NovelToon NovelToon
Sistem Gacha: Jaminan 100%

Sistem Gacha: Jaminan 100%

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: UrLeonard

Tak memiliki apa pun selain namanya, Kenzo bertahan hidup di dunia yang kejam. Bagi orang lain, mimpi adalah sesuatu yang bisa dikejar. Baginya, mimpi hanyalah kemewahan yang selalu direnggut oleh kenyataan.

Hingga suatu hari, sebuah antarmuka emas muncul di hadapannya.

Sistem Gacha.

Jaminan 100%.

Setiap putaran selalu menghadiahkan sesuatu yang nyata. Kemampuan, artefak, teknik, bahkan kekuatan yang sanggup mengubah takdir. Dengan sistem itu, Kenzo tak lagi sekadar bermimpi. Ia akan menapaki jalan menuju puncak dan menyingkirkan siapa pun yang berani menghalangi langkahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Tanpa ragu sedikit pun, ia mengayunkan kaki kanannya dan menendang pintu mahoni raksasa itu hingga hancur berkeping-keping.

Ia melangkah masuk ke dalam ruangan luas itu bersama dua eksistensi terkuatnya.

Ruang Eksekutif di lantai 40 Nexus Corp sama sekali tidak terlihat seperti medan pertempuran.

Ruangan itu sangat luas, didesain dengan gaya minimalis modern bernuansa hitam dan emas.

Dinding kaca panoramik di bagian belakang menampilkan pemandangan gemerlap lampu kota metropolitan dari ketinggian—kota yang selama ini mereka beli dan mereka kendalikan dari balik layar.

Di tengah ruangan, di balik meja marmer hitam yang panjang, duduk seorang pria paruh baya mengenakan setelan jas abu-abu perak.

Rambutnya disisir klimis ke belakang. Ia sedang menyesap segelas bourbon dengan sangat tenang.

Pria itu meletakkan gelasnya, lalu menepuk tangannya perlahan. Suara tepukan itu bergema pelan di ruangan yang sunyi.

"Luar biasa," ucap pria itu dengan suara bariton yang dalam dan berwibawa. "Aku mengira pemerintah pusat akhirnya mengirim divisi keamanan mereka, atau mungkin kelompok Super dari benua seberang mencoba merebut wilayah kami."

"Tapi melihat seorang pemuda tanpa identitas menghancurkan puluhan asetku ... dunia ini benar-benar penuh dengan variabel yang menjengkelkan."

Kenzo melangkah masuk, diikuti oleh Azzy yang melayang santai dan Mystrul yang berjalan tanpa suara.

"Kau atasan Adrian," tebak Kenzo dingin, menyarungkan pistol Phantom-nya.

Pria itu tersenyum tipis. "Namaku Gideon. Dan ya, Adrian adalah salah satu direktur di bawah komandoku. Anak itu bodoh, arogan, dan terlalu suka pamer."

"Saat ini, ia sedang berada di sebuah pesta gala elit bersama kekasih barunya, sama sekali tidak tahu bahwa perusahaan yang menjadi penyokong nyawanya sedang diruntuhkan dari dalam."

"Ia pion yang sempurna untuk mengurus permukaan yang legal, sementara aku mengurus realitas yang sebenarnya."

Gideon perlahan berdiri dari kursinya. Saat kakinya menapak lantai, Kacamata Lensa Aether Kenzo menangkap sesuatu yang tidak wajar.

Tidak ada pendaran energi yang meledak-ledak dari tubuh pria itu. Alih-alih aura yang beringas, energi di sekitar Gideon terlihat ... berhenti.

Aliran partikel di udara mematung, seolah waktu di dekat pria itu telah dibekukan secara paksa.

"Azzy," panggil Kenzo pelan.

"Mengerti! Kakek tua ini bicara terlalu banyak!" sahut Azzy riang.

Sang Void Lord mengarahkan telapak tangannya ke arah Gideon.

