NovelToon NovelToon
Perasaan Tak Terbendung (Kelana Dan Mataharinya)

Perasaan Tak Terbendung (Kelana Dan Mataharinya)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:13.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: ALSIB

WARNING hanya untuk 21+ 🔥🔥🔥 !!!


Keadaan kacau ketika penggerebekan di sebuah club malam, Lana, Sita, Maya, Dion, Putra, Teguh, Marvin dan Surya kocar kacir terpencar yang tadinya satu meja mereka buyar semua entah dimana mereka berada. Mereka semua yang ada di club berusaha keras keluar dari tempat itu berlari sekuat tenaga, bersembunyi untuk menyelamatkan diri dari kepungan razia rutin dari kepolisian.
Karena panik Lana dan Surya bersembunyi di gudang. Maya, Marvin dan Dion berada di dapur club sedangkan Sita, Teguh dan Putra berhasil meloloskan diri keluar dari parkir dan bersembunyi di mobil dan ketika aman mereka pergi meninggalkan mereka semua. Ya memang benar persahabatan kadang terpisah saat razia, disitulah kokoh dan rapuhnya persahabatan dibuktikan. Polisi menyidak sampai dapur dan tak terelakkan Maya, Dion dan Marvin tertangkap dan di gelandang ke Polsek. Seorang satpam karena ingin menyelamatkan miras harus mengunci gudang agar selamat dari razia, tanpa tau di dalam ada Lana dan Surya. Akhir Masa remaja saat yang indah adalah di puncak kelulusan, yaa mereka merayakan kelulusan mereka di club malam, sebuah perayaan untuk melanjutkan hidup mereka atau masalah baru dalam kehidupan mereka. Bagaimana nasib mereka? Dan juga nasib Lana dan Surya yang harus bermalam di gudang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALSIB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flashback : Promnight

Lana dan kedua orang tua turun di lobi Hotel dan menuju ballroom dimana acara promnight dilangsungkan, mereka agak terlambat dan datang paling akhir.

Semua mata menatap Lana berdecak kagum saat Lana menyusuri red karpet, dengan di gamit ayah dan ibunya. Lana berjalan sangat bersahaja, kecantikan Lana hari ini sangat memukau semua mata yang melihatnya.

Mata Lana tertuju pada Marvin yang sedang bercengkerama dengan Maya, namun segera ditepiskan karena mata Marvin menatapnya penuh kekaguman.

Sementara mata Lana mencari sosok yang dia cari, yaitu Surya namun dia tidak melihatnya. Setelah sampai di kursi para siswa, orang tuanya menuju kursi para orangtua yang terpisah dengan para siswa. Orang tua mereka saling berpelukan dan bertegur sapa, terlihat disana ada keluarga Marvin serta keluarga Surya, namun tak terlihat Surya dimana keberadaannya.

Lana menyapa semua teman seangkatannya sambil berbincang- bincang, disebuah sudut ballroom gengnya terlihat berkumpul semua, dan Lana menyapa penuh kehangatan.

"Lanaa.. kamu cantik banget" kata Sita. Lana memeluk erat Sita.

"Woooow.. ". Dion

"Parah lo Lan, cakep lo kelewatan". Teguh.

"Ampunnn Lanaaa.. imin gue nggak nahan" Putra. Semua noyorin Putra dan tertawa berbahak- bahak.

"Lan.. gue akuin.. you look perfect tonight" kata Maya memeluk erat Lana.

"Sayang kamu cantik sekali, aku sampai tak mengenalimu" kata Marvin menggenggam tangan Lana.

Saat ingin mencium pipi Lana, tiba- tiba lampu diredupkan dan acara dibuka dengan seseorang menyanyikan sebuah lagu yang sangat familiar di telinga Lana. Yaa.. lagu Sobat dari PADI, namun suaranya tampak berbeda, Suara yang merdu dan agak serak namun berat, suara itu benar- benar mengguncang hati Lana.

Yaaa, dia adalah Surya. Dengan dibalut setelan jas merah marun senada dengan bunga- bung yang ada digaun Lana, dia menyanyikan Lagu untuk Lana.

"Untuk seseorang yang aku cintai" kata Surya.

Surya.. Kau disana rupanya. Batin Lana.

