Aku seorang wanita yang harus memikul beban kehidupan yang amat sangat pahit, hanya demi gengsi dan ambisi untuk menguasi anak laki-lakinya untuk harta dan tahta karena ingin dipandang oleh semua orang.
Awalnya kusangat bahagia karena dipersunting seorang calon imam yang mumpuni dalam segala hal, namun dengan berjalannya waktu semuanya terbuka dengan sengaja yang mengakibatkan buta mata buta hati, jangankan untuk mengerti pedulipun sudah tiada arti lagi.
Hidupku dihiasi dengan rasa penuh pana dan derita, hatinyapun sudah tak sanggup menerima karena duka yang mendalam. Padahal kuhanya pengakuan saja bukan ingin dimanja dan dipuja, pengakuan itu sudah luar biasa. Harta ku punya keluarga ku punya tapi pengakuan sebagai menantu buatnya kini tinggal kenangan semata.
Walau kelihatanya bahagia padahal kami sangat menderita karena perlakuan yang berbeda dan perhatian yang penuh dengan kebencian semata. Hilanglah semua harapan kini tinggal kenangan batu nisan jadi saksi kebencian seorang mert
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PASKUD Official Channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 13
Ayah ku ternyata orang yang gigih dan ulet dalam semua urusan, harus selalu perfec dan tak boleh ada kesalahan, aku belajar dari ayahku bagaimana jadi orang yang memiliki integritas tinggi dan berkomunikasi yang baik, aku dan adiku selalu bersama kemanapun ayah pergi. Aku takau melewatkan kebahagian ini yang dulu kuidam-idamkan, ayah ku memberikan semua pengetahuannya tentang kehidupan yang penuh dengan tantangan.
Aku senang akhirnya beliau lebih mementingkan kami daripada karirnya yang selama ini membesarkannya. Aku dengan pace to pace ngajak bicara ayahku secara perlahan tanpa menyinggung perasaannya.
Si kaka yang mulai bertanya
“Ayah boleh ngobrol ga, aku pengen curhat pengen deket sama ayah. Kan selama ini ayah ga ada dirumah aku dah lama pengen curhat”.
Ayah ku
“Iya nak maaf, selama ini aku ga ada buat kalian selama ini aku egois selama ini aku lebih mementingkan diriku sendiri tanpa peduli sama kalian. Maafin ayah mu nak”.
Si kaka dan si ade memeluk ayah nya dengan erat.
“Ayah maafin kami, belum bisa membahagiakan ayah dan mamah. Kami senang dan bahagia ayah ada dirumah dan kami sangat mendambakan semua ini yah. Maafin kami ya yah”.
Ayah ku
“Iya nak, kita sama sama bangun kemBali keharmonisan kita ya nak. Terutama dengan mamah . Ayah sudah lancang dan sudah lama tak memperhatikannya. Nak ayah punya usul kalau kita kasih surprice buat umi bagimana? Setuju ga”.
Anak anak
“Sangat setuju yah. Kira-kira apa ya hadiah buat mamah”.
Ayah ku
“Nak sore kita berangkat ke toko kue dan ke toko supenir kita cari hadiah, buat mamah. Ayah pengen membelikan sesuatu yang indah sebagai perminataan maaf ayah sama mamah”.
Anak anak
“Baik ayah , mamah kan pulang jam 5 sore berarti kita harus sudah ada dirumah jam 4 yah”.
Ayah ku
“Oke nak, yu kita berangkat”.
Kami bertiga berlalu menuju toko yang kita tuju, disana kami rembukan memberikan surprice. Semoga umi senang dan bahagia kemBali .
Ayah ku memang pintar kalau urusan mencari hadiah dan memberikan surprice untuk mamah. Dia berani berspekulasi dalam hal memberikan kebahagian pada siapapun.
Alhamdulillah hadiah sudah siap dan sudah selesai dipacking, hadiah kami masukan kedalam mobil. Dan kamipun berlalu untuk kemBali kerumah dan mempersiapkan segalanya, kami sangat bahagia sekali, yang kami nanti akhirnya terjadi dan hadir kemBali dikeluarga kami. Kami tak henti mengucap rasa syukur atas karunia yang Allah berikan pada kami.
Setelah menempuh perjalan jauh, kami sampai dirumah, dan menyiapkan semuanya demi sang mamah. Kami dan ayah pura-pura ga tahu dan bisa aja. Kami bersantai seperti sedia kala dan tidak memberikan sinyal bahwa kami memberikan surprice buatnya. Kami bercanda ria diruang tv dan kami ga sadar bahwa mamah sudah pulang dan melihat kami sedang bercanda.
Ayah ku
“Eh mamah udah pulang mah, maaf ya mah ga menjawab salam mamah”.
Umi ku
“Iya engga apa apa. Mamah kekamar dulu ya ganti baju dulu”.
Kami
“Iya umi”.
Disaat umi ganti baju dan bersih bersih kami menyiapkan ruang tamu dengan hadiah yang sudah disiapkan.
Anak-anak masuk ke kamar uminya, dan bercanda seperti biasa. Umi maaf ya mah di ulang tahun ini kami hanya bercanda dan tidak memberikan hadiah apapun sama umi.
Mamah
“Iya ga apa-apa, mamah melihat kamu bercanda dan bersatu kemBali sudah hadiah luar bisa buat mamah. Ini yang mamah inginkan semenjak ayah pulang kerumah.
semangat terus berkarya 👍👍
itu apa ya 🤔🤔
Sahur
sahuuuurrr
Terpaksa menikahi kepsek kejam hadir memberi like...
di tunggu ke hadirannya di karya ku ya...