NovelToon NovelToon
Legenda Dari Masa Depan

Legenda Dari Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Time Travel / Mata Batin / Fantasi Wanita / Peramal / Konflik etika
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: R. Seftia

Dua saudari terjatuh ke sumur tua—terbangun di hutan belantara, menjadi buruan para pemburu; berusaha bertahan hidup ditengah intrik istana dan konflik asmara.

(Jika berkenan, follow Author di ig&tiktok untuk dapat melihat ilustrasi karakter dan berbagai cerita Author yang lain)
ig = @refinawriters
tiktok = @refinawriters

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. Seftia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menerobos Masuk ke Istana Kekaisaran

"Berani sekali bicara seperti itu kepadaku!? Kamu tidak tahu sedang dengan siapa kamu bicara saat ini! Aku ada Ratu di negeri ini, dan tidak sepantasnya kamu berbicara seperti itu tentangku wanita buta! Dengan berani bicara seperti itu, sudah sepantasnya kamu mendapatkan hukuman yang pantas!" seru Ratu Shen Wanqing.

"Penjaga... bawa wanita buta ini ke penjara dingin, dan berikan dia hukuman yang pantas dia dapatkan! Jangan peduli dengan apa yang dia katakan, dan jangan peduli jika dia seorang wanita buta lemah! Hukuman tetap harus diterapkan! Buat dijera sampai dia mengerti betapa pentingnya menjaga mulutnya!" titah Ratu Shen Wanqing.

Li Hua sama sekali tidak melawan saat diseret ke penjara dingin yang terkenal sangat menakutkan. Dan disaat bersama, Xiao Yan berusaha untuk menolong Li Hua dengan memohon kepada Ratu Shen Wanqing untuk tidak memberikan hukuman itu kepada Li Hua.

"Biar aku saja! Biar aku yang menerima hukuman itu menggantikannya. Aku bahkan bersedia menerima hukuman ganda jika perlu, tapi kumohon... kumohon jangan hukum Li Hua. Ibu Ratu... kumohon." Xiao Yan benar-benar memohon kepada Ratu Shen Wanqing, tapi dia tidak bergeming sedikitpun.

"Saat ini kamu tidak sedang berada pada posisi di mana kamu bisa mengkhawatirkan orang lain Xiao Yan. Kamu harusnya mengkhawatirkan dirimu sendiri karena hari ini aku akan menggunakan kesempatan yang ada untuk membuatmu menghilang dari dunia ini!" Ratu Shen Wanqing memerintahkan bawahannya untuk menutup mata Xiao Yan agar dia tidak bisa melihat ke mana sebenarnya dia akan dibawa.

→→→

Di hutan, Shu Hua masih tidak bisa berhenti menatap wanita yang kini tampak ketakutan karena Shu Hua tidak mau melepaskan pandangannya dari dirinya.

"Ada apa?" Wanita kini mulai benar-benar takut.

"Bagimu aku tidak aneh?" tanya Shu Hua.

"Haruskah aku jujur?"

"Tentu saja. Kamu harus menjawab dengan jujur."

"Kalau begitu... tidak terlalu," jawabnya dengan suara pelan. Dia mengatakan jika Shu Hua tidak aneh, tapi wajahnya berkata lain.

"Jika berbohong aku akan memotong lidahmu. Kebetulan aku punya pisau yang sangat tajam!" Shu Hua mulai mengancam, membuat wanita itu hampir menangis.

"Baiklah, aku akan jujur. Iya-iya... kamu aneh dan kamu menakutkan. Sekarang bisa biarkan aku pergi? Guruku mungkin sudah menunggu sejak tadi," lirihnya dengan air mata yang masih tertahan di kelopak matanya.

"Apa yang aneh dan menakutkan dari diriku?" tanya Shu Hua lagi. "Dan ingatlah, kamu harus memberikan jawaban jujur!"

"Bagiku kamu aneh karena terus menatapku dengan tajam sejak tadi, dan kamu terlihat menakutkan karena mengancamku dengan pisau."

"Hanya itu?"

Wanita itu dengan cepat mengangguk.

"Kamu yakin hanya itu?"

"Iya."

"Jadi kamu tidak merasa aneh saat tiba-tiba ada pedang di tanganku, dan tiba-tiba juga pedang itu hilang begitu saja. Kamu tidak merasa aneh dengan itu?"

"Tidak. Itu hal biasa. Itu teknik pemanggil," jawabnya tanpa sadar, dan saat wanita itu sadar, dia langsung menutup mulutnya sendiri.

