NovelToon NovelToon
Terpaksa Menjadi Istri Kontrak

Terpaksa Menjadi Istri Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Bad Boy
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: annin

"Saya tidak mau nikah kontrak, Pak. Saya mau pernikahan ini berjalan sebagaimana mestinya ...." Rea terdiam sejenak. Mengambil napas sebelum ia melanjutkan kalimatnya. Sebuah kalimat yang mungkin akan ia sesali seumur hidupnya.

Bagaimana tidak. Tidak ada yang ingin menikah untuk bercerai, tapi Rea melakukannya.

" ... tapi, kapanpun Pak Dewa ingin menceraikan saya. Saya akan siap."

_________________________________________________

Demi biaya keluarganya di kampung, Rea rela menerima tawaran untuk menjadi istri sementara seorang aktor terkenal—Dewangga Rahardian. Awalnya ia meyakinkan diri semua akan mudah, karena Dewangga menjanjikan bahwa ia tak akan pernah menyentuh Rea dan akan menceraikan Rea dalam waktu dekat. Pun kompensasi yang akan Rea terima nantinya bernilai cukup fantastis bagi Rea yang merupakan anak kampung.

Namun, seiring waktu apa yang Dewa janjikan tak pernah terjadi. Pria itu lebih suka menyiksa Rea dengan membelenggunya dalam ikatan pernikahan palsu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 13

Dari Boyolali mereka masih harus menempuh kurang lebih delapan jam perjalanan lagi untuk sampai di Jakarta. Hari sudah terang saat mobil yang mereka sewa berhenti di depan sebuah gedung pencakar langit.

Layaknya orang kampung yang belum pernah menginjakkan kakinya di Jakarta, Rea menatap kagum ke sekeliling. Usai mobil yang mereka sewa pergi, ketiganya justru terdiam dan saling tatap.

"Lo serius, Wa, mau nyuruh Rea tinggal di apartemen gue?"

"Ya serius lah. Emangnya mau tinggal di mana lagi? Di rumah gue nggak mungkin, kan?"

"Lo kan punya apartemen nganggur."

"Kalau gue suruh Rea di situ, bisa-bisa ada gosip baru lagi menyerang gue. Lo kayak nggak tahu wartawan aja."

Luky nampak berpikir sejenak. Akhirnya ia mengangguk pasrah. Mengantar Rea naik ke apartemennya.

Begitu pintu terbuka, bau menyengat langsung tercium. Aroma tidak sedap tentunya.

Luky berlari menyelamatkan harta bendanya yang berserakan.

"Sorry, Rea, tempatnya emang ekstrim," ujar Luky sembari memungut c*lana dalam dari sofa.

Rea hanya tersenyum tipis.

Dewa mengajak Rea masuk dan duduk. "Sementara lo tinggal di sini dulu, biar Luky tidur di kantor. Nanti kalau kita udah nikah, lo baru tinggal di rumah gue."

Rea mengangguk saja. Lagi pula tak ada yang bisa ia lakukan selain menerima apa pun perintah Dewa.

"Soal makan, lo pesen aja secara online. Nanti gue transfer biaya makan lo. Kalau ada apa-apa lo hubungi gue segera atau Luky."

Rea mengangguk lagi.

Usai Luky sedikit membereskan kamar apartemennya, Dewa pamit. Untuk malam ini Dewa mengajak Luky tidur di rumahnya.

Rea mulai berdiri setelah dua pria itu pergi. Ia membawa tas berisi baju miliknya ke kamar yang tadi ditunjukkan Luky. Apartemen Luky ada dua kamar, satu kamar utama untuk Luky tentunya, dan satu lagi kamar yang akan Rea tempati.

Rea menaruh tasnya tepat di ujung ranjang. Ia mengambil ponsel miliknya untuk melihat pesan yang masuk.

Ada laporan kredit ke rekeningnya. Di aplikasi Whatsapp ada pesan dari Dewa.

[Buat beli kebutuhan lo]

Entah kenapa perasaan Rea tidak seperti biasanya saat ia menerima uang. Bahagia. Rea tak bisa menjelaskan, tapi rasanya sangat berbeda. Padahal uang yang Dewa kirim tidak lah sedikit. Untuk biaya kebutuhan dia saja Dewa mengirim dua kali lipat dari gaji Rea bekerja sebagai housekeeping.

Ia membuka pesan lainnya setelah mengucapkan terima kasih pada Dewa lewat balasan pesan. Ada pesan dari Bayu dan Hana. Keduanya sama-sama menanyakan keadaan Rea saat ini.

Rea menarik napas panjang. Ia tak punya banyak teman dekat. Sejak bekerja, hanya Hana yang dekat dengannya.

Ia menatap sekeliling kamar. Sepi. Sama seperti hatinya saat ini. Tak ada kebahagiaan. Padahal di rekening Rea ada banyak sekali uang. Bahkan uang itu bisa digunakan untuk biaya hidup setahun lebih tanpa bekerja. Anehnya, semua terasa semu. Apa karena ini hasil menggadaikan masa depannya.

*****

Baru pulang dari Surabaya, malam ini Dewa sudah harus syuting acara talk show. Padahal badan masih capek, tapi ini semua resiko pekerjaan. Lagi pula prinsip Dewa selama ia laku, ia akan kerjakan apa pun yang bisa ia lakukan. Mumpung masih muda. Luky mengantar Dewa ke studio.

Dalam acara itu pemandu acara sengaja memancing Dewa tentang hubungan gelap Dewa dengan seorang selebriti yang sudah berumah tangga. "Jadi gimana nih, suka yang gadis apa janda?"

Dewa melempar senyum ramah, menjawab sembari bercanda. "Terserah Allah aja mau ngasih jodohnya gadis atau janda."

Jawaban Dewa memang cari aman tapi pemandu acara tak menyerah. Ia terus melempar tanya yang memancing soal skandal yang beredar.

Namun, Dewa sudah terlatih untuk menghadapi situasi seperti ini. Lagi pula ia sudah punya solusi agar skandal ini tak lagi jadi bahan gosip di media. Dengan tenang dan santai Dewa menjawab setiap pertanyaan pemandu acara.

Sementara itu, Rea yang tanpa sengaja menyalakan televisi melihat acara talk show Dewa. Ia tak melewatkan untuk lanjut menonton sampai habis. Selain ingin mempelajari karakter Dewa, ia juga ingin tahu tentang bagaimana Dewa menyikapi skandal yang ia hadapi.

Setelah acara selesai, sebuah pesan dari Dewa masuk.

[Besok lo pakai baju kayak gini]

Dewa mengirim gambar tetang baju yang harus Rea pakai besok pagi untuk bertemu calon ibu mertuanya. Rea sedikit terkejut, tapi lagi-lagi ia hanya bisa pasrah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!