NovelToon NovelToon
Benih Satu Malam Tuan Cassanova

Benih Satu Malam Tuan Cassanova

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:23.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Bayu Rangga Alexander, seorang pengacara handal yang banyak memenangkan kasus persidangna di usianya yang masih terbilang muda. Semuanya terlihat sangat sempurna, jika saja dia bukan seorang cassanova.

Bermain wanita hanya untuk kepuasan semalam sudah biasa dia lakukan. Alasannya hanya satu, dia tidak pernah mau terikat dengan siapapun. Menganggap jika semua wanita hanya akan menginginkan hartanya, Bayu tidak percaya akan ketulusan cinta.

Hingga suatu malam seorang wanita beranjak naik ke atas ranjangnya, menemani malamnya, memuaskannya, tapi sama sekali tidak meminta bayaran, hal yang membuat Bayu merasa aneh hingga dia cukup penasaran.

Wanita bernama Viona itu menolak kehadirannya, menolak keras untuk tidur kembali dengan Bayu meski pria itu akan membayarnya mahal. Dia memilih untuk pergi dan tidak berurusan dengan Bayu lagi.

"Aku tidak meminta bayaran, karena aku sengaja memanfaatkanmu untuk tidur denganku. Jangan ganggu aku lagi!"

"Sial wanita itu berani sekali menolakku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Velia Adalah Teman Hidupnya

Bayu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Beberapa kali memukul kemudi dengan kesal. Mengusap wajahnya frustasi, pertemuannya dengan Viona lagi nanti setelah sekian lama, malah membuatnya semakin kacau.

"Sial, kenapa aku sempat berharap menemukan dia dalam keadaan hamil atau sedang menggendong bayi. Aku akan percaya kalau dia mengatakan itu adalah anakku, tapi nyatanya dia hanya ingin menjatuhkan reputasiku sampai harus menyebarkan berita seperti itu"

Emosi Bayu meluap saat dia bertemu langsung dengan Viona tadi. Sudah jauh dia berharap dan berpikir jika mungkin memang benar Viona dalam keadaan hamil. Nyatanya di menemukan Viona masih dalam keadaan yang biasa. Bayu sempat dipatahkan harapannya sendiri. Dan yang lebih aneh, kenapa juga Bayu berharap untuk Viona hamil. Seperti dia memang siap untuk menjadi seorang Ayah dari anak yang di kandung Viona. Hanya Viona yang bisa membuat Bayu seperti ini.

"Sial, kenapa aku begitu memikirkan dia yang sudah jelas hanya ingin menjatuhkan reputasiku"

Bayu memukul kemudi, menekan klakson beberapa kali saat ada kendaraan lain yang menghalangi jalannya. "Sialan, kalau tidak bisa bawa mobil diam saja di rumah!"

Bayu marah, emosi pada siapapun dan apapun yang menghalangi jalannya. Seperti ingin menguasai jalanan ini. Amarahnya kuat, dadanya bahkan bergemuruh kencang. Pertemuan kembali dengan Viona adalah sesuatu yang membuatnya kacau.

Wanita itu benar-benar membuatku kacau!

Dering ponsel beberapa kali tetap Bayu abaikan, sampai di berhenti di sebuah jembatan. Keluar dari mobilnya dengan membawa rokok. Berdiri disana dengan sebatang rokok, hembusan asap yang mengepul di udara, wajah yang dingin, dan tatapan yang tajam. Semua orang seperti tidak ingin mendekatinya, aura Bayu sedang tidak baik-baik saja, amarahnya bisa meledak jika ada seseorang saja yang mengganggu. Dia butuh waktu untuk menenangkan pikirannya yang kacau.

"Arghhh.... Wanita sialan, kenapa kau membuat kacau hidupku!" teriaknya dengan menendang batu kerikil penuh kesal. "Sebaiknya kau tidak pernah masuk dalam hidupku, memang sebaiknya kau pergi dari hidupku"

Bayu menghembuskan asap rokok terakhir sebelum dia membuangnya dan menginjaknya dengan sepatu. Membuka ponselnya yang sejak tadi berdering namun dia abaikan. Melihat telepon dari Andreas yang berulang kali, Bara dan juga Byan. Namun, Bayu masih perlu waktu hingga mengabaikan semua telepon masuk itu. Ponselnya kembali bergetar, Byan yang kali ini menghubunginya. Merasa sudah lebih baik, Bayu menerima telepon itu.

