NovelToon NovelToon
The Miracle

The Miracle

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Menikah Karena Anak / Duda / Ibu Tiri / Trauma masa lalu / Tamat
Popularitas:49k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Kecelakaan mengerikan membuat Pelangi Jingga Cakrawala lumpuh, membuatnya kehilangan semangat hidup dan harapan akan mimpinya menjadi seorang balerina terkenal. Ia pesimis akan pulih kembali dan menolak semua bentuk terapi yang disarankan.

Sebagai terapis andal, Lentera Bentang Nirbatas yang ditawari pekerjaan untuk membantu memulihkan kondisi bocah itu merasa tertantang. Meskipun awalnya kesulitan menangani sikap Pelangi yang penuh amarah, perlahan-lahan Lentera mampu membuat Pelangi mau membuka diri.

Hal itu membuat Rimba Fajar Cakrawala jatuh hati pada Lentera. Akankah Rimba mampu meyakinkan jika cinta yang ia tawarkan bukanlah atas balas budi karena telah membuat anaknya bisa berjalan lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 13

Hari demi hari Pelangi kian bersemangat menjalani harinya, ia sekolah dan menjalani terapi dengan riang. Pelangi begitu gigih dalam menjalani serangkaian sesi terapi, termasuk saat sesi berenang.

Lentera sempat mendapat protes keras saat Eyang Senja mengetahui cucunya akan berenang, ia menilai kaki Pelangi belum bisa berfungsi sehingga terlalu berbahaya jika berenang, namun Rimba meyakinkan bahwa semuanya aman sebab ia pun turut menemani Pelangi di kolam. "Kalau ada apa-apa dengan cucuku, kalian berdua akan aku tenggelamkan di Samudra Pasifik," kalimat Eyang Senja yang terus terngiang di telinga Lentera.

Ia selalu terkekeh ketika mengingat hal itu, 'bisa-bisanya Nyonya mengancam putranya sendiri,' batin Lentera

"Kak Lentera kenapa senyum-senyum melihatku?" tanya Pelangi saat ia melahap semangkuk stroberi segar yang dicelup ke coklat meleleh.

“Berat badanmu bertambah,” sahut Lentera dengan nada puas.

Ya, sudah dua minggu setelah Lentera resmi menjadi terapis Pelangi, berat badan bocah itu kian bertambah. Wajahnya mulai berdaging dan warna kulitnya tidak lagi pucat. Bahkan kulit Pelangi terlihat sedikit gosong karena selama beberapa hari belakangan ini mereka berjemur di bawah sinar matahari.

“Bukankah seharusnya Kakak tidak terkejut?” tanya Pelangi sembari cemberut, namun tangannya tetap kembali mencelupkan sendok ke mangkuk dan menciduk sebutir stroberi. Gigi putihnya mengunyah buah itu, lalu lidahnya menjilat sisa coklat yang melumuri bibirnya. “Itu yang Kakak inginkan, bukan?” gerutunya kesal. “Membuatku gendut seperti badut.”

Lentera tersenyum tanpa menjawab, hanya memperhatikan Pelangi menghabiskan stroberi. Bocah itu terlihat menggemaskan, rasa sayang Lentera semakin hari semakin besar untuknya sampai-sampai ia takut untuk membayangkan jika februari nanti ia akan berpisah dengan Pelangi.

"Hari ini gurumu sedang sakit, tapi nanti akan di ganti ke hari Sabtu." Lentera menginformasikan, yang ia peroleh dari Rimba sebelum Rimba berangkat ke kantor pagi tadi. "Apa kau tidak keberatan jika seharian kita berlatih?"

