Di benua Azure, kekuatan adalah segalanya. Namun, ada satu profesi yang paling dihormati dan ditakuti: Alkemis. Mereka yang bisa menciptakan pil roh, obat mujarab, dan racun mematikan.
Raymond adalah cucu dari Alkemis Legendaris yang pernah menyelamatkan dunia, Dewa Alkemis Zhuo Yi. Namun, sejak kakeknya menghilang secara misterius dan klan keluarga mereka dihancurkan oleh aliansi kekuatan jahat, Raymond hidup sebagai orang buangan yang menderita dan dipandang rendah.
Suatu hari, saat hampir dibunuh oleh musuh bebuyutannya, Raymond menemukan sebuah cincin batu giok peninggalan kakeknya. Di dalamnya tersembunyi jiwa sang Dewa Alkemis dan sebuah kitab suci "Formula Penciptaan Semesta".
Dengan warisan ilahi itu, Raymond bangkit dari lumpur. Ia mulai mencium bau bahan-bahan, meramu pil tingkat dewa, dan menumbuhkan kekuatan yang mengguncang langit. Ia berjanji pada dirinya sendiri: Semua yang pernah menginjak-injak martabatnya, semua yang membunuh keluarganya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13: PASAR OBAT DAN PIL MUTIARA HITAM
Beberapa hari setelah mengambil alih kekuasaan, Raymond tidak sibuk memerintah atau mengatur pasukan. Sebaliknya, ia mengunci diri di dalam laboratorium kecil yang ia buat sendiri di halaman belakang.
"Kakek, kita butuh uang dan kekuatan pengaruh yang besar jika ingin pergi ke Kota Kekaisaran. Harta dari klan Ye ini masih kurang," kata Raymond sambil menata berbagai bahan obat yang ia bawa dari Lembah Terlarang.
"Benar. Di dunia ini, selain kekuatan, yang paling penting adalah sumber daya. Dan cara tercepat mendapatkannya... adalah dengan meramu pil!" jawab Zhuo Yi. "Orang-orang di sini hanya tahu cara membuat pil tingkat rendah yang gagal sering terjadi. Tapi dengan teknik 'Api Roh' milikmu, kita bisa membuat pil dengan kualitas sempurna!"
Raymond tersenyum. Ia mengeluarkan bahan-bahan: Akar Ginseng Tua, Jamur Beracun, dan Inti Roh Serigala.
"Hari ini kita buat Pil Mutiara Hitam. Pil ini bisa membantu orang di Tahap Alam Asal untuk menstabilkan energi mereka. Harganya sangat mahal!"
Raymond menutup mata. Ia tidak menggunakan tungku batu biasa. Ia mengangkat kedua tangannya, dan api biru samar menyala di telapak tangannya.
"Masukkan bahan! Atur suhu! Jangan terlalu besar, jangan terlalu kecil!"
Di bawah kendali sempurna Raymond, bahan-bahan itu meleleh, bercampur, dan berubah bentuk dengan indah. Proses yang biasanya memakan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari bagi alkemis lain, Raymond selesaikan hanya dalam waktu setengah jam!
"SELESAI! PADATKAN!"
TRING!
Tiga butir pil hitam pekat yang mengkilap seperti kaca muncul di tangannya. Aromanya harum semerbak membuat siapa saja yang menciumnya langsung merasa segar.
Kualitas: Sempurna (Grade Satu)!
"Wah... bahkan Kakek dulu pun jarang bisa membuat semulus ini," puji Zhuo Yi.
Raymond memasukkan pil-pil itu ke dalam botol giok. "Oke, sekarang saatnya jualan!"
Siang harinya, di Pasar Besar Kota Azure.
Biasanya, para alkemis menjual pil mereka dengan hati-hati, seringkali masih ada yang retak atau kualitasnya biasa saja. Tapi hari ini, sebuah kios kecil menarik perhatian semua orang.
"Lihat! Pil Mutiara Hitam Grade Sempurna! Hanya butuh 100 butir emas per butir!" teriak Raymond (yang menyamar sedikit agar tidak terlalu mencolok).
Orang-orang berkerumun. "Grade Sempurna? Bohong kan? Biasanya yang Grade Biasa saja sudah mahal!"
Seorang pedagang obat senior mendekat dan memeriksa pil itu dengan kaca pembesar. Wajahnya berubah pucat.
"Tuhan... permukaannya mulus tanpa cacat, energinya padat sempurna! Ini benar-benar Grade Sempurna! Bahkan Alkemis Agung di kota utama pun jarang menghasilkan kualitas sebaik ini!"
Berita itu menyebar bagai api tersulut. Dalam waktu kurang dari satu jam, tiga butir pil itu habis terjual dengan harga yang jauh lebih tinggi dari tawaran awal! Orang-orang malah saling menawar untuk memilikinya.
Raymond mengantongi kantong emas yang berat. Senyumnya mengembang.
"Gampang sekali ya, Kakek. Uang ini cukup untuk membeli perbekalan sampai ke Kota Kekaisaran."
"Hahaha, tentu saja. Bagi kita, membuat pil itu semudah membalikkan telapak tangan. Tapi... awas. Kemunculan pil kualitas sempurna pasti menarik perhatian orang-orang besar. Termasuk mata-mata musuh."
Raymond mengangguk setuju. Ia segera bersiap untuk pulang. Namun, baru saja melangkah pergi...
WUSH! WUSH! WUSH!
Tiga sosok berpakaian hitam melompat dari atap bangunan dan mengepung Raymond di gang sempit. Mata mereka tajam dan penuh niat membunuh.
"Anak kecil, serahkan semua pil dan resepmu. Mungkin kami bisa membiarkanmu hidup," ucap salah satu dari mereka dengan suara serak.
Raymond berhenti. Ia tidak terlihat takut, malah tersenyum mengejek.
"Kalian dari mana? Pasukan Bayangan Bulan?" tanya Raymond santai.
Ketiga penyerang itu terkejut. "Kau tahu nama kami? Bagus, berarti kau bisa mati dengan lega. Bunuh dia!"
Mereka bertiga menyerang sekaligus. Senjata mereka beracun dan gerakan mereka sangat cepat, setara dengan Tahap 8-9 Dasar!
"Dasar sampah..." Raymond menghela napas. Ia bahkan tidak mencabut pedangnya.
Saat pisau mau menusuk dadanya, tubuh Raymond menghilang seolah menjadi asap.
"Di belakangmu."
Satu tendangan cepat! Bugh! Salah satu penyerang terlempar dan pingsan sebelum menyadari apa yang terjadi.
Dua yang lain kaget dan mencoba menyerang lagi.
Raymond bergerak bagai hantu. Tangannya berkelebat cepat, memukul titik-titik vital tubuh mereka dengan teknik Jari Menusuk Langit.
Dak! Dak!
Dua penyerang itu kaku di tempat, tubuh mereka tidak bisa bergerak sama sekali. Aliran energi mereka terputus oleh Raymond.
"Siapa yang menyuruh kalian? Berbicara atau mati?" tanya Raymond dingin sambil mencengkeram leher salah satu dari mereka.
"Kami... kami hanya disuruh memantaumu! Bos besar akan datang malam ini! Dia... dia membawa pasukan utama dari Divisi Utara!" jawab orang itu ketakutan.
"Divisi Utara? Bagus." Mata Raymond menyala dingin. "Kalian tidak perlu tahu namaku. Tapi sampaikan pada bosmu... Raja Neraka sudah bangun."
Prak!
Raymond mematahkan leher mereka dengan cepat. Tidak ada ampun bagi orang yang bekerja untuk musuh bebuyutannya.