Kayla anak korban brokenhome, papa yang dulu jadi panutan dan paling dia hormati menghancurkan semua yang harapan dan membuat Kayla kehilangan mama tercinta dia. yang membuat Kayla semakin membenci mamanya itu saat dia membawa wanita lain beserta anak yang seusia Kayla kerumah yang penuh kenangan mamanya.
sehingga membuat Kayla tahu akan penghianatan papa pada mamanya yang membuat mamanya sakit dan pergi meninggalkan Kayla selamanya.
disitulah awal kebencian dan perubahan sikap Kayla pada papanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafma yuda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 13
.
.
.
Kayla sudah tiba diparkiran sekolah dimana tempat Alvaro bertanding basket, Kayla sudah berjanji akan ikut menyemangati mereka agar bisa menang tentunya.
Jika menyemangati yang dimaksud berteriak dan sorak jika mereka bisa memasukkan bola basket pada ring, itu bukan kayla banget.
Kayla hanya menonton dan mereka tahu jika Kayla datang ke pertandingan mereka, hanya itu yang Kayla bisa menyemangati mereka karena Kayla bukan tipe cewek yang aktif dan bisa memperlihatkan sikap bangga ataupun lainnya.
Tapi datangnya Kayla cukup bagi mereka, mereka juga tidak meminta Kayla harus teriak dan beri semangat seperti para siswa yang rela datang untuk mendukung sekolah mereka.
Tapi hadirnya siswa lainnya akan membangkitkan semangat mereka apalagi ada seseorang yang berarti bagi mereka, karena itu Alvaro terus mengatakan pada Kayla untuk datang sebelum pertandingan mereka dimulai.
Kayla menelusuri balkon yang menuju lapangan basket yang sudah penuh dengan para penonton baik dari pihak sekolah lawan maupun pihak sekolah Kayla, mereka membawa spanduk, syal yang ada nama sekolah mereka dan balon tepuk penonton memeriahkan pertandingan basket ini.
Kayla melihat Alvaro dan Kevin berdiri ditepi lapangan siap-siap mau pertandingan, beberapa kali melakukan pemanasan, Kayla dapat melihat bella ada di samping Kevin yang sudah datang terlebih dahulu.
Kayla mencoba menembus para penonton untuk mendekati mereka, dengan perjuangan yang berat akhirnya Kayla bisa tiba ditempat mereka. Alvaro tersenyum senang melihat kayla sudah datang, padahal jika ada kegiatan seperti ini Kayla jarang datang, walaupun datang pasti akhir perbandingan, sama saja tidak ada gunanya.
"Akhirnya kamu datang" ucap Alvaro tersenyum senang sambil merangkul bahu Kayla yang berada di depannya.
"Tumben datang cepat" sindir Kevin membuat Kayla menatap Kevin tajam.
Kayla mendengus malas melihat Kevin yang tersenyum miring. "Cepat salah terlambat salah bahkan tidak datang makin salah" upat Kayla membuat Kevin tersenyum menang melihat Kayla yang jengkel.
"Sudah napa kamu mengoda dia" tegur Alvaro membuat Kevin mendengus geli lihat Alvaro membela Kayla.
"Aku menunggu kamu, aku kira kamu akan telat datangnya" kata Kayla membuat Kayla hanya menghela nafas panjang dan menatap Alvaro.
"Ini hari penentuan kamu dan tim merebut tiket ke final kenapa aku tidak datang" ujar Kayla sambil menepuk bahu Alvaro, lalu mengambil tangan Alvaro dan memakaikan gelang pada tangan kiri Alvaro.
Alvaro menatap gelang yang dipasangkan Kayla membuat membuat Alvaro terheran dan bingung.
"Semoga menang" kata Kayla menatap Alvaro yang bingung. "I made this bracelet myself in hopes that you can win, so fight" kata kayla membuat Alvaro mengantuk mantap.
Alvaro menatap gelang itu dan tersenyum. "Is this the talisman of your success, but I'm glad you gave me this bracelet because you rarely give anything" kata Alvaro membuat Kayla mengendus malas mendengar jawaban dari Alvaro. "Terimakasih, aku harap kamu disini sampai aku memenangkan pertandingan ini" kata Alvaro seperti perintah bagi kayla.
Kayla mengangguk pelan sebagai jawaban perkataan Alvaro, Alvaro berkumpul lagi dengan para pemain basket karena sebentar lagi mereka akan mulai pertandingan.
Setelah wasit meniup pluit para pemain mulai masuk dalam lapangan, Kayla menatap Alvaro yang berlari arah lapangan di ikuti oleh Kevin dan lainnya.
"Kayla kamu disini aku kira kamu telat datangnya" kata Bella sudah berdiri disampingnya.
"Ya, dari datang aku datang" kata Kayla tampa melihat Bella yang ambil posisi didekatnya. "Kamu dari tadi tibanya" tanya balik Kayla menatap Bella yang bawa balon tepuk penonton.
