NovelToon NovelToon
Anakku! Diceraikan Setelah Melahirkan

Anakku! Diceraikan Setelah Melahirkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Ibu susu
Popularitas:52k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Larasati, gadis desa sederhana, percaya bahwa pernikahannya dengan Reza Adiguna akan membawa kebahagiaan. Namun semua harapan itu hancur di hari ia melahirkan—anaknya direbut, dirinya diceraikan, dan ia dicampakkan tanpa sempat memeluk buah hatinya.

Sendiri dan hancur, Larasati berjuang bertahan hidup di tengah kota yang asing. Hingga takdir mempertemukannya dengan Hajoon Albra Brajamusti, pria yang dulu pernah dikenalnya tanpa sengaja.

Dengan keberanian yang tumbuh dari luka, Larasati menyamar sebagai ibu susu demi bisa dekat dengan anaknya kembali.

Di tengah perjuangannya, hadir perasaan yang tak pernah ia duga.

Apakah Larasati sanggup merebut kembali anaknya sekaligus menemukan arti cinta sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjadi Ibu Susu 13

"Adli, lama kali sih! Cuma disuruh buat nyari tentang satu orang aja lama minta ampun."

Adli, asisten sekaligus tangan kanan Hajoon hanya bisa mengerucutkan bibirnya atas apa yang diucapkan sang atasan. Mencari nama Reza Adiguna yang mana hanya nama tanpa ada identitas lain tentu saja tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Dia harus mengorek-ngorek seluruh kota ini untuk mendapatkan informasi yang akurat. Terlebih nama itu tak hanya satu. Namun ciri-ciri yang disebutkan sang tuan cukup untuk Adli menemukannya.

"Hyung Bos mah enak. Tinggal perintah saja, lha aku, aku yang puyeng."

"Lho lho, kamu kan aku gaji. Sesuai lah sama gajimu yang berkali-kali lipat dari umr kota ini. Jadi masa diminta untuk mencari satu orang aja ngeluh sih. Dan lagi, waktu yang aku berikan molor lho ini. Aku kemarin cuma ngasih kamu waktu 30 menit, tapi ini kamu ngasih laporannya ke aku jadi satu hari setelahnya. Nah udah molor banyak lho ini. Ck, udah cepat laporkan."

Adli lagi-lagi mengerucutkan bibirnya. Ya memang benar, dia baru memberikan laporan hasil penyelidikannya hari ini dan bukannya kemarin. Itu semua karena ada pekerjaan lain juga yang harus dilakukan karena sang bos tidak ada di tempat seharian itu. Dan pagi ini Adli pun juga harus ke rumah Hajoon untuk memberikan laporan lengkapnya.

"Iya iya, paham kok Bos. Reza Adiguna, dia pemilik sebuah showroom mobil yang lumayan besar di Jakarta, dia juga punya cabang di Semarang. Dia punya serang istri dan seorang anak laki-laki. Tersebar bahwa saat ini Reza dan istrinya sedang mencari ibu susu untuk anak mereka, dengan syarat ibu susu itu tidak boleh memiliki anak perempuan. Dan yang lebih mengejutkan, baru-baru ini dia menceraikan seorang wanita. Usut punya usut, dia menikahi istri keduanya itu belum lama dan akhirnya bercerai."

Tangan Hajoon mengepal erat. Ternyata memang benar bahwa pria itu menikahi Laras hanya untuk dihamili saja dan diambil anaknya.

Laporan dari Adli juga menyebutkan bahwa pernikahan Reza dengan Laras disetujui istri pertama sehingga Laras menikah dengan Reza secara sah agama maupun negara.

"Sebenarnya kenapa sih Bos tiba-tiba tertarik sama orang itu?"

"Kerja bagus Ad, sekarang kamu kembali ke kantor. Hari ini handle semua kerjaan. Aku hari ini nggak ke kantor lagi. Nanti kamu laporkan saja melalui telepon, ok?"

