Cerita ini menceritakan tentang. Seorang lelaki yang selalu disuruh agar cepat mencari pendamping di umurnya yang hampir mengajak ke 29tahun.
Bagaimana kah kisah selanjutnya!
apakah dia bisa mencari seorang wanita idaman keluarganya?
Atau justru dia harus menerima perjodohan dari keluarganya?
Semakin aku sering bersamanya.
Maka semakin besar rasa cinta yang ku berikan kepadanya.
Semakin besar cintaku padanya.Maka akan semakin besar pula rasa sakit yang akan kurasakan nantinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja.21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Olahraga malam buat Xiodi harus....
Setelah kepergian Adit dari ruang makan. Xiodi pun pamit kepada mertuanya untuk menyusul Adit. Karena Aldi juga sudah ngantuk jadi dia memutuskan untuk ke kamar.
"Mah, Pah, Xiodi mau keatas dulu Ya, ini Al sepertinya sudah ngantuk." ucap Xiodi sambil menggendong Aldi.
"Oh ya sudah." ucap Ny.Rinba.
Akhirnya Xiodi sampai di kamar Adit.
Ia pun masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Xiodi pun menidurkan Aldi di ranjang.Setelah itu dia mau ke kamar mandi namun suara Adit yang ada di ranjang membuat langkahnya terhenti, saat Adit bicara.
"Heh... Apa anda lupa, tadi sore saya bilang apa ke anda, hem!." tanya Adit, membuat Xiodi membalikkan tubuhnya mengarah dirinya.
" No, Sir." ucap Xiodi memainkan tangannya di belakang.
"Lalu? "ucap Adit.
"Sorry." ucap Xiodi meminta maaf dengan bahasa yang berbeda karena dia ingat ucap Adit tadi sore.
"What did I tell you this afternoon?." ucap Adit.
"Anda mengatakan, sebelum saya tidur, saya harus menyiapkan diri saya, Tuan." ucap Xiod, dengan mencengkram hoodie yang ia pakai.
"Good, jadi lakukan lah sekarang." ucap Adit, sambil bangun dari ranjang dan berjalan kearah Xiodi.
Xiodi yang melihat hal itu dia tak bergeser sedikitpun.
Tak!
Adit menjitak dahi Xiodi.
"Saya tadi bilang, jika kopi buatan anda tidak enak maka saya akan menghukum anda." ucap Adit mengelilingi Xiodi.
"Jadi hukuman untuk malam ini buat anda adalah." ucap Adit menggantung dan sekarang Adit ada di depan Xiodi.
Adit mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Xiodi.
Membuat Xiodi menahan napasnya. Adit semakin dekat dan mendekatkan mulutnya kearah daun telinga milik Xiodi. Sebelum Adit membisikkan sesuatu dia tersenyum menyeringai.
"Push up tiga puluh kali." ucap Adit, sambil jalan ke belakang agar tak terlalu dekat dengan Xiodi.
"Te-tetapi kan sudah malam Tuan." ucap Xiodi, yang tak habis pikir dengan Adit yang menyuruhnya olahraga malam.
"Sudah berani membantah!." ucap Adit kepada Xiodi dengan berkacak pinggang.
"Ba-baiklah Tuan." ucap Xiodi yang sudah ancang-ancang buat push up.
"Ayo, cepat!." ucap Adit.
"1,2,3,4,4,4,4." ucap Adit berhitung dengan angka empat berulang-ulang. Xiodi yang merasa di kacangin Adit pun berucap.
"Maaf, Tuan kenapa ada di angka empat terus saya kira sudah delapan." ucap Xiodi yang sudah dengan wajah merah padam karena kesal.
"Hah... Diam! cepat lanjut, atau mau saya tambah." bentak Adit, yang tak suka di bantah.
Xiodi yang takut akan hal itu dia melanjutkan olahraga malam yang diberikan Adit untuknya.
"3,4,5,6,7,8,9,10, 11,12,13, dan 29, 28,27,26,28,29,30." ucap Adit, yang membuat Xiodi bangun dan bergumam di hatinya
Ini duda sengklek bisa berhitung enggak sih!. Berhitung kok gitu!dasar duda rentenir sengklek.