"Ya, aku bersemangat ingin melihat mereka bertanding sehingga setelah pulang sekolah aku langsung kesini" kata Bella dengan santainya.
"Terlalu cepat bahkan tim yang kan tanding saja pasti belum berangkat" ujar Kayla membuat Bella tersenyum tipis.
"Tapi gak apa-apa, aku jadi yang pertama yang jadi penonton setianya" ujar Bella sambil tersenyum senang.
Kayla hanya mengendus mendengar jawaban dari bella, Kayla menatap arah lapangan melihat permainan yang akan dimulai.
Terdapat Kevin dan lawannya berdiri siaga, menanti wasit melambungkan bola basket keatas sehingga dengan cepat mereka lompat untuk mengambil bola.
Kevin mampu menyambar bola langsung diarahkan pada Alvaro yang berdiri di samping kirinya, tidak menunggu waktu lama alvaro langsung men dribble bola dengan melewati lawan yang menghadang didepannya.
Melihat Alvaro berlari cepat lawan segera mengejar untuk merebut tetapi dengan sigap Alvaro mengoper pada Kevin yang langsung melemparkan bola pada ring dan masuk.
Alvaro dan Kevin langsung berlari kebelakang saat lawan mulai men dribble bola pada ring mereka, Alvaro menghadang pemain yang membawa bola, merasa tidak mampu melewati Alvaro! Dia mengoper bola pada teman yang ada di depannya namun langsung ditangkap oleh Kevin yang siaga didepan lawannya dengan cepat kevin membawa bola pada ring lawan, mengoper pada Alvaro langsung men shut pada pinggir ring yang disambut oleh teman setimnya.
Pertandingan berjalan dengan seru, setiap tim memberikan perlawanan yang sengit sehingga poin saling mengejar, namun tim Alvaro bukan lawan yang bisa dianggap remeh sehingga babak pertama mereka memimpin.
Alvaro dan teman-temannya langsung ke pinggir lapangan saat wasit meniup pluit jika babak pertama sudah selesai. Terlihat mereka mendengarkan arahan dari pelatih mereka, untuk mengatur strategi yang akan mereka lakukan.
Setelah mendengar suara pluit tanda waktu istirahat usai mereka mulai masuk dalam lapangan untuk memulai pertandingan mereka, pertandingan babak kedua ini lebih banyak tim Alvaro yang memegang bola sehingga poin yang mereka dapatkan tinggi sehingga membuat jarak yang cukup jauh dengan lawannya.
Kayla melihat wajah serius Alvaro setiap dia men dribble bola atau men shit bola, saat ini Alvaro mengiring bola pada ring tapi dihadang oleh lawan. Alvaro melompat tapi di halangi sama lawan sehingga Kayla berpikir jika Alvaro tidak bisa menambah poin.
Saat Alvaro mau melompat memasukkan bola lawan langsung menghadangnya dengan sigap saat Alvaro memindahkan bola yang ada di tangan kanan ke tangan kiri melalui belakang tubuhnya sehingga lawannya sangat terkecoh mengira Alvaro langsung men shut.
Para siswa yang mendukung tim alvaro langsung bersorak gembira melihat aksi Alvaro yang sangat memukau itu.
Alvaro tersenyum tipis sambil tos dengan Kevin berlari ke belakang kembali fokus melihat lawannya mulai menyerang.
Melihat hasil pertandingan kayla percaya jika tim Alvaro bisa memenangkan pertandingan ini jika mereka mampu bermain seperti ini sampai akhir.
Alvaro berlari arah lapangan saat dia akan digantikan karena ini strateginya pelatih untuk membuat dia istirahat sejenak dan membiarkan tim mereka bermain lebih santai yang diketuai oleh Kevin saat ini.
Kayla melihat Alvaro duduk di bangku penonton yang disiapkan khusus untuk mereka, tidak lama kayla melihat Alvaro ditawari botol minuman oleh Syifa yang memang ikut pertandingan ini karena Syifa merupakan anggota PMR disekolah mereka, jadi Syifa diikut sertakan jika ada yang terluka atau masalah lainnya.
Kayla menautkan kedua alisnya melihat mereka yang berbicara dengan akrabnya, karena Kayla tidak pernah melihat mereka interaksi sebelumnya.
Kayla mulai sadar jika Alvaro pernah mengatakan jika dia dekat dengan seseorang, jadi Kayla berspekulasi jika Alvaro lagi dekat dengan Syifa. Kayla mendengus malas melihat mereka yang tertawa bersama dan syifa yang salah tingkah di godain.
Biarlah Alvaro melakukan apapun dia inginkan karena jika dia bermain api jangan sampai api itu menyambar kamu.
Jika kamu memiliki keinginan tuk memulai, kamu juga harus mempunyai keberanian dan keinginan untuk menyelesaikannya, bukan hanya mengakhiri
.
.
.
*B**ersambung*.....
Tolong perhatikan tulisan dan kLimatnya,,Typo berterbangan,,,Tp aku coba utk paham,,