Menjelang hari pernikahan Belinda astari harus menerima kenyataan pahit. Calon suaminya Sulthan ardanu yudha menghilang, seperti sudah menduga ini akan terjadi Belinda bisa tegar tapi tidak dengan orang-orang yang dia sayangi. Umi Maryam calon ibu mertua yang sangat menyayangi nya dan ayahnya harus di larikan ke rumah sakit karena shock dengan berita menghilangnya Danu. Saat dia berusaha tegar menghadapi kenyataan tiba-tiba Sulthan Anggara yudha melamar siap menggantikan posisi Danu. Belinda ragu, apakah dia harus menerima atau menolak lamaran adik dari calon suaminya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Darellia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Jatuh ciinta berjuta rasa, rasa yang tak bisa di ungkap dengan kata. Bahkan jatuh cinta bisa membuat orang seperti tak waras. Seperti Belinda pagi ini, saat didepan kaca wastafel kamar mandi dia teringat dengan setiap ungkapan perasaan Angga padanya.
"Ya Allah patah hati bertubi-tubi tergantikan oleh cinta yang bertubi-tubi pula, bahagia bener hidup lu Beli… " Monolog Belinda depan kaca sambil menangkup kedua pipinya.
"Belinda cantik banget sih," Belinda memuji dirinya sendiri.
"Ini kalo orang rumah tahu gue muji diri sendiri pasti pada gumoh, padahal ya kemarin pas nikahan pada ga kedip matanya liat kecantikan seorang Belinda astari," Menghela nafas pandangan Belinda menerawang jauh.
"Rindu mereka," Lirihnya.
Ritual di kamar mandi pagi itu harus dia akhiri karena terdengar suara riuh di dalam kamar rawat.
"Waduh jangan-jangan ketua geng minus nih yang rusuh, ga bisa dibiarin," Gegas dia keluar dari kamar mandi betapa terkejutnya dia melihat siapa yang datang.
"Umi, Abah kok bisa ada disini?"
Belinda segera menghampiri mertuanya, mencium tangan keduanya. Umi Maryam memeluk Belinda dan menghujani pipi mulus Belinda dengan ciuman.
"Belinda sayang kenapa ga bilang Angga kecelakaan, hampir copot jantung Umi waktu tahu kalau Angga masuk rumah sakit. Langsung Umi suruh Rendy cari tiket penerbangan awal biar cepet sampai,"
"Umi sama Abah dapat kabar dari siapa?" Tanya Angga.
"Amir anaknya bulek Fatimah kan kerja disini, dia lihat kamu di UGD makanya langsung ngasih kabar ke Abah," Jelas Abah Usman
"Sengaja kita ga ngasih kabar, Angga hari ini juga sudah oleh pulang ini Belinda sudah siap-siap tidak ada yang perlu di khawatirkan Umi, anaknya Umi yang satu itu otot kawat balung wesi ati hello kitty,"
Mendengar jawaban Belinda semua tertawa, namun Angga memasang wajah murung dan protes pada ibunya.
"Umi, yang sakit disini kenapa yang dipeluk cium cuma Belinda aja,"
"Kamu ini sudah nikah juga, sana minta cium Abah!"
Abah Usman pun memeluk putranya namun Angga pura-pura menolak, bahagia sekali mereka sejenak melupakan masalah Danu yang menghilang.
Setelah makan siang semua administrasi sudah selesai, Angga sudah boleh pulang keluarga cemara pun meninggalkan rumah sakit dengan canda dan tawa tanpa Belinda sadari bahwa barang-barangnya masih ada di kamar tamu bawah.
Angga yang menolak menggunakan kursi roda dan memilih untuk berjalan saja karena dia sudah merasa baik-baik saja.
Saat akan menyimpan koper ke dalam kamar tamu Abah Usman terkejut mendapati barang-barang Belinda ada disana, dipanggil lah istrinya untuk menanyakan perihal tersebut.
"Coba Umi aja yang tanya mungkin mereka sedang ribut trus pisah kamar, sesama perempuan enak ngobrolnya kalo Abah canggung,"
Sedang Belinda yang berada di ruang laundry sedang membereskan barang yang mereka bawa dari rumah sakit belum menyadari tentang kamarnya. Umi mendekati menantunya dan bertanya pelan takut menyinggung.
"Bel, langsung di cuci baju kotor nya kamu nggak istirahat dulu?"
"Cuma nyalain mesin cuci aja Umi, kan bisa ditinggal Umi aja yang istirahat pasti capek kan?" Jawab Belinda dengan senyum termanisnya.
"Iya, itu yang mau Umi tanyakan, Umi sama Abah istirahat di kamar mana?"
Deghh! Belinda baru menyadari dan membeku seketika.
"Mati aku kenapa bisa lupa, gimana ini jawab apa aku," Batin Belinda smbil menggigit bibir bawahnya.
"Oh itu Umi… " Ketika otak cantiknya sedang mencari jawaban yang entah bersembunyi dimana tiba-tiba ada pangeran berkuda datang menyelamatkan nya. Angga muncul dan menjawab pertanyaan ibunya.
"Umi sama Abah istirahat di kamar tamu, nanti biar Belinda beresin barang-barangnya, itu masalah sepele menantu kesayangan Umi dia marah sama suaminya mi!" Ujar Angga sambil melingkar kan tangannya di tubuh ibunya.
"Marah kenapa? Dalam rumah tangga ga ada yang namanya masalah sepele harus cepat di selesaikan sebelum jadi masalah besar. Memangnya, Kamu apain istri kamu?" Umi Maryam mencubit lengan anaknya.