"Kau dimana?"

"Ada apa? Aku butuh waktu"

"Ayahmu mencarimu, dia khawatir. Setidaknya kalau kau ingin berbuat gegabah, pikirkan perasaan Ayahmu yang selalu peduli padamu!" tekan Byan.

Bayu diam, mungkin memang benar ucapannya itu. Tapi Bayu hanya butuh waktu sendiri, dia butuh menenangkan pikirannya ini.

"Aku akan pulang sekarang"

"Baguslah, jangan membuat Ayahmu khawatir. Kau harus ingat kalau dia adalah orang yang paling peduli padamu"

"Ya aku paham"

Setelah sambuangan telepon di putus, Bayu memasukan ponselnya ke saku celana. Menghembuskan napas panjang sebelum berjalan ke arah mobilnya.

"Pilihannya hanya satu, tidak perlu aku memikirkan dia lagi. Lupakan dia dan hilang dari hidupnya lebih baik"

*

Viona menatap anaknya yang terlelap di gendongannya setelah menyusu. Wajah kemerahan itu yang entah kenapa mulai menenangkannya.

"Maafkan Ibu ya, karena tadi sempat meninggalkan Felia cukup lama. Velia akan aman bersama Ibu"

Mulai sekarang hidupnya hanya untuk anaknya. Kehidupan anaknya harus lebih baik, dia harus menjamin Velia tidak kekurangan apapun. Bukan harus mewah, tapi yang terpenting kebutuhannya tercukupi, bukan keinginan yang di dahulukan tapi kebutuhan.

Merawat bayi seorang diri, bukan hal yang mudah. Banyak hal yang dilewati, untuk bisa mandi saja sudah cukup beruntung. Viona hanya sibuk mengurus bayinya, makan sering terlambat, badan tidak terurus, dan wajah yang mulai kusam karena tidak lagi terawat. Namun, semua itu dia nikmati. Justru dengan hadirnya Velia dalam hidupnya, dia tidak lagi merasa kesepian. Suara tangisan bayi menjadi penghangat di ruangan yang biasa sepi dan sunyi ini.

Tiga bulan berlalu, Viona berhasil melewati fase new born dengan baik. Sekarang adalah waktunya dia untuk kembali ke rutinitas bekerja. Cuti tiga bulan sama sekali tidak terasa karena hari-harinya sibuk dengan merawat bayinya. Viona sudah menemukan seorang pengasuh yang mau menjaga Velia dari pagi sampai Viona pulang bekerja. Tidak menginap, karena Viona ingin saat dia di rumah waktunya full bersama anaknya.

Sebelum pergi bekerja, Viona memompa asi dan menyimpannya di lemari es. Dia akan berusaha memberikan yang terbaik untuk Velia, termasuk asi yang baik. Meninggalkan bayi yang selama tiga bulan ini selalu bersamanya, tentu tidak mudah. Tapi Viona juga harus bekerja demi semua kebutuhan Velia terpenuhi.

"Ibu pergi dulu ya, kamu baik-baik sama Bu Aminah. Tolong ya Bu, harus merepotkan Ibu"

"Tidak papa Mbak Vio, kan saya juga butuh pekerjaan ini dan saya sudah terbiasa menjaga bayi dan anak-anak. Mbak Vio semangat kerjanya ya"

Viona tersenyum dan mengangguk, dia mengambil tas di atas meja dan menyelempangkan di bahunya. Mencium kedua pipi anaknya dulu sebelum pergi.

"Sekali lagi titip ya Bu"

"Iya Mbak"

"Kalau ada apa-apa Ibu langsung hubungi aku saja"

"Baik Mbak"

Viona meninggalkan Velia dengan berat hati, tapi sekarang sudah waktunya dia kembali bekerja. "Tidak papa, Velia aman dengan Bu Aminah. Aku percaya padanya bisa menjaga Velia dengan baik"

Viona mengambil Bu Aminah dari yayasan dan dia yakin Bu Aminah sudah sangat berpengalaman menjaga bayi. "Ibu pergi bekerja dulu ya Velia, nanti malam kita bertemu lagi. Hah.. Berat sekali meninggalkan anak ya"

Selama bersama Velia, hidup Viona banyak mengalami perubahan. Dia tidak lagi merasa sendirian. Seorang anak yang Tuhan hadirkan untuknya, benar-benar untuk menemaninya. Viona yang awalnya sendirian, sekarang dia sudah tidak kesepian lagi karena hadirnya Velia.

