Antara Arkananta Pradipta dan Leana Anastasya.
pertemuan kembali setelah belasan tahun berpisah mengungkap berbagai rahasia.
sepasang mantan suami istri yg sama-sama msih menmendam cinta dulu adalah pasangan yang menikah muda di usia mereka baru berusia 16 tahun dan mereka berpisah karena pertentangan dan kesalahpahaman.
yang mau tau cerita selengkapnya nya yuk di baca☺️
yang suka cerita aku tolong like dan coment nya guys🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon #kupunyacerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab. 35
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beralih ke Mension mewah dan besar milik Pradipta.. 18 tahun yang lalu rumah itu terasa rame dan hangat dengan anggota yang terdiri dari 5 orang. Namun, itu tidak berlangsung lama, ketika salah satu dari anggota mereka pergi meninggalkan rumah itu tanpa berpamitan dan meninggalkan luka yang mendalam.
sekarang hanya ada Arkan dan anaknya Kenan yang tinggal di rumah luas dan besar itu. sedangkan papi dan mommy Arkan memilih tinggal di London bersama anak pertamanya untuk menjaga cucu mereka yang masih kecil. Sekaligus mengurus warisan bisnis yang diwariskan Panji sebelum meninggal.
Memang.. Panji, lelaki tua itu sudah meninggal akibat stroke yang tiba-tiba menyerang nya. Dia meninggal membawa rahasia dan juga rencana liciknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
kepergian Leana jelas meninggalkan luka yang begitu dalam bagi Arkan. Istrinya pergi tanpa pamit. di dalam pikirannya iya benci dengan Lea yang tega meninggalkan nya dan anak mereka yang masih bayi demi lelaki lain.
Arkan memang, tapi di dalam hati terdalam nya dia benar-benar rindu dengan istrinya. entah apakah masih bisa di sebut istri atau tidak setelah begitu lama mereka berpisah karena Arkan tidak pernah sekalipun mengeluarkan kata talak.
"akkhrrr..." teriak Arkan ketika terlintas di kepala nya wanita masa lalu nya . Ia meremas rambut nya di kamar mandi di bawah guyuran air shower.
"kanapa Lea.. Kenapa Sampai sekarang kamu masih belum pergi dari pikiran ku.. Sudah lama sekali Leana.. Kamu jahat Lea, aku ingin sekali melupakan mu.. aku benci kamu Leana Anastasya!!" teriaknya nya lagi. namun akhir kalimatnya begitu lirih seakan kata benci itu tidak ada di hatinya. Karena kenyataannya dia sangat merindukan masa lalu sekaligus lukanya itu.
Arkan menarik nafas dalam untuk menetralisir rasa sesak di dadanya, setelahnya ia berdiri tegak , mematikan air shower tanda ia sudah selesai dengan aktivitas mandinya.
Ia keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melekat di pinggang atletis nya dan sebuah handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya.
Arkan bejalan ke ruangan yang dimana tersimpan semua baju branded casual maupun Formalnya.
...Arkananta Pradipta CEO Muda 33 tahun sekaligus papa muda 3 anak...
Arkan sudah siap untuk pergi bekerja. Dia adalah seorang CEO penerus perusahaan Pradipta. Profesi sebagai CEO telah ia geluti sejak ia berumur 25 tahun.
Arkan di sebut CEO muda tampan tak tersentuh. Sifatnya yang dingin, belum ada wanita yang bisa menaklukkan hatinya.
bahkan Bella wanita yang di jodohkan kakeknya dulu itu tidak bisa menarik perhatian Arkan.
Telah berbagai cara Bella lakukan untuk merebut hati papa muda itu, tapi usahanya hanya sia-sia tak pernah berhasil. Bahkan Panji sang kakek yang bersifat keras dengan ambisi nya itu tidak dapat meruntuhkan keras hati Arkan untuk menikah dengan Bella. Bahkan sampai Panji meninggal pun Arkan tak pernah tergerak hatinya untuk menjalin hubungan dengan Bella maupun wanita lain.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pukul 12.30 Leana dan kedua anaknya yaitu Delvin dan Dea baru saja tiba di bandara internasional Soekarno-Hatta, Jakarta.
ketiganya berjalan menuju pintu keluar sembari tangan mendorong koper masing-masing. Lea dan anak gadisnya berjalan berdampingan sedangkan Delvin di belakang mengikuti dua wanita yang ia sayangi seperti bodyguard yang sedang mengawasi tuannya.
Lea membawa kedua anaknya untuk menuju ke lobby kedatangan karena di sana sudah menunggu beberapa orang untuk datang menjemput.
Setibanya di lobi, tiba-tiba Dea berlari ketika sudah melihat siluet orang-orang yang sangat ia kenal. Sesampainya di depan orang tersebut Dea langi memeluk nya dan mengucapkan kata rindu "nenek..Dea kangen nenek!!" ucap Dea Kepada Jasmin nenek nya.
Ya, yang datang untuk menjemput mereka itu adalah Jasmin ibu dari Lea, bukan hanya Jasmin di situ juga ada suaminya Raditya Agraham dan anak mereka yang berumur 15 tahun, satu tahun di bawah Delvin dan Dea.
setelah peristiwa dulu Leana yang pergi meninggalkan kota jakarta, Jasmin memang sempat ikut bersama Lea. namun Radit datang memohon mengajak Jasmin menikah dan ikut dengannya kembali ke jakarta dan hal itu juga di dukung oleh Lea anaknya, karena Lea juga ingin melihat ibunya hidup bahagia dengan orang yang ia cintai.
dan pada akhirnya Jasmin pun menerima lamaran dari Radit sampai akhirnya mereka menikah di usia 43 tahun. Tapi tidak di sangka di usia mereka yang sudah kepala 4, mereka di karuniai seorang anak laki-laki yang di beri nama Zayn Aditya Agraham.
