NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Pria Beristri

Jerat Cinta Pria Beristri

Status: tamat
Genre:Beda Usia / One Night Stand / Cinta Seiring Waktu / Konflik etika / Showbiz / Tamat
Popularitas:10.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Desy Puspita

Tak terima lantaran posisi sebagai pemeran utama dalam project terbarunya diganti sesuka hati, Haura nekat membalas dendam dengan menuangkan obat pencahar ke dalam minuman Ervano Lakeswara - sutradara yang merupakan dalang dibaliknya.

Dia berpikir, dengan cara itu dendamnya akan terbalaskan secara instan. Siapa sangka, tindakan konyolnya justru berakhir fatal. Sesuatu yang dia masukkan ke dalam minuman tersebut bukanlah obat pencahar, melainkan obat perang-sang.

Alih-alih merasa puas karena dendamnya terbalaskan, Haura justru berakhir jatuh di atas ranjang bersama Ervano hingga membuatnya terperosok dalam jurang penyesalan. Bukan hanya karena Ervano menyebalkan, tapi statusnya yang merupakan suami orang membuat Haura merasa lebih baik menghilang.

****

"Kamu yang menyalakan api, bukankah tanggung jawabmu untuk memadamkannya, Haura?" - Ervano Lakeswara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desy Puspita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13 - Tanggung Jawab yang Bagaimana?

Pertanyaan konyol, orang gila saja mungkin tahu jawabannya. Bagaimana bisa Ervano bertanya lagi, begitu pikir Haura dalam diam sebelum kemudian menjawab lesu. "Pikir saja sendiri, apa mungkin tidak takut?"

Sesuai dugaan Ervano, Haura memang takut hingga membuat pria itu menghela napas panjang. "Saya tidak segila itu, Haura ... kalau bukan karena obat yang kamu masukkan ke dalam_"

"Shut!! Untuk masalah ini mohon diingat, saya tidak bermaksud memasukkan obat perang-sang ke dalam minuman Anda, tidak sama sekali!!" Haura kembali ke mode formal dan menganggap Ervano sebagai seseorang yang terhormat tatkala memberikan penjelasan.

Sebisa mungkin dia tetap bersikap sopan agar Ervano mengerti dan tidak berpikir aneh setelah ini. "Akan tetapi, entah kenapa justru berubah dan jadi petaka untuk saya padahal awalnya ...."

Gleg

Kelepasan, tidak seharusnya dia sejujur itu dan Haura benar-benar baru sadar. Terlambat, karena kini Ervano seolah sudah menunggu jawabannya.

"Pada awalnya apa? Kamu memang berniat mencelakai saya?"

"Ti-tidak!! Saya hanya_"

"Hanya apa? Katakan, apa yang sebenarnya kamu rencanakan, Haura?"

"Tidak ada, lupakan saja." Tidak ingin salah menjawab, Haura kembali melanjutkan perjalanan.

Rasanya juga percuma menjelaskan kepada Ervano, toh posisinya tetap sama-sama salah. Akan lebih baik jika malam ini dia mengakhiri pertemuan dengan Ervano segera.

Tanpa berucap, Haura menambah kecepatan agar segera tiba. Bukan ke apartemen tentu saja, Haura tidak mau terjebak untuk kedua kalinya.

Cukup kemarin saja dia yang bodoh, malam ini tidak lagi. Meskipun keadaan Ervano lebih memprihatinkan malam ini, Haura tidak peduli.

Dia hanya bersedia mengantar Ervano ke rumah sakit, lagi pula mana mungkin luka seperti itu bisa dirawat sendiri di rumah tanpa pertolongan dokter.

Tidak begitu lama waktu yang diperlukan oleh Haura untuk tiba di rumah sakit terdekat. Tanpa peduli kualitas, Haura percaya saja dan memilih yang paling dekat.

