NovelToon NovelToon
Aku Ingin Pulang

Aku Ingin Pulang

Status: tamat
Genre:Fantasi / Idola sekolah / BTS / Tamat
Popularitas:299
Nilai: 5
Nama Author: Senja Juliani Putri

Clara Nagendra, siswi berprestasi dengan senyum tempelan sempurna, hidup dalam rumah dingin yang hanya memuja adiknya, Thea. Di balik nilai 98 dan piala emas, ia menyembunyikan gagal ginjal kronis stadium 4 dalam diary biru lusuhnya. Hanya Nenek Kamila dan tiga sahabatnya yang melihat lukanya. Pertemuannya dengan Kim Seokjin, ketua geng motor yang ditakuti, mengubah segalanya. Dari musuh jadi rumah. Dari taman belakang yang bersih hingga janji rumah kecil bernomor 7 di Lembang, Clara akhirnya menemukan tempat pulang — bukan gedung, melainkan pelukan yang tidak menuntutnya sempurna. Sebuah kisah tentang luka yang tak terlihat, cinta yang menjadi tempat istirahat, dan rumah yang tertinggal namun tetap menyala.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja Juliani Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13 — Hari yang Ingin Gue Ingat

Di sekolah Clara ada satu acara yang paling rame tiap tahun. Namanya Pensi. Pentas seni. Satu hari full gak belajar, cuma lomba-lomba, bazar makanan, sama panggung di lapangan tengah.

Biasanya Clara males ikut Pensi. Dia tim panitia konsumsi yang diem di belakang, ngitungin aqua sama gorengan. Gak pernah nonton panggung.

Tapi tahun ini beda. Karena Mutiara maksa.

"Ra, lo harus ikut! Kelas kita buka stand es teh sama corndog! Lo kan jago bikin es teh manis!" kata Mutiara.

Clara mau nolak, tapi Diana sama Safira udah narik dia ke daftar panitia bazar.

"Udah, ikut aja. Daripada lo di rumah disuruh jagain Thea terus."

Akhirnya Clara ikut. Kebagian jaga stand jam 10 sampe jam 12.

Hari H Pensi, sekolah rame banget. Anak-anak pake baju warna-warni, ada yang pake kostum aneh. Panggung udah berdiri di lapangan tengah, sound nya jedag jedug dari jam 7 pagi.

Stand kelas 11-1 ada di pojokan deket taman belakang. Yang udah bersih itu. Jadi agak adem.

Clara pake celemek pink, rambut diiket dua. Lagi sibuk nuangin es teh ke cup.

Mutiara di sebelahnya teriak-teriak, "Es teh manis 5 ribu! Corndog 10 ribu! Ayo beli!"

Diana bagian kasir, Safira bagian goreng corndog.

Jam 10.30, pembeli rame. Clara keringetan. Tapi seru. Udah lama gak seseru ini. Biasanya dia cuma belajar.

Tiba-tiba dari belakang stand, ada yang manggil.

"Clara."

Clara noleh. Seokjin.

Pake kaos item polos, celana jeans. Gak pake jaket geng motor. Rambutnya rapi dikit. Beda dari biasanya yang berantakan.

Di tangannya ada dua botol air mineral dingin.

"Nih," katanya. Nyodorin satu ke Clara.

Clara bengong. "Buat gue?"

"Iya. Lo keringetan gitu. Nanti pingsan lagi di stand."

Clara ngambil. "Makasih, Kak."

Mutiara yang liat langsung nyenggol Diana. "Woy liat deh. Perhatian kecil."

Diana langsung bisik ke Safira, "Anjir, Seokjin bawain air putih. Gak pernah-pernahnya."

Seokjin gak lama di stand. Cuma ngasih air terus pergi. Katanya mau bantuin sound di panggung. Tapi sebelum pergi, dia bilang pelan cuma ke Clara.

"Nanti jam 12 ada band kelas 12 main. Lo jangan jaga stand terus. Nonton aja di depan. Gue main gitar."

Clara kaget. "Kakak main band?"

Seokjin angguk. "Iseng. Jangan ketawa kalau fals."

Terus pergi.

Clara megangin botol air dingin itu. Dinginnya sampe ke tangan.

Jam 12, giliran jaga stand ganti. Clara lepas celemek. Mau ke panggung depan.

Mutiara, Diana, Safira langsung ngikutin.

"Woy, mau nonton Seokjin ya?" ledek Safira.

"Apaan sih, mau nonton band aja," elak Clara. Tapi pipinya merah.

Di depan panggung udah rame banget. Anak-anak duduk di lapangan.

Band kelas 12 naik. Personilnya: Namjoon drum, Suga bass, Jhope keyboard, Seokjin gitar plus vokal.

Clara baru tau Seokjin bisa main gitar. Dan bisa nyanyi.

Lagu pertama, lagu pop biasa. Seokjin nyanyi, suaranya berat tapi enak. Gak dingin kayak ngomong biasa.

Anak-anak cewek teriak-teriak. "Kak Seokjin! Kak Seokjin!"

Clara duduk di rumput agak belakang. Ngeliatin panggung.

Pas lagu kedua, Seokjin ngeliat ke arah Clara. Sekilas doang. Terus senyum tipis. Senyum yang cuma Clara yang tau itu senyum beneran.

Clara senyum balik. Gak sadar.

Terus lagu ketiga, lagu agak mellow. Seokjin nyanyi sambil main gitar. Liriknya tentang rumah.

