NovelToon NovelToon
Hati Yang Selalu Dijauhkan

Hati Yang Selalu Dijauhkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Angst / Perjodohan
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Sejak kecil, Lolitta telah melewati begitu banyak penderitaan hidup. Berbagai masalah bahkan menyeretnya hingga ke penjara, menempa dirinya menjadi seorang gadis yang tangguh dan mandiri. Ia selalu menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Meski bertunangan dengan pria kaya dan tampan, Lolitta tak pernah menjadi manja atau bergantung pada tunangannya.Di
balik ketegarannya, ia menyimpan luka yang hanya bisa ia tangisi dalam diam.

Dev Zhang, seorang konglomerat berpengaruh, menerima pertunangan itu hanya demi memenuhi permintaan sang kakek. Ia tak pernah menyadari bahwa gadis yang berdiri di sisinya telah mencintainya selama sepuluh tahun. Kedekatan Dev dengan cinta pertamanya membuat Lolitta memilih menjauh dan selalu menjaga jarak, mengubur perasaannya dalam diam.

Akankah Lolitta akhirnya berani mengungkapkan perasaan yang selama ini ia pendam pada Dev Zhang?
Dan di antara Lolitta dan cinta pertamanya, siapakah yang benar-benar dicintai Dev?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Malam itu rumah besar yang kini kembali menjadi miliknya terasa asing bagi Lolitta. Dinding-dinding tinggi dan ruang yang luas justru mempertegas kesunyian. Ia duduk menyandar di sofa, menatap kosong ke langit-langit.

Ucapan Dev kembali terngiang di kepalanya.

"Aku akan selalu ada untukmu."

Lolitta tersenyum tipis, namun senyum itu hambar.

“Selalu ada untukku? Apa yang membuatmu berubah?” gumamnya pelan. “Apakah hanya karena dia sudah pergi?”

Kenangan lama perlahan menyeretnya masuk ke masa lalu yang selama ini ia coba kubur.

Flashback – 5 tahun lalu

Kediaman mewah keluarga Zhang

Koridor rumah keluarga Zhang malam itu terang oleh lampu kristal yang menggantung di langit-langit. Lolitta berjalan pelan membawa nampan berisi minuman untuk Kakek Zhang dan Dev. Langkahnya ringan, wajahnya berbinar. Ia selalu merasa hangat setiap berada di rumah itu—rumah yang lebih terasa seperti rumah dibanding tempat tinggalnya sendiri.

Namun langkahnya terhenti tepat di depan pintu kamar kerja Kakek Zhang saat ia mendengar percakapan dari dalam.

Ia tak sengaja mendengar.

“Dev, apakah kau akan menikahi Carmen? Kau dan dia sudah lama bersama,” tanya Kakek Zhang dengan suara berat namun penuh perhatian.

Lolitta terpaku. Tangannya yang memegang nampan sedikit bergetar.

Di dalam ruangan, Dev menjawab dengan suara mantap, tanpa ragu sedikit pun.

“Kakek, aku akan menikahi Baobei. Karena dia adalah cinta pertamaku.”

Deg.

Jantung Lolitta seperti berhenti berdetak sesaat.

“Baiklah. Kalau begitu, jangan pernah mengecewakan dia,” ujar Kakek Zhang bijak.

Dev terdengar tersenyum kecil sebelum kembali berbicara.

“Aku selalu ingat saat kami bersama. Walau sekarang hubungan kami belum berubah, suatu hari nanti aku akan menjadikannya menantu keluarga Zhang. Yang bisa menjadi istriku hanya dia.”

Setiap kata yang keluar dari mulut Dev terasa seperti pisau yang perlahan menusuk dada Lolitta.

Di luar pintu, gadis remaja itu menundukkan kepala. Nampan di tangannya bergetar hebat. Jari-jarinya mengepal kuat, menahan rasa sakit yang tiba-tiba menyerbu tanpa permisi.

Air matanya nyaris jatuh, namun ia tahan mati-matian.

“Baobei…” bisiknya lirih. “Panggilan yang sangat mesra.”

Pikirannya mulai merangkai potongan-potongan yang selama ini tak pernah ia sadari.

