Amalia, Anak gadis yang bekerja di salah satu perusahaan ternama diKota itu, keberuntungan telah berpihak kepadanya karena dengan ini dia akan mampu membayar utang budi kepada Pamannya yang telah merawat dirinya selama dia kecil hingga sekarang, Amalia adalah sosok gadis cantik dan periang, senyuman indah akan melelehkan kaum hawa. Amalia telah bekerja keras selama beberapa tahun ini dan akhirnya bisa mencapai ke tahap ini, yaitu posisi sekretaris bos keduanya. Walau sekretaris kedua Amalia tetap bersyukur.
Hingga suatu hari Amalia di kagetkan kedatangan mamah yang tidak lain istri paman nya, mendorong Letizia agar mau menjadi istri pria kaya, agar bisa menolong, usaha mereka yang lagi di ambang kebangkrutan. Amalia menolak apa lagi dia tidak mengenal pria yang akan menjadi Suaminya. Jihan mamah Amalia, membujuk Amalia dan mengimingi perkataan yang meluluhkan hati Amalia. Dengan berat hati Amalia menerima dan pasrah.
APAKAH AMALIA BERHASIL MENJALANI RUMAH TANGGA BARUNYA ATAU TIDAK??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. Gugup
"Maksud Tuan...saya sehat tuan", bohonnya. Peter tidak berselera lagi makan dan berdiri dan naik ke atas. Amalia meneteskan air matanya dan mengenai makanannya.
"Ayah... ibu... bantu Amalia", batinnya dalam hati
Di lantai atas Peter uring\-uringan dan tidak mengerti dengan Amalia jelas dia kesakitan dan lagi wajahnya sangat pucat.
"Bisa-bisa aku gila karena wanita itu?", gumamnya. Amalia tidak berani masuk dan turun kembali ke bawah.
"Pasti dia masih marah soal foto itu, Ahk...apa yang terjadi dengan hidupku ini", Amalia sudah di teras menunggu Peter sambil menatap kosong. Peter turun dan tidak melihat Amalia.
"Di mana dia?", tanya Peter ke maid
"Nona sudah di luar menunggu Tuan muda", lagi wajah peter sangat kesal. Peter melihat wajah Amalia yang tatapannya kosong. Peter mendekat dan berdehem.
"Ehemm...kita pergi", Amalia dan Peter turun ke bawah Menggunakan lift, Amalia terus menunduk tidak berani menatap Peter. Mereka tiba di parkiran Mereka berdua masuk. Di sepanjang perjalanan Amalia diam dan memandang keluar begitu juga Peter.
"Dia masih marah, aku pasrah apa yang akan di lakukannya kepada ku", batinnya. Mereka tiba di Mansion dan Nyonya Samantha menyambut Amalia sangat hangat, Peter langsung naik ke atas tanpa memperdulikan siapa pun.
"Kenapa pakaian mu masih ini sayang?", tanya Nyonya Samantha.
"Ehm..itu tadi baju ku basah Mami jadi aku mengenakan ini lagi, maaf", menunduk gugup
"Sudah Mami ngerti kog", goda Nyonya Samantha. Amalia tidak mengerti dengan perkataan Samantha.
"Ya sudah kamu bersiaplah Kalian akan berangkat sebentar lagi", Amalia permisi dan naik ke atas. Nyonya Samantha tersenyum dan berharap bulan madu ini Peter melupakan wanita murahan itu.
Amalia tiba di depan kamar dan tarik nafas. Kali ini Amalia menguatkan batin, siap apa yang akan terjadi di dalam sana. Amalia membuka pintu dan tidak melihat siapa pun, hati Amalia tenang dan perlahan masuk ke dalam, Amalia membuka pakaiannya dan masuk ke dalam kamar mandi.
Peter masuk karena ada yang ketinggalan di kamar, melihat pintu kamar mandi tidak di kunci, Peter mendekat dan alangkah terkejutnya Peter melihat pemandangan yang begitu indah.
"Cantikknya...!", gumam Peter, karena tidak mau menjadi khilaf, Peter dengan cepat keluar namun Ponsel yang mau di ambilnya terjatuh di lantai dan memasuki kamar mandi, Amalia terkejut dan melihat Peter.
"Hahhhhhhh...!", Teriaknya sambil menutup tubuh depannya. Peter kaget dan cepat lari keluar dan menutup pintu sangat kuat.
"Sial...dia melihatku", gumamnya sambil memegang dadanya yang berdegup kencang. Amalia yang di dalam sangat terkejut luar biasa bagai mana bisa dia dalam tidak berpakaian Peter malah melihatnya. Amalia berputar-putar di dalam kamar mandi malu keluar dengan keadaan seperti ini.
"Bagaimana ini, aku tidak berani, ahkk kog bisa sih aku lupa kunci tadi", sialnya. Peter menunggu Amalia di bawah masih dalam kondisi terbanyang ke tubuh Amalia.
"Bisa-bisanya aku jadi penguntit", gumamnya.
"Siapa penguntit Sayang?", tanya Nyonya Samantha. Peter terkejut dan mengalihkan pembicaraan kala melihat Amalia sudah turun.
"Cepatlah kita akan terlambat", Amalia kaget dan wajahnya pucat. karena masih mengingat kejadian di kamar mandi tadi.
"Maaf aku lama", jawabnya. Nyonya Samantha menelisik apa yang terjadi dan paham. Nyonya Samantha tersenyum.