NovelToon NovelToon
Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Timur / Action
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Jiang Yuan—18 tahun, hidup terasing di Desa Daun Hijau. Ketika desanya dihancurkan oleh kelompok misterius dari Aula Jiwa, ia terpaksa melarikan diri demi menyelamatkan nyawanya.

Di ambang kematian, Jiang Yuan diselamatkan oleh Wang Ning, seorang tetua kuat dari Sekte Bulan Kabut. Melihat bakat dalam dirinya, Wang Ning menjadikan Jiang Yuan sebagai murid dan membawanya memasuki dunia kultivasi.

Kini, Jiang Yuan harus bertahan di dunia yang kejam dan penuh bahaya, menempuh jalan menuju puncak kekuatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Sesuatu yang lembut dan kenyal

Feng Yun melihat ke bawah. Di bawah mereka, hamparan air laut yang gelap terbentang luas, berkilauan di bawah cahaya rembulan. Lautan Abadi.

Sebelum mereka jatuh ke air, Feng Yun menggerakkan pikirannya dengan cepat. Cincin penyimpanannya berkedip samar, dan dalam sekejap, kapal besar miliknya muncul di bawah mereka.

Bushh!

Kapal itu muncul seketika, mendarat di atas permukaan air dengan percikan ombak yang besar. Dan tepat pada saat yang sama, ketiganya jatuh di atas geladak kapal.

Posisi mereka sangat buruk.

Jiang Yuan tergeletak telentang di atas geladak kayu yang keras, dadanya naik turun karena kelelahan. Di atasnya, Ruan Mei dan Feng Yun jatuh menimpanya, menciptakan tumpukan tubuh yang canggung.

Wajah Jiang Yuan tertekan oleh sesuatu yang kenyal dan lembut. Ada aroma harum yang menyegarkan, dan sensasi hangat yang aneh di pipinya. Tanpa berpikir, ia menyentuh benda lembut itu dengan jari-jarinya.

Boing...

"Apa ini?" gumamnya bingung.

Plak!

Tamparan Ruan Mei mendarat tepat di wajahnya dengan kekuatan yang membuat kepalanya menoleh ke samping.

Saat Jiang Yuan membuka matanya, Ruan Mei sudah menegakkan tubuhnya di atasnya. Kedua tangan wanita itu melindungi dadanya yang masih terbungkus jubah putih, wajahnya memerah seperti tomat.

"Mesum!" serunya, suaranya meninggi karena malu dan marah.

Jiang Yuan langsung menyadari apa yang baru saja ia sentuh. Matanya membelalak, dan tanpa pikir panjang, ia mendorong kedua wanita itu dari tubuhnya.

Dengan satu gerakan cepat, ia melompat ke dinding kapal, menjauh sejauh mungkin dari mereka.

"Aku sungguh tidak sengaja!" serunya, suaranya panik untuk pertama kalinya. Wajahnya yang biasanya dingin dan tenang kini memerah karena malu.

Di sisi lain, Feng Yun yang juga ikut terdorong hanya duduk di geladak dengan ekspresi cemberut. Matanya menatap Jiang Yuan dengan campuran antara malu dan iri.

'Enaknya bisa disentuh Adik Jiang,' pikirnya dalam hati, pipinya memerah.

Ruan Mei masih menahan malunya, tangannya tetap melindungi dadanya seolah Jiang Yuan akan mencoba lagi. Namun perlahan, ia mulai menurunkan tangannya setelah yakin pemuda itu tidak akan mendekat.

Jiang Yuan berbalik, mencoba mengalihkan perhatian dari situasi canggung itu. Pandangannya menyapu sekeliling, dan matanya melebar sedikit saat ia menyadari di mana mereka berada.

"Lautan Abadi..." gumamnya, suaranya penuh keterkejutan. "Benar-benar sejauh ini."

Ia bahkan tidak menyangka formasi yang dipasang akan membawanya sejauh ini. Dari hutan di luar Kota Xing hingga ke Lautan Abadi dalam sekejap, itu adalah jarak yang bahkan seorang kultivator akan membutuhkan waktu berhari-hari untuk menempuhnya.

'Kak Bing... formasi apa ini?' tanyanya dalam hati.

Di dalam Lautan Kesadarannya, Bing Bi tertawa ringan. 'Kau pikir formasi teleportasi biasa akan kuajarkan padamu? Itu adalah formasi jarak jauh tingkat tinggi. Meski masih versi sederhana, cukup untuk membawamu sejauh ini.'

Dengan sampainya mereka ke Lautan Abadi lagi, hanya masalah waktu untuk kembali ke Provinsi Changjin. Tujuan akhir mereka sudah di depan mata.

Feng Yun akhirnya berdiri dan mendekati Jiang Yuan. Wajahnya masih sedikit memerah, namun ia mencoba terlihat tenang.

Matanya tertuju pada sebuah cincin yang tergenggam di tangan Jiang Yuan, cincin penyimpanan yang ia ambil dari Dai Tong.

"Adik Jiang... itu..." ucapnya, suaranya pelan.

Jiang Yuan menatap cincin di tangannya, lalu menatap Feng Yun. Dengan gerakan hati-hati, ia menyerahkan cincin itu pada wanita di hadapannya.

"Ini," ucapnya datar. "Milik Dai Tong."