Pelangi menggelengkan kepalanya, ia sama sekali tak keberatan untuk hal itu. Pada saat Pelangi selesai menghabiskan buahnya, Rembulan datang dan langsung bergabung dengan mereka di ruang makan. Ia melirik ke arah Lentera sebelum akhirnya ia menyapa keponakannya. "Hai sayang, bagaimana kabarmu?" ia mendekat ke arah Pelangi dan memeluknya sembari memberikan bungkusan oleh-oleh untuk Pelangi. "Sudah lama sekali kita tak bertemu, bagaimana dengan kakimu? Aunty dengar dari Uncle Jagat kalau kau sedang menjalani terapi?" ia kembali melirik ke arah Lentera.

Pelangi terlihat kurang nyaman, ia melepaskan pelukan Rembulan dengan halus agar tantenya itu tak merasa tersinggung. "Aku sudah jauh lebih baik, Aunty." ia menoleh ke arah Lentera sembari tersenyum manis kepadanya. "Berkat Kak Lentera yang melatihku."

"Oh ya...?" sahut Rembulan. "Anaknya teman Aunty juga sedang ada masaalah dengan kakinya, boleh Aunty mengobrol dengan terpismu untuk menanyakan terapi apa yang cocok untuknya?"

Pelangi melirik ke arah Lentera kemudian ke arah Rembulan. "Boleh saja kalau hanya ingin mengobrol, tapi Kak Lentera tidak bisa melatih anaknya teman Aunty sebab Kak Lentera masih terikat kontrak untuk melatihku."

Rembulan tersenyum ke arah Pelangi. "Tidak, Aunty tidak akan meminta terapismu untuk melatihnya. Aunty hanya ingin ngobrol."

"Baiklah." Pelangi memanggil bik Sore untuk mengantarnya ke ruang olahraga. "Kak, aku tunggu di ruang olahraga ya," ucap Pelangi ketika Bik Sore mendorong kursi rodanya.

"Iya, sayang. Nanti Kakak menyusul."

"Aku Rembulan, adik kandung almarum Mentari, ibunya Pelangi," ia memperkenalkan diri setelah Pelangi sudah tak terlihat.

Lentera tak begitu kaget sebab wajah Rembulan mirip dengan foto Mentari yang terpajang di kamar Pelangi, terlebih tadi Pelangi memanggilnya dengan sebutan Aunty. "Aku Lentera, aku terapis Pelangi," ia mengulurkan tangannya ke arah Rembulan.

Namun Rembulan menolak untuk berjabat tangan dengannya, wanita berpakaian formal itu malah melipat tangannya di dada sembari menatap Lentera dengan serius. "Sebetulnya aku kemari ingin membicarakan soal suamiku, Jagat," ucapnya dengan tenang namun sorot matanya tajam. "Kau pasti mengenalnya bukan?"

Lentera mengangguk, bagaimana dia tak mengenal Jagat hampir setiap hari Jagat selalu sarapan dan makan malam di rumah Rimba, bahkan terkadang Jagat dan Rimba mengobrol tentang urusan bisnis hingga larut malam di ruang kerja Rimba "Iya, aku mengenalnya," jawab Lentera jujur, ia agak sedikit terkejut ternyata Jagat telah memiliki istri sebab Rimba sama sekali tak pernah membicarakan soal itu.

"Beberapa hari yang lalu Jagat memberiku pilihan untuk mau di poligami atau menceraikannya," ia masih menatap Lentera dengan tatapan tajam. "Setelah aku mendesaknya akhirnya dia mengakui jika dia jatuh hati padamu. Aku hanya ingin bertanya sudah sejauh apa hubungan kalian? Dan apakah kau benar-benar mencintainya hingga membuatnya ingin menikahimu?"

Lentera harus mengakui bahwa Jagat kerap menunjukan ketertarikannya dengan tatapan matanya setiap kali menatapnya, serta sentuhan yang dia berikan saat memberikan lego kepadanya. Tapi Lentera tak berpikir bahwa Jagat akan menikahinya, tak ada obrolan special dengannya apa lagi sebuah hubungan. "Sepertinya Anda salah paham, Nyonya." Lentera mencoba meluruskan dengan menceritakan hubungannya dengan Jagat yang hanya sebatas teman biasa. "Aku sama sekali tak memiliki perasaan apa pun terhadap suami Anda."

