NovelToon NovelToon
Anugerah Cinta.

Anugerah Cinta.

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Penyelamat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bisqttz

Agatha Tatjana Putri gadis biasa yang bukan cucu atau anak dari kiai atau ustadz, yang bar-barnya bisa bikin orang berkali-bali istighfar, gadis biasa yang tiba-tiba di sukai hingga dilamar oleh anak Kiai pemilik pesantren ternama.

Gus Zayn Raffan El-fatih anak pertama dari pemilik ponpes Al-Muhadzirin ponpes yang banyak di minati, termasuk Gus Zayn nya sendiri banyak yang minat. paras yang hampir sempurna, dan pewaris.

Pertemuan yang tak pernah ia bayangin, bisa merubah jalan hidupnya, yang tadinya berniat untuk kuliah malah tinggal di lingkungan pesantren.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bisqttz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Hilang wibawa.

Agatha membulatkan matanya, "Astaghfirullah Gus, Ngebet banget nikah sama saya. " kata Agatha sambil memegang dadanya.

"Istighfar Gus. " kata Agatha, "Astaghfirullah!! " Zayn beristiqhfar.

Agatha tersenyum, "Pinter calon suami ku. "

Yang mendengar itu langsung beralih menatap Agatha. "Teteh mau nikah? sama siapa? " tanya Naila beruntun.

"Satu-satu atau Nai, nanyanya. " Naila terkekeh pelan.

"Iya Nai, teteh mau nikah. Ini calon suami teteh Gus Zayn. " Agatha perkenalkan Zayn, yang di sambut senyuman singkat oleh Zayn.

"Subhanallah, ganteng pisan. " kata Naila. saat melihat Zayn tersenyum sebelum menunduk, "Teteh dapat dari mana? "

Agatha dan Zayn mengerutkan dahinya, "Dari ale-ale Naila. " jawab Agatha di luar prediksi.

Zayn menatapnya tidak percaya, "Dapat dari izin Allah untuk kita bertemu. " jawab Zayn.

••••••

Setelah beberapa hari Agatha dan Mela kembali ke pesantren liburannya telah usai.

Kini mereka berempat saling merindukan dan bertukar cerita, tapi Agatha dan Mela tidak bercerita kalau Agatha sewaktu libur telah di pinang oleh Gus mereka.

"Ta tumben pakai cincin? " tanya Putri saat melihat jari manis Agatha tersematkan cici.

Adelpun ikut melihat jari manis Agatha, "Modelnya kaya cincin lamaran, iya ga si? " tanya Adel.

"Oh i-ini cincin yang mama gue beliin, bagus kan? " tanya Agatha sambil memperlihatkan cincin yang ada di jarinya.

"Bagus. jadi termotivasi buat cincin lamaran nanti. " kata Putri.

Sedangkan Mela menahan tawa mendengar ketiga sahabatnya, "Abis di lamar dia. "

Agatha menatap Mela dengan mata tajamnya, begitu pula Adel dan Putri ikut melihat kearahnya. sedangkan yang di tatap hanya memperlihatkan deretan giginya.

"Bersyandaa." ujarnya sambil tertawa melihat reaksi ketiga temannya.

•••••

"Kalian berdua mau kemana? " tanya Agatha kepada Adel dan Putri.

"Kita mau berangkat kajian sore ta. " balas Adel sambil mengambil kitab.

"Kalian juga ikut. Ayo siap-siap, " timpal Adel.

"Kalian berdua duluan aja, nanti kita nyusul. " Mela menatap Agatha sengit. "gue jadi ikutan telat jamaah mana yang hukum ustadzah Lili."

Agatha hanya memutar matanya jengah melihat tatapan sinis itu.

"Btw, sore ini kajian jadwal ustadz Farhan kan? " lanjut Mela sambil merapihkan jilbabnya yang baru saja ia kenakan.

"Harusnya si iya. " balas Adel.

Mela mengangguk setelah itu Adel dan Putri pamit.

•••••

"Lo si lama, gue jadi telat lihat calon masa depan gue. " ujar Mela yang kini sedang menjalankan hukuman di halaman masjid bersama Agatha.

"Ck. berisik calon calon emang siapa si calon masa depan lo? " tanya Agatha.

"Tadinya si Gus Zayn tapi udah jadi milik lo sekarang beralih sama ustadz Farhan. " balas Mela.

"Buru kerjain, debat sama lo gak bakal kelar. "

"Nyenyenye, " ejek Agatha dan beranjak dari tempatnya mendekati Mela dan menuang sampah yang sahabatnya itu sudah kumpulkan.

Mela terkejut dia menoleh dan mendapati Agatha yang sudah berlari.

