NovelToon NovelToon
Pawang CEO Galak: Bos, Izinkan Saya Resign!

Pawang CEO Galak: Bos, Izinkan Saya Resign!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:23k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Dominic Vance bukan sekadar CEO; dia adalah monster korporat yang menghancurkan perusahaan demi olahraga. Kejam, paranoid, dan tak tersentuh.

​Hanya satu orang yang berani menatap matanya tanpa gemetar: Harper Sloane, sekretaris eksekutifnya yang berhati dingin. Harper membereskan kekacauan Dominic, memegang semua rahasia gelapnya, dan menjadi satu-satunya wanita yang tidak bisa dibeli dengan uang.

​Namun, saat Harper mengajukan pengunduran diri untuk membalas dendam masa lalunya, Dominic tidak memecatnya. Dia mengunci pintu. Baginya, Harper bukan sekadar aset. Dia adalah obsesi.

​"Kau bisa lari ke ujung dunia, Harper. Tapi aku akan membeli tanah tempatmu berpijak."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Suapan Maut

​"Singkirkan mangkuk murahan itu dari hadapanku, Harper!" bentak Dominic sambil menatap tajam mangkuk berisi bubur instan di atas meja dengan kengerian luar biasa.

​Harper bersedekap, menatap bosnya dengan tatapan kosong yang jauh lebih mematikan dari ancaman pemecatan. "Makan. Bubur ini mengandung karbohidrat dan cairan hangat yang sedang dibutuhkan oleh tubuh lemahmu itu. Setelah buburnya habis, kau harus langsung meminum obatnya."

​"Tolong hargai kasta lambungku! Lagipula, tanganku lemas total. Tulang-tulangku serasa dicabut paksa dari dagingnya. Aku bahkan sama sekali tidak kuat mengangkat sendok plastik sialan ini," keluh Dominic pelan.

​Dia sengaja menjatuhkan kedua tangannya ke sisi kursi kulitnya yang empuk, berlagak persis seperti orang lumpuh total. "Lihat sendiri kan? Saraf tanganku sudah berhenti berfungsi akibat serangan bakteri ganas ini."

​"Jangan banyak alasan aneh. Tanganmu baru saja kau gunakan untuk menggebrak meja saat marah-marah tadi. Cepat pegang sendoknya sekarang," balas Harper sangat tajam tanpa belas kasihan.

​"Tidak mau. Aku butuh disuapi oleh perawat profesional berlisensi kelas atas!"

​Harper menarik napas panjang, berusaha keras menahan dorongan untuk menumpahkan kuah kaldu bubur itu langsung ke wajah tampan bosnya yang kelewat menyebalkan. Dia meraih sendok plastik bening dari dalam mangkuk, lalu mengaduk bubur kental yang masih mengepulkan asap itu dengan gerakan kasar.

​"Buka mulutmu lebar lebar," perintah Harper galak sambil menyodorkan sendok.

​Dominic membelalakkan mata melihat ujung sendok itu. "Kau mau meracuniku pelan pelan pakai makanan aneh ini?"

​"Buka mulutmu sekarang juga, Dom, atau sendok plastik ini akan kumasukkan paksa lewat lubang hidungmu!"

​Ancaman barbar sang sekretaris sukses membuat nyali Dominic ciut. Pria angkuh itu langsung membuka mulutnya. Harper meraup sesendok penuh bubur panas dan menjejalkannya ke dalam mulut Dominic tanpa peringatan.

​"Panas! Astaga, ini panas sekali!" seru Dominic tertahan.

​Matanya melotot kaget. Lidahnya serasa melepuh terkena kuah kaldu instan yang jelas jelas baru saja diseduh dengan air mendidih dari dispenser pantri.

​"Telan saja langsung. Panas itu sangat ampuh membunuh bakteri manja yang sedang bersarang di tenggorokanmu," ucap Harper sangat santai, sama sekali tidak merasa bersalah melihat bosnya kepanasan.

​Dominic mengipasi mulutnya dengan telapak tangan kanan, sementara matanya berair menahan perih. Anehnya, dia tidak berniat memuntahkan makanan itu. 

Perutnya memang keroncongan parah sejak rapat dewan direksi pagi tadi. Sensasi gurih kaldu ayam instan terasa lumayan enak di lidah mati rasanya. 

Terlebih, melihat Harper bersedia menyuapinya memberikan perasaan hangat janggal di dada. Dia suka diperhatikan sekretaris sedingin es kutub ini.

​"Suapan kedua, buka mulut," Harper menyodorkan sendok lagi.

​Kali ini Dominic membuka mulut tanpa banyak protes. Dia mengunyah gumpalan nasi hancur instan itu pelan pelan sambil menatap wajah sekretarisnya lekat lekat.

​"Pelan sedikit, wanita barbar. Lidahku bukan aspal jalan raya yang tahan panas," protes Dominic setelah menelan suapan kedua. "Tiuplah sedikit sebelum makanan itu dimasukkan ke dalam mulutku."

​"Kau ini seorang pemimpin perusahaan besar atau balita umur tiga tahun?" Harper mendengus kesal.

​Meskipun begitu, Harper tetap meniup suapan berikutnya beberapa kali dengan sabar sebelum menyodorkannya kembali ke mulut Dominic.

​Satu mangkuk bubur instan habis dalam waktu kurang dari sepuluh menit. Dominic bersandar ke sandaran kursi dengan perut penuh. Napasnya masih sedikit berat karena hidungnya mulai tersumbat parah.

​Harper merobek bungkus obat warung berwarna hijau terang itu, lalu mengeluarkan satu butir tablet. Dia meletakkan obat itu tepat di atas telapak tangan Dominic beserta segelas air putih hangat.

​"Minum sekarang," titah Harper mutlak.

