"Mo Ling'er! Kau berjanji memberiku tiga tahun!" raungnya seperti harimau yang terluka. "Sekarang baru dua tahun! Kenapa kau lakukan ini padaku! Kenapa?!"
Mo Ling'er menyeringai, tersenyum penuh penghinaan.
"Menunggumu? Hmmph!
"Kau tidak pantas!"
Kalimat itu menghantam arena seperti petir.
"Aku dulu buta karena menganggapmu istimewa," kata Mo Ling'er sengaja lantang, biar semua orang mendengar.
"Kau memang Tuan Muda Ketiga Keluarga Feng, tapi selama enam belas tahun apa yang kau raih?"
"Jiwa Bela Diriku Peringkat Enam! Aku jenius Keluarga Mo, sekaligus jenius nomor satu di antara rekan-rekan di Kota Wushuang! Sementara kau hanya Peringkat Dua, apa hakmu menyuruhku menunggu?
"Hari ini, kau juga hanya sanggup membangkitkan Jiwa Bela Diri diperingkat Dua. Perempuan saja bahkan lebih baik darimu!"
"Dasar sampah!"
Seketika hati Feng Wuchen terasa seperti ditusuk ribuan pisau.
Enam belas tahun kenangan indah mereka terlintas di benaknya. Tawa, senda gurau, janji, kebersamaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30: Kota Wushuang Gempar
Peristiwa yang terjadi dalam satu malam membuat seluruh Kota Wushuang dipenuhi berbagai dugaan.
Sebagian orang yakin ada kekuatan dari luar kota yang sengaja mengadu empat klan besar. Sebagian lainnya menduga ada pihak tersembunyi yang ingin mengambil keuntungan dari kekacauan.
Satu hal yang mulai disepakati banyak orang: Klan Feng dan Klan Lin kemungkinan besar bukan pelakunya.
Keduanya sama-sama dirugikan.
Sementara itu, Klan Yang dan Klan Mo kehilangan para penjaga mereka sendiri.
Sebelum meninggalkan kediaman Klan Lin, Feng Zhengxiong meminta Lin Tianxing memperketat penjagaan. Kedua klan juga sepakat menyelidiki masalah tersebut secara diam-diam.
Baru setelah rombongan Klan Feng pergi, Lin Tianli tiba-tiba teringat sesuatu.
“Ayah... apa tadi aku tidak salah lihat?”
Lin Tianxing menoleh.
“Ada apa?”
“Feng Wuchen.”
Lin Tianli mengerutkan kening.
“Bukankah kultivasinya sudah mencapai Alam Pengumpulan Qi Tingkat Tiga?”
Aula langsung sunyi.
Lin Tianxing dan para tetua saling memandang.
Karena terlalu sibuk menghadapi serangan Klan Mo, mereka memang tidak sempat memperhatikan tingkat kultivasi Feng Wuchen.
“Pengumpulan Qi Tingkat Tiga?”
Lin Tianxing terdiam sesaat.
“Setengah bulan lalu dia masih Tingkat Satu.”
“Berarti...” seorang tetua menelan ludah, “dia menerobos dua tingkat hanya dalam setengah bulan?”
Tidak ada yang menjawab.
Kecepatan seperti itu terlalu mengerikan.
Belum selesai mereka terkejut, seorang penjaga masuk tergesa-gesa sambil membawa sepuluh bungkus obat.
“Patriak, sebelum pergi Tuan Muda Feng meminta saya menyerahkan ini.”
Lin Tianxing menerima salah satunya.
“Serbuk Pengumpul Qi Tujuh Harta?”
Ia belum pernah mendengar nama tersebut.
Penjaga itu segera menjelaskan, “Tuan Muda Feng mengatakan serbuk ini dapat meningkatkan kecepatan kultivasi kultivator Alam Pengumpulan Qi. Efeknya lebih dari sepuluh kali dibandingkan Serbuk Penguat Qi.”
Lin Tianxing langsung berdiri.
“Sepuluh kali?”
