NovelToon NovelToon
My Lovely Ana

My Lovely Ana

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Gadis_Kecil

DILARANG PROMOSI DI KOLOM KOMENTAR!!

Ana, gadis yang baru berusia 18 tahun harus tinggal bersama pria asing yang telah menggelontorkan banyak uang demi biaya operasi sang adik yang terluka cukup parah karena penyerangan sedang kedua orang tuanya telah tiada.

Judul lama "Penjara Cinta"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadis_Kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pacar? (2)

Sebenarnya Ana telah menunggu dengan gelisah dan begitu Samuel menampakkan batang hidungnya senyuman Ana perlahan mengembang. "Kenapa kau terlihat lega seperti itu?"

"Aku hanya menunggu Tuan dan karena lama aku jadi gelisah."

"Benarkah?" Sebagai jawaban Ana hanya mengangguk. Entah mengapa suasana hati Samuel menjadi baik melihat balasan dari Ana.

"Kalau begitu ayo kita pulang saja."

"Baik Tuan."

"Mm, Tuan. Bukankah harusnya kita makan dulu?"

"Dengan penampilanmu seperti ini. Sepertinya itu tak mungkin. Akan lebih baik kita pulang dan makan. Kau juga baru terluka dan aku tak ingin terjadi hal yang buruk terhadapmu."

"Tapi Tuan, aku baik-baik saja. Kita bisa kok ke tempat lain untuk makan kebetulan sekali aku memiliki tempat makanan yang enak. Bagaimana?" Samuel terlihat berpikir sebentar lalu mengangguk.

"Tapi sebelum itu ayo kita cari baju yang bagus untukmu. Bajumu masih basah." Ana tak memprotes memang penampilannya buruk sekarang.

Mobil Samuel berhenti tepat di depan sebuah butik yang sepertinya ramai dan karena tak ingin kejadian sama terulang, Samuel ikut masuk bersama Ana. Karena kejadian itu sukses menyita perhatian banyak orang.

"Bukankah itu Tuan Samuel? Kenapa dia bersama dengan seorang gadis asing itu? Aku belum pernah melihatnya." Seperti itulah perbincangan dari orang-orang sekitar ketika Ana dan Samuel melewati mereka.

Sekali lagi Samuel tak ambil pusing. Mereka pun dihampiri oleh manajer tempat tersebut. "Selamat datang Tuan," sapa manajer itu ramah.

"Aku ingin kau mencari baju yang bagus untuk gadis ini." perintah Samuel langsung to the point.

"Baik Tuan. Mari Nona, ikuti saya." Ana melirik sebentar pada Samuel kemudian beralih lagi pada manajer yang telah meninggalkan dirinya agak jauh.

"Nona tinggal pilih saja apa yang Nona mau biar kami yang sediakan." Gadis itu menggigit bibirnya begitu melihat banyak sekali baju yang banyak tertata rapi di depannya.

"Aku ingin baju yang biasa saja bisakah kau membawakan itu?"

"Tentu saja Nona." Ana lantas dibawakan setumpuk baju namun dengan gaya dan harga yang cukup mahal. Beberapa pelayan lalu menawarkan beberapa baju tersebut seperti kekurangan dan kelebihan.

Akhirnya setelah agak lama memilih gadis itu menyukai beberapa potongan baju yang dia sukai dan dibawanya ke tempat pencocokan. Beberapa menit Samuel merasa bosan karena orang-orang bekerja dalam butik itu berusaha membuatnya tak jemu namun sebaliknya.

Samuel merasa jengah. Decakan Samuel menciptakan keterdiaman mereka dan tak bisa berbuat apa-apa ketika Samuel berdiri menghampiri manajer yang kini berkeringat dingin. "Di mana Ana?"

"No-nona sedang mencoba baju Tuan. Di sana Tuan." Pria itu pun melangkahkan kakinya menuju arah yang ditunjuk ke manajer. Diketuknya pintu sambil memanggil nama gadis itu.

"I-iya ...."

"Kenapa kau lama sekali? Aku bosan menunggu terus." keluh Samuel.

"Ma-maaf Tuan. Ak-aku sedikit kesulitan jadi--" Perkataan Ana terhenti kala mendengar suara decitan pintu dan tampaklah dari cermin kepala Samuel menyembul.

"Tu-tuan ap-apa yang kau lakukan?! Pergilah!"

"Katanya kau kesulitan jadi biarkan aku menolongmu." ujar Samuel seraya masuk dan menutup pintu. Ana tanpa sengaja memekik, otomatis dirinya yang menghadap ke kaca segera Ana arahkan ke sudut dan menutup bagian dada.

Samuel mendekat melihat resleting baju yang berada dibelakang Ana tak menutup dengan baik. "Oh begitu." Wajah Ana memerah saat merasakan jemari milik Samuel menggapai resleting dan menaikannya hingga punggung milik Ana yang awalnya terekspos tak terlihat lagi.

Dia bernapas lega dan memutar tubuhnya untuk melihat pada Samuel. "Terima kasih Tu ...." Ketika Ana melihat Samuel memandangnya lekat.

Perlahan wajah tampan milik Samuel mulai mendekat membuat Ana tersudut hingga punggungnya membentur dinding.

"Tuan ...." Degup jantung Ana makin kencang saja kala melihat bibir Samuel bergerak untuk mendekat. Apakah Samuel ingin menciumnya?

