NovelToon NovelToon
Asisten Dadakan

Asisten Dadakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Persahabatan / Romansa
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kurniasih Paturahman

"Aku akan membayarmu" Ucap Vaya sahabatnya.

"Kamu bercanda Va" Tanya Maura memastikan.

Sebuah tawaran yang cukup gila, membuat Maura harus menjalani hari - harinya bersama Gilang. Seorang pria tampan yang mempunyai segudang pengagum.

"Kamu cukup menjadi asistennya, dan buat dia jatuh cinta"

"What.!!" Teriak Maura.

Apakah Maura setuju dengan tawaran yang diajukan oleh Vaya?

Apakah Maura sanggup menjalani hari - harinya bersama Gilang?

Lalu hubungan seperti apa yang akan terbentuk antara Maura dengan Gilang?

Yuk mampir, ikuti kisahnya😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kurniasih Paturahman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyebalkan

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 14.00 wib. Kuliah hari ini telah selesai. Perlahan Maura merapikan buku-buku miliknya dan melirik jam kembali.

Maura menghela nafasnya kemudian, Melihat sekelilingnya. Satu persatu orang-orang disektiranya meninggalkan tempat ini. Ada juga yang menyapanya terlebih dahulu, sebelum benar - benar meninggalkan kelas.

"Hemm.. Gilang, apa yang akan direncanakannya hari ini." Fikir Maura saat itu.

Kali ini Maura menatap handphonenya, membuka sesaat, tak ada pesan maupun telepon dari Gilang. Jam sudah menunjukkan pukul 14.10 wib.

"Mungkinkah dia lupa." Fikir Maura kembali.

Maurapun bangkit dari duduknya, mengikuti jejak teman-temannya yang sudah meninggalkan tempat ini terlebih dahulu. Melewati satu kursi dan kursi lainnya dan akhirnya sampai di depan pintu kelasnya

"Kau lama sekali." Ucap seseorang mengagetkan Maura.

"Gilang.. sedang apa kau di sini?"

Maura tampak terkejut saat melihat sosok Gilang sudah berdiri di depan kelasnya. Gilang hanya mengenakan kaos hitam polos, namun sudah terihat memukau. Apapun yang dikenakannya menjadi sangat sempurna.

"Ayo kita pergi, aku sudah bosan menunggu." Ucapnya dan Maura mematung mendengarnya.

"Akukan tak memintamu menunggu."

"Tapi kau lama, sempat-sempatnya melamun di kelas."

"Hah.."

Sebenarnya Gilangpun baru saja sampai, dan langsung menuju kelas Maura saat itu. Gilang tak sengaja melihat Maura yang melamun. Ingin sekali menghampirinya, menghentikan lamunannya, namun melihat sekeliling Maura masih ada yang bertahan seperti dirinya, Gilangpun mengurungkan niatnya untuk menghampir Maura saat itu. Gilangpun memutuskan untuk tetap menunggunya di luar.

"Ayo.." Pinta Gilang lagi dan berlalu pergi terlebih dahulu disusul Maura yang berlari sedikit menyusul Gilang yang cepat sekali melangkah.

"Jadi, kita akan ke mana hari ini?" Tanya Maura saat dirinya sudah berada tepat sejajar dengan posisi Gilang saat itu.

"Kau tak usah banyak tanya, ikut saja dulu."

"Ihhh... Kau menyebalkan."

"Kau selalu bilang seperti itu, dalam mimpi kau juga berkata seperti itu."

Mimpi.. Maura mengulang kata itu, dan berfikir sendiri. Ia teringat kembali saat dirinya tertidur di mobil Gilang kemarin.

"Hahahaha.." Maura tertawa.

"Kenapa kau tertawa?" Tanya Gilang dan masih tetap melangkah bersama.

"Tidak.. tidak.., aku hanya menyimpulkan sesuatu dan itu lucu buatku."

"Apa?" Tanya Gilang kembali.