"Kamu bilang apa." ucap Adit kepada Xiodi.
"Dari tadi saya diam Tuan." ucap Xiodi.
Akhirnya Xiodi harus mandi di jam 21:15 ini gara-gara olahraga malam buat Xiodi harus mandi.
Sejujurnya Xiodi tak pernah mandi malam. Namun dia harus mandi jika tidak mandi akan di bilang bau keringat oleh Adit.
Dengan langkah gontai Xiodi masuk kamar mandi. Setelah 15 menit ada di dalam kamar mandi.
Akhirnya Xiodi keluar dengan celana jeans dan hoodie tebalnya itu.
Sialnya lagi AC di kamar Adit sepertinya di tambah biar dirinya kedinginan sepertinya.
"Heh.... Kenapa bibir anda bergetar." ucap Adit, yang melihat Xiodi.
Xiodi hanya diam tak menjawab.
"Hoodie kamu budek." ucap Adit, yang tak mendapatkan jawaban dari Xiodi.
"Maaf Tuan, saya rasa anda tahu kenapa bibir saya bergetar." ucap Xiodi yang sedikit berani dengan Adit.
"Tuan apa boleh suhu Acnya di kurangi sedikit." ucap Xiodi meminta Adit agar mengurangi suhu AC di kamarnya Adit.
"Saya tidak bisa tidur jika suhu Acnya saya kurangi, tidurlah di samping Aldi dan pakai selimut." ucap Adit kepada Xiodi agar tidur di samping anaknya.
"Baiklah." ucap Xiodi, berjalan ke ranjang yang cukup buat tidur berempat sekalipun.
Akhirnya mereka bertiga tidur dengan pulas. Dengan Xiodi memeluk Aldi yang ada di tengah-tengah mereka. Namun saat jam 03:00 pagi Aldi terbangun ingin buang air kecil, bocah cilik itupun membangunkan Xiodi.
"Tatak." Ucap bocah kecil itu sambil mengguncangkan tubuh Xiodi.
Namun tubuh itu tak bergerak sedikitpun. Bocah kecil itupun memilih untuk membangunkan Daddynya.
"Dad." panggil bocah kecil itu kepada Daddynya dan melakukan hal yang sama seperti dia lakukan kepada Xiodi. Daddy Adit membuka matanya di rasa ada seseorang yang mengguncang tubuhnya.
"Iya Al ada apa." tanya Daddy Adit yang masih dengan kondisi setengah sadar.
"Al au uang ail kecil." ucap bocah itu kepada Daddy Adit.
"Ya sudah ayo Dad antar kamu." ucap Adit kepada Aldi.
Adit pun menggendong anaknya menuju kamar mandi, setelah Aldi selesai buang air kecil merekapun memilih untuk langsung naik ke ranjang lagi.
"Dad, cepeltinya Tatak nanas." ucap bocah cilik itu yang tak sengaja tangannya menempel di kening Xiodi.
"Apa Al." tanya Adit kepada anaknya.
"Nanas." ucap Aldi kepada Adit namun Adit tak paham.
"Al mau nanas?." tanya Adit, Aldi yang kesal dengan sang Daddy diapun menarik tangan Daddy Adit, ke keningnya Xiodi. Adit yang tangannya di tarik pun mengikuti arahan sang anak, dan sedikit terkejut saat tangannya di taruh di keningnya Xiodi.Namun dengan cepat dia menarik tangannya.
"Ya sudah Al tidur lagi ya!." ucap Adit kepada anaknya agar kembali tidur karena ini masih pagi. Dan Aldi pun menuruti sang Daddy. Adit pun berbaring kembali sesudah mengurangi suhu Acnya.
Matahari telah memunculkan dirinya dari timur. Membuat seseorang terbangun dari tidurnya yang lelap. Sama seperti Xiodi yang terbangun sebelum kedua lelaki yang ada di ranjang itu bangun. Xiodi memilih untuk menyiapkan pakaian untuk suami dan anaknya. Setelah itu dia masuk ke dalam kamar mandi dengan membawa handuk dan baju serta celana jeans. lima menit Xiodi keluar dari kamar mandi itu, karena dia cuma mencuci muka dan sikat gigi.