Ruang di sekitar meja marmer itu seketika terdistorsi hebat. Sebuah bola kehampaan absolut tercipta tepat di dada Gideon, siap menelan pria itu ke dalam ketiadaan.

Namun, hal yang mustahil kembali terjadi.

Bola kehampaan itu bergetar keras, lalu... retak dan pecah seperti kaca tipis, memudar sebelum sempat menghapus satu pun serat kain dari jas Gideon.

Mata ungu Azzy membelalak lebar. Senyum riangnya menghilang. "Eh? K-kenapa tidak hilang? Azzy sudah menyuruhnya hilang!"

Mystrul, yang sedari tadi terdiam, tiba-tiba melangkah maju. Mata nihilistiknya memancarkan pendaran emas tipis.

"Biar aku yang mengurainya, Tuan. Ikatannya hanya perlu dilepaskan."

Sang Penyihir Agung mengangkat satu jarinya. Lingkaran sihir beraksara kuno bermanifestasi di bawah kaki Gideon, bersiap untuk membongkar ikatan atom dan hukum energi pria itu.

Namun, tepat ketika cahaya emas itu menyala terang, pendarannya mendadak redup.

Lingkaran sihir itu membeku di lantai, kehilangan seluruh kemampuannya untuk mengubah realitas.

Raut wajah Mystrul, untuk pertama kalinya, menunjukkan sedikit keterkejutan, sebelum kembali pada ketenangan abadi.

"Stagnasi Konseptual," gumam Mystrul, suaranya dipenuhi oleh rasa takjub seorang akademisi. "Ia tidak menahan kehampaanmu dengan energi pelindung, Anak Kecil. Dan ia tidak menolak sihirku. Ia menolak konsep perubahan di sekitarnya."

Kenzo menyipitkan matanya. "Jelaskan, Mystrul."

"Ketiadaan adalah sebuah proses perubahan dari ada menjadi tidak ada. Penguraian sihir adalah proses mengubah ikatan molekul," jelas Mystrul tanpa melepaskan pandangannya dari Gideon.

"Pria ini memiliki Otoritas Absolut atas Stagnasi. Di dalam wilayah kekuasaannya, waktu, ruang, dan materi dikunci dalam satu kondisi mutlak. Tidak ada yang bisa berubah. Sebuah pertahanan konseptual yang sempurna."

Gideon terkekeh pelan. Ia berjalan memutari mejanya.

"Penyihirmu sangat cerdas. Mereka memanggilku Pemegang Domain Stagnasi," ucap Gideon angkuh. "Senjata biologis di bawah sana hanyalah tiruan buatan dari kemampuanku."

"Di dalam radius sepuluh meter dari tubuhku, hukum alam kalian tidak berlaku. Sebuah paradoks di mana kekuatan absolut tidak bisa mengubah apa pun yang menolak untuk diubah."

Tatapan Gideon kini berubah tajam dan membunuh.

"Sekarang, mari kita lihat apa yang terjadi jika stagnasi ini aku perluas!"

Gideon merentangkan kedua tangannya. Pendaran energi kelabu yang statis meledak keluar dari tubuhnya, meluas dengan kecepatan mengerikan, berniat menelan Kenzo dan kedua Pelayannya.

Jika mereka terjebak dalam gelombang stagnasi itu, mereka akan membeku selamanya, menjadi patung hidup yang tidak bisa terluka namun tidak akan pernah bisa bergerak lagi.

"Azzy! Mystrul! Tahan perluasannya!" perintah Kenzo mutlak.

Azzy menggeram marah. Hawa Void hitam meledak dari tubuhnya, menciptakan dinding kehampaan masif yang mencoba memakan energi kelabu tersebut secara terus-menerus.

Di saat yang sama, Mystrul merapal ratusan lapis lingkaran emas, secara paksa memanipulasi koordinat ruang di sekitar Kenzo agar tidak tersentuh oleh domain musuh.

