Dianggap sampah karena kehancuran jiwa beladirinya, Keluarganya di asingkan dan bahkan hampir mati dengan tulang belakang yang hancur.
Namun tidak ada yang tahu…
Di dalam tubuhnya bangkit jiwa beladiri ganda legendaris yang belum pernah muncul di dunia ini.
Dengan kehidupan kedua di tangannya, dia hanya memiliki satu tujuan..
Menginjak semua orang yang pernah merendahkannya dan berdiri tak terkalahkan di bawah langit.
Tapi saat rahasianya perlahan terungkap, musuh yang datang untuk menghancurkannya semakin kuat…
Akankah dia menjadi penguasa tak terkalahkan, atau justru jatuh sebelum mencapai puncak?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jazzy bold, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Zhang Wugao Murka
Berita tentang kematian Zhang Ziyi dan dua pengawal pribadi keluarga Zhang membuat seluruh orang di keluarga Zhang heboh dan panik.
Sebab dalam sejarah keluarga Zhang selama ratusan tahun, ini adalah pertama kalinya ada yang berani membunuh keturunan garis utama keluarga Zhang.
Biasanya, meskipun keluarga Zhang juga memiliki konflik dengan desa lain, tidak pernah terjadi pembunuhan pada garis inti keluarga baik di keluarga Zhang atau keluarga dari desa lain.
Pagi itu, tiga jasad mereka ditemukan di kedalaman hutan oleh sekelompok pemburu yang masuk pagi hari. Ketiganya terbunuh dengan cara yang sama kepala terpenggal bersih dan semua harta mereka sudah raib.
Saat identitas korban diketahui, keluarga Zhang di desa Cansu langsung bergolak. Sebab yang meninggal adalah Zhang Ziyi, anak dari Zhang Wugao.
Meskipun Zhang Wugao masih memiliki satu anak lagi, namun dia sangat menyayangi Zhang Ziyi. Oleh sebab itu dia mengutus dua pengawal alam pembuka Meridian yang selalu melindunginya. Biasanya tidak pernah ada yang terjadi padanya, namun kali ini bukan hanya Zhang Ziyi yang tewas dengan kepala terpenggal, tapi dua pengawal yang di utus juga meninggal dengan cara yang sama, kepala mereka di penggal.
Di kediaman utama keluarga Zhang, Zhang Wugao berdiri di tengah aula dengan wajah gelap.
Saat mendengar kabar tentang kematian putranya yang paling dia sayang, kepalanya seolah tersambar petir. Dia merasa berita itu pasti tidak benar. Namun saat melihat jasad yang sudah dingin tanpa kepala di depannya, tubuhnya langsung bergetar tak terkendali. Bahkan dia meneteskan air mata.
"Cari tahu siapa yang melakukan ini." Zhang Wugao meraung pada semua pengawal di keluarga Zhang. "Aku tidak peduli berapa uang yang harus dikeluarkan, kalian harus menemukan pelaku yang membunuh anakku. Aku akan membalas mereka sepuluh kali.. Tidak." Zhang Wugao menggeleng. "Tidak cukup sepuluh kali. Aku akan menyiksa orang itu sedikit demi sedikit dan memotong anggota tubuhnya satu persatu hingga dia mengalami penderitaan yang ribuan kali sebelum aku membunuhnya."
Zhang Wugao menatap Kapten Peng yang ada di depannya dan seorang lelaki tua berjubah coklat. "Jika kalian tidak bisa menemukan pelakunya, aku akan menghukum kalian."
Kedua orang itu mengangguk dengan wajah ketakutan dan bergegas keluar mencari berita dengan cepat tanpa menunda.
Selama tiga hari berikutnya keluarga Zhang menghabiskan banyak uang membeli informasi dari berbagai jalur.
Mereka bertanya pada Pedagang informasi balai perdagangan Yuan, mantan penjaga, bahkan beberapa orang dari Organisasi Bayangan yang Zhang Wugao kenal untuk mengetahui siapa yang membunuh Zhang Ziyi.
Namun hasilnya mengecewakan, tidak ada berita yang jelas. Karena tidak ada saksi yang menyaksikan kejadian tersebut dan tidak ada jejak pertarungan antara pengawal keluarga Zhang dan si pembunuh selain bekas pertarungan mereka dengan beruang yang sudah terbunuh.
Satu-satunya informasi yang berhasil mereka kumpulkan yaitu pembunuhnya seorang pendekar pedang. Dilihat dari potongan di leher ketiga korban, jelas itu sayatan pedang. Karena sayatan saat kepala mereka terpenggal sangat tipis dan halus.
Selain itu pendekar pedang yang di cari melakukan pembunuhan dengan gerakan cepat yang hanya melakukan satu tebasan pedang tanpa bisa di tahan oleh dua pengawal alam pembuka Meridian. Saking cepatnya gerakan pembunuh, mereka bahkan tidak sempat menghunus senjata untuk melawan sebelum akhirnya terbunuh.