Gue cari rumah, bukan gedung tinggi... cuma tempat pulang...

Clara dengerin lirik itu, tiba-tiba matanya berkaca-kaca. Tapi bukan sedih. Kayak... kena banget.

Abis band selesai, anak-anak bubar. Seokjin turun panggung bawa gitar.

Dia langsung jalan ke arah Clara yang masih duduk di rumput.

"Gimana? Fals gak?" tanya Seokjin.

Clara geleng cepet. "Enggak! Bagus banget, Kak! Gue gak tau kakak bisa nyanyi!"

Seokjin ketawa kecil. "Belajar dari Mama. Mama suka nyanyi di dapur."

Terus Seokjin ngeluarin sesuatu dari saku celananya. Jepit rambut kecil. Bentuk cherry.

"Nih, tadi jatuh di deket stand lo. Punya lo ya?"

Clara ngeliat jepitnya. Itu punya dia. Jatuh tadi pagi pas sibuk bikin es teh.

"Kok kakak tau punya gue?"

"Kan cuma lo yang pake jepit cherry begini."

Clara ngambil. "Makasih."

Hal kecil. Botol air dingin sama jepit cherry. Tapi buat Clara, itu gede banget. Soalnya gak ada yang pernah merhatiin hal sekecil itu buat dia di rumah.

Mutiara, Diana, Safira yang ngintip dari belakang stand langsung heboh.

"Anjir, perhatian kecilnya Seokjin tuh ngena banget ya," kata Diana.

"Iya, biasanya dia dingin gitu, sekarang bawain air sama balikin jepit. Bucin sih," kata Safira.

Mutiara senyum. "Gue baru liat Clara ketawa lepas kayak gitu lagi. Udah lama banget."

Emang bener. Sore itu, Clara ketawa lepas.

Pas lomba makan kerupuk, Clara ikut. Mukanya belepotan kerupuk, ketawa ngakak sampe hampir jatuh. Seokjin yang jadi juri malah kasih nilai tambahan karena ketawanya.

Pas bazar udah mau tutup, Clara sama Seokjin duduk di bangku taman belakang yang udah bersih itu. Bawa sisa corndog yang gak laku. Makan berdua.

"Es teh lo enak tadi," kata Seokjin.

"Boong. Kemarin kata kakak kemanisan."

"Yang kemarin kemanisan, yang hari ini pas. Lo belajar ya?"

"Belajar dari Nenek."

Mereka makan corndog sambil ngeliatin langit sore yang oren. Sekolah masih rame, tapi taman belakang sepi.

Clara nyender ke bangku. Perut kenyang, hati kenyang.

"Hari ini seru banget, Kak," kata Clara pelan. "Udah lama gue gak ketawa kayak tadi. Di rumah tuh gue harus jaim terus. Di sini gue bisa belepotan kerupuk gak dimarahin."

Seokjin ngeliatin Clara. "Ya udah, ketawa aja terus. Ketawa lo bagus. Jangan ditahan."

Clara noleh. "Gombal."

"Serius. Udah lama gue gak liat lo ketawa lepas gitu. Biasanya senyum tempelan terus."

Clara diem. Terus senyum. Senyum lepas lagi.

"Gara-gara kakak sih. Gara-gara kakak bawain air sama jepit."

"Gara-gara kerupuk kali."

Mereka ketawa bareng.

Dari jauh, Diana sama Safira ngintip lagi. Kali ini bawa HP, motoin diam-diam.

"Fix, Clara udah beda banget tiap ada Seokjin," kata Diana.

"Iya, biasanya pucet, capek, sekarang pipinya merah terus kalau Seokjin dateng. Jatuh cinta nih," kata Safira.

Mereka berdua senyum-senyum sendiri ngeliatin dua orang di bangku taman itu.

Di bangku itu, Clara ngerasa hari itu pengen dia inget terus.

Gak ada nilai, gak ada ranking, gak ada dimarahin Mama Papa. Cuma ada es teh, corndog sisa, jepit cherry, sama Seokjin yang duduk di samping.

Hari yang sederhana. Tapi buat Clara, itu hari yang pengen dia inget seumur hidup.

Malemnya, Clara nulis di diary biru.

Hari ini Pensi.

Seokjin bawain gue air putih dingin pas gue keringetan.

Dia balikin jepit cherry gue yang jatuh.

Dia nyanyi di panggung. Suaranya bagus banget.

Gue ketawa lepas hari ini. Ngakak sampe perut sakit gara-gara lomba kerupuk.

Udah lama banget gak gitu.

Diana sama Safira bilang gue berubah tiap Seokjin dateng.

Masa sih?

Tapi iya, hari ini gue ngerasa hidup lagi. Bukan cuma bertahan.

Hari ini gue pengen inget terus. Kalau nanti gue lupa caranya ketawa, gue mau baca ini lagi.

Clara tutup diary. Naruh jepit cherry di atasnya.

Di luar, HP nya geter.

Seokjin: Corndog sisa tadi enak. Besok bikin lagi ya.

Clara: Enak apaan, gosong.

Seokjin: Gosongnya enak.

Clara ketawa sendiri di kamar. Nenek dari luar nanya, "Clara kenapa ketawa sendiri?"

Clara jawab, "Gapapa Nek, abis Pensi seru!"

Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, jawaban "seru" itu beneran dari hati.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!