NovelToon NovelToon
-

-

Status: tamat
Genre:Teen / Perjodohan / Tamat
Popularitas:129.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sobat Van



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sobat Van, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Affan pun mengurungkan niatnya untuk pergi ke kantor dan memilih menjaga Mifta, sesaat ayahnya pun datang menghampiri mereka.

"Fan. kamu jangan terlalu peduli dengan urusan kantor, kamu harus peduli dengan orang yang ada di depanmu, dia adalah istrimu bukan temanmu ataupun musuhmu," ucapan Ayahnya hanya di jawab anggukan dari putranya.

Ayahnya pun langsung pamit untuk mengurus perusahaan. Melihat keadaan Mifta yang begitu lesu dengan wajah yang pucat, dia langsung menyuruhnya untuk makan.

"Gak nafsu fan,"

"Kamu ini gimana sih. sebentar lagi kan KKN masa kamu sakit, cepat makan!" ucapnya yang menyuapi Mifta.

Mau tidak mau Mifta harus memakan makanan agar dia cepat sembuh. dia pun membuka mulutnya untuk memakan sesendok bubur ayam.

"Cepatlah sembuh ... kau merepotkan. bagaimana bila nanti saat KKN kamu sakit!" ucap Affan dengan wajah kesalnya.

"Kamu marah?" Mifta yang bertanya sembari menatap wajah Affan.

"Gak." jawabnya singkat.

"Nih minum obat, setelah itu istirahat lah," Affan yang menyerahkan sebutir obat dan segelas air.

"Fan. jangan pergi ya," kata Mifta meraih lengan Affan.

"Iya."

Satu jam berlalu. Mifta sudah terlelap dengan tidurnya, Affan pun meletakkan telapak tangannya ke dahi Mifta untuk memeriksa apakah demamnya sudah turun.

"Mendingan. Kalau di lihat-lihat kasian juga dia, apa gua terlalu mengabaikannya? Ah sudahlah, cepat sembuh Mifta." kata Affan yang mengelus kepala Mifta.

``Pagi Harinya

Mifta terbangun dari tidurnya dan sedikit terkejut melihat Affan yang duduk di sampingnya dengan mata terpejam.

"Apakah dia terjaga semalaman?" Batin Mifta yang masih memandang wajah Affan.

Melihat jam sudah memasuki waktu subuh, ia pun membangun kan Affan untuk menunaikan ibadah.

Setelah mengambil air wudhu mereka langsung salat shubuh berjamaah dan dilanjutkan dengan membaca Al-Quran.

Mifta sangat kagum ketika ia mendengar Affan yang melantunkan ayat suci Al-Quran dengan suara merdunya.

Tepat jam setengah delapan. Mifta dan kawan-kawan sudah berkumpul untuk membahas barang yang akan di bawa ke tempat KKN-nya nanti.

"Oiya kata kakak gue, acara perkemahan akan di laksanakan di lapangan besar yang dekat sawah di sana," Rizky yang datang langsung memberikan informasi.

"Kita juga ikut berkemah gitu?" tanya Zakiya menatap wajah teman-temannya.

Mendengar pertanyaan dari Zakiya yang membuat suasana hening, Mifta pun mencoba menjawabnya dengan mengatakan bahwa di desa itu ada satu sekolah dasar.

Mereka akan kita ikut mengajar dan mendampingi saat berkemah, walaupun nantinya mereka akan bermalam di penginapan bukan di tenda yang di bangun di lapangan luas itu.

"Gue sih oke aja" Rizal yang langsung setuju dengan perkataan Mifta.

"Sama." sambung Syurlina.

"Tiga hari ya?" tanya Rifki.

"Yoi" jawab rizky.

Di Hari Keberangkatan

Semua perlengkapan sudah siap dan tersusun rapi, mereka langsung berangkat dengan menggunakan mobil milik Affan.

"Ini yakin sudah lengkap semua?" tanya Rifki memastikan tidak ada barang yang ketinggalan.

"Sudah ki santai aja, gue udah cek lima kali," Dengan bangga Rizal mengatakannya.

"Heleh...." Syurlina memutar bola matanya yang tidak percaya akan ucapan Rizal.

"Desanya jauh juga, perkiraan gue kita sampai di tujuan sore hari." Zakiya yang terus menerus melihat jam tangannya.

"Nisa bagaimana keadaanmu?" tanya Mifta menengok kebelakang.

"Alhamdulillah baik, walaupun tanganku masih harus pakai Arm Sling," jawabnya.

Sesampainya di desa tersebut. mereka langsung disambut hangat oleh kepala desa dan beberapa warga. setelah berkenalan dan meminta izin mereka pun dipersilahkan masuk.

