NovelToon NovelToon
Harusnya Aku, Bukan Dia

Harusnya Aku, Bukan Dia

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:370.5k
Nilai: 5
Nama Author: faray_glad

Musim ketiga setelah Rafania Amora dan Stay With Me. Disarankan mampir dulu setidaknya membaca kilas balik sedikit agar tidak bingung.

Perpaduan antara dua novel, Kelanjutan Rafania Amora dan Love, Farenina.

Keen tak sengaja bertemu dengan seseorang yang dulu pernah dikenalnya sewaktu SMA disebuah Rumah Sakit ketika dirinya sedang menjenguk sang kekasih yang sedang sakit. Tak disangka dan tak diduga, sang dokter yang merawat kekasihnya itu adalah teman semasa SMA. Anggita Maharani.

Berawal pertemuan tak disengaja, Keen mulai kembali mengukir kisah. Pertemanan yang telah lama terputus, kini telah kembali. Hingga membuat Anggi meminta tolong pada Keen untuk menjadi Mak Comblang dirinya dengan sang kakak.

Keberuntungan memihak pada wanita itu. Khal selaku kakak Keen juga masih menjomblo. Keen menyetujui permintaan dari Anggi.

Hari terus berlanjut, Anggi dan Khal telah memulai kisah cinta mereka. Namun, sayangnya sebuah rahasia terungkap dan hal itu membuat Khal harus menahan rasa sakit dan luka yang begitu dalam. Berusaha untuk tetap bertahan dalam keadaan terendah sekalipun.

HARUSNYA AKU, BUKAN DIA

Yuk mampir dan kepoin cerita mereka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon faray_glad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13

Sinar mentari pagi telah menampakkan dirinya. Memberikan kehangatan bagi siapa saja yang menyambutnya dengan gembira. Walaupun begitu, suhu ruangan yang ada di kamar Khal masih tetap dingin bahkan sama sekali tak memberikan efek pada sang pemilik.

Pintu tiba-tiba saja terbuka. Seseorang masuk ke dalam sambil membawakan makanan yang ada di tangannya. Untung saja hari ini adalah hari sabtu. Hingga ia tak harus bangun pagi untuk segera mengurus perusahaan.

Segera meletakkan makanannya di atas nakas. Kemudian ia pun duduk di tepi ranjang. Sedikit menggoyang bahunya.

"Khal, ayo bangun!" Suara lembutnya seakan lagu tidur untuk Khal. Bergerak saja tidak, malah ia terlihat semakin nyenyak dalam tidurnya.

"Khal, ayo bangun! Ini sudah pukul 10."

Kembali menggoyangkan tubuhnya. Namun, Khal sama sekali tidak bergeming. Ada rasa sedih dan juga haru menyelimuti hatinya. Sejak acara sarapan selesai, Zeline berulangkali datang ke kamar itu hanya untuk melihat keadaan sang Adik. Bahkan ia sampai tak mengindahkan ajakan sang suami untuk ikut jalan-jalan bersama kedua putranya ke taman komplek.

Hanya tinggal dirinya dan juga Keen yang berada di rumah saat ini, namun Keen tidak sendirian, ada Bella yang saat ini sedang menemaninya ngobrol di belakang sambil berenang.

Hhhhuuuufftt...

Zeline menghela nafas. Ia merasa sedih melihat keadaan adiknya. Tadi Keen sudah menceritakan semuanya pada Kakak dan juga Kakak iparnya. Wanita itu mengiba.

"Apa aku harus memberikan kabar ini pada Om Denis, ya."

Zeline menimang sesuatu. Kemudian ia segera bangkit dari duduknya. Melangkah keluar dari kamar tersebut menuju kamarnya sendiri. Ia berniat untuk menghubungi orang tua keduanya.

****

Sinar mentari mulai merangkak naik. Tepat pukul 10 pagi, kedua pasangan yang sedang asyik berenang mulai keluar dari dalam kolam. Mereka pun segera menyambar handuk dan memakainya, tentu menggunakan handuk kimono ya, agar pemandangan vulgar tidak terekspos ketika ada bocah yang mungkin sebentar lagi akan kembali dari kegiatannya.

