Gadis bernama Fania yang rela menikah dengan sahabat kakaknya,tapi sayangnya hanya pernikahan settingan karna kesepakatan antara ricko dan reza yang sama sama menguntungkan bagi keduanya
Ricko dan reza adalah sahabat baik dari kecil,n mereka berhasil menjadi pengusaha sukses, dan suatu hari ricko mengalami masalah di perusahaannya dan butuh suntikan dana yang cukup besar.
Dan di sisi lain masalah juga menerpa Reza ibunya masuk rumah sakit dan koma,penyakitnya kambuh yang ternyata selalu memikirkan Reza yang tidak kunjung menikah ,karna hanya sibuk dengan pekerjaannya.
lalu bagaimana kisah selanjutnya..
yuks simak..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wawaarda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.13 ,Permintaan Maaf
Satpam membuka Gerbang saat mobil di tumpangi Fania sampai di depan Rumah
Edi membukakan pintu mobil gadis itu
Padahal aku punya tangan untuk membuka pintu
Gadis itu masih merasa tidak nyaman dengan sikap Edi yang menurutnya berlebihan, karna Fania termasuk orang yang mandiri, bahkan meskipun Ricko punya perusahaan dan mau membelikannya mobil untuknya, Fania menolaknya. karna gadis itu punya misi ingin sukses hasil dari keringat sendiri.
Edi membukakan Pintu Rumah untuk Fania,
Gadis itu melangkah masuk, ia mendengar suara televisi dari ruang santai, lalu ia melangkah ke arah ruangan tersebut.
Apa kak Reza sudah pulang
Gadis itu menerka nerka
Mery yang sedang menonton televisi menoleh ke arah sumber suara langkah kaki yang sepertinya menuju lenarahnya.
"Fania"
"Tante,,, ehh,,, Mamah" Fania mempercepat langkahnya
"Mamah kapan pulang" tanya gadis itu setelah mendaratkan bokongnga duduk di sebelah wanita yang sekarang sudah menjadi mertuanya.
"Tadi pagi, Reza yang menjemput mamah"
Ia ya,, aku lupa kalau tante mery pulang sekarang, kenapa kak Reza tidak memberitahuku,kalau gini kan aku merasa tidak enak
"Maaf ya mah,, Fania lupa kalau mama pulang hari ini dari Rumah sakit"
"Tidak apa apa sayang," Mery menyentuh pundak Fania "O iya,, gimana kaki kamu, kata Suami mu kaki kamu sakit" Ucap Mery hawatir, menoleh ke arah kaki Fania.
Kenapa tante mery tau tentang kakiku, apa kak Reza menceritakan semuanya,, apa katanya suami, kok aku merasa gimana ya dengernya
"Sudah gak kenapa napa mah," Fania tersenyum semanis mungkin, agar mertuanya tidak hawatir.
"Syukurlah,, lain kali hati hati ya sayang, jangan sampai kegelincir lagi",
Gadis itu mengangguk dengan tersenyum.
"Ya sudah makan dulu, kamu pasti lapar kan" ucap mery
"Fania masih kenyang mah lebih baik Fania mandi dulu saja"
Lalu gadis itu melangkah menuju kamar yang ada di lantai atas
T**ernyata kak Reza ngomongin tentang aku ke mama
Apa kak Reza juga menceritakan kalau di sudah memberiku nafas buatan, tapi mama tadi hanya bilang tergelincir doank, berarti kak Reza tidak menceritakan semuanya, syukurlah kalau benar adanya, karna aku merasa malu, itu pengalamanku ada bibir lelaki menyentuh bibirku
Fania larut dalam pikirannya saat berjalan menuju kamar, sampai dia berhenti di pintu kamar
CEKLEEK
Ia membuka pintu kamar, dan langsung mematumg saat Reza sudah ada di dalam kamar sedang sibuk dengan laptopnya, dan Pria itu menoleh ke arahnya saat Fania membuka pintu, pandangan mereka bertemu,Reza menatapnya dengan pandangan menusuk.
Ternyata kak Reza sudah datang, kenapa mama gak bilang tadi,,aku harus gimana ini, apa dia akan marah padaku
Fania meremat jari tangannya,dan langsung menundukkan kepalanya,jantungnya sudah berdetak tidak karuan.
Fania berusah melangkah sewajarnya berusaha menetralisir perasaannya, ia berjalan menuju meja dan meletakkan tas yang ia pakai ke meja, Reza masih memperhatikan Istrinya itu.
"Kan Reza udah datang dari tadi" tanyanya basa basi, berusaha menghilangnkan perasaan tegangnya
Agak lama Fania menunggu jawaban tapi pria yang berstatus Suaminya itu tidak menjawab malah menatap layar laptop nya lagi.
"Kok kak Reza gak ngajak aku jemput mama" ,Fania berusaha cari topik pembicaraan.