​Dominic menatap pil kecil itu dengan pandangan ragu. "Ini benar benar aman? Kau yakin tidak ada efek samping mematikan dari obat murahan ini?"

​"Efek samping utamanya adalah kau akan diam, tidur pulas, dan berhenti mengganggu pekerjaanku di luar," jawab Harper ketus.

​Tanpa berani membantah lagi, Dominic segera menelan pil kecil itu dan meneguk air putih sampai tandas. Harper mengambil mangkuk plastik kosong serta gelas kotor dari atas meja kerja.

​"Tidur di sofa sana. Jangan di kursi kerja. Tulang punggungmu nanti bisa sakit lalu kau pasti akan mengeluh memintaku mendatangkan ahli tulang kemari," perintah Harper sambil menunjuk sofa panjang berbahan kulit asli di sudut ruangan.

​Dominic menurut patuh. Tubuhnya terasa lelah dan berat akibat flu mendadak ini. Dia bangkit berdiri, berjalan gontai menyusuri karpet tebal menuju sofa, lalu membaringkan tubuh jangkungnya di sana. Dia menarik bantal sofa untuk menyangga kepalanya.

​Harper berbalik dan melangkah berjalan menuju pintu, bersiap kembali ke meja kerjanya yang ada di luar.

​Obat flu murahan itu rupanya memiliki efek samping kantuk yang luar biasa cepat dan kuat. Belum sempat tangan Harper menyentuh gagang pintu kayu, mata Dominic sudah tertutup sangat rapat. Napas pria itu mulai teratur lambat meski sesekali diselingi dengkuran halus akibat hidung meler yang belum sembuh.

​Langkah Harper mendadak terhenti saat mendengar gumaman pelan dari arah sofa kulit. Dia menoleh dan melangkah mendekat. Dominic terlihat sangat damai tertidur. Wajah angkuhnya hilang sama sekali.

​"Jangan pergi, Harper," gumam Dominic tiba-tiba dalam tidurnya. "Kalau kau pergi, nanti siapa yang marahi aku?"

​Mendengar gumaman konyol namun terdengar sangat jujur itu, Harper seketika tertegun diam menatap lekat wajah bos arogannya itu.

1
Muft Smoker
kak ,,
cerita kk yg ini bnr2 bikin hipertensi ,,
perlu cek darah aq kak abis ini ,,
tkut drah tinggi ,, 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣

kak bisa gx ad scene si Dominic tenggelam di laut trus ilang bertahun2 sampai si Harper nikah sama dokter Ryan ,,
🤭🤭🤣🤣🤣
sebel aq tuh sama si domba ,, banyak tingkah gengsi segede bulan ,, /Smug//Smug//Smug/
Sastri Dalila
👍👍👍👍👍👍😀
Anbu Hasna
itulah kenapa aku suka karya2mu. Kerasa khasnya, bukan sekedar ikutin maunya pasar...
Savana Liora: makasih 🙏🙏🙏
total 1 replies
Muft Smoker
Dom ,, kelakuan mu emnk udh kelewat batas ,,
Kalo emnk km tertarik dg Harper tggal ngomong baik2 gx perlu ngrendahin org lain ,,
Kostum Unik
Cuma di novel ini loh karakter cewek gk bego gk penakut gk gentar cm krn ktm lawan nya cowok.. Di novel mana pun mau gmn hbt nya karakter cewek ttp aja mereka melempem pada akhir nya...
Muft Smoker: betul kak ,,
dsini semua tokoh perempuan ny bnr2 nunjukin Kalo mereka bnr2 ras terkuat di bumi ,,
total 2 replies
Naviah
percayalah Dom, sikapmu ini bukanya bikin Harper suka sama kamu tapi bikin menjauh, arogansi mu udah over dosis
Naviah
perlu priksa mata Dominic ya Harper, ban nya gak kenapa napa tapi dibilang bocor🤣
Kostum Unik
Astaghfirullah DomDom.. Kamu mmg udah keterlaluan. Lambemu pengen ku gerus pake ulekan
Naviah
gak habis fikir ban bocor? 🤣
Rlyn
tarik nafas Harper 🤭🤣
Savana Liora: 😄🤭🤭🤭🤭🤣🙏
total 1 replies
Kostum Unik
Sabar sabar sabar ini bulan puasa... Gk ada kan manusia modelan DomDom.. Pasti gk ada. Cuma ada di cerita ini kan kak Savana... /Sob/
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭
total 1 replies
Kostum Unik
Luar biasa emg Harper ini. Sabar nya bukan main sm si ogep DomDom
Savana Liora: 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
Naviah
astaga tikus got sebesar anak kucing kena fitnah🤣
Naviah
ya pintar dalam bisnis tapi mines dalam percintaan 🤣
ms. S
dom.. cemburu buta
Muft Smoker
kak Savana ,,
Dominic kasih liburan dlu deh ,,
biar fresh jiwa dn raga ny ,,
gx usah jauh2 ,,
kirim k Amazon aj laa ,,
bikin rusuh trus soalny🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
This Is Me
Kak Savana, bisa gak nih Harper lepas aja dari Dom. Sekali ini tokoh cowoknya sakit jiwa beneran. Kasian Harper
Savana Liora: lupa ya kalo judulnya pawang.

kayak pawang ular 🤣🤣
total 3 replies
Maria Lina
hellooo sapa lo pacar bukan istri ap lgi.herper bkn budok lo tau dsr ego lo1
Maria Lina
hellooo sapa lo pacar bukan istri ap lgi.herper bkn budok lo tau dsr ego lo
Savana Liora: 🤣🤣🤣🤣🤭🤭
total 1 replies
Sastri Dalila
si dom² ada aja usaha nya
Savana Liora: namwnya jg usaha 🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!