Begitu tiba, Ervano dibuat terkejut begitu sadar dimana dirinya kini berada. "Kita dimana?"

"Rumah sakit," jawab Haura masih baik, tetap ada sopannya walau nama rumah sakit sudah terpampang jelas di depan mata.

Mendengar jawaban Haura, Ervano mendadak terdiam dan melayangkan tatapan tak terbaca ke arah Haura. "Kenapa ke rumah sakit? Saya bilang_"

"Saya tidak mau, kalau memang tetap memaksa ... pesan taksi online saja," tegas Haura sudah siap dengan ponselnya andai memang Ervano memaksa harus pulang ke apartemennya.

Ervano terdiam, sementara Haura kini masih memberikan pilihan. "Gimana? Mau ke apartemen atau rumah sakit? Saya masih baik hati dan berniat tanggung jawab atas luka yang Anda alami, itu saja."

"Fine, rumah sakit," jawab Ervano memejamkan mata.

Masih dengan penampilan yang terlihat tak berdaya di samping Haura, Ervano tetap tidak tergerak untuk turun segera.

Sampai akhirnya, Haura melepas seat belt dan mempersilakan Ervano untuk turun. "Silakan turun."

"Terus kamu?"

"Ya pulanglah, Bapak berharap apa memang? Saya jagain gitu? Hah?"

Ervano bertanya baik-baik, tapi Haura seperti ngajak bertengkar dengan melibatkan emosi di sana.

"Bukan begitu, tapi bukankah kamu sendiri yang mengatakan akan bertanggung jawab?"

Mulut Haura seketika menganga tatkala mendengar Ervano justru menagih ucapannya beberapa saat lalu. Padahal, sewaktu Haura bicara pria itu seperti tidak mendengar dengan baik.

"Kenapa? Kamu sendiri yang bilang tadi, 'kan?"

Sungguh menyesal Haura bicara, agaknya dia memang harus lebih berhati-hati kepada pria yang memang belum dia kenali secara personal ini.

"Fine, tapi setelah ini jangan pernah mengusik hidup saya lagi!!"

Tak berjanji, Ervano diam saja dan pasrah dengan perlakuan Haura yang terkesan dingin. Bagaimana tidak? Langkahnya sewaktu membantu jelas sekali terlihat tidak niat.

Walau begitu, nyatanya Haura tetap baik bahkan rela meluangkan waktu untuk menunggu, padahal bukan siapa-siapa.

Berawal dari dia yang sebenarnya khawatir bocor di kepala Ervano parah dan bisa membuatnya kembali terjebak dalam petaka, Haura dibuat terkejut begitu mengetahui semua luka yang ada di tubuh Ervano sewaktu diperiksa.

Terlebih lagi, luka di telapak tangan yang ternyata cukup dalam dan butuh dijahit. Bisa dipastikan luka itu bukan sekadar tergores, sampai Haura ngilu membayangkannya.

.

.

"Kenapa bisa begitu?" tanya Haura basa-basi demi memastikan yang melakukannya Abimanyu atau bukan.

Ervano menatap Haura sekilas, wanita yang telah membuatnya persis pria lemah itu masih setia di sisinya. "Apanya?"

"Telapak tangannya."

"Oh ini?" Ervano memperlihatkan telapak tangan yang sudah diganti perbannya dan juga dijahit tentu saja. "Ini luka," lanjutnya kemudian.

"Aku tahu itu luka, maksudku luka karena apa?" Bukan bermaksud perhatian, Haura hanya ingin tahu penyebabnya, itu saja.

Tak segera menjawab, Ervano seperti sengaja merahasiakan hal itu sampai Haura malas juga. "Baiklah, saya rasa cukup sampai di sini ... saya tidak bisa menunggu lebih lama lagi, Anda bisa meminta keluarga atau istri Anda datang ke sini."

