NovelToon NovelToon
Pukat Asmara La Cosa Nostra

Pukat Asmara La Cosa Nostra

Status: tamat
Genre:Obsesi / Menikah Karena Anak / One Night Stand / Mafia / Romansa / Tamat
Popularitas:852.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: sinta amalia

Undian liburan impiannya berubah menjadi awal petaka bagi Rinjani, kesalahan satu malam yang dibuat bukan untuknya menjerat Rinjani masuk ke kehidupan seorang tuan mafia.
"Aku tidak akan menikahimu, namun lahirkan janin itu dan tinggalkan dia untuk jadi penerusku," ucapnya tajam penuh intimidasi seraya melemparkan surat perjanjian dan pulpen.
Namun bukannya takut, Rinjani malah melepaskan flatshoes kotornya, "talk to my flatshoes, sir!" ia melemparnya pada Loui, meski lemparannya seburuk lemparan balita.

Mohon dibaca dari awal sampai akhir ya guys 😉 salah satu cara untuk mendukung author dalam berkarya 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13~ Nama yang jelek!

"Kemana larinya, wanita itu!" Loui menghentikan langkah kaki yang dirasa cukup bikin lutut bekerja lebih, sadar bahwa ia sedang melakukan sesuatu yang tak berfaedah kemudian ia berdecih, mengejar wanita. Cih! Biasanya wanitalah yang akan mengejar dan berlutut padanya, bukan ia. Kenapa bisa, dengan Rinjani ia melakukan hal bo doh macam ini, seperti bocah!

Jani menahan mulut dengan sebelah tangan, agar tak meledakan tawanya, cukup bikin geli ngerjain aki-aki macam Loui. Yeah! Aki-aki, because Loui sudah tak muda lagi. Ia ingat betul kata pak ustadz di salah satu tabligh akbar acara maulid baginda rasul, manusia jika di usia 40 tahun itu sudah kila-kila akan kematian, harus sudah ingat Tuhan dan banyakin diem di masjid, walaupun cuma sekedar ngantri jum'at berkah.

Kira-kira berapa usia Loui Mackenzie? Jani taksir....arghhh entahlah! Melihat wajah rupawannya itu ia sangsi kalau usia Loui seumur wa Idu, tapi jika dikatakan abg? Ia menggeleng, sepertinya Loui tidak se-abg itu melihat dari kerutan di ujung matanya.

Diantara pikiran yang ruwet, memusingkan umur ayah dari janinnya itu tiba-tiba Jani dikejutkan dengan pintu lemari yang terbuka dan menampilkan pemandangan yang bikin syok dunia akhirat.

"I catch you!"

Grep!

"Louuu! Louiii!"

Tidak digendong macam manten baru, tidak pula dibopong layaknya dedemit yang baru dijemput jelangkung, melainkan diangkat dengan sebelah tangan diketiak bak shoulder bag yang diapit oleh lengan dan pinggang Loui.

"Louiii si alannnn!"

Blugh,

Badannya memantul di atas ranjang kamarnya, ketika Loui melemparnya pelan disana. Maunya Loui melempar Jani dari atas tebing namun ia ingat akan janin penerusnya yang ada di kandungan Jani.

"Dua kali kau melemparku dengan sepatu kotormu itu." ucap Loui, "seharusnya dua kali pula aku membalasmu," ucap Loui sengit.

"Kalau bukan karena kau yang tengah mengandung calon penerusku, sudah ku lempar kau ke kolam buaya di belakang rumah..." ancamnya pada Jani, membuat gadis itu membeliak cukup terkejut sambil mrnelan saliva sulit, jikalau memang benar di rumah ini ada kolam buaya, maka habislah ia, ia taksir, Loui bukan tipe manusia pemaaf sepertinya.

"Jangan pernah bermimpi, bisa bermain-main denganku. Karena versi bermainku dan kau itu berbeda!" tajam dan menusuk, "dengan kata lain, kau tidak perlu so akrab denganku."

Jani tak menyangka jika rasa laparnya berujung petaka begini, "apa yang membuatmu berpikir bisa keluyuran seenaknya, dan memerintah anak buahku seenak jidatmu?!"