🎼🎶Sobat.. sungguh aku tak mengerti

Mengapa semua bisa terjadi

Setelah perkenalan itu

Aku terhanyut

Aku sebenar- benarnya tak kuasa

Dambakannya.. rindukannyaaaa🎶🎵

Lan, semoga kau menyukainya. Surya

"Sumpah gue nggak nyangka ternyata suara Surya bagus banget" kata Putra.

Kalian nggak tau aja, dia latihan tiap hari sampai datengin guru vokal, ampe budeg gue tiap hari dengerin lagu itu. Dion.

"Iya bagus banget suaranya Surya ternyata, bikin hati gue meleleh" kata Maya memprovokasi.

Gatel banget lo uler keket. Batin Lana tanpa menoleh ke Maya.

Mata Surya tak beralih kemanapun, hanya Lana yang dia lihat saat bernyanyi. Mengagumi Lana dengan kecantikkannya, mendambakan selalu keindahan hatinya.

Matanya memerah saat sebuah bait lagu dinyanyikan yang menyentuh hatinya apalagi melihat Lana menatapnya dengan seseorang disebelahnya, dia membayangkan berpisah dengan Lana dan itu membuat suaranya serak namun ditahan.

🎼🎶Mencoba menahan himpitan rasa itu

Merajam keruhnya jiwaku

Ternyata hidupku dan dirinya terikat rasa tulus

Takkan menyusutkan pelukku dan rindunya

Mendambakannya, Merindukannya

Lana benar- benar tertegun melihatnya dengan penuh kekaguman, Surya terlihat sangat tampan dan menyenangkan, Lana baru saja menyadari bahwa saat melihat Surya hatinya begitu tenang dan nyaman tidak ada ketakutan.

Sorak sorai penonton memenuhi ballroom saat itu, saat Surya menghilang dibalik panggung, Lana menunggu kemunculannya di depan matanya tapi tak kunjung dia temui.

Saking takjubnya Lana dengan pertunjukan Surya, Lana tak menyadari kalau Marvin berdiri disebelahnya dengan merangkul pundaknya. Ketika Marvin mencium pelipis Lana sontak membuat Lana terkejut dan menyadari bahwa sedari tadi Marvin menggamit pundaknya.

"Aku menagih first kiss ku, sayang" bisik Marvin membuat darahnya mengalir cepat, ketakutan menyeruak dihatinya kembali.

Marvin membalikkan tubuh Lana dan mencondongkan wajahnya ke arah wajah Lana, namun dengan sigap Lana menggeser wajahnya menuju telinga Marvin dan membisikkan kata,

"Tagihlah itu kepada Maya, atau sudah? Aku tidak lupa, bahwa kita sudah selesai" kata Lana mengembalikan posisi tubuhnya tegak, namun Marvin mencekal lengannya dan mencengkeram pinggangnya. Sehingga dari jauh terlihat berpelukan, Surya mengamati itu dibalik tirai panggung.

Saat pembaca acara mengumumkan siswa berprestasi dengan nilai tertinggi, nama Lana disebutkan dan Lana akhirnya terbebas dari Marvin. Lana berjalan sangat manis ke arah panggung, semua kembali berdecak kagum melihat Lana.

Saat Lana sudah berada di atas panggung, pembawa acara akhirnya memangil juara kedua dan ketiga, Surya sebagai juara kedua muncul dibelakang panggung, lalu memanggil juara ketiga yaitu Dion.

Lana menatap kedepan para penonton namun berbisik ke Surya.

"Hai.. dari tadi aku mencarimu".

Surya diam membisu pura- pura tak mendengar.

"Sayuuurr.. sok ganteng lo!" Kata Lana lagi namun tak bergeming.

Dion menaiki panggung sebagai juara ketiga. Saat memiringkan tubuhnya mau menggoda Surya lagi, Lana terkejut karena Lana disuruh pidato oleh pembawa acara, dengan isi kesan dan pesan sebagai juara sekolah ini.

Lana gugup ketika tepuk tangan seisi ballroom termasuk Surya dan Dion membahana riuh dihadapannya. Lana menuju standing mic dan mulai berbicara.

"Selamat malam semua bapak dan ibu Guru kami yang kami kasihi, selamat malam om tante, ibu bapak para orang tua siswa yang saya hormati, selamat malam buat teman- teman dan sahabatku yang aku sayangi.. Pertama- tama aku mengucapkan Syukur yang tidak terkira pada Tuhan, untuk keberhasilan kita semua dalam melewati ujian dengan susah payah namun lihat lah teman- teman... kita bisa melewatinya dengan baik" kata Lana membuat semua bertepuk tangan.

