NovelToon NovelToon
The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:35.9k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Bagaimana jadinya jika jiwa seorang remaja cewek tomboi modern yang hobi tawuran, bermulut tajam, dan ceplas-ceplos terlempar ke masa lalu? Sialnya lagi, dia bangun di dalam tubuh permaisuri Xia Ruo, wanita paling rapuh dan tertindas di Kekaisaran Han yang baru saja mencoba bunuh diri karena tidak tahan diabaikan oleh kaisar yang penguasa berdarah dingin yang terkenal kejam.

Kini, tidak ada lagi Permaisuri Xia Ruo yang hobi menangis terisak. Yang ada hanyalah permaisuri baru yang berani duduk bersila di atas ranjang sutra sambil memanggil sang Kaisar kejam dengan sebutan "Mas Bro". Didampingi oleh Yuan er, pelayan setianya yang selalu menangis histeris dan berusaha keras mendidik sang permaisuri agar bisa berbicara lembut, Xia Ruo harus memutar otak untuk bertahan hidup. Mulai dari melabrak dapur istana demi makanan enak, melatih fisiknya yang selemah triplek basah, hingga menghadapi Kaisar kejam yang anehnya... justru mulai terobsesi dengan perubahan barbar dirinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 18 : baku hantam di tengah kabut

Kabut putih di dalam Hutan Larangan semakin tebal, menelan suara derap langkah kuda rombongan Kaisar Yan hingga menyisakan kesunyian yang mencekam. Ara menghentikan laju kudanya sepenuhnya. Dia turun dari pelana dengan gerakan seringkas kucing, membiarkan kudanya menjauh agar tidak terkena imbas pertempuran.

Srekk... srekk...

Suara gesekan dedaunan terdengar dari empat arah mata angin. Ara memejamkan matanya sesaat, mempertajam indra pendengarannya. Sebagai mantan pentolan tawuran, dia sudah sangat hafal dengan pola pengepungan seperti ini. Musuhnya tidak sedang bersiap untuk berburu rusa, melainkan sedang bersiap untuk mencabut nyawanya.

"Udah, kagak usah ngumpet-ngumpet kayak kecoak di balik lemari," teriak Ara lantang, suaranya memecah keheningan hutan. "Keluar lu semua! Sini maju, gua ladenin satu-satu atau sekaligus juga boleh!"

Syuuutt!

Jawaban yang diterima Ara adalah sebutir anak panah beracun yang melesat cepat menembus kabut, mengarah tepat ke pelipisnya.

Dengan refleks tingkat dewa hasil latihan militernya, Ara langsung memiringkan kepalanya ke kanan. Anak panah itu melesat lewat hanya beberapa milimeter dari pipinya, menancap kuat di batang pohon di belakangnya.

Detik berikutnya, lima orang pria berpakaian serb hitam dengan topeng kain melompat turun dari atas dahan pohon, mengepung Ara di tengah-tengah area melingkar yang sempit. Di tangan mereka masing-masing menggenggam belati panjang yang berkilat tajam.

"Mati kau, Permaisuri gila!" desis salah satu pembunuh yang bertubuh paling kekar. Dia langsung merangsek maju, mengayunkan belatinya ke arah dada Ara.

Ara menyeringai sangar. Blood-lust jiwa premannya bergejolak hebat. "Sori ya, Mas Bro, hari ini jadwal gua yang ngebantai, bukan dibantai!"

Ara tidak mundur. Dia justru melangkah maju menyongsong serangan. Saat belati itu nyaris menggores pakaiannya, Ara menangkap pergelangan tangan si pembunuh dengan tangan kirinya, memutarnya dengan paksa hingga terdengar bunyi krek yang renyah disertai jeritan kesakitan.

Sebelum pria kekar itu sempat berteriak lebih keras, Ara melayangkan satu pukulan straight tangan kanan yang super telat tepat ke arah hidung sang pembunuh.

Bugh!

Darah segar langsung menyembur, dan pria itu tumbang ke tanah dengan hidung patah.

Dua pembunuh lainnya yang melihat rekan mereka dilumpuhkan dalam hitungan detik langsung bergerak bersamaan dari arah kiri dan kanan. Mereka mengayunkan belati dengan pola menyilang.

