NovelToon NovelToon
Putri Titipan Mantan

Putri Titipan Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Anak Genius / Duda
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Karita Ta

"Empat tahun menikah, kau tak kunjung memberikanku keturunan! Sekarang lihatlah, aku memiliki anak dari wanita lain!" sentak sang suami sembari menunjuk wanita yang menghancurkan rumah tangganya.

Perpisahan keduanya, membuat Dinda benar-benar terpuruk. Terutama saat mengetahui suaminya selingkuh, hingga memiliki anak dari hubungan gelapnya.

"Titip putriku, Din. Tiga tahun lagi, aku bakal jemput dia," tutur mantan kekasihnya ditengah badai yang menandaskan rumah tangganya.

Kehidupan Dinda terfokus pada Glenka—bayi 18 bulan yang dititipkan padanya, dan melupakan pengkhianatan sang suami. Hingga pada akhirnya, ia telah menganggap bayi manis itu, selayaknya anak kandung.

Bagaimana kehidupan Dinda dan bayi mungil titipan mantannya? Akankah semua berakhir bahagia? Atau justru sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karita Ta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PTM | BAB 13

“Aku kangen kamu.”

Kalimat itu membuat Dinda memejamkan matanya perlahan. Jemarinya menggenggam ponsel semakin erat, seolah berusaha menahan sesuatu yang sejak tadi memenuhi dadanya.

Rindu, sebuah perasaan yang paling ia benci sekarang.

Karena di tengah luka sebesar ini, dirinya masih merindukan pria yang sudah menghancurkannya.

Sedangkan di seberang sana, Ervin menunggu jawaban sang istri dengan napas tertahan. Pria itu duduk sendirian di ruang tamu rumah mereka yang gelap, hanya ditemani lampu kecil di dekat televisi.

Rumah itu terasa mati. Dan semakin sunyi ketika Dinda memilih diam.

“Aku nggak tahu harus jawab apa,” lirih wanita itu akhirnya. Suara Dinda terdengar lelah—sangat lelah.

“Aku cuma pengen denger suara kamu,” sahut Ervin pelan. “Sesederhana itu aja.”

Dinda menundukkan kepalanya. Air mata mulai menggenang lagi tanpa bisa ia cegah.

Dulu, ucapan seperti itu selalu berhasil membuatnya tersenyum malu. Namun sekarang—semuanya justru terasa menyakitkan.

“Mas masih sama Jenita?” tanyanya tiba-tiba. Pertanyaan itu langsung membuat Ervin membeku.

“Din...”

“Jawab aja.” Kali ini nada suaranya lebih tegas.

Pria itu mengusap wajahnya kasar sebelum akhirnya menghela napas panjang. “Aku baru jemput dia dari rumah sakit tadi siang.”

Meski sudah mengetahui kenyataannya, tetap saja, hati Dinda terasa nyeri mendengar pengakuan tersebut secara langsung.

“Anaknya perempuan,” lanjut Ervin lirih.

Deg.

Dan kalimat itu sukses membuat dada Dinda terasa semakin sesak. Perempuan itu benar-benar melahirkan anak suaminya.

Anak yang selama ini ia harapkan hadir dalam rumah tangganya sendiri.

“Aku capek, Mas...” bisik Dinda dengan suara pecah.

“Din, jangan nangis... please.” Seketika Ervin langsung panik.

“Aku nggak pernah nyangka hidupku bakal sehancur ini.” Lagi dan lagi, Dinda mulai menangisi takdirnya.

Mendengar tangisan kecil dari seberang sana, membuat Ervin menundukkan kepalanya lemah. Pria itu bahkan mulai ikut menangis diam-diam.

“Aku nyesel,” lirihnya serak. “Aku beneran nyesel.”

Namun Dinda justru tersenyum pahit. Penyesalan memang selalu datang belakangan. Dan saat itu tiba, semuanya sudah terlambat.

“Aku mau tidur dulu,” ucapnya pelan.

“Din—”

Namun panggilan itu terputus lebih dulu. Meninggalkan Ervin yang kembali terduduk sendiri dalam rumah kosongnya.

*****

Siang harinya, Dinda sedang fokus memperbaiki desain gaun di ruang kerja ketika salah satu pegawai menghampirinya.

“Kak Dinda, ada yang nyari.”

“Siapa?” beo si wanita sambil mengangkat alis.

“Katanya temennya Kakak.” sahut rekan kerjanya yang membuat Dinda mengernyit bingung.

Perlahan wanita itu berjalan keluar butik. Namun langkahnya langsung terhenti begitu melihat sosok pria yang berdiri di dekat pintu masuk. Tubuhnya membeku seketika.

“Raka?”

Pria tinggi dengan kemeja hitam itu tersenyum kecil. “Hai... lama nggak ketemu.”

Dinda masih menatapnya tak percaya. Raka Adikara—mantan kekasihnya semasa kuliah.

Pria yang dulu hampir menjadi tunangannya sebelum akhirnya mereka berpisah karena keadaan.

“Kamu...” Dinda masih terlihat syok. “Ngapain disini?” wanita itu menoleh kesana-kemari, seolah memastikan keadaan.

Raka terkekeh pelan melihat reaksinya. “Nggak boleh?” sahutnya santai sembari memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.

“Bukan gitu, tapi—” ucapan Dinda seketika terpotong oleh pria itu.