"Aku mau berterima kasih pada kedua orang tuaku, dan mungkin kalian juga harus melakukan hal yang sama.. Karena tanpa dukungan mereka, kita tidak akan bisa melewati ini semua. Berterima kasihlah kepada orangtua kita yang masih cerewet atau bawel karena itu seperti sebuah sirene yang berlengking di telinga kita, agar kita tidak terlena dengan kesenangan- kesenangan atau keegoisan yang kita ciptakan sehingga kita lupa pentingnya belajar" Lana melanjutkan pidatonya, diiringi suitan dan tepuk tangan.

"Dan aku mewakili semua teman seangkatan, ingin mengucapkan terima kasih pada bapak ibu guru kami. Bapak ibu guru semua seperti malaikat buat kami, tanpa lelah dan tanpa pamrih mendidik kami melebihi orang tua kami, mengajarkan banyak hal dengan penuh kesabaran. Tanpa kalian semua, kami mungkin tidak akan tau siapa Einstein atau siapa Tesla, Engkau membuat kami mengetahui isi dunia, membuka jendela dunia dan memperlihatkan kemegahannya.. Hiks.. terima kasih bapak ibu guru.. saya dan semua teman- teman mencintai bapak ibu guru semua seperti kami mencintai orangtua kami.. Hiks " Lana membuat terharu teman- temannya, Surya memberikan sapu tangan miliknya untuk menghapus airmata Lana yang membasahi pipinya.

Lana berhenti pidato dan setelah menghapus airmatanya lalu Lana melanjutkan pidatonya.

"Maaf.. aku juga ingin berterima kasih buat teman- teman ku.. dan juga sahabatku.. mungkin selama 3 tahun ini kalian menyimpan kisah dan kenangan yang terukir indah disini. Tawa, canda... suka, duka.. pertengkaran, perselisihan, persaingan, perjuangan dan itu semua harus berakhir indah malam ini.. Jangan pernah dibawa pergi kenangan kita disini, biarkan tetap disini, agar adik- adik kelas kita, generasi- generasi berikutnya akan tau semangat kita pernah berkobar disini dan karena kalian sekolah kita menjadi sekolah unggulan karena kerja keras kita, sekolah kita menduduki peringkat nomer satu di tingkat propinsi dan masuk 10 besar sekolah terbaik, ini pencapaian luar biasa diangkatan kita, mari kita bertepuk tangan terlebih dahulu" ajak Lana diikuti tepuk tangan yang meriah dan suitan yang membuat riuh suasana ballroom.

"Dan dimalam ini aku ingin kita tidak saling melupakan, kita akan saling merindukan walaupun kebersamaan kita berakhir malam ini, hiks.. Ingatlah saja bahwa kalian pernah mempunyai teman bernama Lana, begitu juga sebaliknya, aku akan mengingat dan mengenang kalian, bahwa aku pernah mempunyai teman seperti kalian yang mengisi hari dan menjadi bagian kisah hidupku. Ini malam perpisahan tapi jangan pernah katakan selamat tinggal, karena kita akan selalu bertemu di dalam doa, hiks. Aku mendoakan kalian sukses dalam segala hal dan cita- cita kalian akan tercapai, kalian akan menjadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa, serta menjadi kebanggan keluarga kalian, jangan pernah lupa bahagia bagaimanapun keadaan kita, tetaplah berjuang keras menaklukan kehidupan yang akan datang hiks.. tetaplah seperti ini penuh kehangatan.. lupakan dendam satu sama lain dan mari berjabat tangan penuh kedamaian, karena ingatlah.. kita baru memasuki awal perjuangan yang panjang.. Terima kasih.. aku sayang kalian semua.. Selamat malam" tepuk tangan dan suitan yang meriah kembali membahana di ballroom ini dan pidato Lana membuat semua berdiri dengan penuh haru.

Lana, Surya, Dion dipersilahkan menuju belakang panggung, sementara acara ramah tamah dan berbagai hiburan masih dilanjutkan oleh pembawa acara.

Di belakang panggung ada beberapa ruangan make up dan beberapa panitia yang mengatur semua acara malam ini.