Carmen selalu di sisi Dev.

Mereka selalu bersama.

Mereka tertawa berdua, pergi berdua.

“Jadi… mereka memang pasangan?” gumamnya pelan dengan suara bergetar.

Dadanya terasa sesak.

“Sepertinya hanya aku yang mencintaimu seorang diri…”

Ia menggigit bibirnya kuat-kuat agar tak terisak.

“Dev Zhang… baru saja kau mengatakan aku adalah keluargamu,” bisiknya dengan senyum pahit, “ternyata… aku hanya dianggap sebagai adikmu.”

Beberapa saat kemudian

Lolitta duduk sendiri di bangku taman batu, menunduk dengan tatapan kosong. Pikirannya masih dipenuhi percakapan yang tanpa sengaja ia dengar beberapa menit lalu.

Langkah kaki terdengar dari arah pintu samping rumah.

Tanpa sengaja, pandangannya terangkat.

Dan di sanalah ia melihatnya.

Dev.

Pria yang selama ini diam-diam ia cintai.

Dev berdiri tak jauh darinya, memeluk seorang wanita berambut panjang yang bersandar nyaman di dadanya.

Wanita itu tampak begitu cocok berada di sana. Seolah tempatnya memang di pelukan Dev.

Lolitta mengenali wajah itu.

Carmen Hong.

“Carmen Hong…” batinnya lirih. “Dia adalah satu-satunya wanita yang bisa mengisi hati Dev.”

Dadanya terasa sesak, namun kali ini air mata tak keluar. Hatinya terlalu mati rasa untuk menangis.

“Mulai hari ini… aku akan melupakanmu.”

Ia menunduk pelan, jemarinya mencengkeram kuat ujung rok yang dikenakannya.

“Ayah kandungku memanfaatkanku. Orang tua angkatku juga melakukan hal yang sama. Selama ini aku hanya menjadi alat bagi mereka. Hanya Kakek Zhang yang benar-benar tulus padaku…”

Tatapannya kembali terangkat, menatap Dev yang masih memeluk Carmen dengan lembut.

“Dan pria yang paling aku cintai… ternyata sudah memiliki wanita lain.”

Ada senyum tipis di bibirnya, senyum yang penuh kepahitan.

“Dev… karena Carmen adalah wanita yang akan kau nikahi, maka aku akan pergi jauh. Agar perasaanku tidak semakin terjerumus lebih dalam.”

Flashback off.

Lamunan Lolitta buyar. Ia kembali pada ruangan luas yang kini terasa dingin dan sepi meski seluruh rumah itu telah resmi menjadi miliknya.

“Dev Zhang… kalau bukan karena permintaan kakek dan kondisi kakek yang sedang sakit, kita tidak mungkin akan bertemu lagi. Carmen pergi ke luar negeri dan pernikahan kalian dibatalkan. Kau pasti sangat putus asa,” ucap Lolitta pelan, lebih seperti berbicara pada bayangannya sendiri.

Ketukan pelan terdengar di pintu.

“Nona,” sapa Ken yang melangkah masuk dengan hati-hati.

“Ada apa?” tanya Lolitta tanpa menoleh.

Ken memandang sekeliling ruangan yang megah itu, lalu kembali menatap majikannya. “Rumah ini sudah menjadi milik Anda sepenuhnya, Nona. Tapi kenapa Anda terlihat tidak bahagia?”

“Ken, walau aku berhasil membalas dendam, aku tidak merasakan bahagia. Sebenarnya… apa itu bahagia? Sejak mamaku meninggal, perasaan itu sudah tidak pernah ada lagi. Rumah ini satu-satunya peninggalan mama. Apakah kau tahu berapa biaya yang ditebus oleh Dev untuk rumah ini?”

Ken menunduk hormat. “Harganya tidak murah, Nona. Apakah kita akan membayarnya kembali?”

Lolitta menghela napas panjang. “Kalau danaku sudah cukup, aku akan membayarnya. Aku tidak ingin berutang padanya, walau hanya satu yuan.”

Mansion Dev.

