Kesempatan hidup kedua yang kudapatkan, akan aku manfaatkan dengan baik.
Aku berpikir siuman dari pingsan, tapi pada kenyataannya aku kembali ke waktu satu tahun sebelumnya.
Akan aku balas mereka yang telah menyakiti ku selama ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kado Ulang Tahun
"Kak, aku mau lukisan ini," Sean memanggil karyawan galery.
"Lukisan ini tadi ada yang nawar tiga milyar kak, tapi belum dilepas sama bos," jelas nya.
"Wah, mahal sekali ternyata," Sean menggaruk kepala sok tak paham.
"Kalau nggak ada duit jangan sok belagu deh," olok Kevin.
"Sean, kita kasih hadiah yang lain aja," usul Celline.
"Tiga milyar setengah kak," Sean mencoba menawar.
"Sean....," Celline mencegah Sean agar tak terlalu jauh menawar.
"Tiga milyar enam ratus juta," lanjut Sean.
"Aku bilang bos dulu kak," seru cewek penjaga galery itu.
"Tunggu, aku berani nawar empat milyar," potong Kevin.
Yola menarik lengan Kevin, "Uang darimana?" bisik Yola.
"Wah, ternyata banyak uang tuan Kevin ini," ujar Celline.
"Hhhhmmm tentu saja. Mau jadi cewekku?" rayu Kevin.
"Hhmmm makasih. Tapi aku nggak minat," Celline memutar bola mata nya malas.
"Kevin, sini!" panggil nyonya Yola.
"Mah, kita gadaikan dulu vila nya. Yang penting dapat tunai dulu," bisik Kevin.
"Jangan ceroboh. Kita cari hadiah lain saja," tukas Yola.
"Mah, kalau tuan Dirga puas dengan hadiah kita. Akan banyak keuntungan yang bisa kita gapai. Tawaran kontrak kerjasama akan mengalir deras. Dan keuntungan kita pasti berlipat-lipat," bahas Kevin merayu mama nya.
"Awas saja kalau gagal, mama bisa digantung papa kamu," ucap Yola.
"Percaya deh sama Kevin," kata Kevin percaya diri.
"Aku hubungi temenku dulu," Kevin keluar ruangan untuk melancarkan aksi yaitu untuk menggadaikan vila.
"Siang nyonya, untuk lukisan ini bos saya bersedia melepas dengan harga empat milyar seperti yang ditawar oleh rekan kerja anda tadi," karyawan galery itu mendekati Yola.
"Terus terang saya tak paham dengan barang antik. Tolong jelaskan apa istimewanya lukisan ini hingga harganya mahal!" pinta Yola.
"Sebenarnya bos saya yang lebih mengerti nyonya, tapi akan saya jelaskan sebatas pemahaman saya," ulas karyawan dengan lugas.
"Sean, kita pergi," ajak Celline.
"Baiklah," kata Sean seolah menyerah
"Mau kemana nih? Nggak jadi beli barang antik? Kalau emang nggak ada duit, jangan sok-sok an deh," kata Kevin yang barusan masuk ke galery kembali.
Sean diam.
"Emang kita nggak sekaya kamu kok," bilang Celline.
"Tuh ngaku. Pake nawar lukisan tiga miliar sekian pula," oceh Kevin.
Sean tak perduli dan langsung pergi bersama Celline.
"Dapat uangnya?" tanya Yola kala Kevin mendekat.
"Beres Mah," Kevin mengacungkan jempol tanda oke.
"Mama nggak mau tahu, setelah urusan kamu beres. Maka kunci vila harus kembali ke mama," tegas Yola.
"Usaha Kevin kali ini pasti sukses Mah. Kevin yakin seyakin-yakinnya," ucap Kevin penuh diplomasi.
"Aku pegang janji kamu Kevin," bahas Yola.
"Mama ini nggak percaya amat sama Kevin," Kevin menyerahkan kartu miliknya untuk membayar lukisan yang dimaksud.
.
Banyak tamu penting yang hadir dalam perayaan ulang tahun tuan Dirga.
Perayaan mewah berlangsung di sebuah hotel bintang lima yang masih di bawah naungan Dirgantara Grub.