"Jani lapar! Lagian rumah segede gini, ngga dibikinin peta?! Susah nyari dapurnya!" bentak Jani berdiri menantang. Loui mendengus geli, Rinjani adalah tipe gadis yang senang menantang.

Pipi bulat, mata ciri khas orang Asia, hidung tak mancung terkesan blesek ke dalem mirip boneka teddy bear berpita itu cukup menggemaskan dengan ucapan yang ketus nan sewot, membuat Loui tertarik, namun segera ia tepis semua rasa ketertarikan Loui akan wajah Jani, karena ia membenci wanita, lebih tepatnya, ia tak mau berurusan dengan wanita manapun kecuali para ibu biarawati di panti asuhannya dulu.

Dicapitnya kedua pipi bulat Jani dengan sebelah tangan besarnya dengan kasar membuat Jani meringis sakit, "tidak usah banyak beralasan. Kau hanya sebatas rahim sewaan untuk penerusku disini, jadi jangan menentang perintah apalagi berani menantangku."

Loui melepaskan tangannya seketika membuat Jani menyentuh dan mengelus rahangnya yang pegal, "jangan berkeliaran disini, aku sudah bilang. Apapun yang kaubutuhkan cukup kau katakan pada Mathew, jangan membuatku pusing dengan melihatmu setiap waktu. Kau pikir, apa kau cantik?! Hingga harus terlihat di setiap sudut?!" Dengusnya lalu pergi dari kamar Jani, meninggalkan Rinjani dengan semua rasa muaknya.

Blughh!

Pintu yang terbanting menutup sempurna, mengurung seorang Rinjani di dalam kamar sendirian.

"Mathew!" teriakan kencang itu menggema meski sudah berada di luar ruangan.

Ia benci Loui, sangat benci! Lirihnya dalam hati, Netra Jani menatap kepergian sebuah mobil hitam yang keluar dari gerbang neraka tempatnya berada sekarang.

"Dasar borokokok..."

Jani berkacak pinggang menirukan gaya Loui tadi, "kau pikir kau cantik? Hingga aku harus melihatmu di setiap sudut rumah?!"

"Pikir sorangan!!! " sembur Jani.

"Emang dia pikir dia juga ganteng?! Ganteng juga Taylor Lautner kemana-mana! Dia mah ngga ada seujung kukunya pak camat di Sukabumi yang kumisnya baplang!" hardik Jani mencibir, lantas ia membuang nafas kasar, hidupnya sungguh si al disini, jadi menyesal menerima tawaran si bule borokokok itu. Ingin pulang saja!!!!

"Kau tidak usah sekasar itu padanya, Lou. Dia cukup tau dengan posisinya sekarang, aku yakin Rinjani tak cukup berani memanfaatkan situasinya saat ini. Dia gadis polos, " Ucap Oscar di dalam mobil.

Loui menoleh sinis, "sedalam itu kau tau akan Rinjani? Sudah berapa lama kau mengikutinya? Sejak kapan kau sepeduli ini pada wanita? Berhubungan dengan wanita saja kau tidak pernah..." cibir Loui.

Oscar menggidikan bahunya tak acuh dengan tatapan kembali ke jalanan, "mungkin. Karena setauku, Rinjani bukan seperti jaa lankk jaa lankk yang pernah kau kencani."

"Cih," Loui berdecih, "semua wanita sama saja. Seperti tikus tanah yang suka memakan apapun, apalagi uang dan kekuasaan."

Bagi Loui, wanita tak ada harganya, selain dari para ibu perawat di panti asuhan tempatnya bernaung sejak kecil.

"Oscar, aku mau kartel milik cecunguk bu suk itu hancurkan hingga ke akarnya. Aku mau ia menderita...itulah akibatnya jika menghianati seorang Loui Mackenzie."

Sudah beberapa hari Jani berada di mansion milik Loui, namun ia jarang sekali bertemu dengan lelaki galak itu, selain dari Jani yang menghindarinya.

Sejak pertemuan terakhir mereka yang meninggalkan bekas di pikiran dan hati Jani, ia malas saja jika harus kembali dikasari Loui, bisa-bisa pulang ke Sukabumi ia jadi mirip kucing sawan.