Di karenakan tubuhnya tidak enak badan jadi dia memilih mencuci mukanya dan sikat gigi saja.
Setelah itu dia membangunkan kedua pria itu.
"Al bangun sudah pagi nak." ucap Xiodi sambil mengguncangkan perlahan tubuh Aldi.
Aldi yang dibangunkan pun langsung bangun.
"Tatak."ucap Aldi pertama kali melihat Xiodi sambil mengucek matanya.
"Wahhh.kamu pintar ya, kalau dibangunin enggak susah." ucap Xiodi, sambil mencium pipi gembul milik Aldi.
"He'em." ucap Aldi menyetujui omongan Xiodi dengan anggukan kepala.
"Ya sudah, Al mau mandi sama Kakak atau sama baby sister." ucap Xiodi memberi pilihan kepada Aldi.
"Emmmm." Aldi berpikir seperti orang dewasa, dengan tangan di taruh di dagunya membuat Xiodi tersenyum.
"Hayo yang mana." ucap Xiodi yang masih menunggu jawaban dari Aldi.
"Tatak ada deh." Ucap Aldi.
" Ya sudah, tapi sebelum mandi Al bangunin Dad dulu ya anak manis." ucap Xiodi, yang menyuruh Aldi membangunkan Adit, karena Xiodi takut jika Adit marah kepadanya.
"Dad angunnnnnn." teriak Aldi, di telinga Adit. Membuat Adit langsung terbangun.
"Iya Al." ucap Adit kepada anaknya itu.
"Tuan dulu apa Al dulu yang mandi." tanya Xiodi kepada kedua pria itu.
"Saya dulu." ucap Adit, sambil bangkit dari ranjang dan berjalan kearah kamar mandi.
"Al duyu." ucap Aldi sambil lari ke arah kamar mandi yang tak mau kalah dengan Adit.
"Al, Dad dulu." ucap Adit yang sudah memegang gagang pintu kamar mandi.
" Sayangnya Kakak, Dad dulu ya, kan Dad harus kerja nanti kalau telat gimana." ucap Xiodi, menghampiri dua pria yang memiliki perbedaan umur yang sangat jauh itu.
"Endak au." ucap Aldi kepada Xiodi.
" Kalau begitu Kakak juga enggak mau nganterin Adik ke sekolah." ujar Xiodi kepada Adit.
"Ya cudah talo ditu, Dad dulu.'" ucap Aldi mengubah jawabannya setelah Xiodi memberi pilihan kepadanya.
Adit pun langsung masuk kamar mandi.
Setelah menunggu 20 menit akhirnya Adit pun keluar dengan handuk yang dililitkan di pinggangnya.
Xiodi pun langsung masuk ke kamar mandi untuk memandikan Aldi.
Adit yang masuk ke ruang ganti. Adit melihat ada baju yang di taruh di sofa. Adit pun berjalan menuju sofa itu dan mengambilnya lalu memakainya. Sebelum Adit keluar dari ruang ganti Xiodi membuka pintu itu tanpa mengetuk pintu dahulu karena dia berpikir jika Adit sudah keluar ruangan.
" Sorry Sir, I guess you're out." ucap Xiodi, sambil menundukkan kepalanya. Adit hanya diam tidak menjawab omongan Xiodi. Adit yang belum memakai sepatu dia pun berjalan kearah rak kaca yang berisi sepatu-sepatu khusus miliknya saja. Berbeda dengan Adit, Xiodi dia langsung memakaikan baju sekolah Aldi setelah dia selesai mengurus Aldi dia berjalan kearah Adit yang duduk di sofa. Xiodi yang melihat Adit sedang telepon dengan asisten Ayan. Dia langsung berjongkok di depan Adit dan langsung membantu Adit untuk mengikatkan tali sepatu. Karena hari ini tidak ada pertemuan penting jadi Adit memilih memakai sneakers saja. Adit yang melihat Xiodi seperti itupun dia tak menolaknya karena itu adalah kewajiban seorang istri, jadi Adit tak mempermasalahkan jika Xiodi melakukan kewajibannya.
