NovelToon NovelToon
BUNGA DI TENGAH BADAI

BUNGA DI TENGAH BADAI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Konflik etika / Keluarga / Romansa / Bullying dan Balas Dendam / Chicklit
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: @nyamm_113

Rumah?

Ayra tidak memiliki rumah untuk benar-benar pulang. Rumah yang seharusnya menjadi pelukan hangat justru terasa seperti dinding-dinding dingin yang membelenggunya. Tempat yang semestinya menjadi surga perlindungan malah berubah menjadi neraka sunyi yang mengikis jiwanya.

Siapa sangka, rumah yang katanya tempat terbaik untuk pulang, justru menjadi penjara tanpa jeruji, tempat di mana harapan perlahan sekarat.

Nyatanya, rumah tidak selalu menjadi tempat ternyaman. Kadang, ia lebih mirip badai yang mencabik-cabik hati tanpa belas kasihan.

Ayra harus menanggung luka batin yang menganga, mentalnya hancur seperti kaca yang dihempas ke lantai, dan fisiknya terkikis habis, seakan angin menggempurnya tanpa ampun. Baginya, rumah bukan lagi tempat berteduh, melainkan medan perang di mana keadilan tak pernah berpihak, dan rumah adalah tangan tak terlihat yang paling kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @nyamm_113, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEHIDUPAN SEKOLAH YANG TIDAK LAGI SAMA

Happy Reading

Ayra harus tetap berangkat ke sekolah, bahkan dalam keadaan tubuhnya yang lemas dan rasa sakit yang luas biasa dia tetap harus berangkat tanpa ada kata izin.

“Aku harus tetap kuat, harus tetap kuat Ayra. Bentar lagi seleksi tahap kedua, kamu ngak boleh tumbang.”

Ayra mencoba berdiri tegak seperti biasa, mencoba meluruskan tubuh bagian belakangnya yang kemarin sore mendapat hantaman keras dari Syan.

“Aawwsss, sa-kit bangat.”

Lukanya belum dia obati karena tidak tahu ingin meminta tolong pada siapa, dia jelas tidak bisa menjangkau bagian belakangnya yang terdapat banyak luka itu.

“Mana wajah aku pucat banget lagi,” lanjutnya lagi.

Gadis itu berjalan masih dengan tertatih-tatih akibat pergelangan kakinya yang masih belum di urut, bahkan kini untuk menyeret seluruh tubuhnya begitu terasa berat.

Anggota keluarganya tidak pernah terlihat setelah dirinya terbangun dari pingsan dalam ruang kerja Syan kemarin, hingga pada pagi ini dirinya tetap mengerjakan pekerjaan rumah walau tanpa ada perintah dari Vynessa.

“Loh, neng Ayra baru mau berangkat ya?”

Ayra tersenyum kecil dengan bibir yang pucat itu, bahkan kedua matanya terlihat seperti panda. “Iya pak,” jawabnya.

“Maaf ya neng, bapak tidak bisa mengantar neng Ayra ke sekolah.” Kardi. Pria tua dengan umur limah puluh yang telah bekerja dengan keluarga Aledrick selama hampir dua puluh tahun.

Tentu saja Kardi tahu kehidupan Ayra seperti apa dan sekejam apa keluarga Aledrick kepada gadis tak berdosa di depannya.

Ayra tersenyum lagi. “Ngak apa-apa pak, kalau pak Kardi mengantar aku, yang ada nyonya atau ayah bakal marah ke bapak.”

“Aku berangkat dulu ya pak, takut telat.” Ayra menyalimi punggung tangan pria itu dan segera berlalu dari sana.

“Malang sekali nasib mu nak.”

&&&

Ayra tiba di sekolah dengan selamat, langkah kecilnya hendak menaiki tangga menuju lantai dua, tetapi tiba-tiba saja tangannya diseret oleh seorang pemuda yang entah dari mana datangnya.

“E-h, kak lepasin tangan aku.”

“Kak, tolong sakit.”

