NovelToon NovelToon
Pada Akhirnya, Kamu

Pada Akhirnya, Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / CEO / Romansa
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: arrasy

Naira Alesha telah lama mencintai Ravian Elvano, sahabat masa kecilnya. Namun hatinya hancur ketika Ravian justru memilih Selena, sahabat Naira sendiri.

Saat berusaha melupakan cintanya dan mengejar impian menjadi desainer fashion, Naira bertemu Mikael Arsen, pria tampan, kaya, arogan, dan tengil yang selalu membuatnya kesal.

Lebih menyebalkan lagi, Mikael ternyata sahabat sekaligus rekan bisnis Ravian.

Sebuah kesalahpahaman membuat Naira dan Mikael terpaksa berpura-pura menjadi pasangan. Awalnya mereka hanya bermain peran, tetapi semakin sering bersama, batas antara pura-pura dan cinta mulai menghilang.

Mikael jatuh cinta lebih dulu, sementara Naira perlahan menyadari bahwa hatinya telah berpindah.

Namun ketika sebuah rahasia terungkap, Naira merasa seluruh hubungan mereka hanyalah kebohongan.

Akankah cinta mereka bertahan, atau Naira kembali pada cinta pertamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arrasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4 Mobil yang Menyebalkan

Pagi itu, Naira bangun lebih awal dari biasanya. Hari kedua bekerja membuatnya sedikit lebih percaya diri. Ia bahkan sempat memilih pakaian dengan lebih hati-hati sebelum berangkat.

Hari ini bukan sekadar bekerja di butik. Siang nanti, ia harus menghadiri sebuah pertemuan dengan calon klien yang tertarik menggunakan salah satu desainnya. Kesempatan kecil. Tetapi bagi Naira, kesempatan itu sangat berarti.

Ia memeriksa isi tasnya sekali lagi. Sketsa. Laptop. Dompet. Ponsel. Pulpen.

"Lengkap." Naira tersenyum puas.

Ia kemudian keluar rumah. Di depan pagar sudah ada taksi yang biasa digunakannya untuk pergi bekerja. Naira masuk ke kursi belakang.

"Jalan ya pak."

Sopir mengangguk. Mobil mulai melaju. Naira membuka laptop dan kembali memeriksa desain yang akan ditunjukkannya siang nanti. Ia terlalu sibuk sampai tidak menyadari bahwa kendaraan mulai berjalan lebih lambat.

Kemudian terdengar suara aneh dari bagian depan. Krek... krek...

Naira mengangkat wajah. "Kenapa, Pak?"

Sopir tidak menjawab. Ia justru menyalakan lampu sein dan menepikan mobil. Mesin tiba-tiba mati.

Naira menatap ke luar jendela. "Kok berhenti?"

Sopir mencoba menyalakan mesin. Sekali. Dua kali. Tiga kali. Tidak berhasil.

"Sepertinya ada masalah, Nona."

Naira melihat jam. Pukul delapan lewat lima belas. Ia masih punya waktu. "Tunggu sebentar."

Sopir turun dan membuka kap mesin. Naira ikut keluar. Ia berdiri di samping mobil sambil menatap mesin yang sama sekali tidak ia pahami.

"Parah ya, Pak?"

Sopir menggeleng. "Saya kurang tahu. Sepertinya harus dibawa ke bengkel."

Naira memejamkan mata. "Ya Ampun..."

Hari kedua kerja. Jangan sampai terlambat. Ia mengambil ponsel dan membuka aplikasi transportasi. Beberapa kendaraan penuh. Sebagian terlalu lama. Naira mulai panik.

"Kenapa hari ini semuanya susah?"

Ia mencoba lagi. Akhirnya mendapatkan kendaraan yang bisa menjemputnya. Namun perkiraan kedatangannya tiga puluh menit lagi. Naira melihat jam.

"Astaga." Ia mulai berjalan mondar-mandir.

************

Di tempat lain, sebuah mobil mewah berwarna hitam melaju di jalan utama. Di kursi belakang, Mikael Arsen sedang membaca dokumen.

Beberapa detik kemudian, mobil terasa berguncang. Mikael berhenti membaca. "Ada apa?"

Sopir tidak langsung menjawab. Mobil mulai melambat. Kemudian berhenti.

Mikael mengangkat wajah. "Kenapa?"

Sopir mencoba menyalakan mesin. Tidak berhasil.

Mikael menatapnya melalui kaca spion. "Jangan bilang kalau..."

Sopir mencoba sekali lagi. Mesin tetap diam.

Mikael menghela napas panjang. "Ya ampun..?"

"Maaf, Pak. Sepertinya ada masalah."

Mikael melihat jam tangannya. Pertemuannya tinggal kurang dari tiga puluh menit. Ia turun dari mobil. Sopir membuka kap mesin.

Mikael berdiri dengan kedua tangan di saku celana sambil menatap mesin. Ia sama sekali tidak mengerti apa yang sedang dilakukan sopirnya.

"Berapa lama?"

"Saya belum tahu, Pak."

Mikael mengusap wajah. Hari yang buruk. Ia mengambil ponsel dan menghubungi sekretarisnya.

"Pak?" tanya sopir.

"Aku akan cari jalan sendiri."

"Anda yakin?"