Rembulan beranjak dari tempat duduknya, sembari mendorong kursinya ke belakang. "Baiklah, kalau begitu aku percaya padamu. Aku harap kau bisa segera membuat keponakanku berjalan dan cepat pergi dari rumah ini. Selamat pagi, dan selamat bekerja."

Saat Rembulan membalik tubuhnya Rimba sudah berdiri di pintu ruang makan. "Mau apa kau kemari?" tanyanya dengan tatapan tajam, dada Rimba naik turun, terlihat sekali jika pria itu habis berlari.

Rembulan tersenyum, ia berjalan menghampiri Rimba. "Aku hanya ingin menjenguk keponakanku, dan ngobrol santai tentang perkembanganya dengan terapisnya," ia menoleh ke arah Lentera. "Iya kan Lentera?"

Tanpa menunggu jawaban dari Lentera, ia kembali menatap Rimba. "Sebaiknya kau cari terapis yang lebih berkompeten dan berpengalaman," bisiknya, kemudian ia berjalan keluar dari dapur.

Sesaat Rembulan menghentikan langkahnya ketika Rimba berbicara. "Terima kasih atas perhatianmu, tapi aku lebih tahu apa yang terbaik untuk putriku," ucap Rimba, Rembulan tersenyum simpul kemudian kembali berjalan meninggalkan kediaman kakak iparnya.

1
Ersa
Luar biasa
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
wahh ga terasa tiba2 udah pembukaan 9 aja
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
waahhh akhirnya selesai...
berakhir bahagia utk semuaa..lentera juga sudah berhasil mngatasi trauma atas sentuhan laki2...
terimakasih Kak Irmaa utk karyanya..
mohon maaf baru bs menyelesaikan bab ini hingga akhir..🙏
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
eehhh tidur bohongan toh ternyata 🤭
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Pelangi hanya berusaha tegar.. di dalam hatinyaa dia sangat mrindukan Lentera
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
astaga Lenteraa kenapa kau malah pergi disaat orang2 bgitu menyayangimu dan mencintaimu.
Kau harusnya bs bangkit melawan traumamu dan jangan berpikiran buruk terus. Jika Pelangi saja bs smbuh dan bangkit..kaupun harusnya jg bisa.
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
jahat bener Guntur...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
waduhhh kasihan Rimba..bukannya dapat ciuman malah dapat dorongan 🤭
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
kereeennn
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
kasus pemerkosaan seperti Gunung Es..krn bnyak yg tidak melapor jadi seakan kasus tersebut kadang tdk terdeteksi.
Apalagi jika pelaku adalah org terdekat..alhasil mereka tdk mau mengungkapkan dan melaporkan ke Polisi.
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
eehh....Lentera salah paham ini
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Moment yg sangat spesial..
Peraayaan ulang tahun Pelangi
Hamilnya Rembulan
dan akhirnya Lentera mau menerima lamaran Rimba dengan restu Senja..🥰🥰🥰

semoga tak ada lagi halangan utk mererka smua
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
akhirnyaa restu dari Senja keluar jugaa...

Tak mungkin kan Eyang merusak kebahagiaan Pelangi...😉
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
alhamdulillah...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
Wahh akhirnya pelangi yang bergerak juga nih...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
tak apa2 Lentera..segala masalah jgn kau pendam sendiri. Mngkin dengan bercerita ke org terdekat hatimu bs lega dan jalan utk kesembuhannmu jg terbentang luas
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
astagfirullah....sudah memperkosa ini malah membunuh janin anaknya..dosamu makin besar Pak...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
jahatnyaaa smpai ngancem gt
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
astagfirullah...ternyata ayah dtirinya yang jahat
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee 💕
eehhh kok Rimba tauu yaa...apa dia mnyelidiki masa lalu Lentera kah...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!