Ketika Aisyah terjebak di Shanghai sebagai seorang imigran gelap, ia tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah karena dua bersaudara dari keluarga Lin.
Lin Zhao memberinya rasa aman dan cinta yang tak pernah ia duga.
Sementara Lin Chou justru memberinya ancaman, kebencian, dan luka.
Namun siapa sangka, di balik semua kebencian itu tersimpan rahasia masa lalu yang mampu menghancurkan segalanya.
Tentang cinta yang tertinggal.
Tentang janji yang gagal ditepati.
Dan tentang seorang perempuan... yang memilih pergi setelah diam-diam menyelamatkan keluarga yang telah menyakitinya.
Di antara dua negara, dua budaya, dan dua hati yang dipertemukan takdir.
apakah cinta cukup kuat untuk melawan luka masa lalu?
Atau justru penyesalan akan datang... saat semuanya sudah terlambat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 03
Lin Zhao telihat melamun hal itu membuat kakaknya langsung curiga dan tahu bahwa adiknya tengah menyembunyikan sesuatu.
Belum sempat bertanya Xioyi tiba tiba mendekati pamannya itu..
"Shūshu……nín zěnme cái lái??WǑ hěn xiǎng nín.”( Paman.. Kenapa baru datang?aku merindukan Paman.)" ucapnya sembari berlari memeluk Pamannya itu.
Lin Zhao memeluk kembali keponakannya itu
Xioyi adalah satu-satunya orang yang mampu meluluhkan hati Lin Chou. Bahkan saat kemarahan menguasainya, satu tangisan kecil dari putrinya mampu meruntuhkan semua amarah itu.
"Maaf Paman ada pekerjaan. Jadi Paman baru bisa pulang untuk berkunjung.." Lin Zhao yang langsung menggendong keponakannya itu dan melihat senyuman di wajah Xioyi membuat ada sedikit senyuman dibibir Lin Chou..
Lin Zhao bermain bersama keponakannya itu hingga waktu menunjukan pukul enam sore. Dan setelah berpamitan Lin Zhao memutuskan untuk pulang kerumahnya karna khawatir terjadi sesuatu kepada Aisyah.
"Xioyi.. Paman pulang dulu ya. Nanti kalau Paman gak sibuk Paman akan datang untuk mengunjungi Xioyi lagi."
Xioyi mengangguk dengan patuh. setelah itu Lin Zhao pun pergi dan sebelum pulang dia memutuskan untuk membeli beberapa makanan..
Lin Zhao bingung mau membeli makanan apa karena dia sendiri tidak tahu Aisyah suka makan apa?
"Aku beli Babi panggang saja. Pasti kalau makan daging dia akan suka.."
Lin Zhao memesan beberapa hidangan berbahan dasar babi tanpa tahu bahwa Aisyah adalah seorang muslim yang bahkan tak bisa menyentuh makanan itu...
******
Sesampainya di rumah Lin Zhao menaruh paperbag keatas meja. Lalu memanggil Aisyah untuk makan bersama...
"Aisyah.. Sini kita makan bersama?" panggil Lin Zhao dengan datang namun pengertian..
Aisyah pun mendekati Lin Zhao kemudian menatap bungkusan diatas meja, dia tak berani menyentuh makanan itu karena pada bungkusnya terlihat gambar babi..
"Maaf aku tak bisa menyentuh makanan ini." ucap Aisyah dengan sedikit memundurkan tubuhnya..
Tatapan Lin Zhao pun tertuju pada Aisyah yang nampak mundur melihat makanan yang dia bawa. Dalam hatinya dia berkata apakah wanita itu tidak menyukai makanan yang dia bawa?
"Kanapa?"tanyanya serius...
"Aku seorang muslim.." jawab Aisyah lirih.
Dalam keyakinanku, makanan seperti ini haram. Jadi maaf... aku tidak bisa memakannya."
Mata Lin Zhao pun membulat,Baru kali ini dia tahu bahwa ada seseorang yang tak bisa menyentuh makanan seenak itu.
Ternyata Lin Zhao merasa bahwa dia belum memahami Aisyah dan juga tentang budaya Indonesia. Dulu juga dia ingat betul bahwa kak Alesya juga tidak memakan itu karena dia muslim...
"Oke,,Sorry saya tidak tahu jika kamu tidak makan ini.." Lin Zhao pun menyingkirkan paperbag yang ada diatas meja dan menyimpannya..
