NovelToon NovelToon
Terjerat Obsesi Sang CEO

Terjerat Obsesi Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:65.2k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Kecelakaan tragis merenggut orang tua Hana, menyisakan utang menumpuk yang mengandaskan mimpinya.

Demi bertahan hidup, ia rela menjadi office girl tak terlihat di Adhitama Group.

Namun, satu malam kelam merobek takdirnya. Akibat sabotase racun pemicu gairah, Alvaro Adhitama, CEO dingin dan berkuasa kehilangan kendali dan merenggut kesucian Hana secara biadab.

Didera rasa bersalah, Alvaro menuntut pernikahan. Sadar akan jurang kasta di antara mereka, Hana memilih kabur meninggalkan ibu kota.

Sayang, kekuasaan Alvaro sanggup mencegat pelariannya. Ditekan dominasi mutlak sang CEO, Hana akhirnya pasrah diseret kembali dan tanpa menyadari ada benih baru yang mulai tumbuh di rahimnya.

Bagaimana Kelanjutannya???? Ada yang penasaran??

JANGAN LUPA KEPOIN CERITANYA YAAAA!!!

Follow IG @LALA_SYALALA13
SUBSCRIBE YT @NOVELLALAAA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masakanmu Benar-benar Enak

Hana mengerutkan keningnya, merasa heran melihat seorang Alvaro Adhitama berdiri di depan lemari es.

"Aku... aku bisa memasak sendiri, Alvaro. Atau aku bisa membuat mi instan saja di kamar."

"Tidak ada mi instan malam ini," pangkas Alvaro tegas, namun nadanya sarat akan perhatian. Pria itu mengeluarkan sebuah wadah bahan makanan segar dari dalam kulkas.

"Malam ini, biarkan aku yang memasak untukmu." ucap Alvaro tidak bisa dibantah.

Mata Hana membelalak lebar. Ia sampai harus mengedipkan matanya dua kali untuk memastikan ia tidak salah dengar.

"Apa? Kamu... bisa memasak?" tnya hana tiba-tiba.

Alvaro menaikkan sebelah alisnya, memamerkan senyum tipis yang angkuh namun menawan.

"Kenapa? Kau meragukan kemampuan suamimu? Saat kuliah di Amerika dulu, aku hidup sendiri di apartemen. Memasak steak atau pasta bukan hal yang sulit bagiku." jelas Alvaro.

Kata suamimu kembali membuat pipi Hana memerah. Gadis itu melangkah mendekati konter dapur dengan ragu, memperhatikan Alvaro yang dengan cekatan mengeluarkan dua potong daging wagyu segar, bawang putih, dan beberapa tangkai rosemary.

"Tapi kamu pasti lelah setelah seharian bekerja di kantor." bisik Hana pelan, berdiri di seberang meja marmer.

Alvaro menghentikan pisau pemotongnya sejenak, mendongak menatap mata Hana.

"Rasa lelahku hilang begitu melihatmu duduk di sini denganku, Hana. Memasak untukmu adalah hal terkecil yang bisa kulakukan untuk menebus dosaku." sahut Alvaro.

Hana terdiam rapat. Tatapan mata Alvaro yang amat jujur membuat dadanya berdesir hebat.

Tanpa sadar, Hana menarik sebuah kursi bar tinggi di tepi konter, lalu mendudukkan dirinya di sana. Ia menopang dagunya dengan kedua tangan, memperhatikan jemari terampil Alvaro yang mulai mengolesi daging dengan bumbu dan memanggangnya di atas wajan khusus.

Suara desisan daging yang bersentuhan dengan wajan panas dan aroma gurih mentega mendadak memenuhi area dapur.

"Alvaro..." panggil Hana pelan di tengah suara desisan wajan.

"Hmm?" sahut Alvaro tanpa mengalihkan pandangannya dari panggangan.

"Soal Mas Rehan tadi..." gumam Hana, menatap jemari Alvaro.

"Terima kasih ya, karena kamu tidak jadi memecatnya. lanjutnya."

Alvaro membalikkan potongan daging dengan capitan besi, lalu menghembuskan napas panjang.

"Aku minta maaf soal emosiku pagi tadi, Hana. Aku tahu aku keterlaluan. Aku hanya... merasa terancam saat melihat ada pria lain yang bisa membuatmu tersenyum begitu lepas, sementara aku hanya bisa membuatmu takut dan menangis." ucap Alvaro dengan penuh penyesalan.