Ara merunduk rendah, membiarkan kedua belati itu beradu di atas kepalanya. Dari posisi jongkok, Ara menyapu kaki kedua pembunuh itu dengan satu tendangan melingkar bawah yang sangat bertenaga.

Gubrak!

Keduanya jatuh tersungkur di atas tanah yang basah. Ara tidak memberikan mereka kesempatan untuk bangkit. Dia melompat, lalu menghentakkan lututnya tepat ke dada salah satu pembunuh hingga terdengar suara tulang rusuk yang retak.

Satu pembunuh lainnya yang hendak menusuk punggung Ara langsung terkena sikut mentah dari Ara tepat di ulu hatinya, membuatnya muntah darah dan pingsan di tempat.

Kini, tersisa dua pembunuh yang masih berdiri. Mereka menelan ludah ngeri, melangkah mundur perlahan dengan tubuh gemetaran. Mereka disewa untuk membunuh seorang Permaisuri yang lemah dan rapuh, tapi mengapa wanita di depan mereka ini justru bertarung seperti monster dari neraka?

"Gimana? Masih mau lanjut, atau mau gua bikin cacat permanen?" tantang Ara sambil mengelap noda darah musuh di pipinya menggunakan punggung tangan, tatapan matanya begitu dingin dan mengerikan hingga membuat nyali para pembunuh itu ciut seketika.

1
Lo Lifuna
mereka cuti 2 Minggu dari istana kan?
apa ini ceritanya uda melewati 2 Minggu?
perasaan baru 1 hari deh. kok besok sudah balik ke istana?
Yadi
🤣🤣🤣
Lo Lifuna
ini gimana ya alurnya. menteri Wang itu sebenarnya paman atau ayahnya selir agung?

terus bukannya selir agung dihukum di istana dingin?

terus ayahnya ketahuan kudeta kenapa selir agung masih di istana?
Rima Yuliatin
nah akhirnya Nemu cerita yg mantap..ini baru seru alurnya berbobot tp dikemas santai dan ringan..lope lope dahhhh..😍
heldahell: makasih kak,udah suka sama ceritanya😙
total 1 replies
Arix Zhufa
bar bar sekali 😅
Arix Zhufa
jihaha....ara bahasa gaul mu jangan di bawa kesini
Arix Zhufa
lucu banget...ok mgkn masih bahasa gaul gpp karena belum mengenal lingkungan aslinya
Cintya Tya
mantep thor.... ceritae top markotop... lain dari yg lain.. 👍👍🤣🤣
Dbz Mar
😭😭😭😭😭😭😭 mengelap air kencingnya tuh
Yadi
Yeeeeey.... 💃🕺💃🕺
Akhirnya takluk juga singa betina 🕺💃🕺💃
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Andaikan dijadikan film, bisa sangat seru dah
Yadi
ya iyalah paksu Kaisar Yan pada bucin pada singa betina si Ara, lah wong Ibu Negara dgn strateginya dan juga bela diri jurus tawurannya bisa menyelesaikan masalah tanpa masalah, apalagi sifat petakilannya yg bar bar ceplas ceplos mulutnya.. itu menandakan bhw sang permaisuri bersifat jujur dan wajar, tdk diolah olah..alias natural alami 😁😁😁
Jendra
bagus banget ceritanya, si ara yg kocak dan pemberani bikin sangat terhibur😊
Jendra
Wah asik nih lucu🤣
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Ambyar dah krn dikalahkan bunyi perut cewe badas sang Permaisuri 🤣🤣🤣
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

knp jurus tawuran bisa mengalahkan tehnik bertarung si Jendral....??

hayo jawab 🤣🤣
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣 Ingat ya, gelar tertinggi Ara adalah "Anak Tongkrongan"
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Polisi dijaman modern saja memakai bubuk cabai untuk membubarkan aksi tawuran antar remaja 🤣🤣🤣
Lah ini dipakai untuk membabat habis para pemberontak, mana tahan pasukan pemberontak melawan bubuk cabai? 🤣🤣🤣
Yadi
Mana tahan gaya bertarung anggun kerajaan "kuno" dgn gaya bertarung jurus "tawuran"....?? 🤭🤭🤭🤭
Pa Muhsid
kurang tor tanggung 😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!