Lana menuruni tangga panggung dengan hati- hati karena higheels nya sangat tinggi dan benar saja Lana terpeleset saat hampir menyentuh lantai namun untungnya Surya dengan cepat menahan tubuh Lana, mata mereka beradu, ada kemarahan dimata Surya yang membuat hati Lana gusar.

"Nggak bisa ya, lo jalan dengan benar" kata Surya ketus.

"Gue sengaja kok biar lo tangkap, hihihihi" kata Lana menggoda Surya.

"Ga jelas" kata Surya berbalik hendak meninggalkan Lana.

"Lo kenapa sih, kok bete gitu ama gue" kata Lana.

"Udah Lan biarin aja, si bos mah nyerah kali, ga denger pidato lo tadi kali, bahwa setelah ini tuh jalan masih panjang penuh perjuangan, by the way pidato lo tadi bikin merinding lho, yang jatuh cinta ama lo kayanya banyak Lan hahahaha" Kata Dion sambil melirik Surya sengaja memancing reaksinya.

"Ehh Surya check in di hotel ini tau, kita naik aja yukk ke kamar, acaranya masih lama nih, kita nyantai diatas" kata Dion memberi kode ke Lana.

"Ayoo deh, nihhh sur sapu tangan lo, makasihhh.. selamat ngambek nggak jelas, bye" kata Lana mengikuti Dion.

"Boss pinjem card room yaa" kata Dion berjalan ke arah lift, diikuti Lana.

Siaaall.. Surya.

Pintu lift yang tertutup tiba- tiba terbuka karena tangan Surya rupanya menghadangnya, agar lift kembali terbuka. Surya ikut menaiki lift hotel menuju kamar yang sudah dibookingnya. Setelah dibuka terlihat kemegahan kamar itu, president room dengan aksen dan ornamen mewah membuat Lana terkesiap.

Namun sesampainya kamar hotel tiba- tiba Dion meninggalkan mereka berdua.

"Aduhhh ponsel gue lupa, bentar ya gue ambil dulu, boss anak orang jangan di bikin nangis ya bos" kata Dion meninggalkan kamar itu, Surya tau itu hanya akal- akalan Dion saja.

"Diooonnn... iisshhh" Lana memanggil Dion tapi dion telah berlalu pergi.

Surya duduk disofa dan memainkan ponselnya, Lana masih berdiri didekat pintu.

Dia memberanikan diri menuju lemari es dan mengambil softdrink, setelah membukanya dia meminumnya.

Lana duduk di kursi yang berada didekat lemari es, lalu dia memainkan ponselnya juga, membelakangi Surya.

Tak berapa lama Surya menuju lemari es dan mengambil softdrink dan duduk di seberang Lana yang sedang asik memainkan ponselnya, tiba- tiba Surya merebut ponsel Lana.

"Dihhh kenapa lo ambil ponsel gue, kesini'in nggak" kata Lana berdiri mendekati Surya dan berusaha merebut ponselnya kembali.

"Kita hanya berdua disini, lo nggak takut ama gue" tanya Surya menangkap tangan Lana yang hendak merebut ponselnya.

"Enggak tuh" kata Lana nggak yakin. Surya berdiri dihadapan Lana dengan pesona ketampanannya, Lana memundurkan kakinya, Surya memajukan kakinya, begitu seterusnya sampai Lana bersandar di tembok karena kakinya tidak bisa mundur lagi.

"Lo yakin nggak takut kalo ama gue" kata Surya.

"Gue bisa lho kaya Marvin" tambahnya lagi.

"Bisa apa" tanya Lana datar. Surya menatap tajam kearah Lana, jantung Lana seperti dipompa ribuan liter dan mengalir deras.

"Bisa membuat lo kesulitan menjaga diri lo, make up lo bisa luntur, gaun lo bisa sobek, rambut bisa acak- acakan, karena gue ganas kalau lagi marah, lo nggak takut?" kata Surya masih menatap Lana yang membuat dadanya semakin sesak.

Aah Suryaku, kenapa lo tampan sekali, kenapa rasanya gue nggak bisa mengendalikan diri gue. Batin Lana menggelora.

Lana seperti tersihir oleh sorot mata Surya dan tanpa disadarinya tangannya menyentuh wajah tampan Surya. Detak jantung Surya sontak bergemuruh, seakan ingin meledak namun Surya menahannya sekuat tenaga.

"Kenapa lo marah dan acuh sama gue" tanya Lana berusaha untuk mengatasi jantungnya yang tak berkompromi lagi.