Keduanya duduk salin berhadapan di kursi malas yang ada dipinggiran kolam. "Keen, sepertinya Kak Khal belum juga bangun," celetuk Bella.

Keen menatapnya dan mengngguk setuju. "Iyah, sepertinya begitu, tidak usah dipikirkan, ada Kak Zeline yang menemaninya."

Bella melahap cemilan yang tadi sudah disiapkan oleh pelayan rumah. Segelas jus mangga dan beberapa camilan telah menemani kehangatan suasana romantis keduanya.

Keen telah memulai semuanya dari awal lagi. Ia memantapkan hatinya hanya untuk tidak lagi tergoda. Lelaki itu begitu lekat memandang wajah cantik kekasihnya. Sontak hal itu membuat Bella menjadi risau.

"Ada apa, Sayang? Apakah ada sesuatu?" tanya Bella dengan cemas.

Keen melebarkan bibirnya sambil menggeleng. "Tidak ada. Aku hanya tidak sabar ingin memilikimu seutuhnya. Bersabarlah sebentar lagi, oke."

Tersipu malu, Bella tersenyum lebar. "Jika aku tidak sabar, sudah sejak kemarin-kemarin aku pergi meninggalkan mu."

Keen menggenggam salah satu tangan Bella. Ia merasa sangat bersalah karena sebulan kemarin sudah membohongi dirinya, bahkan telah berniat berpaling darinya.

Aku sungguh bodoh karena sempat merasakan jatuh cinta pada orang yang dicintai oleh Kak Khal. Padahal aku sudah mendapatkan wanita cantik dan baik seperti ini. batin Keen berbisik.

"Semoga saja Kakak bisa mendapatkan cintanya kembali."

"Hemm ... aku tidak sabar untuk menunggu hari itu, sayang."

Keen terkekeh kecil. "Jadi kamu sudah tidak sabar lagi ingin segera menikah denganku, benar begitu?"

Satu pukulan mendarat pada lengannya. Bella merasa malu. Wajahnya memerah, hal itu membuat Keen kembali terkekeh.

Keromantisan mereka berdua pecah. Keduanya menjingkat kaget ketika mendengarkan teriakan dari dua bocah yang saat ini telah berdiri di ambang pintu.

"Uncle. Kenapa gak ngajakin kita kalau tadi akan berenang," ucap Deva dengan kesal.

"Iyah, kalau tahu Uncle renang, kita tidak akan mau ikut Papa ke taman. Udah panas, gak asyik lagi," imbuh David juga tak kalah kesal.

Keen beranjak dari duduknya. "Memangnya kenapa, kok bisa gak asyik?" tanya Keen penasaran.

"Katanya ada banyak anak-anak di sana kalau weekend begini. Ternyata di sana cuma ada banyak anak balita, dan ibu hamil." Deva meluapkan kekecewaannya.

Seketika itu Keen terbahak. ha ... ha ... ha ... ha

"Lalu, apa saja yang kalian lakukan selama beberapa jam di sana?" tanya Keen setelah puas terbahak.

"Papa tu, malah godain bayi-bayi yang ada di sana. Bahkan ada ibu-ibu yang meminta Papa untuk menjaga bayinya," jawab David dengan kesal.

"Biar saja nanti aku akan cerita pada Mama," imbuhnya.

Seketika itu Deva menoyor kepala adiknya. "Dasar ember. Kenapa kamu cerita? Papa sudah bilang jika ini adalah rahasia, jangan sampai ketahuan orang," tutur Deva dengan sengit.

Hal itu membuat Keen dan Bella semakin terbahak. Usia mereka tidak jauh berbeda, hal itu membuatnya terlihat seperti sepasang anak kembar.

"Sudah-sudah, jangan begitu. Uncle dan Aunty akan menjaga rahasia kalian, oke. Dah, yuk kita berenang bersama."

"Iyah, ayo ganti baju kalian dulu!" sahut Bella.

Setelah keduanya mengangguk, segera mereka berlari kecil untuk kembali masuk ke dalam rumah karena ingin mengganti pakaiannya.

Namun saat ia melintasi ruang tengah. Sapaan dari beberapa orang membuat kedua bocah itu menghentikan langkahnya. "Deva, David, kalian mau kemana?" tanya Zeline.