Ruangan kerja itu sunyi, hanya terdengar suara lembaran kertas yang dibalik Dev di atas meja besarnya. Sorot lampu meja memantul di permukaan kayu gelap, menambah kesan dingin di ruangan tersebut.

“Tuan, mengenai saham Ji Group sudah hancur. Sulit untuk bangkit kembali. Para investor juga menarik diri. Kini Ji Group hanya sisa kulit kosong,” lapor Shane dengan nada hati-hati.

Dev tidak langsung menjawab. Matanya tetap tertuju pada berkas di tangannya.

“Pertahankan Ji Group,” ucapnya tenang. “Aku akan menanam saham di sana agar perusahaan itu bisa kembali beraktivitas.”

Shane sedikit terkejut. “Apakah Nona akan menerimanya, Tuan?”

Dev akhirnya mengangkat pandangannya. Sorot matanya tegas, namun tersimpan sesuatu yang sulit dijelaskan.

“Terima atau tidak, aku akan membujuknya. Ji Group adalah peninggalan ibunya. Aku yakin dia pasti sedih melihat semuanya hancur. Tapi demi menghancurkan keluarga Fang, dia memilih jalan ini.”

Belum sempat Shane menanggapi, televisi di sudut ruangan menayangkan wawancara seorang artis.

Seorang wanita cantik berambut pirang memenuhi layar. Senyumnya anggun, sorot matanya percaya diri.

Dia adalah Carmen Hong, artis terkenal yang sedang naik daun.

“Sebelumnya aku pernah berjanji pada seseorang,” ucap Carmen di layar, menatap kamera dengan lembut, “aku akan kembali ke kota kelahiranku setelah aku sukses.”

Tangan Dev yang memegang berkas terhenti.

Perlahan, ia mengalihkan pandangan ke arah televisi.

Wajahnya yang tenang berubah kaku. Tatapannya dalam, seolah terseret kembali pada masa lalu yang selama ini berusaha ia abaikan.

1
Ridwani
👍
Ridwani
👍👍
kitty ❤
min, kok bab 23 ada dua?
Pikachu: Iya, kak. jaringan author ngelag, klik dua kali baru bisa malah jadi doubel bab. terima kasih mengingatkan🙏🙏
total 1 replies
Dini Anggraini
Carmen hong semakin kamu mengusik hidup lollita semakin lollita bisa pisah dengan Dave kak karena kasihan lollita selama ini mencintai Dave sendirian sedangkan Dave meskipun cinta lollita tapi apa yang dia lakukan ke mantannya semua orang pasti berpikir Dave akan kembali dengan mantannya ( Carmen hong) daripada lollita sakit hati mendingan di lepaskan saja Dave lollitanya. 🙏😍😍
JasmineA
lo pikir lolita peduli soal dirinya mantan narapidana...dia aja kerja dipelabuhan awalnya karna ngak mau bergantung sama pria...lo pikir lolita bakalan nangis dipojokan gitu...maaf lolita fang bukan gadis menye2 kek lu
falea sezi
q suka cwek g manja siipp dah
JasmineA
kita liat aja...emang benar dikejar atau lebih prioritaskan mantan dgn alasan kerjasama...
JasmineA
kek gak ada model lain aja yg bisa di perkerjakan...emang harus gitu ambil mantan?kalo pun terpaksa...bisa kok suruh yg lain aja yg jemput ke bandara...emang harus CEO sndri yg jemputnya?
🤩😘wiexelsvan😘🤩
semangattt berkarya dan semangattt up yaach thorrr😍😘
Dame Manalu
apakah Dev punya pacar apa tunangan !..
Maria Mariati
berterus terang saja Lolita apa yang menjadi rasa di hatimu,daripada menyesal kemudian hari
Permata_tanty
knpa jd namanya cowoknya calvin thor ??? bukannya dav zang ya
Pikachu: Maaf kak, salah masuk nama 🤣🤣
total 1 replies
Maria Mariati
pasti ada seseorang yang datang padanya kalo Dev kekasih nya,mangkanya Lolita tidak mau ketemu Dev,kasihan jadi salah paham kali yakk
M Karyawanti
lanjut dong ceritanya 🙏
Maria Mariati
balas dendam di mulai 💪💪💪😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!