NovelToon NovelToon
Harusnya Aku Yang Disana

Harusnya Aku Yang Disana

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:19.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

Dua tahun menjalani hubungan rahasia (backstreet) dengan Dimas—pria matang keturunan darah biru—Kirana rela mengambil keputusan terbesar dalam hidupnya. Ia melepaskan masa lalu, melawan restu keluarganya sendiri, hingga meruntuhkan tembok perbedaan besar demi menyamakan arah masa depan dan bersiap melangkah ke jalan yang sama dengan sang kekasih.
Namun, tepat di hari saat ia siap menyerahkan seluruh hidupnya, takdir menghempaskannya tanpa belas kasihan. Di sebuah gedung pesta yang megah, dunia Kirana seolah runtuh. Di atas pelaminan mewah, Dimas justru bersanding dengan wanita lain yang merupakan atasannya sendiri. Tanpa ada kata putus, tanpa perpisahan hangat. Kirana ditinggalkan begitu saja dalam kehampaan oleh pria yang berjanji menjadi kompas hidupnya.
Sanggupkah Kirana bertahan dan menemukan kembali jati dirinya setelah pengorbanan tulusnya diinjak-injak? Dan bagaimanakah takdir menjemput penyesalan terdalam sang lelaki darah biru tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Langkah Nekat sang Nyonya Besar

Matahari pagi kembali memancarkan kehangatannya di atas atap ruko konveksi yang kini kian ramai dikunjungi oleh para pelanggan. Sesince subuh tadi, suara deru mesin jahit saling bersahutan ritmis, menciptakan melodi kerja yang penuh dengan semangat baru. Kirana berdiri di dekat meja potong kain yang besar, memegang sebilah gunting khusus konveksi dengan gerakan tangan yang sangat lihai dan mantap. Di sampingnya, Aisyah sedang sibuk mencatat alamat pengiriman luar kota sembari sesekali menggeleng-gelengkan kepalanya karena takjub.

"Kirana, luar biasa ya! Ini pesanan busana ibadah premium kita bahkan sampai tembus ke pelanggan dari luar pulau!" seru Aisyah dengan wajah yang jenaka, matanya berbinar-binar memandang tumpukan resi pengiriman di atas meja kayu.

Kirana menghentikan gerakan guntingnya sejenak, lalu menyeka bulir keringat tipis di dahinya menggunakan ujung lengan gamis birunya. Dia tertawa kecil. "Puji syukur, Aisyah. Kalau memang itu diperlukan untuk mempercepat produksi, kamu atur saja. Aku ikut senang kalau usaha kita ini juga bisa membuka lapangan pekerjaan dan membawa berkah rezeki untuk ibu-ibu di sekitar sini."

"Siap, Bos Kirana! Laksanakan!" sahut Aisyah kocak sembari memberikan pose hormat layaknya seorang prajurit kepada komandannya, membuat Kirana kembali tersenyum geli melihat tingkah absurd sahabat baiknya itu.

Kehangatan dan canda tawa di dalam ruko kecil itu menjadi bukti nyata bahwa keyakinan dan kepasrahan murni yang dipilih Kirana tidak pernah salah. Sang Pencipta mencukupkan kehidupannya dengan ketenangan batin yang luar biasa mahal, jauh melebihi kemewahan semu yang dahulu sempat ditawarkan oleh bayang-bayang rumah layak huni milik Dimas. Kirana fokus melangkah maju tanpa pernah menengok ke belakang lagi walau hanya satu senti.

Namun, di saat Kirana sedang menjemput berkah kesuksesannya, badai kecemburuan di ibu kota justru telah mencapai titik puncaknya.

Di dalam kamar tidurnya yang mewah, Ibu Ratna duduk bersandar di kepala ranjang dengan kondisi fisik yang tampak sangat kuyu dan berantakan. Kamar yang luas dan ber-AC itu terasa pengap oleh hawa kebencian yang mendalam. Sesince pertengkaran hebat di meja makan dua hari yang lalu, Dimas memutuskan untuk tidak pulang ke rumah megah itu, melainkan memilih menginap di mess kantor pusat dengan alasan kesibukan proyek dewan direksi perusahaan papanya.

Kepergian Dimas membuat batin Ibu Ratna kian tidak waras. Monster cemburu di dalam dadanya meronta-ronta hebat, terus-menerus membisikkan bahwa suaminya sedang pergi menemui Kirana di kota seberang. Mengingat kembali kalimat tamparan berkelas dari Kirana lewat telepon tempo hari, ego Ratna sebagai seorang nyonya besar yang berkuasa merasa terinjak-injak sampai ke dasar tanah.

"Kamu mengira sudah menang karena memeluk keyakinan baru, Kirana?!" desis Ibu Ratna dengan suara parau yang bergetar penuh dendam, sepasang manik matanya menatap tajam ke arah layar ponselnya yang menampilkan alamat ruko konveksi yang berhasil ia dapatkan dari hasil menyuruh orang kepercayaannya menelusuri resi pengiriman konveksi Kirana di platform digital. "Aku tidak akan membiarkan kamu menang di atas penderitaanku!"

Rasa insecure karena usianya yang sudah tidak muda lagi, berpadu dengan fakta dari kisah nyata bahwa dia dulu merebut Dimas secara paksa walau tahu Kirana adalah kekasih sahnya, membuat Ratna nekat mengambil keputusan gila. Dia tidak ingin kehilangan Dimas. Dia ingin membuktikan kepada dirinya sendiri bahwa dia berkuasa atas raga dan jiwa pria itu.