Para tetua ikut terkejut.
“Tianli, segera berikan kepada generasi muda yang sedang berada di Alam Pengumpulan Qi. Kita akan lihat sendiri efeknya.”
Lin Tianli mengangguk cepat.
Jika serbuk itu benar-benar sekuat yang dikatakan Feng Wuchen, nilainya bahkan sulit diukur dengan uang biasa.
Setelah kembali ke Klan Feng, penyelidikan langsung dilakukan.
Namun hasil awal tidak memberikan petunjuk berarti.
Feng Yunshan melaporkan bahwa luka pada para korban hanya berasal dari senjata biasa. Tidak ada teknik khas yang bisa digunakan untuk mengenali pelaku.
“Pelakunya sangat berhati-hati,” ujar Feng Zhengxiong.
Feng Qianyang mengangguk.
“Kalau tujuan mereka hanya memancing konflik, mungkin setelah kekacauan ini mereka tidak akan bergerak lagi.”
Feng Zhengxiong akhirnya memerintahkan agar penjagaan ditingkatkan.
Ia sendiri perlu menstabilkan kultivasinya setelah baru saja menerobos Alam Inti Roh.
Dalam perjalanan kembali ke kediamannya, Ling Xiaoxiao bertanya, “Kak Feng, menurutmu siapa yang sebenarnya berada di balik semua ini?”
Feng Wuchen menggeleng.
“Awalnya aku juga curiga kepada Klan Mo. Tapi sembilan penjaga mereka ikut dibunuh.”
Ia berhenti sejenak.
“Satu-satunya petunjuk penting adalah orang yang mengaku melihat Klan Lin membunuh penjaga Klan Mo.”
“Asalkan orang itu ditemukan, mungkin kita bisa mengetahui siapa yang mengatur semuanya.”
Ling Xiaoxiao tersenyum tipis.
“Aku yakin Kak Feng akan menemukan jawabannya.”
Feng Wuchen justru meliriknya.
“Daripada memikirkan itu, lebih baik kau fokus berkultivasi. Kau sudah dekat dengan Alam Pengumpulan Qi Tingkat Tujuh.”
Ling Xiaoxiao hanya tersenyum tanpa menjawab.
Dengan bakatnya, sebenarnya ia bisa menerobos jauh lebih cepat. Hanya saja selama sebulan terakhir, perhatiannya lebih banyak tertuju kepada Feng Wuchen daripada kultivasi.
Di sisi lain, suasana Klan Mo masih dipenuhi amarah.
Mo Kun duduk dengan wajah gelap.
Kegagalannya menghancurkan Klan Lin dan luka yang diterimanya dari Feng Zhengxiong membuat suasana hatinya semakin buruk.
“Feng Zhengxiong!” geram Mo Yuankong. “Begitu mencapai Alam Inti Roh, dia tak memandang Klan Mo lagi!”
Mo Kun mengepalkan tangan.
Ia sendiri masih sulit menerima bahwa Feng Zhengxiong berhasil menerobos lebih dahulu.
Pil Qingyuan memang mampu meningkatkan kecepatan kultivasi, tetapi menerobos hanya dalam setengah bulan tetap terlalu cepat.
“Mo Yu.”
Mo Kun menatap pemuda itu.
“Bagaimana dengan pil yang kita tunggu?”
Mo Yu segera menjawab, “Pil Huayuan sudah selesai dimurnikan. Seharusnya tiba dalam tiga hari.”
Senyum dingin muncul di wajah Mo Kun.
“Bagus.”
Matanya menyipit.
“Feng Zhengxiong, nikmati dulu kemenanganmu.”
Tiga hari berikutnya keadaan berlangsung tenang.
Tidak ada serangan baru.
Penduduk Kota Wushuang perlahan mulai berani keluar rumah.
Namun ketenangan itu tidak bertahan lama.
Sebuah kabar baru kembali mengguncang seluruh kota.
Paviliun Wanbao akan menjual Serbuk Pengumpul Qi Tujuh Harta.
