NovelToon NovelToon
Me Vs Police

Me Vs Police

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:511.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nad Nanad

kisah seorang dokter internship yang bertemu dengan seorang polisi yang menurutnya sangat menjengkelkan dan terjebak pernikahan dengannya akibat kejadian suatu malam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nad Nanad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 13

Anna menangis sesenggukan dibalik pintu kamar itu, entah mengapa ada rasa sakit saat melihat Dean sedang bercengkrama dengan perempuan lain. Mungkinkah ia mulai jatuh cinta pada Dean? Namun rasa gengsinya menutupi semua itu lalu ia bangkit dan seolah-olah ia tidak peduli dengan Dean.

***

"Bapak mau kerja hari ini?" Tanya Anna saat melihat Dean sedang mengenakan pakaian dinasnya.

"Iya sayang". Jawab Dean pada Anna yang membuat Anna bingung baru kemarin ia terlihat kesal dengannya.

"Oh kalo gitu saya juga mau kerja hari ini." Ucap Anna lalu ingin bersiap-siap

"Saya anterin!"

"Ya iyalah ya kali saya jalan kaki motor saya kan masih di rumah." Jawab Anna lagi sambil melangkahkan kakinya ke dalam kamar mandi.

Dean hanya terkekeh pelan dibuatnya.

Dalam perjalanan Dean selalu mengajak Anna bicara entah itu urusan pekerjaan atau hal lainnya namun Anna hanya menjawab seperlunya saja. Dan tiba-tiba terlintas dalam benak Anna ingin menanyakan siapa perempuan kemarin yang bersama Dean itu.

"Pak, perempuan yang kemarin sama bapak itu siapa sih? Kok nempel-nempel banget sama bapak".

"Kenapa? Kamu cemburu?" Ujar Dean membalikkan pertanyaan yang membuat Anna terdiam.

"Gak saya gak cemburu, emang cemburu ada manfaatnya? Terserah bapak mau sama siapa aja saya gak peduli." Ujar Anna mengelak.

"Terus kenapa nanya-nanya kalo gak cemburu?"

"Ya saya pengen tau aja siapa tuh cewek ganjen yang berani nempel-nempel sama suami orang."

"Tuhkan cemburu." Sahut Dean lalu menghentikan mobilnya saat sudah sampai tujuan yaitu rumah sakit tempat Anna kerja.

"Kenapa berhenti?" Tanya Anna yang belum sadar jika sudah sampai.

"Gak mau turun? Masih nyaman berdua sama saya?"

Anna melihat sekelilingnya dan benar ini adalah rumah sakit ia pun bergegas turun lalu melangkahkan kakinya untuk masuk.

"Tunggu." Cegah Dean pada Anna dan bergegas pulanuntuk turun dari mobilnya.

"Kenapa?".

"Gak mau salim dulu sama suaminya?"

Anna tampak berfikir sejenak, lalu mengiyakannya.

"Hmm ... oke." Ucap Anna lalu menarik tangan Dean dan menciumnya sekilas.

"Udah kan? saya mau masuk dulu." Ucap Anna lagi.

"kiss?" Ujar Dean sambil menaik turunkan alisnya.

"Jangan minta aneh-aneh deh pak, ini tempat umum gak malu apa." Jawab Anna

"Oh kalo di rumah gak apa-apa dong."

"Yang waras ngalah, daripada ngomong hal yang unfaedah sama bapak, mending saya pergi." Ujar Anna lalu melangkahkan kakinya dengan cepat.

Tapi diam-diam Dean mengikutinya masuk ke dalam.

Saat menuju ruangannya, tiba-tiba Anna berpapasan dengan Dirut rumah sakit lalu ...

"Pak Andrean?" Ucap Dirut yang bernama Hanan itu.

"Andrean? Bukankah itu nama pak Dean?". Anna bergumam sendiri lalu membalikkan badannya dan benar saja ada Dean di belakangnya dan sedang tersenyum padanya.

"Untuk apa dia mengikutiku?". Gumam Anna lagi lalu menunggu percakapan mereka selesai karena hari ini jadwal shiftnya satu jam lagi, Anna memutuskan untuk duduk di kursi tunggu pasien.