Adli mengangguk dan segera berpamitan. Ia melihat wajah bos nya yang sangat serius. Tatapan yang tajam dan dalam itu membuat Adli tidak ingin bertanya lebih lanjut dan juga tidak ingin mencandai nya.

Ada kalanya Hajoon memang bersikap slengekan, namun adakalanya juga menjadi benar-benar serius yang mana hal itu cukup menakutkan.

Adli, meskipun dia belum lama menjadi asisten Hajoon tapi pria itu sudah bisa mengerti dengan perubahan ekspresi wajah tuannya ini. Dan ketika Hajoon tengah berekspresi seperti ini maka berarti ada hal serius yang mana membuat Adli tak ingin bertanya.

"Apa akhirnya anak Laras kesulitan untuk mendapatkan ASI?" rupanya Brigita mendengarkan pembicaraan Hajoon dan Adli sedari tadi. Sebenarnya dia tidak sengaja mendengar karena hanya sekedar lewat untuk memeriksa Laras.

"Jika laporan Adli valid, tapi aku yakin dia pasti valid dalam memberikan informasi, maka iya. Berarti selama ini anak Laras tidak mendapatkan hak nya."

"Kasihan sekali. Ibu dan anak itu sangat kasihan. Tapi Joon, Laras menikah dengan pria itu apa dia tidak tahu kalau Reza sudah beristri?" ini yang menjadi janggal bagi Brigita.

"Sepertinya memang iya. Reza menyembunyikan dengan sangat bagus tentang status dirinya. Dan entah bagaimana itu tapi fakta Laras tidak mengetahui bahwa Reza telah beristri itu memang benar adanya, Eomma."

Meski Hajoon meminta Adli untuk mencari tahu tapi ia juga bukannya diam saja. Dia juga mencari tahu tentang Laras bahkan sampai orang yang dikenalnya di daerah Laras tinggal.

Beruntung kontak mereka belum hilang dan masih sama seperti saat Hajoon menjalani KKN di sana.

Teman Laras yang ada di sana menyebutkan bahwa Reza adalah pria baik dan juga pernikahan Laras digelar dengan megah. Bahkan ibu dari Reza juga hadir. Hal tersebut semakin menguatkan asumsi Hajoon bahwa menikahi Laras adalah sebuah rencana Reza dan keluarganya.

"Lalu apa yang akan kamu lakukan, Joon?" Brigita cukup penasaran dengan rencana putranya untuk membantu Laras.

"Memberikan hak si bayi dan juga ibunya. Hak bayi mendapatkan ASI dan juga Laras memberikan ASI."

"Kamu mau menjadikan Laras ibu susu dari anaknya?" Brigita menegaskan tentang rencana Hajoon yang menurutnya sangat riskan dan penuh resiko.

Hajoon mengangguk yakin, dia akan melakukan itu. Dan sekarang juga Hajoon akan memberitahu Laras tentang rencananya itu.

"B-benarkan bisa? Apa aku benar-benar bisa bertemu denga anakku?" ucap Laras dengan mata yang basah. Dia tidak menyangka bahwa Hajoon akan bicara demikian.

"Iya bisa, tapi semua itu juga tergantung padamu, Ras. Ah iya, anak kamu laki-laki."

Oh ahhh

Air mata Laras semakin deras mengalir ketika mengetahui jenis kelamin anaknya. Seorang putra rupanya, sungguh membuat hati Laras sangat bahagia.

Selama ini jenis kelamin itu dirahasiakan, karena kata Reza akan menjadi sebuah kejutan bagi mereka. Namun ternyata setelah Laras melahirkan, ia tetap tidak tahu jenis kelamin anaknya.

"Putraku," gumamnya lirih penuh dengan air mata.

Hajoon sangat trenyuh mendengar Laras berkata demikian. Pun dengan Hwan dan Brigita yang melihat dari kejauhan. Ya mereka berdua tidak ikut duduk dengan Hajoon dan Laras karena merasa bahwa ini adalah urusan Laras.

