuan Muda Adriansyah Alrizzi dengan harga yang sangat fantastis.
Bagaimanakah kelanjutan ceritanya?
Apakah Arti dan Al akhirnya bisa bersatu dan saling mencintai?
Atau mungkin akan saling membenci?
Mau tau kelanjutan ceritanya silahkan baca!
Happy reading guys!
Mohon maaf jika ada kesamaan nama, tempat dan kejadian yang ada dalam cerita novel ini.
Semuanya murni hasil dari imajinasi author semata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khardha love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Seorang Penghibur! Bukan Pelacur! episode#13 "Pergi Menjauh"
Happy reading guys!
Setelah Dokter yang ditunggunya datang, Al segera mengajaknya ke kamarnya untuk memeriksa kondisi kaki istrinya yang semakin bengkak.
"Ini Dokter Bayu Sagara spesialis ortopedi yang akan periksa kamu sayang." Ujar Al sambil berdiri di samping ranjang tempat istrinya berbaring sambil menahan sakitnya.
Arti menganggukkan kepalanya seraya mengulas senyumnya kearah Dokter tampan itu. Al baru sadar kemeja miliknya yang dipakai oleh istrinya tampak memperlihatkan lekuk tubuhnya, dia langsung menarik selimut untuk menutupinya hingga sebatas dada, supaya Dokter Bayu tidak melihatnya.
"Cukup periksa kakinya saja! Tidak usah yang lainnya!" Perintahnya kepada dokter spesialis ortopedi itu.
"Ok." Dokter Bayu menganggukkan kepalanya lalu melakukan tugasnya.
Arti langsung bangkit dari rebahannya dengan dibantu oleh suaminya, lalu duduk bersandar di headboard tempat tidur sambil menahan sakitnya, sedangkan dokter spesialis ortopedi itu diam-diam memperhatikan wajah cantik Arti dengan sangat intens.
Kalau gak salah wanita ini seorang biduanita yang sering bernyanyi dari panggung ke panggung, aku sering menyaksikannya diacara resepsi pernikahan para rekan-rekan ku. Tapi kenapa dia ada di kamar Tuan Muda Adriansyah Alrizzi? Apakah dia kekasih Tuan Muda? Atau wanita yang biasa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apapun yang diinginkannya?" Batinnya sambil memasang gips dikaki Arti.
-
Dokter Bayu belum tahu bahwa Arti adalah istrinya Al, sebab Al belum mengumumkan pernikahannya kepada semua orang, karena Arti sendiri belum bisa mencintainya dan tidak mau menandatangani berkas-berkas untuk melengkapi buku nikahnya.
-
Setelah selesai melakukan tugasnya dokter Bayu memberikan obat yang harus diminum oleh Arti.
"Ini obatnya harus di minum rutin 3xsehari untuk membantu menghilangkan rasa nyerinya dan proses penyembuhannya." Ujarnya sembari terus menatap Arti tanpa berkedip sedikitpun.
"Ok, terima kasih karena sudah mengobati istriku!" Ucap Al dengan menekankan kata-katanya sambil melipat kedua tangannya di atas dada.
Ternyata sedari tadi Al sudah tahu bahwa dokter Bayu terus memperhatikan istrinya hingga akhirnya dia menjadi emosi dibuatnya.
"Istri!" Seru dokter Bayu tanpa sadar karena sangat terkejut mendengarnya.
Apalagi tiba-tiba Al duduk di samping Arti lalu merangkul bahunya, dia juga mengecup bibir ranum kekasih halalnya itu.
"Iya, memangnya kenapa kalau dia istriku? Ada masalah dengan anda?" Al mengangkat satu alisnya menatap tajam kearah dokter spesialis ortopedi itu.
"Maaf." Ucapnya sambil bergegas merapikan peralatan medisnya." Saya permisi dulu." Pamitnya kemudian berlalu pergi keluar dari kamar tersebut.
Astaghfirullah Al azdim! Ternyata mereka sudah menikah, aku sudah berprasangka buruk kepada wanita itu." Batinnya sambil melangkahkan kakinya menuju mobilnya yang terparkir di halaman rumah Tuan besar Muhammad Abdullah Alrizzi itu.
-
Arti yang sedari tadi hanya diam memperhatikan interaksi antara Al dan dokter Bayu akhirnya bertanya.
"Kenapa kamu harus mengatakan status hubungan kita kepada Dokter itu? Apa maksud kamu sebenarnya?" Arti mengerutkan keningnya menatap wajah tampan suaminya yang hanya berjarak beberapa centi darinya.