Akan aku mulai dengan mengerjakan tugasku. seperti ini. Mungkin saja dengan aku memperlihatkan ke perdulian ku pada mu, bisa membuatku dekat dengan dirimu Tuan, jadi aku dengan mudah untuk mengabulkan permintaan Papah, untuk mengubah cara berpikir mu Tuan.
Setelah semua dirasa selesai mereka pun ke bawah untuk sarapan bersama.
Ny.Rinba yang melihat wajah Xiodi nampak lesu dia bertanya.
Setelah iXiodi, Aldi dan Adit duduk di meja makan.
"Nak Xiodi kenapa muka kamu lesu banget." tanya Ny.Rinba kepada Xiodi.
"Oh.. Tadi malam sebelum Xiodi tidur Daddy nya Al nyuruh Xiodi buat olahraga malam." ucap Xiodi yang tak berbohong kepada Ny.Rinba.
"Uhuk.... Uhuk... Uhuk." Adit terbatuk-batuk mendengar jawaban istrinya.
"Minum dulu." ucap Xiodi menyodorkan air putih kepada Adit.
"Oh." ucap Ny.Rinba tersenyum.
"Ini tidak seperti yang Mamah pikirkan." ucap Adit yang melihat Ny. Rinba.
"Emang apa yang Mamah pikirkan." tanya Xiodi yang tak paham dengan omongan Adit.
Haduh punya menantu kok polos banget ya. Batin Ny.Rinba.
"Sudah makan saja."
ucap Tuan jinsin yang hanya diam saja dari tadi.
"Baik Pah, Oh iya Pah! apa Xiodi boleh meminta sesuatu kepada Papah?." ucap Xiodi sambil menyuapi Aldi yang ada di tengah-tengah dirinya dan Adit.
"Katakan nak, jika Papah bisa Papah akan memberikan kepada mu,nak." ucap Tuan Jinsin sambil menyuap kan sendok ke mulutnya.
"Bisa enggak kalau pelayan di rumah ini tidak memanggil Xiodi dengan sebutan Nona." ucap Xiodi kepada Tuan Jinsin.
"Emang kenapa, kamu enggak mau di panggil Nona." tanya Ny.Rinba.
"Ya.. Enggak suka gitu Mah, kan Xiodi bukan keturunan Kerajaan." ucap Xiodi memilih kata yang tepat untuk menjawabnya.
"Meskipun begitu, kamu kan Nona muda di kediaman Jackson." ucap Ny.Rinba yang tak tahu kenapa menantunya seperti tidak suka dengan apapun yang terlalu berlebihan.
"Ya sudah nanti Papah akan bilang ke pelayan agar tidak memanggilmu Nona lagi, tapi kalau manggil nama saja sepertinya enggak deh, nak." ucap Tuan Jinsin yang menyetujui keinginan menantunya itu.
"Emmm kalau seumpama Kakak gimana Pah." tanya Xiodi kepada Tuan Jinsin.
"Sepertinya itu lebih bagus dari pada manggil nama saja." celetuk Ny.Rinba.
"Tuh Pah, Mamah aja setuju." ucap Xiodi tersenyum ke Ny.Rinba.
"Baiklah!." ucap Tuan Jinsin, yang tidak bisa menolak keinginan menantu dan istrinya.
Akhirnya pembicaraan di ruang makan pun selesai kini saatnya mereka pamit buat melakukan tugas masing-masing. Adit yang harus ke kantor dan Xiodi yang harus pergi ngantar Aldi buat sekolah karena Xiodi hari ini memutuskan untuk tidak ke salonnya dulu.
TBC...
ceritanya bagus
walau tidak selurus jalan raya
terima kasih untuk author
yang sudah buat cerita nya bagus
dan agak dikit lain.
🙏🙏
sukses selalu buat authornya
Tuhan memberkati selalu🙏
salam kenal 🙏