21+
Sinara perempuan 24 tahun mendekati
seorang lelaki yang sudah beristri.
apa jadinya kelanjutan kisah percintaan
yang terlarang tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuyuwe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#13
"Apa aku bicarakan lagi dengannya membuat alasan yang bisa dia cerna dengan baik, dan lalu menerima apa yang aku mau,. tapi kayaknya mustahil, tapi aku coba saja lah dulu, apa salahnya kan mencoba. "
Setelah Sinara pikir dengan semua
rencananya, Ia pun pergi keruangan Pak Erik dengan perasaan takut-takut. Sebelum Sinara sampai keruangan Pak Erik, Sinara melihat karyawan yang lain melihatnya dengan tatapan aneh.
"Na, kenapa dengan mereka,?!?" Sinara bertanya ke Nana yang berpas-pasan dengannya.
"Sini lo." Nana menarik lengan Sinara ke balik tembok yang sepi. Mata karyawan lain melihat ke arah mereka yang sedang ribut-ribut.
"Apa apan sih,.?!?"
Setelah Nana merasa sepi, dia melepaskan lengan Sinara,. Sinara merasa aneh alisnya terangkat melihat ke lawan bicaranya dengan tatapan penasaran.
"Kenapa sih,!? " Tanya Sinara.
"Ada hubungan apa lo sama Pak Erik, sampai Pak Erik sendiri harus ke ruangan lo."
Tukan, gw udah prediksi semua ini akan terjadi. Pak Erik memang pandai membuat masalah yang kecil menjadi besar. apa yang mesti gw jawab, apa gw bilang kalo Pak Erik menyuruh gw menjadi asisten peribadinya. Tapi kalo Nana tanya alasannya apa, gw jawab apa, nggak mungkin kan gw jawab pak erik -
"Jawab Sinara," Mata Nana melotot. "Apa jangan-jangan ka- "
"Apaan sih, Pak Erik itu menaikan jabatan ku. kan bagus kedepannya buat aku, memangnya kamu tidak senang,,!?"
Ini baru Nana yang mengintrogasi, belum lagi berhadapan dengan Pak Erik, apa nggak pusinggg kepala ku,. kenapa sih harus banyak masalah begini. ini semua gara-gara Pak Erik. Huhh.
"Aapaa,, kok bisa.!? Memangnya pekerjaan apa!? "
"Ini mau di tanyain, kamu sih bikin aku terlambat saja,. ya udah ahh aku duluan. "
Nana yang melihat temannya berlalu begitu saja, membuatnya semakin penasaran.
"Heii tunggu" Nana dengan teriakannya itu, membuat Sinara semakin berlari menjauh.
Tapi kenapa harus Pak Erik sendiri yang memberi tau, kan ada skretarisnya yang bisa memanggil Sinara ke ruangannya.
dan kenapa tiba-tiba begini Pak Erik menaikan jabatan untuk Sinara.,!?! Aneh, apa jangan-jangan mereka ada hubungan., ahh kok aku mikirin yang nggak-nggak begini sihh, pusing ahhh.
-
-
Sinara yang masih berdiri di depan ruangan pak bosnya itu bingung.
"Masuk nggak ya, kalo aku nggak masuk nggak bakalan bebas dari tu orang. Kalo masuk takut-takut nggak bisa keluar. "
"Permisi buk ada perlu apa.?!?" Sekretaris Pak Erik yang berpas-pasan keluar dari ruangan Pak Erik itu pun, bingung melihat Sinara yang hanya bengong di depan rungan pak bosnya.
"Ada yang bisa saya bantu!? "
"Emm, pak Eriknya ada,!? "
"Ada, apa ada perlu,.!? "
"Saya mau bicara sebentar!! "
"Apa sudah buat janji, apa saya tanya kan
dulu"
"Ahh tidak perlu, saya hanya sebentar! "
"Ohh, ya sudah saya permisi dulu." Ia menundukkan kepala begitu pun Sinara.
Sekeretaris itu tahu betul, siapa Sinara.
Ia tahu bahwa pak bosnya Erik menyukai Sinara, dari gerak gerik Pak Erik saja orang lain bisa menilai. bukan suka atasan dan anak buah, tapi sebagai kekasih. walau tidak terlalu banyak yang ia tahu, tapi sudah terlihat jelas dari gerak gerik Pak Erik kalo sudah mengenai hubungan dengan Sinara. ia sendiri yang di suruh mencari biodata Sinara, sampai-sampai ke akarnya. Tidak sampai di situ, Pak Erik sendiri menginginkan Sinara menjadi asisten peribadinya, untuk apa, untuk jauh lebih dekat dengannya.Tapi sekretarisnya yang bernama kiki itu tidak mau mencampuri urusan bosnya, Ia pikir lebih baik menghindar daripada terkena masalah.
Like😘😘