Ayra semakin panik saat tahu dirinya di bawah ke gudang belakang sekolah, gudang untuk menyimpan semua perabotan sekolah yang tidak lagi digunakan.

“K-ak Bagas,” bisiknya pelan melihat sosok pemuda dengan seragam yang tidak rapi di depannya.

“K-enapa kak Bagas bawah aku ke sini?” Tanyanya dengan susah payah.

Bagas melihat Ayra, tanpa mengalihkan sedikit pun tatapannya dengan wajah andalan yaitu datar dan dingin.

“Lo belum tanggung jawab.” Bagas memainkan lidahnya di dalam sana. Mengangkat sudut bibirnya saat melihat wajah lugu gadis yang pucat itu menatapnya.

“T-tanggung jawab kak?” Ayra mencoba memastikannya lagi. Siapa tahu pendengarannya terganggu.

“Lo lupa ke jadian kemarin?”

Ayra tentu saja tidak lupa, bagaimana mungkin secepat itu melupakan adegan yang membuatnya hampir saja dalam masalah besar. “I-ya kak,” jawabnya dengan kepala yang kembali menunduk.

“Bagus,” ketus Bagas. “Lo, mulai detik ini jadi babu gue.”

Ayra kembali mengangkat wajahnya. “B-abu? Maksudnya pelayan kak Bagas?”

Bagas maju selangkah, mengikis jarak diantara mereka berdua hingga membuat Ayra seketika menahan nafasnya karena Bagas tidak menyisihkan jarak mereka.

“Itu pernyataan, bukan pertanyaan babu.”

Bagas dapat melihat wajah gadis itu begitu dekat, kulit Ayra benar-benar mulus bahkan Bagas yakini jika Ayra tidak memakai polesan make up sedikit pun. Alami dan natural.

“Napas bego!”

Bagas meninggalkan Ayra yang masih terdiam di tempatnya. Memikirkan ucapan Bagas yang jelas sangat tidak masuk akal, bagaimana bisa Bagas meminta tanggung jawab dengan menjadikannya seorang babu? Pelayan untuk laki-laki nakal itu?

“Tamat sudah riwayat mu Ayra.”

&&&

Ayra semakin pusing, ocehan dari kedua sahabatnya semakin membuatnya pusing. Memikirkan ucapan Bagas ternyata menguras banyak energinya hingga membuat dirinya tidak fokus saat mapel pertama tadi.

“Lo baik-baik aja kan Ay?” Tanya Serin lagi karena belum mendapatkan jawaban dari Ayra.

“Wajah lo pucat anget si Ay!” Lanjut Novia.

Serin dan Novia saling melirik, hingga keduanya tersenyum dan kembali menatap Ayra yang masih saja diam di tempatnya.

BRAK!

“AYRA!”

“LO BISA NGAK SI PELAN-PELAN AJA MUKUL MEJANYA HA?”

“KAGET NJIRRR!”

“JANTUNG GUE!”

“SERIN, NOVIA!”

Serin dan Novia tersenyum bodoh, mereka memasang wajah biasa saja tanpa merasa bersalah karena telah mengagetkan satu kelas.

“Kalian berdua kenapa si? Kaget tahu,” seru Ayra.

“Kita yang harusnya nanya Ayra, lo ini kenapa si ha? Kenapa diam aja kalau kita ajak ngobrol?” Cecar Serin.

“Lo pasti ada menyembunyikan sesuatu dari kita kan? Nih, muka lo tu ngak bisa bohong Ayra.” Novia kini mulai duduk dekat Ayra.

Ayra lupa jika mereka bertiga bukan sahabatan sebulan dua bulan, tetapi sudah bertahun-tahun dan jelas mereka tentu saja peka dengan keadaan masing-masing.

“I-ni tentang kak Bagas,” jawabnya pelan. Meringis pelan karena melihat keduanya melotot kepadanya.

“Ngapain lagi si lo?” Novia memekik tertahan.

“Ckkk, di apain lagi lo sama dia?” Tanya Serin dengan nada tegasnya.