"Bosen," gumamnya menatap 3 orang pelayan berlalu lalang membawa roda berisikan menu makanan untuk Jani di ruang makan. Padahal seharusnya isi dari roda itu menu-menu yang menggiurkan mulai dari hidangan pembuka, menu utama, dan makanan penutup. Tapi rasanya tak sama seperti saat ama menyuapinya dengan nasi hangat plus ikan asin jambal dari home industry teh Enur.

Mathew menegur Jani yang melamun, "jadwal periksa pada dokter Catherina..." ujarnya.

"Hm,"

Melihat Rinjani yang tak bersemangat bahkan sama sekali tak menyentuh makanan di piringnya, Mathew menghembuskan nafas tenangnya yang terakhir, "ada yang kau inginkan, nona?"

"Pulang." jawab Jani singkat, tentu saja hal itu mustahalll untuk Jani sekarang, secara...si bule borokokok tak akan mengijinkannya untuk pulang sebelum lahiran.

"Tuan Loui berpesan agar nona memakan apa yang dihidangkan, ia tak mau calon janin yang dikandung nona kekurangan gizi."

Jani menoleh pada Mathew, "tuan Loui berpesan, mati saja ke neraka."

Mathew tak bisa untuk tak tertawa.

"Jangan tertawa! Aku tidak sedang melucu...Jani mau makan nasi anget plus ikan asin..." ujarnya, melunturkan wajah geli Mathew, "apa?" ulangnya lagi khawatir jika pendengarannya harus ia korek dengan linggis.

"Aku mau makan nasi hangat plus ikan asin jambal dan sambal terasi..." jawab Jani sekali lagi yang justru mendorong piring berisi steak, takutnya ia diberi daging yang tidak halal oleh si bule borokokok.

"Lalu harus kucari kemana, nona?"

"Mana kutahu, kau cari ke Sukabumi...atau kau tanyakan pada ayah si utun..." tunjuknya pada perutnya yang membuncit.

Mathew mengernyit, nama apa yang ia berikan untuk seorang calon penerus pemimpin kartel mafia, utun? Jelek sekali!

.

.

.

.

.

1
...sus@nt!
astaghfirullah 🤣🤣🤣
Ita Rahmawati
sama jani,kota kelahiran saya sukabumi..kamu mah di pelabuhannya yah.....
etdah teh sih itu hadiah ga slah ampe 10 pintu tuh kulkas😂😂
Sinta Dewi
cerita mu luar biasa Thor. setiap cerita nya punya karakter nya masing-masing 👍👍👍. mantap 🔥🔥. tetap semangat 💪💪 berkarya ya Thor 🥰🌹
ms. S
novel nya bagus bgt, mmg ga mudah keluar dari hal yg SDH kita anut, author mengemas dgn apik
CANTIKA
y udh jgn minum itu,coba loncat dr gedung siapa tau ketemu Spiderman lumayan kan😅
CANTIKA
biasanya kan klo dpt hadiah itu hadiah menarik klo ini sih hadiah petaka😭
CANTIKA
hadehhh ga bisa nolak klo modelan gini😋
CANTIKA
namanya susah disebut,kira2 panggilannya ap tuh cwo😇
CANTIKA
mendadak cosplay JD pemulung ini sih😅
CANTIKA
astaga.....knp JD sharavvvvv😅
Maya Sari
keren euy
Kayla Callista
pernah baca ini sama ngakak teh sin, karyamu keren2 loh ,kocak juga dan romantis 😍
Vlink Bataragunadi 👑
euuuu ieu aki2 hiji kalah jd kompor
Vlink Bataragunadi 👑
nyeri kulit beuteung gustii/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Vlink Bataragunadi 👑
atuh lah eung thor, disebut namanyaaaaa bukan lord Voldemort ini maaah/Facepalm/
Vlink Bataragunadi 👑
ga ada harganya banget ketua cartel disebut borokokok/Facepalm/
Vlink Bataragunadi 👑
aaaa.... embuhlaaah kumaha karep Janiiii/Facepalm/
Vlink Bataragunadi 👑
atuh teh Sin ih aku teh lagi 😭😢😵😷 malah ngakak 😂😂😂
Vlink Bataragunadi 👑
belegug atuh mafia teh bisa salah sasaran gt hadeuh
Vlink Bataragunadi 👑
roti kadet ceunah/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!