Tuan Dirga masuk ruangan didampingi sang istri. Tuan Dirga dikenal memiliki seorang putri yang sampai sekarang tak diketahui publik. Keluarga Dirgantara seolah menutup rapat keberadaan putri nya. Bahkan gosip yang membahas tentang putri mereka tak ada satu pun yang direspon seolah hanya angin lalu bagi keluarga itu.
Tuan Abimanyu datang lengkap bersama Yola dan tentu saja belum lengkap kalau belum ada Kevin di belakang mereka. Mereka bertiga mendatangi tuan Dirga yang sedang ngobrol dengan tamu lainnya.
"Selamat ulang tahun tuan Dirga, semoga panjang umur dan sehat selalu. Semua usaha berjalan lancar," kata tuan Abimanyu.
"Makasih tuan Abimanyu. Silahkan mencari tempat duduk, menikmati hidangan sederhana keluarga kami," tuan Dirga menyilahkan tamu nya.
"Mana istri dan putra anda?" tanya tuan Dirga membuat tuan Abimanyu sedikit kaget.
"Sean tadi bilang akan menyusul, kalau istri sedang tidak enak badan" hanya itu alasan logis yang ada di otak Abimanyu saat ini.
"Oh," respon singkat tuan Dirga.
"Ini hadiah yang kami siapkan untuk anda tuan, semoga anda berkenan," Kevin mendekat dengan membawa sebuah lukisan.
"Makasih... Makasih ...,'" tuan Dirga membuka lukisan yang diserahkan Kevin.
"Hhhmmm," tuan Dirga mengamati lukisan itu dengan seksama.
"Ini karya asli tuan. Sangat lah tidak mudah mendapatkan lukisan ini," bahas Yola. Yola menjelaskan seolah paham dengan karya lukisan ini.
Tuan Dirga mengangguk mendengarkan penjelasan Yola.
"Oh ya tuan, jika ada proyek lain dengan senang hati saya bersedia," ujar Kevin.
"Akan aku pikirkan," tuan Dirga menjauh dari ketiga nya.
Sepeninggal tuan Dirga, Kevin merasa senang .
"Tuan Dirga puas dengan hadiah kita Mah," seru Kevin.
"Mama pandai sekali menjelaskan nya. Seolah mama paham sekali," gurau Kevin.
"Itu namanya usaha Kevin, biar tuan Dirga semakin yakin dengan kemampuan kamu. Mama akan selalu jadi support terbaik buat anaknya," kata mama Yola.
"Makasih Mah. Mama memang is the best," Kevin hendak mencium sang mama tapi keburu terhalang oleh badan tuan Abimanyu.
"Heh... He... Kalian ini apaan? Jangan buat sumber gosip di sini," cegah tuan Abimanyu.
"Apa kalian mau jatuhkan reputasiku?" tuan Abimanyu melerai pelukan Kevin. Di mata orang luar, Yola adalah manager bagian keuangan dan Kevin sekarang hanya staf biasa di perusahaan Rahardjo.
"Tapi.... Mama Yola kan mamah aku Pah," kata Kevin.
"Iya kalau di rumah. Kalau di luar, mama kamu itu asisten ku dan kamu cuman staf perencanaan di kantor," bahas tuan Abimanyu mengingatkan kedua orang itu agar tak kebablasan.
"Iya deh," Kevin menjauh.
Sean masuk dengan Celline berada di samping nya. Sean Rahardjo yang tampan, didampingi oleh Celline yang anggun mempesona.
Sean langsung menghampiri meja tuan Dirga yang sedang menikmati makan.
Setelah mengucapkan selamat ulang tahun, Sean pun memberikan sebuah hadiah yang terbungkus sederhana buat tuan Dirga.
"Jangan melihat penampakan luar nya tuan," canda Sean. Padahal Sean sengaja membungkus sedemikian rupa, agar nampak biasa.
Antusias tuan Dirga menyambut hadiah Sean dan langsung membuka nya
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
atau pling gk nendang bpk nya biar miskin kl miskin yola pasti gk mau kn. 🤣.
pdhl Dr segi umur Sean sdh dewasa.