"Aduh aduh ampun ibu ratu sakit!" Seru Angga mengelus lengannya yang merah akibat cubitan ibunya.
Belinda pun merasa tidak enak melihat Angga yang membelanya, padahal kan Belinda yang salah pemirsa.
"Umi jangan, itu suami Belinda baru sembuh malah jadi korban KDRT sih!"
Beralih ke menantunya umi Maryam menangkup kedua pipi Belinda "Kamu di apain sayang? Apa yang Angga lakukan sampe kamu marah gitu?"
"Itu…"
"Belinda cemburu Umi karena sampe sekarang Indira masih ngejar-ngejar suaminya yang ganteng ini," Sahut Angga.
"Kamu juga jadi laki yang tegas, sudah punya istri di tegasin itu mantannya," Sesal Umi Maryam.
Belinda sengaja memeluk ibu mertuanya agar tidak menyerang suaminya lagi.
"Sudah kita masuk ya Umi, bantu Belinda beresin barang-barang Belinda ya!" Keduanya pun berjalan masuk ke rumah ketika melewati Angga tangan Umi pun masih sempat memukul lengan anaknya. Belinda mengencangkan pelukannya sambil terkikik.
"Berasa anak tiri gue," Seru Angga.
***
Malam pertama tidur satu kamar dan satu ranjang dengan suaminya membuat Belinda canggung dan salah tingkah, dia bahkan menyibukkan diri tanpa sadar jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam Belinda masih berkutat di depan laptop duduk di meja makan, sedangkan Angga sudah tidur setelah minum obatnya.
Abah Usman yang keluar hendak mengambil minum di dapur terkejut melihat Belinda masih berkutat dengan laptopnya di meja makan.
"Belum tidur Nduk?"
"Eh Abah, masih ada kerjaan bah. Abah sendiri kenapa belum tidur?"
"Ini mau minum,"
Menunggu mertuanya selesai minum, ada yang ingin Belinda tanyakan pada mertuanya.
"Abah, maaf Belinda boleh tanya sesuatu?"
Abah Usman mengangguk dan duduk di seberang Belinda.
"Ada apa? Apa yang mengganggu pikiranmu?"
"Abah tau kabar tentang mas Danu?"
Menghela nafas kasar Abah Usman menyandarkan punggungnya di kursi, matanya menerawang jauh.
"Apa kamu masih menyimpan perasaan untuk Danu?"
"Saya sudah mengikhlaskan mas Danu sejak dia pergi bah, mungkin bahagianya dia bukan dengan saya, saya hanya ingin tahu apa alasan dia pergi kalaupun tidak ada rasa untuk saya kenapa tidak dari awal menolak,"
"Bagaimana perasaanmu terhadap Angga?"
"Saya hanya manusia biasa, hati saya sakit dan kecewa terhadap seseorang, awalnya saya sulit menerima dia sebagai suami tapi inilah takdir yang harus saya jalani. Saya belajar menerima dan mencintai dia dengan cara saya tapi itu semua butuh proses Abah,"
"Apa dia belum menyatakan perasaannya?"
" Sudah bah, saya bahkan tidak menyangka dia menyimpan rasa itu dari dulu," Belinda tersipu.
Abah Usman terkekeh melihat menantunya tersipu malu malu meong.
"Terima kasih sudah mau menerima Angga,masalah Danu Abah sudah berusaha mencari, Abah sebar semua orang kepercayaan dan meminta bantuan beberapa teman preman Abah siapa tahu ada yang pernah melihat. Hingga, beberapa hari kemudian ada yang memberitahu kalau melihat Danu di sebuah gym di kawasan apartemen elit tengah kota. Abah segera ke Jakarta dan memantau tempat gym tersebut. Danu terlihat masuk ke mobil mewah dengan seorang laki-laki bertubuh kekar,"
Abah Usman menghentikan ceritanya dan menarik nafas panjang seperti melepas semua sesak di dada, Belinda beranjak dari duduknya segera mengambilkan minum mertuanya.
"Abah dan Rendy mengikuti mobil mereka, tapi kami kehilangan jejak karena mereka masuk di kawasan perumahan elite dengan penjagaan ketat. Setelah beberapa saat menunggu laki-laki yang bersama Danu menemui kami dan mengancam kalau kami masih mengusik kehidupan Danu. Kami tak berkutik dia membawa banyak bodyguard,"
"Bagaimana Abah bisa tahu kalau mas Danu ada di Jakarta?"
"Bukan hanya Jakarta, setiap ada teman atau relasi yang di luar kota Abah minta tolong untuk memantau mungkin pernah melihat Danu. Kebetulan, teman Abah lebih banyak yang tahu Damu daripada Angga karena Danu lebih sering ikut Abah urusan bisnis,"
"Sehari setelah pernikahan, ada teman yang melihat mas Danu di bandara thailand dia mengira kami sedang bulan madu. Tapi, teman Beli ga lihat dia sama siapa karena dia juga sedang terburu-buru,"
Hening, keduanya sibuk dengan fikiran masing-masing.
"Abah, Jangan-jangan mas Danu?"
dari tadi nerocos mulu
jadi penasaran niih gantengnya kek apa sih Angga ini kok di samain sama Lee min ho🤔🤔
awas sampai kau berulah
mampir juga di karya ku yaa ..
mohon di baca dengan benar tolong jangan di skip....jangan boom like yaa 🙏
saling dukung yukk, jangan lupa yaa mampir juga di karya ku /Smile/