Hana menundukkan kepalanya, menyusuri serat marmer meja dengan telunjuknya.

"Mas Rehan itu orang baik. Dulu saat panti asuhan kami kekurangan dana, dia yang paling rajin menggalang donasi dan mengajar anak-anak. Dia cuma menganggapku seperti adik sendiri." jelas Hana, dia tidak ingin ada kesalahpahaman antara dirinya dan sang suami.

Alvaro mematikan kompor, memindahkan steak yang sudah matang sempurna ke atas dua piring porselen putih yang elegan.

Pria itu menaburkan sedikit daun peterseli di atasnya, lalu menyajikan salah satu piring tepat di hadapan Hana.

"Aku mengerti sekarang," kata Alvaro seraya mengambil tempat duduk di kursi bar persis di samping Hana.

"Aku berjanji tidak akan bersikap gegabah lagi pada teman-temanmu." ucap Alvaro.

Alvaro menyerahkan garpu dan pisau ke tangan Hana. "Cobalah. Katakan padaku apakah rasanya terlalu asin atau kurang bumbu."

Hana menerima alat makan itu, memotong sepotong kecil daging wagyu yang lembut, lalu memasukkannya ke dalam mulut. Rasa gurih, juicy, dan aroma mentega harum langsung meledak di lidahnya.

Mata Hana membelalak kagum. "Ini... ini enak sekali, Alvaro! Dagingnya sangat lembut!"

Melihat binar bahagia di mata Hana dan senyuman tulus yang akhirnya terkembang sempurna di wajah istrinya, dada Alvaro serasa dipenuhi kehangatan yang tak ternilai harganya.

Pria itu tersenyum sangat lebar yaitu sebuah senyuman lega yang lahir dari dasar lubuk hatinya.

"Aku senang kau menyukainya," sahut Alvaro lembut.

Pria itu tidak segera memakan bagian steknya sendiri, melainkan hanya bertopang dagu, menikmati setiap kunyahan Hana dengan pandangan penuh puji dan kelembutan.

Hana yang menyadari dirinya terus ditatap mendadak menghentikan kunyahannya. Pipinya kembali memerah seperti buah tomat matang.

"Kenapa... kenapa kamu malah memandangiku terus? Makananmu nanti dingin." ujar Hana dengan salah tingkah.

"Melihatmu makan dengan lahap jauh lebih memuaskan daripada makananku sendiri, Hana." bisik Alvaro dengan suara berat yang begitu seksi dan memikat.

Hana menundukkan kepalanya dalam-dalam, menyembunyikan senyum malu-malu yang tak mampu ia tahan lagi.

Di dalam dapur beraroma gurih malam itu, di antara dua piring makanan dan pendar lampu hangat penthouse, benih-benih cinta yang sempat tertimbun oleh tanah ketakutan dan luka trauma... perlahan-lahan mulai menembus kegelapan, menyembulkan tunas hijau baru yang siap tumbuh menantang masa depan.

Suasana dapur beraroma mentega dan daging panggang itu terasa begitu menenangkan. Untuk pertama kalinya sejak malam kelam yang mengubah hidup mereka, tak ada benteng ketakutan, amarah, atau kepura-puraan yang memisahkan Alvaro dan Hana.

Di atas kursi bar berpermukaan marmer hitam, kedua insan itu menikmati sisa malam dalam keheningan yang perlahan-lahan dipenuhi kehangatan.

Hana meletakkan pisau dan garpunya yang telah bersih ke atas piring porselen. Ia mengusap bibirnya dengan tisu, lalu mendongak menatap Alvaro yang masih setia memperhatikannya dari samping.

"Kenapa dagingmu belum dihabiskan?" tanya Hana pelan, menunjuk piring Alvaro yang masih bersisa separuh.

"Nanti dingin dan lemaknya membeku, Alvaro." ujar Hana.

Alvaro tersenyum tipis, memegang garpunya dan memotong sepotong kecil dagingnya sendiri.

"Aku terlalu menikmati melihatmu makan, Hana. Sudah lama sekali aku tidak melihatmu makan senikmat ini." sahut Alvaro dengan santai.

Hana menundukkan kepalanya, menyembunyikan rona merah yang kembali merayapi kedua pipinya.

"Terima kasih... masakanmu benar-benar enak. Aku tidak menyangka seorang CEO sepertimu bisa memasak steak sehebat ini."