WUNGGGGG!

Tabrakan dari tiga hukum absolut itu tidak menghasilkan ledakan api atau hancurnya gedung.

Sebaliknya, udara di ruangan eksekutif itu menjerit dalam kebisuan. Ruang dan waktu di tengah-tengah mereka bergetar hebat, terlipat, dan retak.

Sebuah kebuntuan konseptual telah terjadi.

Azzy dan Mystrul terpaksa mengerahkan seluruh konsentrasi mereka. Jika mereka mengurangi kekuatan sedikit saja, Domain Stagnasi Gideon akan menelan Kenzo.

Di sisi lain, Gideon juga mematung di tempatnya, otot-otot di lehernya menegang; ia harus memfokuskan seluruh otoritanya untuk memastikan energi statisnya tidak ditelan oleh kehampaan Azzy atau diurai oleh sihir Mystrul.

Ketiga monster itu kini terkunci dalam sebuah tarik-ulur absolut.

"Hahaha!" Gideon tertawa terengah-engah dari balik domainnya, keringat mulai menetes di dahinya. "Pelayanmu ... benar-benar anomali yang gila! Mereka berdua mampu menahan perluasan Otoritasku. Tapi ... mereka kini terjebak bersamaku!"

Gideon menatap lurus ke arah Kenzo yang berdiri aman di balik perlindungan kedua Pelayannya.

"Mereka tidak bisa menyerang, dan aku tidak bisa maju," seringai Gideon. "Lalu, apa yang bisa dilakukan oleh Tuan mereka?"

"Kau tidak bisa menggunakan pistol udaramu. Kau tidak bisa menggunakan belatimu. Benda fisik apa pun yang masuk ke dalam domainku akan kehilangan momentumnya dan berhenti di udara. Tanpa Pelayanmu, kau hanyalah manusia awam yang tidak berdaya, Nak!"

Gideon benar.

Jika Kenzo menembakkan Pistol Phantom-nya, peluru itu akan membeku begitu menyentuh area stagnasi kelabu yang berjarak lima meter dari Gideon.

Jika Kenzo melesat maju untuk menebasnya, tubuhnya sendiri akan membeku selamanya.

Dalam pertarungan antara para raksasa konseptual, manusia biasa seharusnya tidak memiliki tempat.

Namun, di tengah kebisingan distorsi ruang itu, ekspresi Kenzo sama sekali tidak berubah.

Tidak ada kepanikan, tidak ada keputusasaan. Matanya sedingin es, menatap Gideon layaknya seorang ilmuwan yang sedang membedah katak percobaan.

"Kau benar, Gideon. Konsep perubahan ditolak di dalam wilayahmu," ucap Kenzo dengan nada datar. "Benda fisik tidak akan bisa menembusnya. Sihir dan kehampaan tertahan di luar."

Kenzo mengangkat tangan kanannya, memanggil layar antarmuka mekanis yang hanya bisa dilihat oleh dirinya sendiri.

[Sistem Diaktifkan.]

[Jatah Jaminan 100% Hari Ini: 1/3.]

Sisa satu kepastian mutlak. Satu tarikan Gacha terakhir untuk hari ini.

Jika kekuatan mentah tidak bisa menembus dinding statis tersebut, maka ia hanya perlu meminta Sistem memberikan sesuatu yang secara logis mampu mengeksploitasi celah dari hukum stagnasi itu sendiri.

Jari Kenzo bergerak cepat, mengetuk tombol konfirmasi di layar virtual.

1
Hadi Hadi
up up🤭🤭
Hadi Hadi
lanjut
Hadi Hadi
semangat
Hadi Hadi
bunuh
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
Hadi Hadi
mantap😄😄
Hadi Hadi
mantap💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪💪
Hadi Hadi
up up💪
Yui
aku tunggu insectnya kak/Determined//Determined//Determined/
Ironside: Tidak ada hal seperti itu Kak /Scare/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!