"Deva, David," sapa Rena yang duduk di ruang tengah bersama dengan yang lain.

"Rena, Reno, kapan kalian datang?" tanya David sambil melangkah mendekat ke arah kumpulan orang yang sedang duduk disana. David dan Deva segera mencium tangan Denis dan Kayla bergantian.

"Baru saja datang," jawab Rena.

David kini memutar sedikit tubuhnya. Menatap sosok wanita cantik yang sangat disayanginya. "Mama, kami ingin berenang bersama dengan Uncle dan Aunty. Bantu kami mengambil baju renang kami, Ma," seru David.

"Wah, renang. Aku juga mau," sahut Rena Sambil mulai beranjak.

"Yah baiklah, sepertinya ada baju renang Milikmu yang pernah tertinggal di sini, Rena," ucapnya. Sejenak Zeline menatap ke arah dapur. "Panggil Bu Titin di dapur, sayang. Minta tolong untuk ambilkan baju renang kalian. Mama sedang sibuk," imbuhnya.

David pun segera melangkah pergi ke dapur, Sedangkan Deva dan Rena melangkah naik ke atas untuk menunggunya di kamar.

Kembali lagi pada kumpulan orang yang ada di ruang tengah. "Jadi bagaimana ceritanya, Zeline?" tanya Denis sekali lagi.

Zeline menghela nafasnya. Mereka berempat dan satu bocah di antaranya telah duduk manis. Satu persatu Zeline menatap lawannya.

"Khal tidak mendapatkan restu dari kedua orangtua kekasihnya, Om. Keen bilang sih, kalau Kekasih Khal sudah memiliki jodoh yang dipilihkan oleh orangtuanya,"

Denis tertegun. Ia hanya tau jika bulan lalu Keen memberikan kabar jika Khal telah menjalin kasih dengan seseorang. Namun ia sangat tidak menduga jika hubungan harus serumit ini hingga membuat Khal kembali pada kehidupannya yang lama.

"Oh, begitu. Yah biar nanti Om saja yang berbicara padanya. Om, sangat syok mendengarnya, Zeline. Semoga saja dia tidak melakukan hal buruk setelah sadar nanti."

Om Denis merasa sangat bersalah dan juga sedih. Ia merasa gagal untuk menjaga keponakannya sesuai dengan janjinya pada Almarhum Kakaknya.

Kak, apa yang harus aku lakukan saat ini? batin Denis

Bersambung...

1
Enima Afla Sabita
bisa menjadi pelajaran hidup terutama ttg keluarga faraya / azmi yg agamis nan bahagia
Sunarti Sunarti
nanti si raya g jd nikah,trs tinggal nikah sm cowoknya raya.nah dr situ ada hilal jodoh khal sm raya .aduh andai satu sepemikiran sm author 👏👏
🌻Ruby Kejora
Wah rame banget komentarnya cetar pasti kisahnya Bagus Salam kenal dan salam sukses Kak. 💐⭐
Muhammad arfa Ayunda
pecah bgt bab ini 👍😭
Isabell Serinah
sambung lagi plseeee
Fa Rel
anggi jahat lu serakah jd wanita
Becky D'lafonte
sabarnya raya
Becky D'lafonte
sesek dadakau rasanya
Becky D'lafonte
kasian bener si khal
Becky D'lafonte
ayah yg luar biasa
Becky D'lafonte
ah mas khal, gentel bgt 😍
Becky D'lafonte
uhhh raya udah tunangan
Becky D'lafonte
anaknya farenina
Becky D'lafonte
sedih😭😭😭
Becky D'lafonte
lah masak ken suka jg sm anggi
Becky D'lafonte
ya ampun knp cepet kali nia dan ammar meninggal
Elly Setia Ningsih
mungkin ini kali yaa yang dimaksud pasanganmu adalah cerminanmu, mahen adalah cerminan dari anggi
Elly Setia Ningsih
ayah azmi setelah meninggalnya bunda fare tidak menikah lagi, hebat. setia sekali, padahal dia bisa menikah lagi kan waktu ditinggal meninggal bunda fare dia masih muda, bener bener cinta sejati
Salmah S
Thor kalo boleh kasih anak kembarkah...
Salmah S
semoga Adam di kasih pekerjaan yg lebih baik...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!