Namun semua itu terhalang mendengar gedoran pintu. "Hei siapa yang ada di dalam? Cepatlah keluar aku ingin ganti baju!" Samuel mendengus lalu membuka pintu.

Si wanita yang mengedor pintu langsung terpaku begitu dirinya menatap Samuel beserta Ana. Tak mengucapkan sepatah kata, Samuel pun pergi bersama Ana yang membawa beberapa baju termasuk bajunya yang kotor.

Setelah membayar, Samuel dan Ana berkendara lagi menuju sebuah tempat. "Jadi, kita mau ke mana?"

"Mm, ke warung mie Pak Tarno. Aku jamin kau pasti akan suka." Melihat senyuman Ana, Samuel tertegun untuk sesaat.

"Baiklah, pak kita ke warung mie Pak Tarno. Biar Ana yang menunjukkan jalan." Ana pun dengan bersemangat memberi tahu jalan dan berhentilah mereka di depan jalak gang yang kecil.

"Kenapa kita berhenti di sini?"

"Warungnya ada di dalam." Gadis itulah yang pertama kali keluar. Disusul oleh Samuel, keduanya lalu berjalan. Ada beberapa orang yang menyapa Ana dengan ucapan dan kadang-kadang lewat senyuman.

Satu hal yang sama, mereka semua memandang heran ke arah Samuel. Pria yang memakai setelan mahal tersebut tampak asing.

"Nah itu dia ...." saking semangatnya Ana menarik tangan Samuel untuk masuk ke dalam dan duduk.

"Ana! Apa kabarnya?" tanya seorang pria paruh baya melihat kedatangan Ana.

"Baik-baik saja. Oh iya Ana mau pesan dua mangkok mie. Biasa aku punya pedas ya."

"Sip untuk pria ini mau apa? Pedas atau biasa saja?"

"Biasa saja." jawab Samuel singkat.

"Kalau begitu, silakan tunggu di sini." Samuel tak berhenti bisa memandang warung sederhana tersebut. Tak ada yang istimewa dari warung ini kenapa Ana sangat ingin makan di sini?

"Ini makanannya!" seru si pria yang adalah pemilik warung bernama Tarno. Ana berujar terima kasih lalu mencicipiya.

Sama seperti Ana, Samuel ikut-ikutan dan ketika mie itu masuk ke dalam mulut, Samuel tertegun. Dia memperhatikan penampilan mie yang terlihat sederhana namun rasanya sangat nikmat.

Tanpa berpikir panjang Samuel mengunyah dan kembali menyuap makanan segera setelah mie itu habis turun ke dalam perut. Ana tersenyum sendiri melihat kejadian itu.

Dia memang sengaja membawa Samuel untuk makan agar merasakan cita rasa enak dari mie yang memang dia kenal sejak kecil itu. "Hei Ana," pandangan Ana lantas memusat pada Pak Tarno.

"Dia pacarmu ya?"

Ana membulatkan matanya kemudian menggeleng. "Dia hanya seorang teman yang baik." Pak Tarno ber-oh ria kemudian mengeluarkan sengihan yang memunculkan sederet giginya tak teratur.

"Oh Bapak kira dia pacarmu soalnya kalian berdua itu cocok tahu." Ana melempar tawa hambar. Dia merasa tak enak pada Samuel yang dia pikir mendengar padahal sebenarnya fokus Samuel lebih terpusat ke arah mie yang sekarang hampir habis.

"Permisi, aku tambah lagi mienya."

1
rosalia puspita
Luar biasa
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Nanik Lestari
Samuel goblok
Nanik Lestari
7th, Semoga kakak beradik Ana dan Lina selamat sampai akhir cerita
id IG: sabia.sky
apakah ada kisahnya Lina dan Dariel???
𝕽𝖈⃞Butirn𝕵⃟dBUᶜʙᵏⁱᵗᵃ
enak ato laper samuel
𝕽𝖈⃞Butirn𝕵⃟dBUᶜʙᵏⁱᵗᵃ
dasae nyinyiiirrr. .,.... mati la kau..... potel sepotel potel ny...
𝕽𝖈⃞Butirn𝕵⃟dBUᶜʙᵏⁱᵗᵃ
syukaaaa alur cerita ny
𝕽𝖈⃞Butirn𝕵⃟dBUᶜʙᵏⁱᵗᵃ
🤧🤧🤧🤧🤧
𝕽𝖈⃞Butirn𝕵⃟dBUᶜʙᵏⁱᵗᵃ
aq syuka cerita U othorrrr....
Yana
thor buat cerita lina sama dariel
Priskha
kok aq bingung ya bacanya, bknnya wkt nikah si shella datang dan kasih selamat juga ya..
bank sha one
author GALFOK
Kenzi Kenzi
ya iya lah...dikamar babang ada genduk kecil lina.....ke gep bisa bahayaaaa☺☺☺
Kenzi Kenzi
.ga mencerminkan seorang dosen
Kenzi Kenzi
wowwwwwww...ana oh ana....nakal kamu ya😏😏😏😏😏😏😏😏😏😏
Kenzi Kenzi
andai lina jdi dewasa...pasti jadi an sama dariel...😉😉😉😉
Kenzi Kenzi
wehhhh....adegan kamar mandi dehhhhh
Kenzi Kenzi
3.sohib karib
Kenzi Kenzi
siapa.madava...semoga pria baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!