"Wow padahal belum tanggal 17. sudah ada yang pasang bendera dan hiasan lainnya ya," Kagum Zakiya yang melihat ke kanan dan kiri.

"Iya benar. bagus-bagus ya hiasannya," sambung Nisa.

Mereka di bawa ke tempat penginapan yang telah dipesan beberapa hari yang lalu. Pak Ranu mengatakan setelah mereka beres-beres, mereka diajak untuk berkeliling di desa itu.

"Kita bagi kamar. aku dan Rifki di kamar depan sisanya di belakang dan untuk perempuan ... terserah," ucap Affan yang langsung masuk ke dalam rumah.

"Yaelah, sekamar sama lo Zal," kata Rizky memalingkan pandangannya.

"Gak apa-apa, Ntar kita Mabar gimana?" tanya Rizal yang membuat pandangan Rizky tertuju padanya.

"Ehh yoi, harus dong." jawab Rizky tertawa.

Beberapa menit kemudian. mereka telah berkumpul di depan rumah dan Pak Ranu pun datang.

"Mari ikuti saya," ucapnya dan dijawab anggukan mereka.

Mereka berjalan menelusuri desa dan tempat pertama mereka datangi adalah Masjid, dilanjutkan pergi ke sekolah dan beberapa tempat yang lainnya hingga mereka sampai di lapangan yang sangat luas.

"Pak apakah benar nanti tanggal 13 akan ada perkemahan di sini?" Rifki berani bertanya untuk memecahkan keheningan di perjalanan mereka.

"Iya benar. karena kebetulan tempat ini sangat luas," jawabnya

"Pak yang di belakang itu ... hutan?" tanya Mifta yang penasaran.

"Iya. Dan tolong ingat pesan saya, jangan pernah masuk ke hutan itu di malam hari," Ujar pak Ranu dengan tenang.

"Kenapa Pak, ada harimaunya ya?" canda Rizal yang membuat dirinya menerima tatapan datar dari ketujuh temannya.

"Husss diem!" ucap Syurlina.

"Candaan lo garing Zal" Balas Rizky yang masih dengan wajah datarnya.

"Apakah saya harus menceritakannya?" ucap Pak Ranu menghela napas.

"Memangnya ada cerita apa pak?" tanya Affan penasaran.

Pak Ranu pun mengajak mereka duduk di tepi lapangan dan menceritakan satu kejadian yang pernah gempar di desa itu.

"Dahulu ada salah satu warga yang mencari kayu bakar di hutan itu dan waktunya malam hari. namun setelah masuk warga itu tidak pernah terlihat lagi dan dinyatakan hilang." Cerita Pak Ranu membuat sedikit bulu kuduk mereka bangun.

"Lah kenapa nyari kayu bakar malam hari?" Tanya Rizal yang hanya mendapat senyuman dari Pak Ranu dengan kepalanya yang di geleng-gelengkan.

"Mungkin pada saat itu dia sangat membutuhkannya," jawab Nisa.

"Jadi kalian jangan pergi kesana. apalagi sendirian!" pinta pak Ranu dengan penekanan di akhir kalimat.

"Iya pak." jawab semuanya.

1
M⃠☀𝖄𝖚𝖑𝖎𝖆🐝⃞⃟
ish nambah trs yg jahat...
M⃠☀𝖄𝖚𝖑𝖎𝖆🐝⃞⃟
cantik nisa 🏃🏃🏃
M⃠☀𝖄𝖚𝖑𝖎𝖆🐝⃞⃟
bnyak yg jahat sih,,, bikin gemes aja
Nayla Apriliani (-"-;)♡
andai ada season 2 thor 🙁
sad ending ya😢
🍾⃝🦊 Tasya
kak follow aku ini tasya
Teu: done️️️
total 1 replies
🐞 Dian
aku kembali hadir author 😁
semangat yah....
jangan lupa mampir balik🙏
lima like kak
@BUMI_06
udah ku pavoritkan KK.mari Sling dukung
Raraa:)
5 like,rate5 udh mendarat
Lenkzher Thea
Lanjut thor, 5 bom 👍like sudah mendarat di episod yang tertinggal
Lenkzher Thea
Mantap 👍like
Lenkzher Thea
Lagi 👍like
Lenkzher Thea
👍like lagi
Lenkzher Thea
Semangat kaka thor 👍like
nazaruddin thamrin
10 Like mendarat di bab tertinggal. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Martina Alfarizqi
6 like
sariz07
cieh mulai ada rasa
sariz07
ada aja idenya 🤣

salam
Pasangan Terbaikku 😁
Teu: Siap mampir
total 1 replies
sariz07
jangan2 tunangannya
sariz07
moga baik jodohny mifta
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
nanti kubaca dengan sliow ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!