Menurut kabar yang beredar, serbuk tersebut dapat digunakan oleh kultivator Alam Pengumpulan Qi dan efektivitasnya lebih dari sepuluh kali Serbuk Penguat Qi.
Dalam waktu singkat, Paviliun Wanbao dipenuhi orang.
Bahkan klan-klan dari kota sekitar mulai berdatangan setelah mendengar kabar tersebut.
Klan Lin tentu paling terkejut.
Mereka baru saja menerima sepuluh bungkus dari Feng Wuchen beberapa hari sebelumnya.
Kini Paviliun Wanbao tiba-tiba mengumumkan penjualan obat yang sama.
Hubungan di antara keduanya membuat Lin Tianxing mulai memahami bahwa Serbuk Pengumpul Qi Tujuh Harta mungkin memiliki hubungan langsung dengan Klan Feng.
Di Paviliun Wanbao, Yu Wanxiong sendiri masih mempelajari beberapa bungkus serbuk tersebut.
Kualitasnya berbeda-beda.
Sebagian jelas merupakan hasil pemurnian Feng Qianyang.
Namun beberapa bungkus memiliki kemurnian yang jauh lebih tinggi.
“Jangan-jangan...”
Wajah Feng Wuchen muncul dalam pikirannya.
Yu Wanxiong segera menggeleng.
“Tidak mungkin.”
Ia tidak pernah merasakan kekuatan jiwa seorang alkemis dari tubuh Feng Wuchen sebelumnya.
Tapi kalau bukan Feng Wuchen, siapa lagi?
Pertanyaan itu terus mengganggunya.
Lima hari kemudian, hari penjualan akhirnya tiba.
Sejak pagi, tiga jalan menuju Paviliun Wanbao sudah dipenuhi antrean panjang.
Orang-orang berdesakan sampai pintu utama hampir tidak terlihat.
“Ketua Paviliun Yu! Berapa harganya?”
“Benarkah efeknya sepuluh kali Serbuk Penguat Qi?”
“Jangan terlalu mahal!”
Yu Wanxiong akhirnya keluar dan mengangkat tangan.
Kerumunan perlahan tenang.
“Efek Serbuk Pengumpul Qi Tujuh Harta memang lebih dari sepuluh kali Serbuk Penguat Qi. Aku, Yu Wanxiong, berani menjamin dengan namaku sendiri.”
Kerumunan kembali bergemuruh.
Mo Kun segera maju.
“Berapa pun harganya, Klan Mo membeli semuanya. Aku bayar dua kali lipat!”
Yang Qingyun langsung menyusul.
“Klan Yang juga akan membayar dua kali lipat. Aku hanya perlu dua puluh bungkus!”
Orang-orang di sekitar langsung memprotes.
“Kalau kalian beli semua, kami bagaimana?”
“Benar! Semua orang juga ingin membelinya!”
Yu Wanxiong kembali mengangkat tangan.
Senyum tipis muncul di wajahnya.
“Patriak Mo. Patriak Yang.”
Keduanya menatapnya.
“Mungkin kalian akan kecewa.”
Yu Wanxiong sengaja berhenti sesaat.
“Serbuk Pengumpul Qi Tujuh Harta bukan hasil pemurnianku.”
Mata Mo Kun sedikit menyipit.
“Lalu siapa?”
“Sebagian besar dimurnikan oleh Tetua Agung Klan Feng.”
Wajah Mo Kun dan Yang Qingyun langsung berubah.
Yu Wanxiong belum selesai.
“Tuan Muda Ketiga Feng juga sudah memberi aturan yang sangat jelas.”
Suasana paviliun mendadak hening.
“Siapa pun boleh membeli.”
Yu Wanxiong tersenyum.
“Kecuali Klan Mo dan Klan Yang.”
Dalam sekejap, seluruh Paviliun Wanbao meledak dalam kegaduhan.
Dan wajah Mo Kun serta Yang Qingyun berubah hitam.
......................
Bersambung…