Sebuah kejadian membuat Haris yang merupakan seorang pemimpi perusahaan besar langsung hancur.
Dia kehilangan segalanya dalam satu hari dan memilih untuk mengakhiri hidupnya tapi setelah mati, dia justru menemukan kenyataan kalau orang yang selama ini dia sembunyikan mengandung anaknya.
Hamka Haris Stuart, seorang anak buta warna yang lahir dari rahim adik angkat Haris yang terus di sakiti karena hanya seorang anak dari istri kedua.
Bagaimanakah Hamka bisa menemukan warna dalam hidupnya setelah dia tahu kalau ayah yang selama ini dia panggil Daddy bukanlah ayah kandungnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jessi bergerak
"Jadi perusahaan papa ada Masalah Om?" Tanya Hamka
"Iya, hak kepemilikannya di gugat oleh nenek kamu Jessi" jawab Zaki
"Apa bisa Om menolong Om Zack untuk mengurus perusahaan itu?" Tanya Hamka
"Akan Om usahakan, tapi jangan sampai surat kematian Om Haris di dapatkan nenek kamu sampai Om Haris sendiri bangun" Jawab Zaki
"Apa tidak bisa kalau kita mengatakan Om Haris masih hidup dan masih jadi pemilik sah perusahaan itu?" Tanya Liam
"Bisa, tapi itu akan menguntungkan pihak keluarga Jhonson, karena mereka akan mengambil tubuh Om Haris dari kita, akan sangat berbahaya" jawab Zaki
"Semoga Opa dan Daddy bisa memutuskan mantra pengikat pada benda itu, dan Om Haris bisa bebas" ucap Lintang
"Bisa, papa bisa bangun lagi, gue lupa kalau papa bisa bangun lagi Liam, Lintang"
Hamka tiba tiba berucap kalau Haris bisa bebas dan bisa hidup kembali karena dia pernah menanyakan itu pada Haris, bahkan Haris menceritakan kalau dia bisa bangkit lagi jika satu hal terjadi.
"Bagiamana caranya?" Tanya Zaki mendekat
"Mommy sudah ingat sebagian besar masa lalunya, itu sebabnya papa sering masuk ke dalam tubuhnya saat malam hari dan kembali keluar pada pagi hari. Sekarang mommy sudah ingat semuanya, jadi papa pasti akan sembuh kalau ikatan mantra itu telah terlepas" jawab Hamka
"Kalau begitu ayo kesana cepat" ajak Liam
"Kamu kembali kuliah sana, ini urusan orang dewasa" ucap Zaki
"Ikut Om" rengek Liam dan Lintang
"Sstt.. Om Zaki benar, lain kali aja soalnya Lyra sedang tidur kasihan" bisik Hamka menunjukkan Lyra yang sedang tertidur di pelukan Hamka, bahkan Lyra sama sekali tidak terganggu dengan obrolan empat laki laki yang ada di depannya.
"Sini gue bawa ke unit kesehatan kampus biar tidur disana" ucap Liam
"Nggak perlu, disini saja sama gue" jawab Hamka semakin memeluk Lyra.
"Sudah kalian masuk sana, Om akan bawa Hamka dan Lyra ke tempat Om Brandon lagi" ucap Zaki membuat Liam dan Lintang kecewa.
"Gini nih kalau jadi anak ABG, mau ngurus urusan dewasa bukan urusan kita, ngurus anak kecil juga bukan urusan kita" gerutu Lintang saat keluar dari ruangan Zaki.
"Sabar dek, nanti saat kita dewasa Kita akan hadapi masalah bersama" ucap Liam merangkul Lintang dan pergi kembali ke arah fakultas tempat mereka belajar.
######
Di rumah keluarga Jhonson.
"Bagaimana Haikal? Apa kamu menemukan kalung itu?" Tanya Jessi yang saat ini sedang menggeledah kamar Haris bersama Haikal.
