NovelToon NovelToon
Dibuang Ke Danau, Aku Bangkit Dengan Sistem Memancing

Dibuang Ke Danau, Aku Bangkit Dengan Sistem Memancing

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Amir adalah seorang pemuda yatim piatu yang selama bertahun-tahun hidup menderita sebagai menantu yang sama sekali tidak dianggap oleh keluarga istrinya, meskipun ia sudah bekerja keras banting tulang dari pagi hingga larut malam setiap harinya. Kesabarannya diuji hingga batas maksimal ketika ibu mertua dan adik iparnya dengan kejam menendangnya ke dalam danau saat ia sedang memancing, hanya demi memaksanya menceraikan istrinya yang hendak dijodohkan dengan pria kaya. Namun, di saat Amir tenggelam dan hampir kehilangan nyawanya, ia justru membangkitkan [Sistem Check-in Memancing] yang akan mengubah jalan hidupnya yang menyedihkan menjadi seorang legenda yang bergelimang harta dan kekuatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Srek.

Dion mengangkat pelat nomor miliknya tinggi-tinggi.

"Dua miliar rupiah."

Dion menatap Amir dengan pandangan menantang yang sangat menjengkelkan.

Pak Surya mengerutkan keningnya melihat tingkah kekanak-kanakan anak rekan bisnisnya tersebut.

"Dion, jangan mengganggu tamuku jika kau memang tidak butuh barang itu."

Pak Surya memperingatkan dengan nada yang cukup tegas.

"Maaf Paman, ini adalah lelang terbuka, siapa yang punya uang bebas menawar apa saja kan."

Dion membalas peringatan Pak Surya dengan alasan yang tidak bisa dibantah.

Amir tersenyum sangat tipis dan kembali mengangkat pelatnya.

"Lima miliar."

Amir menaikkan harganya secara gila-gilaan tanpa berkedip mata sedikit pun.

Dion mendengus kesal karena merasa ditantang secara langsung oleh pemuda tanpa latar belakang jelas ini.

"Sepuluh miliar!"

Dion berteriak keras membuat seluruh ruangan terkesiap kaget mendengar angka yang tidak masuk akal untuk sebuah besi tua.

Amir tidak langsung membalas, ia bersandar di kursinya dan memanggil sistem di dalam pikirannya.

"Sistem, aku butuh uang tunai untuk membungkam mulut anjing kecil ini."

"Tukarkan lima puluh ribu poin menjadi lima puluh miliar rupiah ke rekeningku sekarang juga!"

[Terkonfirmasi]

[Menukarkan 50.000 Poin menjadi 50.000.000.000 Rupiah]

[Dana telah masuk dengan aman. Sisa Saldo Poin Tuan saat ini adalah 11.850 Poin]

Ting.

Getaran pelan dari ponsel di saku celananya menandakan amunisi uangnya telah siap digunakan.

Amir menatap lurus ke arah panggung dan mengangkat pelatnya perlahan.

"Lima puluh miliar rupiah."

Satu kalimat dari Amir itu bagaikan bom nuklir yang meledak di tengah ballroom Hotel Nusantara.

Suasana yang tadinya penuh bisik-bisik mendadak sunyi senyap seperti di dalam kuburan.

Semua orang menahan nafas dan menatap Amir dengan rahang yang nyaris jatuh menembus lantai.

Bahkan Pak Surya yang sudah tahu Amir bukan orang biasa pun ikut terkejut dengan nominal gila yang diucapkan dengan sangat santai itu.

Wajah Dion langsung berubah sepucat kertas putih.

Batas limit kartu kredit yang diberikan ayahnya malam ini hanya dua puluh miliar rupiah.

Ia sama sekali tidak menyangka pemuda berkemeja murah di sebelahnya itu berani melempar uang lima puluh miliar untuk barang rongsokan.

"Lima puluh miliar satu kali!"

"Lima puluh miliar dua kali!"

"Lima puluh miliar tiga kali, sah!"

Tok tok tok!

Pembawa acara memukul palu kayunya dengan tangan bergetar saking antusiasnya.

"Selamat kepada Tuan Amir, patung Teratai Perunggu ini resmi menjadi milik Anda!"

Amir berdiri dari kursinya dan berjalan dengan sangat tenang menuju podium untuk mengambil barangnya.

Ia mengeluarkan kartu debit hitam prioritasnya dan menyerahkannya pada panitia lelang untuk digesek secara langsung.

Struk panjang bertuliskan transaksi berhasil keluar dari mesin EDC, membuktikan bahwa Amir tidak sedang menggertak kosong.

Amir mengambil kotak kaca berisi Teratai Perunggu itu dan berjalan kembali ke mejanya melewati Dion yang masih mematung syok.

"Kau bilang kau punya uang, ternyata nyalimu cuma sebatas sepuluh miliar ya."

Amir berbisik pelan tepat di telinga Dion saat melewatinya, memberikan pukulan mental yang telak.

Dion mengepalkan tangannya kuat-kuat di bawah meja menahan rasa malu yang membakar seluruh wajahnya.

Ia baru saja dihancurkan secara finansial dan gengsi di depan puluhan pengusaha terbesar di kota ini.

Sementara Amir sedang merayakan dominasinya di dalam ballroom yang mewah, sebuah tragedi sedang mengintai Siska di luar sana.

Wiu wiu wiu wiu!

Suara sirene mobil polisi meraung-raung membelah derasnya hujan malam di depan area Hotel Nusantara.

Dua buah mobil patroli kepolisian berhenti tepat di pinggir jalan raya, tidak jauh dari tempat Siska terjatuh tadi.