Selesai bercengkrama dengan Dean Pak Hanan pun berpamitan untuk segera bekerja kembali kemudian Dean berjalan ke arah Anna yang masih duduk di tempatnya.

Anna segera berdiri dan mulai mengintrogasi Dean.

"Bapak ngikutin saya kan?"

"Saya gak ngikutin kamu, saya kesini cuma mau ngecek keadaan disini aja." Jawab Dean yang membuat Anna bingung.

"Ngecek?"

"Iya karena berhubung pak Hanan tadi sudah memberi tahu keadaan rumah sakit ini, jadi saya gak perlu repot-repot ngecek sendiri."

"Emang bapak ini sebenarnya siapa sih? kok bisa kenal sama pak Hanan? dan untuk apa ngecek rumah sakit ini?"

"Kamu belum sepenuhnya tahu tentang saya," Ucap Dean tersenyum lalu melanjutkan kata-katanya.

"Saya pemilik rumah sakit ini dan saya percayakan pada pak Hanan untuk mengurusnya."

Anna hanya melongo tak percaya ternyata dia adalah istri dari seorang pemilik rumah sakit terbesar di kota ini. Ia berfikir Dean adalah manusia misterius tidak ia ketahui jelas apa profesinya itu.

"Kenapa diam?" Tanya Dean saat melihat Anna hanya terdiam.

"Beneran pak?" ujar Anna yang bertanya balik.

"Kan sudah saya bilang waktu itu kalau saya mau cerita semua tentang saya ke kamu tapi kamu bilang kalau saya itu pamer."

"Ebuset oh aja sih." Jawab Anna seolah tak peduli.

Dean memperhatikan keadaan sekitarnya lalu saat memastikan bahwa lorong itu ia lalu mengecup kening Anna dengan lembut dan sang empunya hanya diam mematung.

"Semangat kerjanya sayang, nanti saya jemput." Ucap Dean lalu berlalu meninggalkan Anna yang masih mematung namun suara Ify yang membuyarkannya dari lamunan.

"Ciee yang dianterin suami." Goda Ify pada Anna.

"Apaan sih Fy, udah ah aku mau kerja dulu." Jawab Anna lalu melangkahkan kakinya.

"Ehem ehem btw tadi pada ngapain yak?"

Anna membulatkan matanya, jangan-jangan Ify melihat itu semua tadi.

"Kamu liat?" Tanya Anna.

"Gak sengaja, hehe." Jawab Ify cengengesan yang membuat Anna malu.

"Eitss gak usah malu gitu dong, aku aja iri sama kamu An kapan sih si bang satmu itu datang lamaran ke rumah." Ucap Ify memanyunkan bibirnya.

"Sejak kapan seorang Davichy Aletta jadi ngebet nikah?"

"Aku kan pengen kayak kamu gitu An tiap pagi dianterin kerja terus dijemput lagi apalagi adegan kayak tadi itu uwwu>< tau gak aku jadi baper sendiri." Ujar Ify heboh sendiri.

"Kamu suka sama suami aku? ambil aja." Ucap Anna yang mendapat jitakan dari sang sahabat.

"Eh suami kamu udah nyaris sempurna udah ganteng, perhatian, baik lagi, jangan sia-siain woi kalau dia ntar diambil orang beneran nanti kamu nanges, lagipula aku kan udah punya si bang Sat, meskipun ia rada-rada stres tapi aku sayang."

"Terserah kamu lah udah ah nanti aku telat lagi."

***

Anna masuk ke ruangan serta putih itu lalu duduk di kursinya sambil menunggu para pasien-pasiennya datang kepadanya, kali ini ia ditemani oleh suster Arni.

Saat jam istirahat kerjanya, Anna memutuskan ke kantin rumah sakit sekedar mengisi perutnya. Namun tiba-tiba Ify datang dan menyodorkan sebuah kotak bekal berwarna pink.

"Dari siapa?" Tanya Anna yang bingung.

"Tadi suami kamu, tadi kesini tapi kamu masih sibuk jadi dia titipin ini ke aku buat kamu." Jawab Ify

Lalu tiba-tiba pesan WhatsApp masuk ke Handphone Anna dari nomor tak dikenal dan setelah ia scroll pesan lainnya, ternyata itu adalah nomor WhatsApp Dean yang sampai sekarang belum ia save.