Brakk!
Suara meja yang di hancurkan terdengar di dalam ruangan.
Di aula kediaman Zhang Wugao, Zhang Wugao menatap laporan di tangannya dengan marah. Dia sudah menghabiskan banyak uang untuk menyelidiki pembunuh putranya namun tidak ada informasi apapun.
"Lu Zhang, bagaimana tanggapan ayahku?" Zhang Wugao menatap pria tua di depannya dengan wajah murung. Pria ini adalah pria yang beberapa hari lalu dia utus bersama kapten peng mencari informasi.
"Lapor pada tuan, kepala keluarga saat ini sedang bertemu dengan petinggi keluarga Zhang di kota Linbao untuk membahas masalah ini." Lu Zhang menjawab cepat dengan tubuh gemetar ketakutan.
Zhang Wugao menarik nafas dingin berusaha menenangkan diri.
"Menurutmu, dari ciri-ciri pembunuh yang menggunakan pedang, gerakannya cepat dengan satu pedang bisa membunuh alam pembuka Meridian tingkat kedua tanpa ada perlawanan, siapa yang bisa melakukan itu?"
Zhang Wugao menatap Lu Zhang dengan serius.
Lu Zhang memeras otak dengan keras memikirkan kemungkinan pelaku pembunuhan tuan muda keluarga zhang.
"Menurut dugaanku, ini tidak mungkin di lakukan oleh keluarga dari desa lain karena kita tidak memiliki konflik dengan mereka. Organisasi bayangan juga sudah mengatakan tidak ada yang memberikan tugas untuk membunuh tuan muda." Lu Zhang berkata.
"Kalau begitu, kemungkinan pembunuhnya dari kota Linbao atau mungkin kota Qingsan. Karena hanya dua kota itu yang bisa di bilang masih cukup dekat dengan hutan gunung Tuanling." Jawab Lu Zhang.
Zhang Wugao juga merasa hal ini masuk akal, karena hanya ini yang paling masuk akal. Namun mengingat itu seorang pendekar pedang, alisnya tetap berkerut. Karena sepengetahuannya, dia belum pernah mendengar ada pendekar pedang yang muncul.
Kultivator yang menggunakan pedang memang ada beberapa, tapi untuk melakukan pembunuhan dengan satu pedang yang sangat rapi tanpa perlawanan itu tentu hanya bisa di lakukan oleh pendekar pedang yang melatih diri dijalan pedang.
. . .
Berita kematian Zhang Ziyi dan dua pengawalnya juga sampai ke rumah kecil keluarga Zhang Zhenfeng.
Su Wanyue juga mendengarnya dari beberapa pelayan keluarga saat dia sedang lewat.
Malam itu saat makan malam, dia dan Zhang Zhenfeng memandang Zhang Tiangxia dengan ekspresi yang tampak sangat khawatir. Karena mereka tahu dengan jelas, Zhang Tiangxia sering pergi ke hutan Tuanling akhir-akhir ini.
"Zhang kecil." Zhang Zhenfeng meletakkan sumpit dan menatap putranya dengan wajah serius. "Zhang Ziyi dan dua pengawal alam pembuka Meridian di temukan meninggal dengan kepala terpenggal, harta yang mereka bawa juga di ambil seluruhnya. Untuk saat ini, sebaiknya jangan masuk ke hutan gunung Tuanling lagi, karena kami khawatir pembunuh itu menargetkan keluarga Zhang."
"Benar."
Su Wanyue menambahkan dengan nada yang tidak kalah seriusnya. "Siapapun yang melakukan itu, orang itu sangat berbahaya."
Zhang Yuer juga menatap kakaknya dengan wajah kecilnya yang polos lalu berkata, "Kakak, aku tidak perduli jika Zhang Ziyi sialan itu mati, tapi aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa."
Saat berbicara, dia menatap kakaknya dengan bola mata besarnya yang tampak berkaca-kaca.
Zhang Tiangxia merasa hatinya menjadi hangat begitu melihat keluarganya begitu perduli padanya.
Meskipun Zhang Tiangxia bukan pemilik tubuh asli ini, namun dia jelas sudah menganggap mereka sebagai keluarganya.
Ini juga pertama kalinya dia merasakan kehangatan keluarga yang bahkan di kehidupan sebelumnya tidak dia dapatkan karena dia hidup sebagai yatim piatu.
Zhang Tiangxia mengusap kepala kecil Zhang Yuer dan mengangguk pelan. "Baik, aku tidak akan pergi ke hutan Gunung Tuanling."
Dalam hatinya dia hanya bisa mendesah pelan, bagaimana jika adik dan kedua orang tuanya tahu bahwa pembunuh Zhang Ziyi dan dua pengawal alam pembuka Meridian adalah dia.
. . .