"Karena dia terus memperhatikanmu dan aku gak suka itu. Hanya aku yang boleh menatapmu seperti itu sayang." Jawab Al sambil mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya lalu mencium bibirnya dengan lembut.
Arti memejamkan matanya menikmati apa yang dilakukan suaminya. Al yang merasa kekasih halalnya itu tidak menolaknya kali ini, semakin berusaha memperdalam ciumannya. Dia mengeksplor lidahnya ke dalam rongga mulut kekasih halalnya itu lalu meraba-raba buah dada dan paha istrinya. Tanpa melepaskan tautan bibirnya Al membaringkan tubuh wanita yang sangat dicintainya itu dengan perlahan, lalu melanjutkan aksinya karena gairahnya sudah mulai naik ke ubun-ubun. Namun tiba-tiba Arti mendorong tubuh suaminya hingga terguling ke sampingnya karena tangan Al sudah tidak bisa dikondisikan.
"Maaf aku belum siap." Ucap Arti dengan lirihnya sembari menatap sendu kearah suaminya.
Dengan nafas memburu Al menatap wajah cantik istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan, dia segera beranjak dari tempat tidurnya lalu berjalan menuju kamar mandi. Karena sangat kecewa Al membanting pintu kamar mandi dengan kuat, hingga membuat Arti sangat terkejut dibuatnya.
"Masya Allah!" Serunya sambil memegangi dadanya.
Al segera menyalakan shower lalu berdiri di bawahnya sambil mengacak-acak rambutnya sendiri, dia mengepalkan tangannya kemudian meninju dinding kamar mandi dengan kuat hingga darah keluar dari sela-sela jarinya, namun dia tidak memperdulikannya.
Kenapa kamu selalu membuatku merasa menjadi laki-laki yang paling bodoh Arti? Apakah kamu gak pernah merasakan betapa aku mencintaimu?" Tanyanya dalam hati." Baiklah mulai sekarang aku akan berusaha menjauh darimu supaya kamu bisa memastikan bagaimana perasaanmu padaku." Batinnya sembari menyelesaikan ritual mandinya.
Setelah selesai membersihkan dirinya Al keluar dari bathroom lalu masuk ke dalam walk in closet miliknya, tanpa menghiraukan tatapan Arti yang terus memperhatikan gerak-geriknya. Dia segera memakai pakaian formalnya lalu pergi begitu saja tanpa berpamitan kepada wanita yang sangat dicintainya itu.
-
Al turun ke bawah menuju dapur lalu mengumpulkan para pembantu dirumah mewah orangtuanya itu.
"Kalian semua layani dan siapkan semua kebutuhan istriku, pantau dia selama aku pergi." Perintahnya dengan tegas sembari menatap wajah para asisten rumah tangga itu satu persatu.
"Baik Tuan Muda!" Sahut mereka semua serempak.
"Bi Darmi mulai sekarang, tolong pastikan dia makan dan meminum obatnya secara rutin." Pintanya sembari menatap ke arah wanita paruh baya yang telah mengasuhnya sejak kecil itu.
"Baik Tuan Muda." Bi Darmi menganggukkan kepalanya.
"Assalamualaikum." Ucapnya kemudian melangkahkan kakinya keluar dari rumah mewah itu.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab para pelayan itu.
-
Al memanggil sopir pribadinya lalu masuk ke dalam mobilnya, dengan perasaan campur aduk antara bimbang dan ragu untuk meninggalkan Arti dirumah itu tanpa dirinya.
"Mau saya antar kemana Tuan Muda?" Tanya sang sopir setelah menyalakan mesin mobil.
"Bandara." Jawab Al sembari memejamkan matanya.
Maafin aku sayang, sebenarnya aku gak tega meninggalkanmu tanpa berpamitan seperti ini. Tapi aku harus melakukannya supaya kamu bisa mengerti bagaimana perasaanmu kepadaku." Batinnya sambil terus memejamkan matanya.
Sopir pribadi Al yang bernama pak Tejo itu segera memutar kemudinya menuju bandara, sesampainya di sana Al langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam pesawat jet pribadinya yang sudah standby menunggunya.
-
Sementara itu di kediaman Tuan besar Muhammad Abdullah Alrizzi dan Nyonya besar Mahfuza. Setelah kepergian suaminya Arti benar-benar merasa sangat bersalah atas penolakan yang dilakukannya.