"Maaf,,aku bukannya menolak makanan pemberian darimu,tapi adat dan budaya kita berbeda. Aku adalah seorang muslim dan aku tidak bisa menikmati makanan yang kamu sajikan. Aku berharap kamu tidak akan marah.."
Aisyah menatap wajah Lin Zhao sekilas melihat laki laki itu diam membuat Aisyah merasa sedikit tidak enak hati.
"Maaf.." ucapnya lagi.
Lin Zhao menatap wajah Aisyah dari dekat dan melihat sorot mata yang indah membuat jantungnya seketika berdetak lebih kencang dari biasanya.
"Gak apa apa. Lagipula benar apa yang kamu katakan. Kita adalah dua orang yang berbeda. Beda negara,beda bahasa,beda budaya dan beda keyakinan dan aku yang minta maaf karna tidak tahu.."
Lin Zhao tersenyum, telihat barisan gigi putih yang sangat rapi membuat jantung Aisyah merasa sedikit kurang nyawan.
"Lalu jika kamu tak makan itu kamu makan apa?" tanyanya kemudian.
"Aku bisa masak apa yang bisa aku makan. Apa kamu mau mencoba masakan aku?"tanya Aisyah dengan percaya diri.
Lin Zhao mengangguk dan tak lama kemudian tersaji dua piring nasi goreng hangat diatas meja.
Aroma nasi goreng memenuhi ruangan, membuat rumah yang tadinya terasa asing itu perlahan berubah menjadi hangat.
Keduanya pun menikmati dengan lahap,bahkan Lin Zhao memuji makanan yang dibuat oleh Aisyah..
"Ini sangat enak aku suka.."ucapnya tanpa sadar,senyumannya selalu terlihat di wajah Lin Zhao membuat hati Aisyah merasa nyaman dan yakin bahwa Lin Zhao adalah laki-laki baik yang akan bisa menolongnya...
Setelah selesai makan Lin Zhao meminta izin untuk pergi sebentar mengambil sesuatu. Dan Aisyah pun sendirian dirumah besar itu.
Tiba tiba saja ada sepasang mata yang menatap rumah itu dari kejauhan. Dia tahu jika Lin Zhao baru saja pergi namun dia melihat bahwa sepertinya ada seseorang didalam sana.
"Kenapa lampu dirumah ini menyala Bukankah dia pergi?" Lin Chou pun bertanya-tanya.
Lin Chou masuk kedalam rumah itu dan terkejut melihat rumah itu sangat rapi. Tak seperti tiga hari yang lalu. Rumah itu dulunya selalu berantakan dan tak terawat. Lin Zhao selalu menolak jika ada orang yang membedakan barang barangnya namun kini rumah itu terlihat sangat rapi..
Tiba tiba saja dia melihat seorang wanita asing ada dirumah adiknya itu.
Matanya tertegun dari jauh melihat seorang wanita yang sangat familiar untuknya. Wanita yang nyaris sama persis dengan wanita yang pernah menjadi istrinya itu.
"Siapa kamu....." suara berat itu menggema di seluruh ruangan.
Lin Chou mendekati wanita itu dan tatapannya seolah berhenti dan terpaku pada wajah wanita itu..
Tubuh Lin Chou membeku.
Seolah waktu berhenti berputar.
Darah di tubuhnya terasa mengalir mundur ketika wajah itu kembali muncul di hadapannya,wajah yang selama bertahun-tahun menghantui tidurnya..
Tatapan Lin Chou turun perlahan.
Berhenti pada liontin di leher Aisyah.
Matanya membesar.
Tangannya bergetar.
"Dari mana kau mendapatkan liontin itu?"
Terkejut,marah dan telihat ada api emosi yang membakar laki laki itu.
"Ini.. Ini...." jawab Aisyah terputus.
"Kakak.. Hentikan dia hanya menumpang sementara disini?" tiba-tiba suara Lin Zhao terdengar dari belakang Aisyah membuat wanita itu merasa sedikit aman.
Tatapan Lin Chou tertuju pada adiknya yang ternyata menyembunyikan sesuatu..
"Siapa wanita itu?"tanyanya nyaris tanpa ekspresi..
"Dia Aisyah.. Dia dari Indonesia namun semua dokumennya hilang dia gak punya tempat tinggal..."
"Indonesian."
Satu kata itu cukup untuk membuka kembali luka yang selama ini ia kubur rapat.
Dan untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun Lin Chou merasa takut.