"Pria itu benar-benar bangsat,"umpat Hwan. Nampaknya dia pun mengutuk Reza.

"Iya Bang benar. Kok ada ya yang tega begini, memisahkan ibu dan anaknya. Mana anaknya masih merah, masih bayi,"timpal Brigita. Hanya dengan melihat Laras yang menangis seperti itu saja sudah membuat Brigita tahu betapa sedih dan menyakitkan semua hal yang Laras alami.

Hajoon memberikan tissu kepada Laras. Dan ia pun melanjutkan menyampaikan rencananya.

"Jadi Ras, kamu akan masuk ke rumah itu untuk menjadi ibu susu. Tapi kamu harus bisa menekan segala emosimu. Tidak boleh menangis, tidak boleh terlalu senang, tidak boleh membenci. Itu bukan hal yang mudah tapi aku yakin bisa." Seperti itu lah yang ada di kepala Hajoon. Laras masuk ke sana harus dengan pribadi yang berbeda.

"Aku akan berusaha, bang. Tapi wajahku, bagaimana aku masuk ke sana. Mereka pasti akan mengenali ku. Lalu identitas ku, meski hanya jadi Ibu Susu bukankah mereka akan meminta identitas ku?"

Rupanya Laras adalah wanita yang cerdas. Hajoon pikir Laras tidak akan menggunakan pikirannya karena terlalu senang akan bertemu dengan putranya. Ini membuat Hajoon yakin bahwa rencana mereka akan berhasil nantinya.

"Semua itu, aku akan mengurusnya. 1 minggu, ah tidak 3 hari saja. 3 hari semuanya akan selesai dan kamu bisa bertemu dengan putramu. Tapi ingat, selama 3 hari ini kamu harus berlatih untuk mengontrol dirimu."

"Baik, Bang."

Hajon menarik satu sudut bibirnya, dia tersenyum dan sangat yakin bahwa Laras bisa melakukannya dengan baik. LIhatlah, semangat yang terlihat sangat membara pada diri wanita itu.

TBC

1
Eliermswati
smga bhgia y laras, q kawal smpe halal thor hajoon dan laras😂😂😍😍smngt thor up nya
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
gpp Reza KLO km g denger km akan terima aku akibatnya
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
hhe,siapa anda
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
pasti moment pas di lamar hajoon hahaha mampus kau
dewi rofiqoh
Reza terlalu percaya diri klo laras pasti mau rujuk. 🤣🤣🤣🤣
Padahal udah berulang kali diberitahu klo laras gk mau, tapi tetep aja ngeyel
Sri Supriatin
Cepet dihalalin 👍👍😍😍
nunik rahyuni
dungu kh sdh di bilang g mau kok masih sj di kejar kejar...kwin j sm pembantumu minta anak j sama ibumu suruh dia kawin lg biar ada ahli waris
A R
uhuyyy rasainnnnn... anak sama emakk entah otaknya dimana
Esther
Sudahlah Reza...kalah ya kalah gak usah maksa Laras gitu
Yunita Sophi
tinggal panggil penghulu Joon..
Yunita Sophi
Hajoon 🔥🔥🔥
Yunita Sophi
maka nya abang klo becanda jgn terlalu mendalam... kan Laras jd bingung yg mana yg harus Laras
percaya bang... 😅
Yunita Sophi
gitu dong Ras...lawan dia jg sekarang bukan siapa siapa kok...
Yunita Sophi
dasar laki laki gak punya otak si Reza ini...
Yunita Sophi
apa mungkin Laras bertemu dgn si Reza
Yunita Sophi
ayolah Hajoon lamar Laras dan nikahin dia
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
akhh,,,ikut bahagia nya hatiku
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
aku salah satu yg ikut bilang terima terima terima
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ka kayaknya ini yg ngomong harusnya Laras deuh bukan hajoon
Esther
Senangnya....akhirnya Laras menerima Hajoon😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!