Dengan pergerakan yang tergesa-gesa, Ibu Ratna langsung bangkit dari ranjangnya. Mengambil tas mewah bermerek ribuan dolar miliknya, lalu melangkah turun ke lantai bawah menemui sopir pribadinya yang sedang bersiap di garasi mobil.

"Pak, siapkan mobil Alphard sekarang juga. Kita akan melakukan perjalanan luar kota hari ini," perintah Ibu Ratna dengan nada suara yang sangat dingin, angkuh, dan tidak mau dibantah sedikit pun.

"Baik, Nyonya besar. Apakah Tuan Dimas perlu dikabari terlebih dahulu?" tanya sang sopir dengan sangat sopan.

"Tidak usah! Jangan beri tahu Dimas sepatah kata pun!" bentak Ibu Ratna meledak, membuat sopir pribadinya seketika menunduk ketakutan dan langsung bergegas menyalakan mesin mobil mewah tersebut.

Sepanjang perjalanan membelah jalanan tol luar kota, Ibu Ratna hanya diam membisu di kursi belakang. Jemari tangannya mencengkeram erat pegangan tas mewahnya, sementara pikirannya dipenuhi oleh skenario labrak yang luar biasa kejam untuk menjatuhkan harga diri Kirana di depan umum. Ratna ingin menegaskan statusnya sebagai istri sah yang sah secara hukum dan status sosial, dan ingin melabeli Kirana sebagai pelakor perusak rumah tangga di depan para tetangga barunya.

Hingga akhirnya, setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, mobil Alphard hitam mewah milik Ibu Ratna perlahan merayap memasuki kawasan jalan gang ruko konveksi tempat Kirana tinggal. Kehadiran mobil mewah bernilai miliaran rupiah itu seketika menarik perhatian warga sekitar yang sedang beraktivitas di tepi jalan.

Mobil itu berhenti tepat tiga meter di depan pintu ruko konveksi busana ibadah premium milik Kirana dan Aisyah. Sopir pribadi melangkah turun, membukakan pintu belakang mobil dengan takzim.

Dari dalam sana, melangkah turun sosok Ibu Ratna dengan pakaian setelan sutra yang teramat mewah, kacamata hitam bertengger di hidungnya, serta aura keangkuhan seorang nyonya besar ibu kota yang pekat melekat pada sekujur tubuhnya. Ratna melepas kacamata hitamnya, menatap tajam ke arah papan nama ruko konveksi di hadapannya dengan tatapan mata yang dipenuhi oleh kebencian yang mendalam.

Di dalam ruko, Kirana yang sedang merapikan lipatan kain katun seruni di dekat pintu depan, seketika menghentikan aktivitas jemarinya. Pandangan matanya yang tenang, berpapasan langsung dengan sorot mata Ibu Ratna yang berdiri mematung di ambang pintu pagar ruko.

Atmosfer udara di sekitar ruko konveksi itu seketika berubah menjadi luar biasa tegang, mencekam, dan membeku dalam hitungan detik. Dua wanita dari masa lalu Dimas itu kini kembali berdiri berhadapan secara nyata di dunia riil, siap untuk menghadapi badai konfrontasi baru yang akan mengubah segalanya!

1
falea sezi
🤣🤣 nenek tua gatel
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
iya ini keputusan yang besar,Kirana tidak cerita ke keluarga
pasti ada kekecewaan disitu ,wajar sih kalau mereka marah
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
ayahnya Dimas udah berjuang untuk membalas Ratna
malahan Ratna lebih peduli kehilangan Dimas,kalau ayahnya Dimas koid,Dimas bebas haha,dsar otak nya 😄
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas korban keegoisan keluarga tapi Kirana ga ada hubungannya malahan kena juga karena dimas
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas Dimas sadar Kirana udah bukan hak mu lagi weh
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas ga ada otak😄
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
keluarga kaya tapi minim adab😭
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Ratna itu emang ga ada sadar dirinya
dia yang salah tapi tidak mau disalahkan
hasil merebut itu ga awet bu, inget umur
kamu wanita kaya ,mandiri knp harus merebut hak orang lain. percuma hartamu😄
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Ratna ga sadar diri banget
udah merebut malahan dia merasa korban😄
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
itu hasil yang kalian tanam sndri
kan bisa dibicarakan baik" ,kalian sudah mendzolimi kirana
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
wkwkwk Ratna itu hasil kerja kerasmu itu merebut hak yang awalnya bukan milikmu
rasakan akibatnya sendiri
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
mau alasan kaya apa aja
setidaknya harus ada omongan, Ratna juga ksian hasil merampas itu ga akan tenang
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas ga tau masa lalu
kalau kamu itu seorang yang tau agama
tidak akua menawarkan nikah siri ,padahal baru 3hari
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Kirana Tuhan tau kamu kuat makanya diksh cobaan ini
ayo tetap semangat
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
penyesalan emang diakhir kirana
tapi semoga ini bisa jadi pelajaran buat kamu iya
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
anjay Dimas lebih memilih menikah dengan Ratna secara diam diam
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
ceritanya bagus
cinta beda agama apakah mereka akan bahagia
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
Dimas udah banyak alasan ini
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
demi Dimas dia rela ninggalin agamanya iya😭
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
pst ada sesuatu sama Dimas itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!