Di sisi lain, Shu Hua tampak senang karena mungkin ia telah menemukan seseorang yang tahu tentang kekuatan aneh yang Shu Hua dan Li Hua miliki.

Saat Shu Hua ingin bertanya lebih jauh kepada wanita itu, tiba-tiba saja seseorang memanggil nama Shu Hua.

"Shu Hua?" Suara itu terdengar akrab.

Shu Hua yang mengenali suara itu, berpaling sebentar untuk memastikan, dan saat Shu Hua berhasil tahu siapa pemilik suara, Shu Hua ingin kembali fokus kepada wanita aneh tadi, tetapi hanya sepersekian detik Shu Hua mengalihkan pandangannya, wanita itu sudah lari menjauh.

"Aishh, sialan! Dia lepas!" teriak Shu Hua frustasi, kemudian menatap Hao Lin yang menjadi penyebab lepasnya wanita itu.

"Shu Hua, ada apa? Kenapa kamu berteriak begitu? Menakutkan saja," kata Hao Lin.

"Ini semua gara-gara kamu! Tadi itu hampir saja aku berhasil mendapatkan informasi yang bagus! Tapi, kamu... arghhh! Kamu benar-benar selalu membuat darahku naik! Aku membencimu!" teriak Shu Hua.

Hao Lin kaget dengan apa yang baru saja ia dengar. Bisa-bisanya Shu Hua mengatakan dengan mudahnya jika dia membenci Hao Lin? Padahal apa yang telah Hao Lin lakukan? Hao Lin tidak melakukan kesalahan apa-apa.

"Kenapa membenciku?" tanya Hao Lin. Ia merasa tidak terima ketika dibenci oleh Shu Hua.

"Karena aku membencimu saja!" jawab Shu Hua.

"Setidaknya kamu harus punya alasan untuk membenciku!"

"Memangnya alasan itu harus ada?"

"Tentu saja!"

"Kalau begitu... alasanku membencimu itu karena aku membencimu!"

Shu Hua tidak ingin berbicara lebih lama lagi dengan Hao Lin. Shu Hua langsung naik ke atas kuda, bersiap untuk kembali ke kediaman Xiao Yan.

"Shu Hua, kamu mau ke mana? Setidaknya perjelas dulu masalah ini! Aku merasa sangat tidak adil! Apa kesalahanku sampai kamu tidak suka kepadaku? Aku dan Xiao Yan sama saja. Kami berdua sama-sama menolongmu dan Li Hua. Tapi, kenapa kamu memperlakukan kami berbeda? Ini tidak adil!"

Hao Lin benar-benar sangat cerewet, terus bicara tentang betapa tidak adilnya perlakuan Shu Hua kepada dirinya. Namun, berapa kalipun Hao Lin bertanya kepada Shu Hua, Shu Hua tidak memberikan jawaban yang Hao Lin inginkan.

Pertanyaan Hao Lin terus berulang sampai mereka akhirnya sampai di kediaman Xiao Yan. Namun saat baru sampai di depan gerbang, Hao Lin dan Shu Hua sudah menyadari ada sesuatu yang tidak beres.

Hao Lin dan Shu Hua cepat-cepat turun dari kuda mereka masing-masing, masuk ke dalam rumah yang halamannya tampak berantakan. Para pelayan dan budak tampak sangat gelisah; dan saat Hao Lin datang, mereka bersujud memberi hormat.

"Apa yang terjadi di sini? Di mana Xiao Yan?" tanya Hao Lin.

"Izin menjawab Pangeran. Pangeran Agung Xiao Yan tadi pagi ditangkap oleh utusan Yang Mulia Ratu Shen Wanqing. Dan bersama Pangeran Agung, Nona Li Hua juga ditangkap," jawab salah seorang pelayan.

"Kakakku?! Kenapa mereka menangkap Kakakku?!" Shu Hua marah sekaligus cemas saat mengetahui jika sang Kakak telah ditangkap.

"Keduanya dituduh telah berencana untuk membunuh Kaisar dengan obat buatan Nona Li Hua."

"Obat?" Shu Hua mengingat kembali kejadian kemarin. "Obat itu bukan racun! Itu obat sungguhan! Kakakku membuatnya dengan susah payah! Tapi apa yang mereka lakukan sebagai balasan? Tuduhan pembunuhan?! Biar aku bunuh mereka semua!" Shu Hua hilang kendali, ingin langsung pergi, tetapi Hao Lin mencegah Shu Hua, berusaha menahan Shu Hua.