Siska masih duduk memeluk lututnya di bawah pohon, menggigil kedinginan dengan pakaian basah kuyup.

Ia menatap kosong ke arah lobi hotel, berharap Amir tiba-tiba keluar dan mengasihaninya.

Namun yang datang menghampirinya justru tiga orang polisi berpakaian dinas lengkap dengan jas hujan.

"Permisi Nyonya, tolong tunjukkan kartu identitas Anda."

Seorang polisi pria bersuara tegas menyorotkan senter tepat ke wajah Siska yang pucat.

Siska menutupi matanya yang silau dan mengeluarkan KTP miliknya dari dalam saku jaketnya dengan tangan gemetar.

"Sa... saya tidak melakukan kejahatan apa-apa Pak Polisi, saya cuma berteduh."

Siska mencoba membela diri dengan suara yang serak dan parau.

Polisi itu menerima KTP Siska dan mencocokkan namanya dengan dokumen yang ia pegang di tangan kirinya.

"Benar, nama Anda adalah Siska Anindya."

"Anda resmi kami tangkap malam ini juga atas tuduhan penipuan, penggelapan dana bank, dan pemalsuan tanda tangan dokumen pinjaman korporat."

Kalimat polisi itu bagaikan palu godam yang menghantam kepala Siska tanpa ampun.

Mata Siska melotot ketakutan dan ia langsung menggelengkan kepalanya dengan brutal.

"Tidak Pak! Bukan saya yang meminjam uang itu, itu ulah Kevin!"

"Kevin yang memakai nama saya untuk pinjaman perusahaannya, dia yang menipu bank, bukan saya!"

Siska menjerit histeris mencoba menjelaskan kebodohannya sendiri yang mau saja menyerahkan KTP dan tanda tangan pada tunangan palsunya itu.

"Anda bisa menjelaskan semuanya nanti di ruang interogasi kantor polisi."

"Semua bukti dokumen yang disita dari perusahaan Adiningrat palsu itu mengarah mutlak pada nama Anda sebagai penjamin utama."

Dua orang polisi lainnya langsung maju dan menarik paksa lengan Siska untuk berdiri.

Borgol besi dingin dan keras langsung dikunci melingkari kedua pergelangan tangan Siska yang mungil.

Klik klik.

"Tidak! Lepaskan saya, saya korban di sini, lepaskan!"

"Amir! Amir tolong istrimu Amir!"

Siska meronta-ronta dengan sisa tenaga terakhirnya sambil terus meneriakkan nama mantan suaminya.

Namun teriakan putus asanya itu sama sekali tidak bisa menembus dinding kaca tebal ballroom hotel.

Polisi menyeret tubuh Siska dengan tanpa belas kasihan melintasi genangan lumpur menuju mobil patroli.

Brak.

Pintu mobil polisi ditutup rapat, mengurung Siska di dalam kegelapan jeruji besi kendaraan tersebut.

Wiu wiu wiu.

Mobil patroli itu kembali menyalakan sirenenya dan melaju kencang meninggalkan area hotel menuju kantor pusat kepolisian.

Di dalam sel tahanan yang dingin dan keras nanti, Siska memiliki banyak waktu untuk menyesali setiap hinaan yang pernah ia lontarkan pada Amir.

Sementara Siska dibawa pergi menuju neraka duniawinya, Amir yang berada di dalam ballroom menyentuh permukaan Teratai Perunggu miliknya.

Sistem langsung memberikan notifikasi pelan di kepalanya.

[Item Teratai Penyembuh Abadi berhasil diikat dengan Tuan]

[Tuan kini imun terhadap segala jenis racun penyakit dan bisa menyembuhkan luka luar dalam hitungan menit]

Amir tersenyum lebar menikmati hidangan penutup mewahnya sambil berbincang akrab dengan Pak Surya.

Dunia Amir kini semakin luas dan tidak ada satu pun rintangan yang mampu menghentikan langkah sang dewa pemancing.

1
Wega Luna
mir jangan jauh jauh ke segitiga Bermuda,laut selatan menunggumu tuh🤭🤭
💫Penjelajah Novel💫
Thor. kolo bisa jangan 1× mancing 1× dapet langsung balik. kolo bisa banyakin mancingnya
kiyoe: terimakasih atas masukan nya kak
total 1 replies
Author Melda
Gilaak bab 1 nya langsung nyesek kak 😭 Amir yatim piatu jadi menantu gak dianggap, eh dibuang ke danau pula. Tapi pas bangkit sama sistem mancingnya itu keren banget plot twistnya! Semangat terus kak kiyoe, mancing mania mantap! 🎣
kiyoe: heheh terimakasih kak author Selpi atas dukungan nya
total 1 replies
Wega Luna
mir ,mancing ditempat ku ada danau ajaibnya,danau pasir putih yg keluar dari tanah seperti lumpur Lapindo,, dikelilingi bukit ular dan perumahan Citraland Surabaya, pemandangan keren,
kiyoe: wuih keren
total 3 replies
Wega Luna
banyakin saldo mancing nya terus ditukar dengan uang beli Bugatti ,,,direalita Buggati lebih mahal dari Lamborghini🤣🤣🤣🤣kalo perlu beli Ferrari yg konon belinya ribet banget tapi berkelas karena belum tentu setiap pengusaha bisa beli Ferrari,,,🤭🤭🤭🤭
Wega Luna
💪💪💪 semangat para mancing mania,🏃🏃🏃tau GK Thor aku baca novel mu ini sambil mancing di kolam pemancingan😄
kiyoe: nanti kalau udah Mateng kabarin othor yak kak 🤣🤣
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!