"AGATHA BERHENTI LO. " pekik Mela seraya mengejar nya.

Agatha berlari sesekali melihat kearah belakang, Agatha sesekali meledek Mela. Agatha terkirik hingga melupakan kalau ia saat ini berlari mundur.

Tanpa Agatha sadari seorang lelaki berjalan kearahnya tanpa memperhatikan jalan. lelaki itu disibukkan dengan ponsel dan beberapa kitab di tanggang nya.

BRUK!

lelaki itu terkejut karna tertabrak dari arah depan.

"ADUHH PANTAT GUE!! " pekik Agatha dirinya terjengkang dan mencium tanah.

"Kalau jalan itu kedepan bukan kebelakang, " ujar lelaki itu dengan suara dingin, dan jangan lupa tatapan datarnya yang hanya lurus kedepan.

Agatha yang sangat mengenali suara itu langsung menoleh.

"Auh, " Agatha mendongak melihat laki itu. "Mana gue tau kalau di belakang ada orang. tadi itu sepi Gusnya aja yang gak hati-hati. "

"AGATHA? " pekik Mela berlari dengan nafas yang memburu.

"Lo ngapain di ba___" bola mata Mela melebar saat melihat lelaki di hadapannya.

"Af-afwan Gus, ini teman saya kenapa ya? " tanya Mela gugup menahan jantungnya yang nyaris melompat keluar karna berbicara dengan Zayn sedekat ini.

"Jatuh." Jawaban Zayn membuat Agatha membuka mulutnya lebar.

"Iyalah jatuh, kalau bukan jatuh apa namanya? kayang? "Agatha menatap sinis kepada Zayn. lelaki itu lebih memilih menatap angin di banding menatap calon istri nya.

"Heh! mulut lo. " Mela menampol mulut Agatha agar gadis itu berhenti bicara.

"Tangan lo bau! " Agatha menepis tangan Mela.

"Af-afwan Gus, temen saya otaknya lagi sengklek. " ujar Mela. sedangkan Agatha kembali meradang mendengar ucapan temannya itu.

Zayn tidak mengindahkan ucapan santriwati nya itu, ia melihat arloji di pergelangan tangannya. membuat ia sadar sebentar lagi kajian akan segera dimulai. ia memilih pergi dari sana setelah mengucapkan salam.

"Wa'alaikumussalam." jawab keduanya.

"Main pergi gitu aja, tolongin gue ke calon istri nya. " Untung ganteng- lanjut Agatha membatin.

•••••

Seiring kaki melangkah Agatha tak sengaja mendengar lantunan indah dari suara yang sering ia dengar, namun suaranya berbeda dari yang sering di gunakan saat menjadi imam.

"MasyaAllah, " gumam Agatha menyebut asma Allah.

Agatha berada di depan ruangan yang digunakan keluarga ndalam untuk sholat dan mengaji. ia mendengar suara Zayn mengalun indah, murajaah hafalannya.

"Di dikir-pikir kalah jauh banget gue, kalau beliau di sandingkan dengan ustadzah atau ning lain nya pasti lebih menyatu. apalah daya gue yang hafalan aja susahnya astaghfirullah, " lirih Agatha dengan menyenderkan kepalanya di dinding.

"Lagi ngapain? " sebelum bertanya ia berdehem dulu.

Deg! Agatha menoleh mendapati Zayn yang sudah berada di hadapannya. lamanya melamun membuat ia tak sadar lelaki itu sudah menyelesaikan bacaannya.

"Agatha? " tanya Zayn lagi membuat ia sadar dari lamunannya.

"Ah iya gimana Gus? " demi apapun ia merutuki dirinya sendiri.

"Lagi ngapain? "

"S-saya permisi dulu mau ke toilet. " bibir gadis itu tersenyum simpul.

Zayn menanggapi itu dengan anggukan.

"Kalau gitu saya permisi dulu, Assalamu'alaikum. "

"Waalaikumsalam, " jawab Zayn.

•••••

"Argghh.. gak bisa, ga bisa! gue kaya gini."

Agatha menarik nafas dalam kemudian membuangnya perlahan, bibirnya masih setia melengkung keatas.

"Astaghfirullah, istighfar ta istighfar. belum mahram, ingat kata orang yang berlebihan itu tidak baik. " monolog Agatha sambil jalan, gadis itu belajar dari ucapan teman-temannya . bahwa sesuatu yang berlebihan akan mendatangkan mudharat entah itu sekarang atau dikemudian hari.

Dari lama ia menunjukan ketertarikan itu kenapa baru sekarang ia merasa malu?

"Huh! " tarik nafas dalam terdengar kembali, gadis itu sangat gugup.