Apa seperti ini kalau dia sedang marah, apa dia tidak ingin berbicara denganku
Fania hendak melangkah ke kamar mandi tapi niatnya di urungkan,
Gadis itu mendekat ke arah Reza dan duduk di sebelahnya,Dengan perasaan tegang ia berusaha menetralkan suasana hatinya.
Ayo Fania ambil hatinya, Seperti kamu mengambil hati Cinta kalau sedang marah,, tapi cinta di bujuk Es krim langsung luluh,, kalau dia di bujuk apa donk.oke oke, kata Maaf harus yang utama
Untuk sejenak Fania berpikir sebelum menghadapi Reza, yang sekarang ia mulai duduk di samping suaminya.
Reza langsung menoleh ke arah Fania yang tiba tiba duduk di sebelahnya
"Kak,, Maaf" ucapnya lirih, gadis itu menundukkan wajahnya sambil meremat jarinya.
Lagi lagi Reza tidak menjawab, dan hanya menatapnya dingin.
Huh,, susah sekali sih,, apa susahnya menjawab perkataanku,,apa aku harus nangis bombay dulu
"Kak Reza, Maafin Aku, Aku tau aku salah,aku tetap kerja dalam keadaan kakiku sakit dan aku tidak berpamitan dengan benar, dan aku lupa kalau mama pulang hari ini,maaf aku tidak ikut menjemput mama, maaf kak, maaf"
Gadis itu mengucapkannya dengan memejamkan matanya dan menunduk, ia tidak berani menatap Reza.
Dan baru kali ini dia melakukan permintaan maaf dengan kalimat panjang lebar pada seseorang.
"CUUPPP"
Reza mencium bibir gadis itu, bukannya menjawab perkataan fania Reza malah menciumnya sekilas.
Kenapa dia jadi gemes gini sih, caranya meminta maaf menurutku sangat lucu,, dan lihat apa yang aku lakukan, kenapa aku malah menciumnya.
Fania melolotkan kedua matanya,langsung membisu dan mematung,Rasanya ia tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
Reza yang melihatnya langsung melambaikan tangan ke arah depan wajah Fania.
"Kak Reza" ucap Fania hampir tidak mengeluarkan suara ia masih syok Reza tiba tiba menciumnya.
"Itu hukuman buatmu, Cepatlah mandi,aku tidak mau kelaparan hanya karna menunggumu terlalu lama mandi" ucap Reza acuh, dan kembali menatap ke arah laptop.
Fania tersadar dan langsung berdiri,dengan langkah cepat ia melangkah ke kamar mandi.
Sebenarnya Reza juga Merasa canggung mangkanya dia langsung menyuruh Fania mandi.dadanya juga berdetak tidak karuan setelah mencium bibir gadis itu, kenapa ia bisa lepas kendali. pikirnya
Di dalam kamar mandi, fania menggosok bibirnya dengam sabun beberapa kali,Perasaannya sekarang campur aduk.antara kesal, benci dan takut.
Apa yang dia lakukan, kenapa menciumku lagi,soal dia menciumku kemaren aku memakhluminya karna dia menolongku memberi nafas buatan, tapi sekarang ? bukannya menjawab permintaan maafku, dia malah menciumku,sebenarnya kalau di pikir pikir aku gak melakukan kesalahan, aku gak merugikan dia kan dengan aku bekerja dalam keadaan sakit, dan untuk masalah mama, aku benar benar lupa.
Hukuman, hukuman macam apa ini.
Fania menggerutu di dalam hati, ia sangat merasa kesal terhadap Reza, tapi dia juga tidak bisa protes ke Suaminya itu karna terlalu takut untuk menghadapi suaminya yang bertindak Se enaknya.
Karna ia merasa sudah terlalu lama di kamar mandi, karna ia lebih banyak melamun,dia tersadar kalau Reza sedang menunggunya.
Huuh,,kalau mau makan kenapa tidak langsung makan saja, kenapa masih menungguku, apa aku harus menyuapinya
Gadis itu cepat cepat memakai pakaian setelah selesai mandi. Ia menghirup nafas dalam dalam lalu mengeluarkannya pelan sebelum keluar dari ruangan walk in closed.
Ia membuka pintu pelan dan mendapati di dalam kamar kosong, Reza tidak ada di sana, dan laptop yang di pegang suaminya tadi sudah tertutup dan di tata rapi.
Fania menyentuh dadanya, Dia merasa lega tidak mendapi Reza,lalu gadis itu tersenyum lega. melangkah menuju meja rias untuk menyisir rambutnya sebelem keluar dari kamar.
Bersambung....
Maaf ya para pembaca,, kalau ada salah dalam penulisan kata,, karna masih belajar. 🙏🙏🙏🙏😁😁.
Ayo banyakin Like,, biar author semangat nulis ceritanya dan cepat Up. 😊😊
up...
up....
panjang kan???🤣🤣🤣🤣