"Shu Hua, tenang."

Shu Hua tak ingin dengar, dia dengan sekuat tenaga melepaskan diri dari genggaman Hao Lin. Dan beberapa saat, tiba-tiba Shu Hua berhenti memberontak, tiba-tiba ia sadar akan sesuatu.

"Tidak ada orang lain yang tahu tentang siapa yang membuat obat itu. Hanya aku, Xiao Yan, Kak Li Hua dan kamu, Hao Lin. Hanya kita berempat yang tahu. Dan tidak mungkin salah satu dari kita membocorkan rahasia itu. Dan di masa ini, dinding pun bahkan punya telinga..." Shu Hua menatap tajam para pelayan dan budak yang ada di tempat itu.

Dengan wajah yang tampak sangat marah, Shu Hua berdiri tegak, kemudian memanggil senjatanya.

"Pedang!" teriak Shu Hua, dan pada detik berikutnya, sebuah pedang muncul di dalam genggaman tangan Shu Hua.

Ini adalah pertama kalinya orang lain melihat kemampuan itu. Mereka semua takut dan juga kagum dengan apa yang baru saja mereka lihat.

"Shu Hua, apa yang kamu lakukan?" tanya Hao Lin.

"Aku berikan waktu sepuluh detik. Jika salah satu dari kalian tahu siapa yang membocorkan informasi itu, aku akan lepaskan nyawanya. Jika tidak... kalian semua akan aku bunuh!" Shu Hua mengancam, dan ancaman itu bukan ancaman kosong. Dia benar-benar serius dengan ancaman itu.

"Shu Hua, kamu tidak serius 'kan?" tanya Hao Lin.

"Aku selalu serius jika menyangkut keselamatan Kakakku, Hao Lin! Dan lebih baik kamu tidak ikut campur. Jika tidak mungkin aku juga akan melukaimu!" seru Shu Hua.

"Sepuluh..."

"Sembilan..."

"Delapan..."

"Tujuh..."

Para pelayan dan budak tampak takut, saling menatap satu sama lain dengan gelisah dan cemas.

"Enam..."

"Lima..."

"Emp--..."

"Dia! Dia yang memberitahu pada pelayan Ratu!" salah seorang pelayan berteriak, mengungkapkan siapa yang telah membocorkan informasi itu.

Ternyata dia adalah pelayan yang bertugas membantu Li Hua. Padahal Li Hua sangat percaya kepadanya.

Pelayan itu kini telah tertangkap basah. Dia bersujud memohon ampun kepada Shu Hua, tetapi Shu Hua tak kenal ampun; saat dia telah mengatakan akan membunuh orang itu, maka dia akan benar-benar membunuh orang tersebut!

"Ini bayaran atas semua kerja kerasmu! Demi uang kamu mengkhianati Kakakku! Sekarang matilah demi uang itu juga!"

Ssstttt!

Dengan satu tebasan, kepala pelayan itu terlepas dari tubuhnya. Semua orang di tempat itu berteriak ketakutan. Dan bahkan Hao Lin pun tak bisa bergerak saking kagetnya.

Tanpa melihat ke belakang lagi, Shu Hua dengan pedang, tangan dan wajah yang terkena bercak darah langsung naik ke atas kudanya, langsung melaju ke istana. Dan saat ia telah tiba di depan gerbang istana, Shu Hua langsung menerobos masuk, menebas semua kepala yang mencoba menghalangi jalannya.

Dalam sekejap mata, Shu Hua memutuskan banyak kepala banyak orang. Shu Hua benar-benar menggila dan tak terkendali! Dia menerobos masuk ke Istana Kekaisaran tanpa takut apapun!

-Bersambung-

1
Chen Nadari
mampir Thor
SecretS
Up lagi kak, besok aja langsung double 5 eps 😄😄😄 sekarang istirahat yang cukup aja kak, tapi cerita kakak Sungguh seru loh, oh ya Aku penasaran apa Li Hua sama Shu Hua itu anak dari orang penting kok sampek diburu terus 🙏😄😄
SecretS
Lanjut kak 😆😆😆, shu hua bakal tau ngak kalau kakak Li Hua nya pingsan, Tolong up lagi kak 🙏🙏🙏
Sungguh penasaran pasti shu hua bakal ngecincang Hao Lin dan Xiao Yan bakal kena nih 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!