"Ada banyak hal yang belum kau ketahui tentang aku, Hana," sahut Alvaro lembut. Matanya menatap wajah manis istrinya dengan binar yang amat dalam.

"Dan aku ingin kau punya waktu sebanyak yang kau butuhkan untuk mengenal seluruh sisiku. Bukan cuma sisi dingin si pemilik Adhitama Group."

Hana meremas tisu di tangannya. Pengakuan Alvaro yang konsisten dan tanpa paksaan membuat dadanya terus berdesir halus.

"Alvaro..." panggil Hana, suaranya mencicit ragu.

"Iya, Hana?"

"Soal... soal pekerjaan di kantor besok," bisik Hana, mendongak menatap mata cokelat gelap milik Alvaro.

"Apakah aku harus tetap membersihkan ruanganmu di lantai empat puluh delapan?" tanya Hana tiba-tiba.

Alvaro meletakkan garpunya ke atas piring, memajukan sedikit posisinya mendekati Hana.

"Kenapa? Apakah kau merasa tidak nyaman? Jika kau merasa tertekan berada di sana, aku bisa menyuruh Nakula mengaturnya kembali agar kau bertugas di area lain yang tidak menyiksamu." sahut Alvaro.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

1
Siti Solihah
malam kedua 🤭 cie cie😅
Ass Yfa
Hana krnapa keras kepaa..buat dia hamil thor biar berhenti bekerja...dirumah ongksng2 menikmati kekayaan..itu impian semua wanita🤭🤭emak2 nimbrung berkhayal😄😄
Eliermswati
thor klo perlu up sehari 4x biar mkn seru nih hana mau d kenali d dpn publik siap2 patah hati semua cwe yg sk sm al😂
Euis Amalia
senang nacanya seru ceritanyaaa/Drool/
Juriah Juriah
cerita belum usai....nah gitu dong kak KLO perlu sehari 3× up nya KY minum obat🙏
Juriah Juriah
sudah pasti kami menunggu kelanjutan crita ini author Lala kan belum selesai cerita nya KLO bisa jangan terlalu lama dong up nya jujur aku suka jln crita nya .. untuk gift dan like itu udh pasti slalu... semangat 💪🙏
Lala_Syalala: Terima kasih Kak sudah senantiasa nungguin update bab nya yaaaa,,, ini lagi proses bentar lagi up lagi nih bab selanjutnya yaa🙏🙏😊😊🤗🤗😍😍😍😍😍
total 1 replies
irma hidayat
baiknya jujur aja hana biar bella gaterus curiga, kaya nya bella bisa dipercaya ga akan menghianati
HARTINMARLIN
lanjut lagi La
Siti Solihah
iya thor matur nuwun,, semangaattt terooosss💪🏻💪🏻
Siti Solihah
kenape gak updet thor,,🤣
elaretaa
Semangat thor, ditunggu kelanjutannya🥰🥰🥰
diga pues
ugh🌚
geandra
Kakak author demi tuhan d part ni aku nangis bacanya,kisah Hana hampir mirip dengan kisah sahabat ku,bedanya sahabatku sampe mau bundir😭,laki2 yg perkaos dia mau tanggung jawab n bahkan mnyerahkan diri k polisi,tapi trauma sahabatku bner2 dalem bnget ya Allah,dua tahun yg lalu kejadian it.
Ass Yfa
,oo..kamu ketahuan mbk Bela
Siti Solihah
😂😂😂😂ketahuan sama mb belbong...🤭
Mia Camelia
thor, yg judul nya pernikahan jendral di hapus ya 🤔🤔🤔
ya padahal lgi seru 😂😂😂😔 knpa di apus thor😤
Lala_Syalala: haloo kak, sekali lagi mohon maaf ya atas ketidaknyamanannya, ada beberapa faktor yang buat aku harus tarik lagi ceritanya, tapi aku janji bakalan up lagi kok, pokoknya di tunggu aja yaa dan sambil nunggu jangan lupa terus baca cerita2 author lainnya yaaa🙏🙏😊😊🤗🤗😍😍😍😍
total 1 replies
Fitria Syafei
KK cantik kereen 😍 kereen 😍 terimakasih 🥰
Rizky Manik
apakah ada malam pertama yg tergantikan🤭
diga pues
nak baby☻️
Ass Yfa
widih..bahan bakar utama...katanya ...panas dong..pasti meleleh kan/Grin/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!