Begitu tegas Haura katakan dengan maksud agar Ervano sadar akan statusnya. Namun, alih-alih sadar Ervano menahan kepergian Haura.

"Bisakah kamu tetap di sini sampai keadaan saya benar-benar membaik?"

"Tidak."

"Kenapa? Tanggung jawabmu baru setengah kalau hanya sebatas ini."

"Shuuut!! Jangan bicara tentang tanggung jawab ... coba pikir lagi siapa korban sebenarnya di sini?" Haura balik bertanya sembari bersedekap dada.

Sikap Ervano yang justru terbalik dan seperti tidak sadar posisi semacam ini sungguh membuat Haura kesal sebenarnya.

"Saya, saya korban di sini!! Terlepas dari kejadian awal, saya tetap korban karena sebagai pelaku Anda bisa melakukan cara lain jika hanya karena obat itu!!" tegas Haura menggunakan analogi yang sempat Abimanyu sampaikan kepadanya.

Selama Haura menegaskan duduk masalahnya, Ervano terus menatap lekat bahkan tidak berkedip di sana.

Hingga selesai, barulah dia menarik napas dalam-dalam sebelum kemudian dia embuskan perlahan. "Jadi maksudmu bagaimana? Butuh pertanggungjawaban atas apa yang terjadi malam kemarin?"

Gleg

Untuk kesekian kali Haura menyesal bicara. Niat hati menampar Ervano dengan fakta, nyatanya Haura sendiri yang gelagapan dibuatnya.

"Katakan, tanggung jawab apa yang kamu inginkan?"

"Eum ...." Lidah Haura mendadak kelu, seperti tidak berguna tatkala Ervano justru menawarkan tanggung jawab atas perbuatannya.

"Hem? Katakan saya harus bagaimana? Jangankan kompensasi, pernikahan pun akan saya berikan, Haura," tegas Ervano begitu yakinnya.

Sontak Haura terkekeh, merasa geli mendengar pernyataan Ervano.

"Kenapa tertawa? Saya tidak bercanda."

"Thanks, tapi saya tidak butuh kompensasi apalagi dinikahi!! Cukup jangan usik ketenangan saya dan anggap tidak ada yang terjadi, permisi!!" pungkas Haura berlalu pergi meninggalkan Ervano tanpa kata.

Kali ini agaknya pria itu mengalah, dia tidak membuntuti Haura lagi hingga bisa melangkah dengan bebas. Sembari berjalan, Haura mengutuk Ervano. "Dasar gila!! Bisa-bisanya dia menawarkan pernikahan padahal statusnya masih pria beris_"

"Bagus!! Ternyata ini alasanmu kenapa kekeuh minta putus, Haura?"

"Heuh?"

.

.