Ayra mulai menceritakan kejadian tadi pagi saat Bagas menyeretnya ke gudang dan mengatakan jika dirinya adalah babunya sebagai bentuk tanggung jawab tanpa ada yang tertinggal kepada kedua sahabatnya.

Bahkan Serin sudah terlihat menahan kesal, bagaimana bisa laki-laki itu meminta tanggung jawab dengan menjadikan Ayra sebagai babunya?

“Gila ya tu cowok!” Kesal Novia. “Dan lo, kenapa ngak berusaha nolak? Kenapa mau-mau aja?”

“Y-a, aku tadi takut dan ngak berani nolak.”

“Lo,” tunjuk Serin kepada Ayra. “Kak Bagas ngak akan lepasin lo semudah itu, walau gue ngak terima lo diginiin. Cuman, kita ngak bisa apa-apa.”

“Benaran? Aku bakal jadi babu selamanya?”

“Sampai kak Bagas sendirinya yang bilang lo boleh berhenti jadi babunya, baru lo bebas Ayra.”

Ayra meringis pelan, merutuki kembali dirinya yang benar-benar ceroboh hingga membuat dirinya dalam masalah.

“Terus gimana dong?”

“Yaudah, lo nikmatin aja.”

“Serin mah.”

“Selama kak Bagas ngak sampai main tangan, lo aman. Tapi kalau kak Bagas udah main fisik, baru kita berdua bertindak.”

&&&

Selama dirinya mengikuti proses pembelajaran, pikirannya tidak pernah lepas dari Bagas yang menjadikannya seorang pelayan atau babu dari laki-laki itu.

Ayra bahkan tidak fokus mengerjakan soal latihan untuk olimpiade yang diberikan oleh Kaito kepadanya. Otaknya sudah penuh dengan berbagai prasangka buruk yang akan dia dapat di sekolah kedepannya.

“Aduh, kok bisa sepusing ini mikirin masalah itu si.”

Ayra melihat jam dinding, dia sudah menghabiskan waktunya selama empat jam hanya untuk memikirkan ucapan Bagas tanpa menyentuh soal latihan di depannya sedikit pun.

“Kalau pak Kaito tahu, mampus deh aku.”

Gadis itu segera mungkin mengerjakan soal latihannya, jika saja tidak dikumpulkan besok maka dia bisa langsung beristirahat, tetapi karena dia telah membuang banyak waktu mengharuskan dirinya kembali lembur.

Ketukan pada pintu kamarnya menghentikan aktivitasnya.

“Iya, bentar.” Ayra membuka pintu kamarnya dan terlihat jelas jika Kardi selaku sopir dirumahnya ini yang mengetuknya.

“Aduh neng, maaf ya bapak ganggu waktu kamu. Tapi, ini darurat.”

Ayra mengangkat kedua alinya. “Darurat kenapa pak?”

“I-tu neng, den Verick pulang mabuk lagi. Saya mau bantu bawah den Verick masuk, tapi adennya menolak,” jelas pria tua itu membuat Ayra mengela napasnya pelan.

“Terus kak Verick sekarang di mana pak?” Tanya Ayra.

“Ada di luar neng, sebelum tuan datang dan melihat keadaan den Verick yang mabuk. Mending neng segera bantu den Verick,” jawabnya lagi.

Ayra mengangguk, mereka berdua segera keluar untuk melihat keadaan Maverick yang memang sudah tergeletak dengan tubuh yang bersandar pada tiang di teras rumah itu.

“Pak, bantu angkat kak Verick ya. Biar aku yang antar ke kamarnya,” ucap Ayra diangguki oleh Kardi.

&&&

Maverick memang selalu menyusahkan Ayra, tetapi Ayra tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Dirinya justru senang karena Maverick menunjukkan sisi lainnya walau dalam keadaan mabuk dan berujung dirinya akan mendapat luka fisik lagi dari kakaknya itu.

“Lo lagi? Lo kenapa ada dimimpi gue si? Gue tu bosan lihat wajah lo yang jelek.”