••••••

Hampir satu jam Zayn menunggu Abah kembali ke masjid, tapi sampai sekarang belum terlihat Abah kembali ke masjid secepat yang Abahnya janjikan. Zayn sudah siap murajaah dua juz malam ini, ia sudah menyiapkan hafalannya dari siang tadi.

Zayn bahkan baca berulang kali memastikan panjang-pendek hafalannya, beserta tajwid hafalannya yang InsyaAllah benar semua dan tidak berantakan saat murajaah nanti.

"Hidup ini kalau ga capek, ya ngantuk kaya Gusnya sekarang gini. " ujar seseorang membuat Zayn membuka mata.

"Astaghfirullah, " kejutan Zayn saat melihat wajah Ali begitu dekat dengannya.

Ali tertawa berhasil membuat sahabatnya terkejut akan kedatangannya. Ali sengaja berjalan mengendap-endap saat mendekati Zayn, dan meminta para santri yang masih ada di masjid untuk tidak bersuara saat melihatnya.

"YaAllah Gus, gitu aja kaget kaya lihat setan aja. "

"Iya kamu setannya, " Zayn bersandar pada tiang dalam masjid.

Ali merebahkan tubuhnya di samping Zayn, "Saya capek Gus, abis bikin skripsi. "

Zayn hanya mengangguk, Memang saat ini Ali mondok sambil kuliah, mangkanya ia jarang terlihat.

"Gus bagi tips biar cepet lulus. "

"Telat, " jawab Zayn singkat, membuat Ali memegang dadanya dramatis.

"Ana sakit hati bro. "

"Realeted! "

Ali kembali membaringkan tubuhnya kembali, "memang sudah telat si. "

"Harusnya kamu lulus cepat, tapi kamu kebanyakan santai. "

"Iya ya, " Ali terkekeh.

Zayn memberi isyarat Ali agar tidak terlalu menganggu para santri, sahabatnya ini paling terlihat santai.

"Agatha cantik ya Gus? " tanya Ali.

Zayn menatap nyalang kearah Ali. "Kenapa memangnya? "

"Ana sempat lihat wajahnya nya waktu Gusnya lamaran. "

Zayn mendorong Ali, "Sana jauh-jauh, jangan muji calon istri saya. "

"Kalau Gusnya belum lamar Agatha, mungkin ana duluan kali yang melamarnya. "

Zayn kehabisan sabar menghadapi Ali, Ali terus saja menyebut nama Agatha.

"Panas ya? " tanya Ali saat melihat api dimata Zayn.

"Berarti yang Laila cerita ke ana kalau Gus mau lamar Agatha benar ya. " Ali tertawa saat melihat wajah Zayn, tawanya pun terpantul ke setiap sudut masjid.

Zayn semakin mendorong Ali, sampai sahabatnya itu terguling jauh. Ali memang senang menggodanya tiada hari tenang saat bertemu Ali, pasti sahabatnya ini akan menggangu nya dengan berbagai cara.

Zayn melepas peci dan menampar lengan Ali, "Pulang sana, ngapain ke pondok buat muji calon istri saya. "

"Iya-iya yang lagi jatuh cinta, sama cinta pertamanya. " goda Ali mengambil ancang-ancang untuk berlari saat melihat Zayn menggulung sajadah.

"Kamu Ali? " Zayn sigap berdiri ingin menyelepet nya dengan sajadah.

Kelakuan keduanya membuat para santri yang tengah menghafal merasa terhibur dan terheran sendiri. sebab anak kiai yang terlihat berwibawa, jadi hilang wibawanya dengan sahabatnya sendiri.

Ali tertawa berhasil memancing amarah Zayn yang sudah lama tidak ia lihat, hampir saja ia terkena slepet anak kiainya itu. saat Zayn ingin keluar masjid hampir saja ia menabrak adik yang mengejarnya.

"ALLAHUAK__ allahumma solli ala muhammad, " ucap Ali yang tadinya takbir berubah jadi sholawat saat melihat Laila.

Sedangkan Laila menutup matanya takut tertabrak Ali.

Pletak!

"ALLAHUAKBAR GUS! " takbir Ali pada akhirnya, saat sejadah menyentuh punggung nya.

"Mundur kamu, jangan dekat-dekat adik saya! " Zayn menarik tangan Laila menjauh dari Ali.

"Abang nagapin lari-lari dalam masjid, gak estetik banget jadi anak kiai. " tegur Laila sempat melihat Zayn mengejar Ali.

"Biang keroknya! " Zayn menunjuk Ali yang masih dengan wajah kesakitan.

...°°°°°°°°...

Jangan lupa like dan komentar nya guys...

See youuuuuu next chapter!

bye bye byee..... muahhhh!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!