- To Be Continued -

1
Efratha
baca part ini aku sampe ketawak bengek 🤣🤣🤣🤣
Efratha
jangan² Sofia kaum lesbiola 🤭
Efratha
pertengahan part ini hampir mewek saya bacanya,eh tetiba akhir jadi ngakak "anggap aja anak hantu " 🤣🤣🤣🤣
Borahe 🍉🧡
sempet"nya liatin ke mang Udin🙈
Borahe 🍉🧡
Persis Kayla dan Evan😂
Borahe 🍉🧡
bener bener mulut Haura. apa yg ada diotak itu yg diungkapin tanpa filter😂😂🙈
Borahe 🍉🧡
kecintaan banget pak
Borahe 🍉🧡
wihh banyak duit nih Bpk dua bini🤣
Borahe 🍉🧡
hahaah
Borahe 🍉🧡
hahaga panik gak
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙜𝙠𝙜𝙠𝙜𝙠𝙠𝙠... 𝙖𝙠𝙪 𝙠𝙞𝙧𝙖 𝙢𝙖𝙪 𝙣𝙮𝙚𝙗𝙪𝙩 𝙗𝙤𝙩𝙤𝙡 𝙮𝙖𝙠𝙪𝙡𝙩 𝙚𝙝 𝙜𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙤𝙩𝙤𝙡 𝙠𝙚𝙘𝙖𝙥.😆😆😆
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙉𝙖𝙠𝙖 𝙗𝙨 𝙙𝙞 𝙖𝙟𝙖𝙠 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙟𝙜 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙥𝙖𝙥𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖... 𝙨𝙚𝙙𝙞𝙠𝙞𝙩 𝙡𝙜 𝙡𝙪𝙡𝙪𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙢𝙖𝙝𝙣𝙮𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙝𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙠𝙙 𝙠𝙬𝙗𝙖𝙬𝙖 𝙟𝙚𝙣𝙜𝙚𝙡 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙀𝙫𝙖𝙣, 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙝𝙖𝙡 𝙘𝙪𝙢𝙖 𝙗𝙖𝙘𝙖 𝙣𝙤𝙫𝙚𝙡 𝙩𝙥 𝙥𝙚𝙧𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙃𝙖𝙪𝙧𝙖 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙨𝙚𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞 𝙥𝙡𝙞𝙨 𝙞𝙗𝙪 𝙮𝙜 𝙙𝙞𝙠𝙚𝙘𝙚𝙬𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙖𝙠𝙪 𝙟𝙙 𝙞𝙠𝙪𝙩2𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙟𝙜.𝙬𝙠𝙬𝙠𝙬𝙠𝙠...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙖𝙟𝙖𝙧 𝙨𝙞𝙝 𝙥𝙖𝙥𝙖𝙝 𝙕𝙚𝙖𝙣 𝙢𝙖𝙧𝙖𝙝 𝙠𝙧𝙣 𝙮𝙜 𝙣𝙖𝙢𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙚𝙪𝙝 𝙣𝙮𝙖𝙬𝙖 𝙩𝙥 𝙖𝙞 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙜𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙨𝙞 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙞𝙣𝙜𝙣𝙮𝙖 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙧𝙣 𝙣𝙜𝙤𝙗𝙚𝙤𝙡 𝙨𝙖𝙣𝙩𝙖𝙞 𝙙𝙜𝙣 𝙩𝙢𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙗𝙚𝙙𝙖 𝙘𝙚𝙧𝙞𝙩𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙡𝙜 𝙨𝙞𝙡𝙪𝙖𝙧 𝙠𝙤𝙩𝙖/𝙥𝙪𝙡𝙖𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙠𝙚𝙧𝙟𝙖 𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣 𝙢𝙖𝙖𝙞𝙝 𝙗𝙨 𝙙𝙞 𝙢𝙖𝙠𝙡𝙪𝙢𝙞.