"Kau sungguh ingin mendengarnya? Kau pasti akan menyesal nanti." Jawab Maura sambil tertawa kecil menatap Gilang.

"Katakan.." Pinta Gilang dan langkah mereka terhenti.

"Kau tahu, orang tidur itu dan mengigau biasanya mengatakan yang sebenarnya. Jadi kesimpulanku kau sempurna menjadi pria yang menyebalkan." Ucapnya dan tertawa lagi.

"Kesimpulanmu salah besar."

"Tidak.. kau itu menye..." Ucap Maura kembali, namun terhenti saat telapak tangan Gilang sempurna menutup mulut Maura.

Kali ini Maura menghentikan ucapannya, dan tiba-tiba tubuhnya tertarik ke depan. Tangan Gilang menariknya dan terhenti kemudian.

Rian ada di hadapan mereka sekarang. Rian tampak tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Maura dan Gilang terlihat sangat dekat. Kedekatan mereka terlihat jelas. Apa yang telah terjadi dengan mereka selama ini, apa hanya sebatas hubungan antara asisten dan bosnya. Kenapa hati Rian menolak mengakuinya.

"Kalian mau pergi bersama?" Tanya Rian memberanikan diri.

"Ya.. kau mau i..., Auu.." Teriak Maura akhirnya.

Maura melirik ke arah Gilang saat itu, menatap kesal, karena baru saja Gilang mencubit kecil tangannya yang sejak tadi masih di genggam Gilang.

"Ya.. kami akan pergi." Jawab Gilang menggantikan ucapan Maura.

Gilang menarik kembali tangan Maura. Meninggalkan Rian yang masih tak percaya melihat kedekatan Gilang dan Maura saat ini.

"Kenapa kau mencubitku." Protes Maura akhirnya.

"Apa yang mau kau katakan tadi?"

"Aku hanya ingin mengajaknya."

"Kau sedang bekerja denganku sekarang, kenapa harus mengajak Rian."

"Diakan temanmu, ada yang salah dengan itu."

"Salah.. apapun alasannya kau tetap salah."

"Menyebalkan.." Bisik Maura saat itu.

"Kau bilang apa?"

"Menyebalkan.. apapun yang kau ucapkan tetap menyebalkan." Ucap Maura kembali dan terdengar jelas di telingan Gilang.

Gilang tak mempedulikan apa yang dituduhkan Maura padanya. Terserah Maura mau berkata apa tentangnya. Yang pasti hati Gilang sedikit tenang, ia berhasil menjauhkan Maura dari Rian.

Entahlah, apa yang menjadi alasan dirinya melalukan itu. Gilang memang belum benar-benar menyadarinya dan mengakuinya. Tapi satu hal yang Gilang tau. Rian mempunya perasaan kepada Maura, dan Gilang tidak ingin Maura menyadari hal itu.

Egois.. ya. Sosok Maura membuatnya seperti itu. Ada rasa tak rela jika Maura membalas perasaan Rian nanti. Walaupun Gilang tau Rian adalah sosok pria yang baik.

Sepanjang lamunannya, Gilang tetap menarik tangan Maura dan membawanya untuk tetap bersamanya. Mereka terus melangkah, sampai akhirnya tiba di parkiran mobil dan masuk bersama ke dalam mobil milik Gilang.

Di tempat lain, Rian masih berfikir keras tentang apa yang dilihatnya siang ini. Sosok Maura yang telah membuat hatinya berdebar, sekarang terlihat sangat dekat dengan pria lain, sahabatnya sendiri.

Apa yang sudah terjadi dengan mereka selama ini? Benarkan itu Gilang, sahabat yang ia kenal. Baru kali ini Rian melihat Gilang menerima kehadiran wanita lain. Kenapa harus Maura?

Tidak.. kesan pertama harusnya lebih baik, lebih membekas. Fikir Rian saat itu. Rasanya tak rela jika mereka dekat. Rian merasa dia yang pertama menemukan Maura, dia yang pertama mengenalnya dan dia juga yang pertama memberikan perhatian pada Maura.