“Gue baru balik ke kota ini, sekitar dua minggu lalu," akunya sembari mengira-ira.

Dinda masih sulit mencerna keadaan. Sudah hampir lima tahun ia tidak bertemu dengan pria tersebut.

Namun, wajah Raka nyaris tidak berubah. Masih sama seperti dulu. Terlihat tenang, dan selalu membawa aura nyaman.

“Udah lama kerja disini?” tanya Raka sembari melihat sekitar butik. Pertanyaan itu sontak membuat Dinda mengangguk kecil.

“Iya.”

“Pantes aja desain butik ini mirip gaya lo.” Tanpa sadar, Dinda tersenyum tipis mendengar ucapan itu. Ternyata, pria itu masih mengingat detail tentangnya.

"Benarkah?" tanya Dinda spontan dengan senyum tulusnya.

Dan hal kecil tersebut ternyata cukup membuat seseorang yang baru datang membeku di tempatnya.

Ervin—Pria itu berdiri beberapa meter dari mereka dengan tatapan gelap. Awalnya ia datang hanya untuk menemui Dinda.

Namun yang dilihatnya sekarang justru istrinya sedang tersenyum di depan pria lain. Dan itu sukses membuat dadanya dipenuhi emosi aneh.

“Din..." Suara berat Ervin membuat keduanya menoleh bersamaan.

Senyum di wajah Dinda perlahan memudar. Sedangkan Raka, mengangkat sebelah alisnya santai.

Ervin berjalan mendekat dengan rahang mengeras. Tatapannya lurus tertuju pada pria di depan istrinya.

“Temen kamu?” tanyanya dingin.

“Iya... ini Raka.” Dinda tampak sedikit gugup. Namun, wanita itu berusaha terlihat tegar di hadapan suami yang telah menyakitinya.

Ervin membeku seketika.

Raka? Nama itu terdengar familiar di telinga Ervin. Sangat-sangat familiar. Dan beberapa detik kemudian, pria itu langsung mengingat sesuatu.

Raka—mantan pacar Dinda.

Seketika suasana berubah menjadi sangat tidak nyaman.

“Ervin,” ucap suaminya singkat sambil mengulurkan tangan. Namun sorot matanya sama sekali tidak ramah.

Raka membalas jabatan tangan tersebut dengan santai.

“Raka.” Meski sama-sama tersenyum tipis, aura persaingan di antara keduanya terasa begitu jelas.

Dinda yang menyadarinya langsung merasa pusing sendiri. “Aku masih kerja,” sela wanita itu cepat. “Kalau nggak ada apa-apa—”

“Aku cuma mau nganter ini.” Ervin menyerahkan sebuah paper bag ke arah Dinda.

“Apa ini?” tanya Dinda setengah enggan.

“Makanan favorit kamu.” Dinda langsung terdiam.

Biasanya pria itu memang selalu membelikannya makanan manis saat dirinya stres bekerja. Namun sekarang semuanya terasa berbeda.

“Makasih,” ucap Dinda pelan.

Ervin menatap wajah istrinya cukup lama sebelum akhirnya kembali melirik Raka. “Aku pulang dulu, ya?"

Namun baru beberapa langkah berjalan, pria itu kembali menghentikan langkahnya. “Oh iya,” ucapnya tanpa menoleh. “Jangan terlalu dekat sama istri orang.”

Deg.

Kalimat tersebut langsung membuat suasana membeku.

Sedangkan Raka justru terkekeh kecil.

“Sebelum ngelarang orang lain,” sahutnya santai, “harusnya lo belajar dulu gimana caranya jadi suami yang bener.”

Dan saat itu juga—tatapan Ervin langsung berubah tajam.

1
falea sezi
lanjut banyak donk thor q krim bunga
falea sezi
oh uda nikah kalian 🤣 moga gk bahagia ya🤣🤣 sebel liat kalian q
falea sezi
balik ma laki. kayak eluu😒 mimpi lu mpin
falea sezi
sumpah pelkor ini g tau malu🤣 lu kira. gk ada karma🤣
falea sezi
kumpul kebo mereka dinda astaga cerai bodoh😒
falea sezi
cerai din jangan bodoh lu😒
falea sezi
🤣🤣 ervin satu kata buat elu. sukurinn. buang cwek. baik demi cwek. manja jalang
falea sezi
🤣🤣 woy jalang kecil sok korban lu pelaku woy ngaca
falea sezi
🤣 jalang kecil gk ada otak😒 sok korban gatel ya garuk pake serok sana apa pake Sutil
falea sezi
😕 dinda hug sini sayang
falea sezi
pelakor gatel😒 najis
Happy Kids
oh uda nikah
vita
jd penasaran apa yg d lakukan raka, apa berobat ya.
Happy Kids
pertanyaan macam apa ini
Happy Kids
inget bukkk.. yg bikin dinda gini ya anakmuuu.. gila ibuknya bener bener
Happy Kids
pret
Happy Kids
asli ni perempuan muna bgt. gatau malu.
Happy Kids
krn dirimu dah nemu yg baru wkwkkw jenita ups
Happy Kids
caper. aslinya bersorak soraii. orang kl emng nyesel nyakitin rumah tangga org lain hrs nya sadar diri. bukan malah living together 🤣 inimah nikmati aja dia alurnya 😅
Happy Kids
kasih tau tu anaknya. jgn kumpul kebo mulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!