"Karena gue melihat seseorang mencium lo.. bagaimana rasanya first kiss, apa lo menikmatinya?" Tanya Surya.

"Jadi menurut lo, itu tadi first kiss? Gue hanya bisikin ke Marvin kalau dia boleh mengambil first kissnya sama Maya dan bukan sama gue, seandainya lo bisa liat dari dekat" kata Lana.

"Jadi belom ada yang mengambilnya darimu?" Tanya Surya.

Lana menyentuh kedua pipi Surya dan berkata, " Kalau seperti ini belom..." Lana memajukan wajahnya dan memiringkannya.

"Cuuuupppttt" Lana mencium bibir Surya, seketika membuat mata Surya terbelalak.

"Apa gue bikin lo takut?" Kata Lana. Surya pun tersenyum lebar, namun wajahnya sangat pias.

"Iyaa aku takut..." Surya membalas ciuman Lana dan perlahan memperdalam ciumannya. "Aku takut ketagihan dan ingin berbuat lebih" kata Surya lagi.

Mereka tersenyum dan melanjutkan ciumannya yang tak pernah puas, ciuman lembut berubah menjadi kasar seiring nafas yang menderu- deru. Mereka melepaskan ciumannya setelah bel pintu berbunyi.

"Ayo turun ada sesi foto- foto" kata Dion mengajak mereka turun, mereka pun bergegas turun melalui lift, Lana dan Surya tersenyum penuh arti lewat lirikan atau tatapan mata mereka.

Udah akur nih kayanya. Dion.

Lana gue ingin mencium lo lagi. Bibir lo mengandung candu yang mematikan. Surya.

Surya, gue akan merindukan ciuman kita. Lana

1
Dian Rahma
Hai Ka.. aku lagi kangen semua karyamu dan pengen reread semuanya lagi. walau harus dgn akun baru, krn akun gmail lama ku ke hack jd harus balik level awal.
Defioiiyu Susanti
pu ceweknya bego yaaa....masa lalu udah kaya begini Marvin...masa sekarang.masih aja ngegalau in Marvin...aellahhhh.goblokk bgt...
ramadetya_dewi
karya author ini di selingi dengan fakta tentang saham.trauma.pohon oak yg bisa hidup ratusan tahun jd seperti karya yg bukan cuma nyari pembaca tapi ngajak pembaca melek pengetahuan
Sity Qomariyah
entah dibelahan bumi mana nemuin cowo setulus surya di RL😍Yang pasti aku akan sematin nama belakang surya di nama anaku nanti🥰💕
Sity Qomariyah
Hai Thor, aku balik lagi di karya lama mu ini🥰 karaya yang hingga saat ini terus membekas dalam ingatan. bye bye semua aku mau nostalgiaan sama surya kelana 🥰
Diyah Saja
hamil lagi🤣
Diyah Saja
apakah liyoa hamil anak toni
Diyah Saja
😍😍
Ifah ifah
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ifah ifah
diih jd ingat dlu waktu paksu menggenjot terllu keras eeh berdarah 🙈 terpaksa paksu berhenti kaget liat darah 😂😂😂
Xaylla
bagus bagus semua cerita ka alsib👍👍👍
Santi Nuryanti
ud 2x bc msh sj nangis...sedihny
Ayla Anindiyafarisa
banyak banyak sabar y Dion😅😅
Ayla Anindiyafarisa
yg dirumah nungguin yg kabur😅
Santi Nuryanti
suamiku seumurn thor...emg ribet n suka ribut tp slj dr kita klo brmtem ad yg mengalah n mnt maaf..alhmdllah ud 13th
Santi Nuryanti
ku bc lg,kangen karyamu thor...ap kbrmu thor???
brugak elen
kubaca lagi ...bukan hny kangen dng ceritanya, tapi kadang kangen masa2 awal menemukan novel ini bertahun2 yg laluu..miss u waktu yg telah berlalu
Rizky Kya: sama banget lagi, aku sampe download noveltoon lagi kak, gara2 kangen novel ini, habis denger lagunya padi. inget kak alshib, author terbaik
total 1 replies
Aisilia Putri
semua pada revisian lebih hot yang pertama
Aisilia Putri
aku baca lagi kangen thor, mudah"an outhornya masih mau lanjut karyanya udah beberapa tahun gk lanjut
Ela Nurlaela
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!