"Lupakan.. mungkin fikirku salah.." Ucap Rian sendiri.

"Hei.." Teriak seseorang mengagetkan Rian

Sosok Raka menghapus lamunan Rian saat itu. Merangkul sahabatnya dan melangkah bersama.

"Kau lihat Gilang." Tanya Raka.

"Ya.. dia baru saja pergi."

"Oh.. pasti dengan Maura." Tebak Raka.

"Ya.." Jawab Rian singkat.

"Sepertinya hubungan mereka sangat dekat, tidak seperti asisten yang dikatakan Gilang waktu itu. Tapi itu bagus, Gilang bisa segera melupakan si Laras. Gua sih setuju banget kalau mereka berpacaran nanti. Gimana menurut lo?" Tanya Raka dan mengejutkan Rian.

Ternyata kedekatan Gilang dan Maura juga terlihat di mata Raka. Rian hanya tersenyum menjawab apa yang ditanyakan Raka padanya. Terdiam dan tak membahas lebih lanjut.

.

.

.

.

Sabar ya Rian.. kalau Jodoh enggak ke mana. 😢, lakukan yang terbaik yes💪

Tinggalkan jejaknya dan likenya ya kak.

Di jadikan Favorite trus kasih Rate yang banyak. Supaya tambah semangat up nya.

💪😊

Semoga selalu setia membacanya dan menunggu upnya.

Mau likenya ya kak 😊

Mau ratenya juga ya kak😇

di Vote Alhamdulilah😁

Mampir juga yuk ke novelku yang lain, judulnya "Cinta Pak bos", Adit dan Ayna menunggu di sana😉

1
it's me oca -off
maura ciye ciyee
sitimusthoharoh
penyesalan tu di akhir mb laras kalok didepan namane pendaftara.
lanjut
Dwi Winarni Wina
mampir thor kayaknya menarik n bagus ceritanya...
sitimusthoharoh
y ampun si ma2 dah gk sbar mau punya mantu.
lanjut
it's me oca -off: onel kmn ja
total 1 replies
it's me oca -off
hadir
♀️
akhirnya up juga
▫️
trnyata udh up 4bab🙈,dan inget² lg ceritanya udh lama g baca 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
neni onet
akhirnya up juga setelah sekian purnama,
semangat Thor, ceritanya bagus, penasaran laras maunya apa sekarang . . 💪
neni onet
masih ngilang yaa neeh lanjutannyaa, padahal seru lhooo. ..
Ami
masih lanjutkan ceritanya? ceritanya bagus,sayang kalo cuman setengah jalan
Netti
Rian yang suka sama ķamu itu vaya
N13
auto ngakak
Anwar Kewer
ttp semangat jangan kendur n lanjut thor 😁😁
Ayu Wandira
mampir like nih kak😊yuk mampir di novelku yang berjudul jatuh cinta pada tuan lee
Ayu Wandira
semangat kak..mampir juga yuk di novelku💕jatuh cinta pada tuan lee
M⃠Ꮶ͢ᮉ᳟Asti 𝆯⃟ ଓεᵉᶜ✿🌱🐛•§¢•
cinta terbalas bikin berbunga bunga 💕
@ѕ⍣⃝✰𝓐ⷨ𝖒ⷷ𝖊ᷞ𝖑𝖑 ♛⃝꙰𓆊
Maura bener kata Gilang jangan terlalu cepet percaya sama laras
👑Ria_rr🍁
ngakak baca ini, mendadak pe'ak 🤣🤣 astaga² akibat nervous
👑Ria_rr🍁
dari atas sampai ke bawah komentarnya "Aku mampir Thor" 🙈



Tuan rumah ngebucinin Art sendiri
Anwar Kewer
ttp semangat jangan kendur n lanjut thor 😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!