Mikael menatap jalanan di depannya. "Ya, mau bagaimana lagi."

Ia memasukkan ponsel ke saku, kemudian berjalan beberapa langkah. Sebuah bus berhenti tidak jauh dari tempatnya berdiri.

Mikael memandang kendaraan itu. Lalu memandang mobilnya. Kemudian kembali memandang bus. Wajahnya berubah.

"Tidak." Ia menggeleng. "Ini tidak mungkin."

Bus kembali bergerak meninggalkan halte. Mikael menghela napas.

Lima menit kemudian, ia berdiri di halte. Sendirian. Dengan jas mahal, sepatu kulit, dan ekspresi wajah seperti seseorang yang baru saja kehilangan harga dirinya.

Seorang pria di sebelahnya melirik. "Pertama kali naik bus?"

Mikael menoleh. "Kelihatan ya?"

Pria itu tertawa. "Sedikit."

Mikael tidak menjawab. Ia menatap jalan. "Kenapa hidupku sampai seperti ini?"

 ***********

Sementara itu, kendaraan yang dipesan Naira akhirnya tiba. Naira masuk dengan terburu-buru.

"Pak, ke Jalan Arjuna dulu."

"Baik, Mbak."

Mobil bergerak. Naira menghela napas lega. Setidaknya ia masih bisa sampai tepat waktu. Namun baru beberapa menit berjalan, pengemudi berkata:

"Mbak, jalan di depan macet total."

Naira melihat ke luar. Benar. Kendaraan mengular panjang. "Aduh."

Ia membuka ponsel. Pertemuan tinggal satu jam lagi. Kalau terus seperti ini, ia bisa terlambat. Naira akhirnya mengambil keputusan.

"Pak, berhenti di depan saja."

"Kenapa?"

"Saya naik bus."

Pengemudi terlihat bingung. "Bus?"

"Iya."

Naira turun. Ia berjalan cepat menuju halte terdekat. Tas besar menggantung di bahu. Laptop terasa berat. Tetapi ia tidak peduli. Ia harus sampai.

Beberapa menit kemudian, sebuah bus berhenti. Pintunya terbuka. Naira naik. Ia melihat ke dalam. Penuh. Sangat penuh. Naira menarik napas.

"Ya sudahlah." Ia masuk juga.

Ia berdiri sambil berpegangan pada tiang. Bus mulai berjalan. Naira mencoba mencari tempat yang sedikit lebih nyaman. Tidak ada.

Sampai matanya melihat seorang pria berdiri dekat jendela. Seorang pria dengan jas hitam. Wajahnya terlihat sangat tidak bahagia.

Naira tidak terlalu memperhatikannya. Ia hanya berdiri di dekat pria itu karena ada sedikit ruang kosong. Bus kembali bergerak. Naira hampir kehilangan keseimbangan. Tangannya buru-buru meraih pegangan.

"Astaga..."

Pria di sampingnya melirik. Mikael. Ia melihat perempuan yang hampir jatuh tadi. Perempuan itu kemudian berdiri sambil memeluk tas besarnya. Mikael menggeser tubuh sedikit.

"Pegangan yang benar."

Naira menoleh. "Maaf?"

Mikael menunjuk pegangan di atas kepala. "Pegangan yang benar, nanti jatuh."

Naira menatapnya beberapa detik. "Aku tahu."

Mikael mengangkat alis. "Kalau tahu, kenapa tidak pegangan?"

Naira menatapnya kesal. "Karena busnya mendadak jalan."

Mikael terdiam. Jawaban itu membuatnya tidak bisa membalas.

Naira kembali menghadap depan. Mikael menatapnya sekilas. Perempuan aneh.

Sementara Naira bergumam pelan. "Baru pagi sudah ketemu orang menyebalkan."

Mikael mendengarnya. Ia menoleh. "Apa?"

Naira pura-pura tidak mendengar. "Tidak ada."

Mikael menyipitkan mata. Untuk pertama kalinya hari itu, sudut bibirnya terangkat sedikit.

Perjalanan singkat di dalam bus itu akan menjadi awal dari rangkaian pertengkaran yang mengubah hidup mereka.

Terkadang memang ada pertemuan paling penting dalam hidup justru dimulai dari kejadian yang paling menyebalkan.

1
Evi Anggorowati
kasian naira.. takutnya mikail goyah stlh cinta masa lalunya kembali.. berharap naira bahagia ma mikail, g mengalami patah hati lagi
Evi Anggorowati
penasaran bgt ntar ada rahasia apa yg bikin naira jd galau lg pdhal sptnya mikail beneran tulus mencintai naira
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒: karena sebelumnya mempunyai cinta yg besar tetapi dipendam ke Ravian selama bertahun2 kak😊
total 1 replies
Evi Anggorowati
suka ma novelnya gaya bahasanya jg suka semoga happy end ceritanya
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒: terimakasih ya😊💖
total 1 replies
𓆩♡🍒Mochi🍒♡𓆪
Suka banget sama alurnya, ringan tapi tetap bikin penasaran dan bikin pengen terus baca!”❤
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒: terimakasih ya😊💖
total 1 replies
mak mak doyan novel
mulai menyimak..
mudah2an cocok 💪
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒: terimakasih ya. semoga suka💖😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!