Ayra membuka sepatu kakaknya, lalu membantu Maverick melepaskan jaketnya dan kaosnya yang berbau alkohol.

“Kak Verick kenapa mabuk terus?” Tanya Ayra. Membasuh tubuh laki-laki itu dengan posisi duduk di pinggir tempat tidur.

“Lo tanya gue?” Maverick menatap wajah Ayra dengan kedua pipinya yang merah. “Gue suka minum.”

Ayra selesai dan membantu Maverick merebahkan tubuhnya dengan pelan, menyelimuti kakanya hingga sebatas dada laki-laki itu.

SEGITU DULU YA, AUTHOR PUSING MIKIRIN ADEGAN AYRA SAMA BAGAS, KALAU BOSAN PART INI KOMEN YA, JANGAN DI HUJAT SOALNYA MASIH PEMULA LOH INI🤗😌😅

KAYAK BIASANYA, TINGGALKAN JEJAK 👣 KALIAN DAN TERIMAKASIH BANYAK KARENA TELAH MAMPIR😉

SEE YOU DI PART SELANJUTNYA

JALAN-JALAN JUGA YA KE AKUN INSTAGRAM AUTHOR @rossssss_011

1
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
jadi ayra mah aku bisa ngamuk thor. ga secengeng ini/Proud/
Anagata_aa113: nanti author bantu ngamuk
total 1 replies
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
dah lah thor makin emosi bacanya. terlalu bodoh bgt sih aliya
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ: 🏃‍♀️💨
Anagata_aa113: sabar, Kaliyah emang suka bikin emosi
total 2 replies
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
lanjut thor jgn lp mampir karyaku "DICINTAI OLEH RAJA MAFIA"/Rose//Ok/
Gina Taklasi
benarkah mereka bersaudara? orangtua dan saudara kandung?
Anagata_aa113: ngak tahu juga si kak, kalau mau tau silahkan ikuti alur cerita ya 😄😄👍
total 1 replies
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
ayra udah harus bodo amat aja nak/Grin/
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
kakek nya meninggal ya thor. kasian ayra
Aksara_Dee
lanjut Thor
Aksara_Dee
nunggu gerhana baru bisa nyatu ...
Anagata_aa113: gerhana pun tiba, belum tentu juga mereka nyatu🤣
total 1 replies
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
semangat thor. kendala seperti ini sering terjadi/Smirk/
Anagata_aa113: pusing dikit, ngak ngaruh 🥲😁
total 1 replies
Aksara_Dee
idih ngaku-ngaku
Anagata_aa113: namanya juga anak manaja
total 1 replies
Aksara_Dee
untungnya masih punya kakek ya, kasian ayra
Anagata_aa113: iya, Ayra kasian banget
total 1 replies
Aksara_Dee
aku lupa cara bernapas, pinter! 🤣
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
wah ayra terlalu lembek thor/Sob/
Anagata_aa113: Iya lembek banget, tapi gimana ya... karakter dia tu emang gitu kak/Grin/
total 1 replies
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
gila thor bikin emosi bacanya. astagfirullah mana lagi puasa/Cry/


thor . . bantu dukung karya chat story ku ya " PUTRI KESAYANGAN RAJA MAFIA "
Anagata_aa113: sabar ya 😄
total 1 replies
уαѕƒι
parah itu si maverik/Facepalm/
уαѕƒι
kenapa ga kabur aja sih ay. keluarga iblis itu. hidup kaya dineraka. kejam thor🙈/Scream/
Anagata_aa113: boleh juga, tapi kalau Ayra nya ngak mau kabur gimana dong?
total 1 replies
уαѕƒι
dih parah sih serba salah ya. kasian ayra thor/Scream/
Anagata_aa113: iya/Smile/
total 1 replies
уαѕƒι
untung punya sahabat yg baik
Anagata_aa113: baik banget sahabat Ayra
total 1 replies
уαѕƒι
wahh ceritanya mengharukan sekali thor/Frown/
Nerendtale
Noooo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!