"nenek juga rindu sekali sama Dea dan juga Abang mu!" ucap Jasmin lembut.
"khmm, sama kakek gak rindu nih!!" Radit mengeluarkan suara pura-pura merajuk sembari melipat tangan di dada.
"oh ada kakek juga ternyata, kirain gak datang tadi!?" sahut Bella pura-pura tidak melihat sang kakek yang di mana membuat sang kakek berdecak kesal.
"CK, kakek seganteng ini masa tidak terlihat!" rajuk sang kakek yang masih terlihat tampan saja padahal usianya sudah 61 tahun sekarang, usia yang sama dengan sang istri.
" emang gak kangen tuh!" ucap Dea menantang sembari melipat tangan di dada meniru gaya sang kakek yang di mana hal itu membuat kakek gemas dan tak tahan untuk mengacak rambut lurus sang cucu.
"astaga anak ini.. kakek kira kamu hanya menyebalkan lewat telepon saja ternyata aslinya lebih menyebalkan ternyata!!" ucap Radit setelahnya memeluk Lea yang sudah dia anggap seperti cucu kandung sendiri.
tiba-tiba pelukan mereka di lerai oleh seorang pemuda. "ehh gadis menyebalkan berhenti memeluk ayahku!" lerai Zayn putra dari Jasmin dan Radit .
"om bilang apa tadi, aku menyebalkan?" tanya Lea sudah berkacak pinggang menatap Zayn kesal.
" hei..kamu panggil gue apa tadi?" tanya Zayn, alih-alih menjawab Zayn malah ikut bertanya.
"aku panggil kamu Om.. om Zayn, emang kenapa?" ucap Dea tak ada rasa bersalah yang membuat Zayn semakin kesal tak terima di panggil om. Karena usianya lebih muda dari Dea, Zayn Enggan saja gitu apa bila dia di panggil om walaupun dia memang anak dari Jasmin nenek Lea.
"sudah berapa kali gue bilang ha, jangan panggil gue om, panggil nama saja apa susah nya si!?"
"terserah Dea dong mau panggil apa, kan yang punya Mulut Dea .. Wlee!" sahut Dea tak mau mengalah yang membuat Zayn berdecak sebal namum akhirnya mengalah juga tak ingin berdebat lagi, karena di pastikan tak mungkin menang melawan keponakan nya itu.
"Ck.. Dasar menyebalkal!?" decak Zayn.
Leana dan Delvin yang sudah sampai dari tadi dan melihat perdebatan itu hanya menggelengkan kepala. Gak di telpon gak ketemu langsung kenapa mereka berdua ini selalu saja mempermasalahkan yang sama yaitu tentang panggilan pikir mereka.
"sudah-sudah, kalian ini selalu saja berdebat!!" ucap Lea setelah nya ia beralih menatap ibunya untuk menyalim tangan Jasmin takzim setelahnya memeluk sang Ibu yang baru ketemu lagi setelah setengah tahun lamanya.
Mereka hanya bertemu ketika libur panjang anak sekolah. hari libur panjang itu dimanfaatkan oleh Jasmin dan keluarga kecilnya untuk mengunjungi Lea dan kedua anaknya.
"ibu, terimakasih sudah menjemput Lea!" ucap Jasmin setelah melerai pelukan nya.
"kamu ngomong apa sih... kamu anak ibu jelas lah ibu akan senang hati menyambut kedatangan mu!" ucap Jasmin tulus.
Semenjak kejadian dulu itu, sikap Jasmin yang terkesan dingin kepada Lea berubah menjadi sosok ibu yang hangat dan penyayang. Ada rasa sesal di hati Jasmin sampai sekarang karena memaksa Lea pergi meninggalkan keluarga kecilnya dulu. Tapi apa mau di kata nasi sudah menjadi bubur.
Bayang-bayang wajah menyeramkan dan ancaman Panji Pradipta lebih menakutkan bagi Jasmin. Dan sebagai penebus rasa bersalahnya , Jasmin memberi Lea kasih sayang seorang ibu dan materi yang layak untuk Lea.
Lea beralih menyapa Radit suami dari ibunya di sana, tak lupa meyalim tangan dan memeluk ayahnya sekilas.
Dan tekahir beralih ke arah Zayn adiknya. "hi adik kecil.. ternyata sudah besar ya sekarang hmm!!" sapa Lea dengan memanggil adik kecil yang membuat Zayn menunduk malu dan berdecak kecil sembari menggerutu.
"ck, gak anak gak ibu sama saja menyebalkan!!" gumam Zayn yang bisa di dengar oleh keluarga nya, dan membuat anggota keluarga itu tertawa bersama.
Tidak lupa juga Delvin menyapa kakek, nenek dan juga Zayn dengan singkat jelas dan tak ada mengeluarkan suara. Itulah Delvin dingin dan cuek tapi hatinya sangat menyangi keluarga dari ibunya itu.
"CK, ini lagi satu kayak es, gak ada ekspresi sama sekali, sedangkan yang satu cerewet dan menyebalkan..!! Batin Zayn berdecak lagi membandingkan sifat adik kakak yang berlawanan itu.