Seorang wanita dari jaman modern masuk ketubuh Permaisuri yang di jadikan pilar Kekaisaran, Dinny Winata.. umur 25 tahun, Dinny terkejut saat jiwanya di tarik paksa oleh cahaya yang datang ke tubuh nya
"Siapa kau?" tanya Dinny
"Aku jiwa yang dihianati dan di buang ke dalam jurang kebencian" jawab wanita yang persis dengan Dinny
"Apa mau mu? sampai menarik jiwaku yang sedang duduk di balkon" ucap ketus Dinny
"Hahaha... balaskan rasa sakitku, aku serahkan putriku dan putra untuk kau jaga, bukan nya kau di dunia ini hidup sendiri" ucapnya dengan nada penuh kebencian. Dinny menggerutu tidak jelas
"Tidak mau tiba-tiba punya anak, dsini aja aku masih single-single loh" jawab kesal Dinny. wanita yang menatap penuh kebencian langsung menatap penuh kerapuhan
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir kecerita Nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13
Sudah tiga jam mereka melakukan kan Ging gong, akhirnya mereka pun keluar dari hutan yang sudah menjebak mereka di dalam jurang itu. Mereka pun langsung melanjutkan perjalanan menggunakan kuda yang sudah disiapkan oleh kelima pengawal, mereka sengaja menyiapkan kuda untuk ketiga majikannya. bukan maksud mereka tidak ingin membawa kereta kuda tapi untuk mengurangi waktu mereka sengaja tidak memakai kereta kuda, dan laginya juga Permaisuri Ai Ning. tidak akan mau menaiki kereta kuda dan duduk bersantai di dalam kereta kuda tersebut nantinya.
"Kalian cukup pintar juga? membawakan kami kuda... kami cukup tidak nyaman dengan kereta kuda... jadi mulai sekarang kalian hanya perlu menyiapkan kuda untuk kepergian kami nantinya" ucap Permaisuri Ai Ning. kedua anak nya pun mengangguk, mereka setuju dengan apa yang ibunya ucapkan itu.
"Baik Yang Mulia... mulai sekarang kami akan membawa kuda, tapi setelah sampai kekaisaran hamba mohon. Yang mulia memakai kereta, agar para mata-mata yang mulia Kaisar Rui Ning. Tidak mengetahui kalau anda sudah kembali ke istana" ucap ketua pengawal. Permaisuri Ai Ning pun mengangguk, dan mereka pun langsung memacu kuda mereka untuk sampai ke pusat kekaisaran Ning.
Permaisuri Ai Ning memacu kudanya dengan baik, kedua anaknya pun sama lihai memacu kudanya mereka. para pengawal bayangan hanya bisa berdecak kagum kepada ketiganya, menurut mereka ibu dan kedua anak itu sangat luar biasa. bukan hanya lihai dalam Ging gong, tapi dalam memacu kudanya pun mereka begitu lugas.
"Aku kalau memiliki istri dan anak seperti yang mulia permaisuri dan putra mahkota juga tuan putri, Aku tidak akan pernah menyia-nyiakan mereka... Kaisar Rui Ning benar-benar bodoh..." gumam dalam hati ketua pengawal. dia benar-benar di buat semakin kagum dengan Permaisuri Ai Ning dan kedua anaknya.
Permaisuri Ai Ning terlihat seperti kesatria wanita yang begitu lihai. tidak lupa Nuning putrinya yang memakai warna yang sama dengan pakaian ibunya.
Mereka benar-benar terlihat begitu ideal, jangan lupa si tampan Ang Bei. Dia dia juga tidak kalah lihai dengan ibunya, Ang Bei memacu kudanya dengan cepat. tapi dia terus menjaga kedua wanita yang sangat penting dalam hidupnya itu.
"Mei mei... Kamu jangan terlalu banyak gerak agar tidak hilang keseimbangan, kalau kamu jatuh nanti terluka lagi" tegur Ang Bei. saat melihat Nuning yang begitu santai membuka minuman di dalam tas yang dia bawa.
"Baik kakak... aku hanya haus, apa kakak mau minum juga?" ucap santai Nuning. Ang Bei hanya menggelengkan kepala, dia tidak bisa berkata-kata lagi kalau adiknya itu sudah banyak tingkah seperti itu. sedangkan kelima pengawal yang berada di belakang Mereka pun hanya bisa meringis dengan kelakuan tuan putrinya.
"Hais... aku yang bertahun-tahun berlatih agar bisa mengimbangi kuda ketua pun, kalah santai dengan tuan putri" ucap nya ketiga rekannya pun mengangguk sedangkan ketua mereka hanya bisa menatap kagum kepada Tuhan Putri mereka. mereka tetap menjaga di belakang agar tidak terjadi apa-apa kepada ketiga majikannya itu.
Lima jam mereka memacu kuda dan, kereta yang sudah menunggu mereka pun sudah terlihat. Permaisuri Ai Ning pun melihat kearah ketua pengawal.
"Apa itu kereta yang kalian siapkan untuk kami?" tanya Permaisuri Ai Ning.
"Benar yang mulia... itu kereta yang disiapkan oleh ibu suri, untuk yang mulia juga putra mahkota dan tuan putri. kami hanya bisa mengikuti kalian dari, dan kami juga harus memastikan Kaisar Rui Ning... akan kembali besok pagi, agar ibu suri bisa menyiapkan kejutan yang akan di berikan kepada Kaisar Rui Ning" ucap tegas ketua pengawal. Permaisuri Ai Ning tersenyum mengejek, dia sudah tidak sabar ingin membuat suami dari pemilik tubuhnya itu, mati segan hidup pun tak mau. itu janji yang dia berikan kepada mendiang Permaisuri Ai Ning.
"Ho... ho... ternyata si brengsek itu akan kembali besok, aku sudah punya sabar ingin menghajar wajah busuk lelaki biadab itu" gumam hati Permaisuri Ai Ning. Ang Bei yang mendengar ayahnya akan kembali esok hari pun mengepalkan kedua tangannya.
"Aku akan membuatmu menyesal telah memiliki aku sebagai Putramu Kaisar Rui Ning....." gumam Ang Bei.
"Akan ku colok kedua matamu ayah... dan akan ku robek kedua telinga mau bibi" gumam Nuning.
Dendam membara di dalam hati ketiga orang yang dikhianati oleh lelaki yang sangat berarti dalam hidup mereka dulunya. apa yang akan dilakukan ketiganya itu, akan membuat hidup Kaisar Rui Ning mati segan hidup pun tak mau.
"Is... is... is... ibu dan kedua anaknya itu sangat kejam, Kalau kalian tidak bisa membuat lelaki brengsek itu menderita kita lemparkan saja dia, ke kandang hewan yang seperti kadal itu" ucap Yuyung.
"Kau itu bilang tuan dan anak-anaknya kejam... lalu kau apa?" ucap sinis kura-kura tua yang sedang duduk manis di kolam biru
"Diam kau kura-kura tua......
BERSAMBUNG.......
2 kaki = 10 kilo?
siapa yang batuk?? 🤭