Ketika sampai di Gedung Perusahaan yang sudah tiga bulan dia tinggalkan, Viona menatap bangunan tinggi itu dengan menghembuskan napas panjang. "Ayo Vio, mulai kembali hidupmu. Ingat sekarang bukan hanya kebutuhan kamu saja, tapi ada kebutuhan lain yang lebih penting. Semuanya untuk Velia"

Ketika mengingat anaknya, semangat dalam dirinya semakin besar. Velia adalah sumber segalanya dalam hidupnya. Viona bersyukur karena berhasil mempertahankan kehamilannya dulu, hingga sekarang dia mempunyai Velia yang menemaninya dan sumber semangat dalam hidupnya.

Kembali ke meja kerjanya yang sudah di tinggalkan tiga bulan ini. Viona kembali menghembuskan napas panjang, mempersiapkan diri untuk kembali bergulat dengan pekerjaan.

"Akhirnya kamu kembali, Viona" Pak Hermawan yang baru sampai dan melihat sekretarisnya sudah kembali bekerja, langsung menyapa dengan senyuman. "Saya cukup keteteran karena kamu tidak ada"

Viona tersenyum dan mengangguk hormat. "Mulai sekarang saya akan mengatur kembali jadwal kerja Bapak dan semuanya"

"Bagus" Pak Hermawan berjalan ke arah pintu ruangannya, namun terhenti sebelum membuka pintu. "Bagaimana dengan anakmu? Hadiah dari saya apa sudah di sampaikan oleh Raisa? Maaf tidak bisa langsung datang, saya sibuk"

Viona tersenyum. "Iya Pak, terima kasih banyak. Saya mengerti kok, pasti Bapak sangat sibuk"

"Perjuanganmu untuk menjadi Ibu tunggal tidak mudah, tapi saya akan mendukungmu"

"Terima kasih banyak Pak"

Hanya sebuah kalimat sederhana, tapi berhasil membuat Viona merasa tersentuh. Seperti dia mendengar kalimat dukungan dari sosok Ayah yang sudah lama pergi.

Ayah, Ibu, aku akan jadi orang tua yang baik seperti kalian. Tenang disana ya kalian, mampir ke mimpiku sesekali. Aku rindu.

Bersambung

1
olyv
wah bay anakmu sudah usia 2 tahun loh ngak terasa yaa tapi sampai saat ini kamu g tau keberadaan nya
Tika Rostika
iya pengacara hebat , banyak duit bukan nya mencari tahu kebenaran nya eh malah terus main cewe byr an. 😠
Oma Gavin
sudah 2 tahun saja usia velia berlalu dan bayu tidak pernah tau segoblok itukah bayu katanya pengacara hebat tapi tidak ada niat buat menyelidiki viona bila dia dulunya curiga bukan viona yg menyebarkan rumor tsb
Sarinah Quinn
pria yang menyukai viona selalu di ganggu dua bersaudara Raisa dan Raline, sebelum nya Rendy sekarang Bayu klop deh dua bersaudara, semoga author memberikan jodoh terbaik buat viona tanpa drama di sakiti dulu .
di tunggu up nya thor 🙏
Soraya
lanjut thor
Soraya
semangat Vio
Nna Nna 💖
thor panggilannya knp ga dibedakan antara pengasuh dgn viona.
nnt panggil pengasuh bu Aminah, panggil viona, ibu.
Dew666
🥰🥰🥰🥰
Sarbina Sarbina
lanjuttt
Oma Gavin
raline juga kayak perempuan ngga laku aja sudah tau trade record nya bayu seperti apa kalau pun kamu sedikit berhasil mendapatkan bayu juga ngga bakalan mau menikah dgn kamu
MamDeyh
Dia yg nolak dia yg kek cacing kepanasan 😒..
falea sezi
lanjut ne laki. pengen di sleding kayaknya
Soraya
lanjut
Nessa
kerjaan siapa sih penasaran
Angga Gati
selamat vio atas kelahiran putrinya😍😍
Dew666
👄👄👄👄
Ni Luh Dwi Sani
lanjut kak plese
Sarinah Quinn
semoga cepat up lagi 🙏
winpar
siapa y kira2 yg buat hoax?
MamDeyh
Eh Bayu awas kau kalo satu hari kelak dtg ke Vio dan mengemis kata maaf... Dasar teh celup 😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!