"Tidak ada ma, Haikal Hanya bisa mengambil koleksi jam tangan milik kak Haris dan juga perhiasan milik Ivanka ma" ucap Haikal
"Ivanka.. Haikal kamu pintar, kalung itu pasti ada pada Ivanka, kita harus bisa mendapatkan itu" ucap Jessi
"Tapi ma, untuk apa sih kita menguasai harta milik kak Haris?" Tanya Haikal
"Tentu saja untuk di gabung dengan perusahaan milik Jhonson, bahkan kita ubah namanya jadi perusahaan Jhonson bukan Stuart lagi" jawab Jessi
"Tapi ma, kan perusahaan itu masih milik kak Haris, dan masih berjalan juga dengan baik bahkan direktur perusahaan itu juga sangat lihai dalam mencari investor dan klien, kira kira kemana semua uang kak Haris masuknya? Ke rekening siapa? Karena kan rekening kak Haris yang di perusahaan kita sudah kita ambil, karena semua uang kak Haris masuk ke nomor mama, mau itu uang gajinya ataupun bonus dari perusahaan" Tanya Haikal
"Kamu benar juga, mungkin Haris punya rekening lain atas nama aslinya, dia kan menggunakan nama Jhonson hanya di publik, nama aslinya bermarga Stuart" jawab Jessi
"Ayo kita ke rumah Haris, kita cari tahu disana" ajak Jessi
"Apa mama bisa masuk ke sana?" Tanya Haikal
"Bisa, mama punya kuncinya karena dulu mama menduplikat kunci tanpa sepengetahuan Haris dan mengikuti dia saat ke rumah itu" jawab Jessi
"Apa tidak ada orang disana ma?" Tanya Haikal
"Tidak ada sayang, rumah itu kosong tapi seminggu sekali akan ada yang membersihkan rumah itu, semua itu mama tahu saat mama akan masuk tapi ternyata di dalam ada orang yang membersihkan rumah" jawab Jessi
"Sayang banget kak Hilman nggak disini lagi, kalau disini kan kita bisa sama sama" ucap Haikal
"Itu semua gara gara Kamu, kenapa kamu mencoba menodai istrinya, dia jadi marah dan pergi dari rumah, padahal kamu punya istri sendiri" balas Jessi kesal
"Maaf ma, saat itu kan Haikal sedang mabuk" jawab Haikal berbohong
"Kamu konsentrasi pada perusahaan saja sekarang, meski posisi kamu hanya sebagai wakil dari Hilman, kamu harus tetap semangat dan banyak belajar dari dia, usia kamu sudah masuk tiga puluh lebih, Harus lebih dewasa" ungkap Jessi
"Pasti ma" jawab Haikal
Mereka segera menuju ke rumah Haris yang ternyata berada tidak jauh dari perumahan Dark Dragon, bahkan sepanjang perjalanan mereka terus berhati hati karena khawatir mobil mereka di ikuti, dengan hati hati juga mereka melihat sekitar dan berpura pura menjadi pemilik rumah itu, sampai saat mereka sudah berada di depan pintu rumah setelah menerobos pintu gerbang, suara seseorang mengagetkan mereka.
"Kalian siapa?" Tanya orang itu yang ternyata adalah Zaki dan Esmeralda, mereka pura pura tidak tahu kalau itu adalah Jessi dan Haikal.
"Kami.. kalian siapa?" Tanya Jessi
"Kami pemilik rumah ini, tolong jangan berkeliaran disini karena kami akan memperbaiki pintunya, katanya sering ada orang yang masuk kemari dan berkeliaran disini" jawab Zaki
"Tapi.. pemilik rumah ini kan sudah meninggal? Dan kami berniat untuk membelinya juga" Tanya Jessi terkejut
"Kami membeli rumah ini dari pemiliknya langsung bu, jadi silahkan anda pergi, saya tidak mau ada yang mengganggu kami saat kami akan melihat lihat rumah" ucap Zaki masuk bersama Esmeralda.
"Ma.. ko bisa rumah ini di jual padahal kak Haris meninggal dan semua hartanya di bekukan seseorang" bisik Haikal
"Mama juga tidak tahu, tapi ayo kita pergi dulu dari sini, nanti kita coba kesini lagi saat malam" bisik Jessi
Dengan kesal Jessi pergi dari sana, tapi dia tidak akan menyerah karena dia belum mendapatkan apa yang dia mau, harta Patrick dan juga semua aset Haris.
Di dalam rumah.
"Apa itu mamanya papa?" Tanya Hamka yang mengintip dari dalam karena dia di minta Zaki untuk tetap di dalam rumah.