082196xxxxx

[Jangan lupa dimakan! itu ibu yang buat khusus mantunya]

Anna membaca pesan itu sambil tersenyum ternyata ibu mertuanya itu begitu perhatian padanya, bayang-bayang tentang mertua jahat yang selalu Anna pikirkan ternyata tidak seperti itu.

"Kenapa senyum-senyum?" Ify menyenggol lengan Anna.

"Eh kita makan bareng aja." Ajak Anna pada Ify namun Ify menggeleng dengan cepat.

"Itu makanan khusus dari suami kamu, berarti itu cuma untuk kamu, lagi pula aku sudah memesan makanan tadi di kantin."

"Kalau gitu aku ikut kamu ke kantin ya."

"Yaudah ayo."

Merekapun berjalan menyusuri lorong-lorong rumah sakit menuju kantin, di tengah perjalanan orang-orang disana sedang membicarakan seseorang dengan hebohnya.

"Eh tau gak? tadi ada Pak Pol ganteng kesini terus bawa-bawa kotak makan lagi, Huaaa kira-kira dia bawain buat siapa ya? Jangan-jangan dia mau cari jodoh disini lagi." Ucap salah satu dokter perempuan yang kira-kira seumuran dengan Anna.

"Semoga dia kepincutnya sama aku." Ucap salah satu rekannya lagi yang membuat hati Anna panas dengan pujian-pujian yang mereka lontarkan kepada siapa lagi kalau bukan Dean.

Sepanjang perjalanan, hanya cerita tentang 'Pak Pol ganteng pembawa kotak makan' saja yang mereka perbincangkan hingga membuat Anna semakin cemburu. Dan rata-rata itu adalah dokter-dokter yang masih baru seperti Anna.

"Kamu dengar sendiri kan? Suami kamu itu banyak yang ngincer jadi jangan disia-siain." Bisik Ify di telinga Anna yang membuat Anna terdiam, betul juga apa yang dikatakan katakan Ify itu.

To be Continued ....

Semoga cepat diriviewnya gak kayak kemarin kelamaan jadi sampai dikira ceritanya udah gak lanjut lagi:)

1
Dwi Ratnaningsih
part 41-43 mana nih
Ridho Widodo
sip simple..
thor...
Ridho Widodo
ana istri goblok.g jujur..sok nutupi mantan pacar pengganggu..cerein aja dean....
sumiati
lanjoot donk thoor
Nurhayati Nia
aku mampir thorr
Hartini Bayu Pratama
lanjut,thor
Sadiah Syarief 🐻😸: next kk
total 1 replies
Maizuki Bintang
lagi thor
rahima humaira(bundae rizky)
tetep semangat thorrr
rahima humaira(bundae rizky): insya allah klw da wktu luang
total 2 replies
bakri Rjaya cell
lanjut thor
Maizuki Bintang
bgs
husnul
lanjut kak syang bgt klo gak d lnjutin 😁 suka ma cerita nya mski gak selesai tetep aj d bca bolak blik dan berharap d selesaikan 🤭
husnul: harus kak semangat buat revisi sm lnjutin cerita nya y 🤗
total 2 replies
indri ramadani
cerita nya di lanjut tor,,.
Nad Nanad (hiatus): Siap, bakalan saya baca ulang dulu soalnya udah lupa sama alurnya hehe...
total 1 replies
Elmiyati
thor tokoh anna jangan dibuat cengeng ,nggak asik dikit2 nangis kyk ank kecil aja
Arie Chrisdiana
suami yg sabar banget tlg anna klau bicara sm suami jgn kasar2, sesabar2nya org ada batasnya nanti klau ditinggal br nyesel dech
Azlen Haslina
luar biasa
Anna Susiana
aku mampir menyimak cerita ini, banyak up nya ya biar tambah seru
Nadia Krismayanti
lanjut donk thor ceritanya bagus, saya nunggu" pas bka gx up up up.
ErNa Nur AnNisa
ceritanya padahal bagus bngt lho Thor
knpa g dilanjutin kisahnya Dean sm Anna
👍🤗
Yuliana Susanti
lanjut lah knp Hiatus pdhal critanya bagus Lo, penasaran banget gimn akhir nya lanjut lah
Mmh Gio
iiih ngga usah kaya gitu kenapa thur. serem banget..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!