Maafin aku Tuan Muda, aku benar-benar belum siap untuk melakukan tugasku sebagai seorang istri." Batinnya sambil memandangi foto Al diatas nakas.
Ceklek... Suara pintu kamar terbuka, Bi Darmi dan anak perempuannya masuk ke dalam sambil membawakan makanan, minuman dan pakaian ganti untuk Arti.
"Assalamualaikum Nyonya Muda." Sapa ibu dan anak itu.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Jawab Arti sambil berusaha duduk di headboard ranjangnya.
"Ini makanan dan minuman untuk Nyonya Muda." Anak perempuan bi Darmi yang bernama Mila itu meletakkannya diatas nakas yang ada di samping tempat tidur.
"Makasih ya." Ucap Arti seraya mengulas senyumnya." Kalian tau kemana Tuan Muda pergi?" Tanyanya sembari menatap ke arah ibu dan anak itu.
"Kami tidak tahu Nyonya Muda." Bi Darmi dan Mila menggelengkan kepalanya.
"Tuan Muda cuma berpesan supaya kami selalu melayani semua kebutuhan Nyonya Muda, termasuk mengingatkan anda untuk rutin minum obat." Jujur Bi Darmi menjelaskan.
Arti menganggukkan kepalanya lalu makan dan meminum obatnya. Tidak lama kemudian dia terlelap karena efek dari obat yang diminumnya.
Kasian Nyonya Muda baru seminggu menikah sudah ditinggalkan pergi oleh Tuan Muda." Batin bi Darmi sembari menatap wajah Arti yang tampak meneteskan air matanya walaupun sedang tertidur.
"Apa mereka bertengkar ya? Kenapa Nyonya Muda menangis dalam tidurnya?" Mila bertanya dalam hatinya.
-
Sedangkan Al yang masih berada di atas ketinggian tepatnya di dalam pesawat jet pribadinya juga terus memikirkan istrinya. Dia menatap wajah cantik biduanita yang sudah di nikahinya itu lewat layar handphonenya.
*A*ku pasti akan selalu merindukanmu sayang." Batinnya lalu mencium foto istrinya yang langsung dijadikannya sebagai wallpaper handphonenya.
Al memasang headset ditelinganya lalu mendengarkan lagu yang berjudul hanya ingin kau tahu.
🌿By Republik 🌿
Ku telah miliki
Rasa indahnya perihku
Rasa hancurnya harapku
Kau lepas cintaku
Rasakan abadi
Sekalipun kau mengerti
Sekalipun kau pahami
Ku pikir ku salah mengertimu
Hoo woo aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku
Tingginya khayalku bersamamu
Tuk lalui waktu yang tersisa kini
Di setiap hariku
Di sisa akhir nafas hidupku
Walaupun semua hanya ada dalam mimpiku
Hanya ada dalam anganku
Melewati hidup
Rasakan abadi
Sekalipun kau mengerti
Sekalipun kau pahami
Ku pikir ku salah mengertimu
Hoo woo aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku
Tingginya khayalku bersamamu
Tuk lalui waktu yang tersisa kini
Di setiap hariku
Di sisa akhir nafas hidupku
Hoo woo aku hanya ingin kau tahu
Besarnya cintaku
Tingginya khayalku bersamamu
Tuk lalui waktu yang tersisa kini
Di setiap hariku
Di sisa akhir nafas hidupku
...*****...
Bersambung....
Hai teman-teman semuanya jangan pernah bosan untuk memberikan dukungan kalian melalui tanda cintanya, setangkai bunga mawar merahnya, like yang tiada henti, komen yang sesuai alur ceritanya, rate bintang lima dan jadikan favorit kalian selalu ya.
See you next time!
Tetap semangat dan jaga kesehatan ya!
jangan2 mau dikecup2 basah..wkwkwk🤣
maaf ya baru mampir..🙏
Semoga Tuan Al cepat sadar dan mencari Arti lagi... 😭 Itu namanya bukan Bucin Eonni, tapi perasaan seorang istri yg terdalam. 😤
Oalah pantesan Eun Hye pengin balas dendam. Tapi kan Al gak sengaja... 😨
Jangan percaya Al, itu bukan Arti... 😭 Ya ampun Al... 😭 Jangan sampai amnesia si Tuan Al itu... 😭
Mungkin aja Arti itu adalah adik mu, hei wanita. 😤 Ganti rencana sih, tapi malah lebih parah, semoga Tuan Al gak percaya y...
Duh mudah2n kalian berdua cepat d pertemukan... 😢