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙧𝙖𝙨𝙖𝙞𝙣, 𝙢𝙜 𝙃𝙖𝙪𝙧𝙖 𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙥𝙚𝙡𝙖𝙟𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙩𝙪𝙝 𝙨𝙞 𝙀𝙧𝙫𝙖𝙣𝙤 𝙟𝙜𝙣 𝙙𝙞𝙠𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙢𝙖𝙖𝙛 𝙙𝙪𝙡𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙖𝙗𝙖𝙞 𝙨𝙢 𝙩𝙪𝙜𝙖𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙚𝙗𝙖𝙜𝙖𝙞 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙥𝙡𝙪𝙨 𝙖𝙮𝙖𝙝 𝙖𝙞𝙖𝙜𝙖.. 𝙗𝙞𝙖𝙧 𝙠𝙖𝙥𝙤𝙠 𝙨𝙚 𝙚𝙣𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙠𝙚𝙩𝙚𝙧𝙡𝙖𝙡𝙪𝙖𝙣 𝙨𝙞𝙝 𝙑𝙖𝙣𝙤 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞 𝙡𝙜 𝙠𝙚𝙨𝙖𝙠𝙞𝙩𝙖𝙣 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙜𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙠𝙧𝙣 𝙤𝙛𝙛 𝙝𝙥 𝙙𝙚𝙢𝙞 𝙜𝙖 𝙩𝙚𝙧𝙜𝙖𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣𝙢𝙪.. 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙥𝙧𝙞𝙤𝙧𝙞𝙩𝙖𝙨𝙠𝙣 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞 𝙮𝙜 𝙪𝙙𝙝 𝙢𝙖𝙨𝙖 𝙝𝙥𝙡𝙣𝙮𝙖 𝙙𝙠𝙩..
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙝𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝𝙝 𝙒𝙧𝙫𝙖𝙣𝙞 𝙖𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙣𝙜𝙚𝙙𝙚𝙠𝙬𝙩𝙞𝙣 𝙝𝙥𝙡 𝙩𝙥 𝙝𝙥 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙤𝙛𝙛 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙥𝙧𝙚𝙨𝙞𝙠𝙨𝙞 𝙙𝙧 𝙨𝙤𝙠𝙩𝙚𝙧 𝙨𝙞𝙖𝙜𝙖 𝙝𝙥 𝙖𝙠𝙩𝙞𝙛 𝙩𝙧𝙨 𝙡𝙖𝙝 𝙞𝙣𝙞 𝙗𝙞𝙠𝙞𝙣 𝙩𝙚𝙥𝙪𝙠 𝙟𝙞𝙨𝙖𝙠, 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙨𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜2 𝙩𝙥 𝙞𝙖𝙩𝙧𝙞 𝙡𝙜 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙧𝙪𝙝 𝙣𝙮𝙖𝙬𝙖 𝙨𝙚𝙢𝙞 𝙢𝙬𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧𝙠𝙖𝙣 𝙗𝙪𝙖𝙝 𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙞𝙣.🤦‍♀️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙖𝙬𝙖𝙨 𝙩𝙖𝙧 𝙠𝙚𝙩𝙪𝙡𝙖𝙝 𝙤𝙢𝙤𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞 𝘼𝙗𝙞𝙢, 𝙩𝙖𝙧 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙡𝙜 𝙟𝙖𝙢𝙞𝙡 𝙥𝙖𝙖𝙩𝙞 𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙟𝙜 𝙖𝙩𝙖𝙪 𝙢𝙪𝙣𝙜𝙠𝙞𝙣 𝙡𝙗𝙝 𝙙𝙧 𝙮𝙜 𝙀𝙫𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙠𝙪𝙠𝙖𝙣.. 𝙗𝙪𝙠𝙖𝙣 𝙘𝙢 𝙙𝙞𝙚𝙡𝙪𝙨 𝙣 𝙙𝙞 𝙖𝙟𝙖𝙠 𝙗𝙞𝙘𝙖𝙧𝙖 𝙙𝙤𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙥 𝙙𝙞 𝙪𝙨𝙚𝙡2 𝙟𝙜.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙬𝙚𝙚𝙚𝙝𝙝𝙝... 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙣𝙪𝙢𝙥𝙪𝙠 𝙖𝙟𝙖 𝙗𝙖𝙗 𝙙𝙧 𝙨𝙚𝙠𝙞𝙖𝙣 𝙡𝙖𝙢𝙖 𝙣𝙪𝙣𝙜𝙜𝙪 𝙜𝙖 𝙩𝙖𝙪 𝙣𝙮𝙖 𝙥𝙖𝙨 𝙢𝙖𝙢𝙥𝙞𝙧 𝙣𝙤𝙫𝙚𝙡 𝙤𝙩𝙝𝙤𝙧 𝙮𝙜 𝙡𝙖𝙞𝙣 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙥𝙙 𝙩𝙖𝙢𝙖𝙩.🙂
aku baru
suka sekali membaca karya mb desy,,,,,terlebih tentang kisah keluarga megantara,,,,,hampir semua aq baca,,,,,tp kisah zavia ko sulit di cari yah????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!