Feng Yun menerima cincin itu dengan tangan sedikit gemetar. Ia menatapnya dalam diam, mengingat ketika Dai Tong masih menjadi kakak seperguruannya yang setia. Namun kenangan itu kini terasa pahit karena pengkhianatan yang ia lakukan.

"Dia pengkhianat," ucapnya akhirnya, suaranya tegas. "Pantas mati. Adik Jiang ambil saja. Aku tidak akan menyalahkanmu."

Ia mengembalikan cincin itu pada Jiang Yuan. Matanya masih menyimpan kesedihan, namun juga ketegasan. Dai Tong sudah memilih jalannya sendiri.

Jiang Yuan menerima kembali cincin itu tanpa banyak bicara. "Baiklah."

Tanpa peringatan, Feng Yun semakin mendekat. Tubuhnya yang hangat berada hanya sejengkal dari Jiang Yuan. Sebelum pemuda itu sempat bereaksi...

Cup!

Bibir Feng Yun menempel di pipi Jiang Yuan, meninggalkan ciuman ringan yang hangat dan lembut.

Jiang Yuan yang tersentak kaget langsung mundur beberapa langkah, matanya membelalak karena terkejut. Tangannya terangkat, menyentuh pipi yang baru saja dicium.

"No-nona Yun?" ucapnya, suaranya sedikit terbata-bata karena tidak percaya.

Feng Yun berkedip, senyuman manis menghiasi bibir merahnya. Matanya yang hitam pekat berkilauan karena senang.

"Hehe," terkekehnya, pipinya sedikit memerah. "Anggap saja hadiah untukmu. Untuk menyelamatkan kami."

Di sisi lain, Ruan Mei yang menyaksikan adegan itu seketika menjadi kaku. Mulutnya terbuka sedikit, matanya membelalak karena terkejut.

Wajahnya yang tadinya masih memerah karena malu kini menjadi lebih merah lagi, kali ini karena emosi yang berbeda.

"Hei!" serunya, melangkah maju dengan cepat. "Apa yang kau lakukan, Nona Yun!?"

Feng Yun hanya tersenyum tanpa dosa. "Apa? Aku hanya berterima kasih. Tidak ada yang salah dengan itu, kan?"

Ruan Mei membuka mulutnya untuk membalas, namun tidak ada kata-kata yang keluar. Ia hanya bisa menatap Jiang Yuan yang masih terkejut, lalu kembali menatap Feng Yun yang tersenyum penuh kemenangan.

Jiang Yuan menghela napas panjang, mencoba mengumpulkan ketenangannya. Ia mengusap pipinya dengan punggung tangan, seolah ingin menghilangkan sisa-sisa ciuman itu.

"Kita... bicarakan ini nanti," ucapnya dengan suara serak. "Sekarang, kita harus fokus untuk kembali ke Provinsi Changjin. Tulang Phoenix Abadi masih harus diserahkan pada Guru Ning."

Feng Yun mengangguk patuh, namun senyumannya masih menghiasi bibirnya.

Ruan Mei hanya mendengus pelan, membuang muka dengan ekspresi cemberut.

Kapal mereka perlahan bergerak melintasi Lautan Abadi yang gelap, meninggalkan riak-riak kecil di belakangnya.

Malam masih panjang, dan perjalanan mereka belum berakhir. Namun di atas kapal itu, tiga sosok yang tadinya adalah orang asing kini telah terikat oleh pengalaman yang mereka lalui bersama.

Dan di dalam hati Jiang Yuan, ia menyadari bahwa hidupnya tidak akan pernah sama lagi.​

1
yayat
sungguh kuat mental jian
yayat
dapat bonus extra ni dari tetua ning
Cecilia: tinggal tunggu mainnya😋
total 1 replies
emg gw pikirin?
yh, ini mc ga naif, ga asal ambil harta, best deh
emg gw pikirin?
mc msi cool2 dsnii
emg gw pikirin?
suka dchhh sama mc gni
Gege
belom kunjung ada adegan kulit bertemu kulit dan bulu bertemu dengan bulu dalam adegan kultivasi ganda untuk meningkatkan kekuatan sang MC..💪😄🤣🤭
Cecilia: hampir ini🗿 dikit lagi, besok keknya
total 1 replies
Cecilia
besok ku up sampe bab 40
yayat
ditunggu
Cecilia
letsgooo, tungguin next bab gaes
Tsumuri Makabe
bagus, mc op, licik
Tsumuri Makabe
lesgooo jiang yuann
Tsumuri Makabe
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Tsumuri Makabe
/Determined//Determined//Determined/
Tsumuri Makabe
hmmm, awal yg bagus
asammanis
kurus dagingnya dikit
yayat
apa ni yg diminta ga mungkin minta nganu kn haha
Gege
di tunggu proses penyatuan yin yang dalam tajuk kultivasi ganda mempraktekkan isi kitab kamasutra 99 gerakan, guna memanen energi..🤣😄..makin banyak hareem makin kuwatt MC nyaaaah...💪
Cecilia: nantikan aja bab 39nya wkwk, bentar lagi🗿
total 1 replies
yayat
wah hal apa ni lanjut
Fajar Fathur rizky
gambar wang ning thor
Cecilia: ntar di bab 39 pas mereka nganu
total 1 replies
Zed Wara
13. Da da
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!