NovelToon NovelToon
Raja Untuk Rani

Raja Untuk Rani

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Pihak Ketiga / Cerai / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:18.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

Bagaimana jadinya jika permusuhan antara dua keluarga telah menjadi penghalang untuk kedua insan yang di mabuk cinta? Raja yang terlahir dari keluarga Kaya mencintai Rani yang juga seorang anak dari keluarga kaya, sama-sama saling mencintai saat pandangan pertama.

Kisah ini menceritakan tentang dua insan yang berusaha agar cinta mereka di restui dan berusaha agar permusuhan di antara keluarga mereka berakhir. Dengan banyak cobaan dan rintangan akhirnya mereka bisa menikah.

Tapi apakah yang akan terjadi selanjutnya dengan pernikahan antara Raja dan Rani tokoh utama di cerita ini?

Yuk ikuti ceritanya di jamin menarik dan jangan lupa untuk tinggalkan jejak like vote favorit hadiah juga komentar terbaik ny ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Pura-pura saja ternyata

Siang itu... Rani sudah di perbolehkan pulang ke rumah. Raja pun ikut mengantar Rani pulang ke rumahnya tanpa takut di larang oleh Radi karena sudah mendapat izin dan restu.

Sambutan hangat yang di lakukan nenek dan ibu Rani membuat Raja merasa bersyukur akan memiliki keluarga baru yang baik.

Hari demi hari Raja lebih sering berkunjung ke rumah Rani dan merawat juga menemaninya, hingga suatu hari...

Raja baru kembali pulang dari rumah Rani dan mendapati ayahnya sedang duduk dengan tatapan kosong dan sebuah foto di tangannya.

"Ayah... Ayah sedang apa?."

Perhatian Candra teralihkan hanya saja tidak menoleh sedikitpun ke arah Raja. Melihat ayahnya yang sudah beberapa hari ini bersikap aneh dan dingin kepadanya, Raja mencoba bertanya kepada ayahnya tentang alasan sikapnya kepadanya sekarang.

"Aku rasa, sekarang tidak ada hal apapun yang bisa aku katakan padamu Raja."

Mendengar perkataan ayahnya itu Raja menjadi semakin tidak mengerti dan mempertanyakan kembali apa maksud ayahnya itu. Tapi Candra tidak berniat untuk bicara lagi dan akan beranjak pergi.

" Ayah, sebenarnya ada apa dengan semua ini? Sikap ayah, perkataan ayah, aku benar-benar tidak mengerti. Apakah ini semua ada hubungannya dengan Rani?."

"Ayah sudah sangat kecewa kepadamu Raja. Ayah sangat menyimpan banyak harapan padamu sebagai putraku satu-satunya tapi dengan mudahnya kamu merusak impian dan harapan ayah. Karena kamu telah mencintai anak dari orang yang telah menjadi penyebab adikku meninggal!."

"Ayah, bukankah ayah sudah melupakan masalah itu dan merestui kami? Dan bukankah aku sudah berhak memilih seseorang untuk menjadi pendamping hidupku?."

Candra tersenyum miris mendengar perkataan anaknya itu lalu berkata,

"Ya, kamu benar, sekarang kamu sudah dewasa dan bisa menentukan pilihanmu sendiri. Sekarang kamu bisa bebas dan tidak memikirkan perasaan orang tuamu ini. Kami sudah tidak berhak atas dirimu."

Candra menyeka air mata yang jatuh di pipinya lalu segera pergi dari hadapan Raja.

Raja yang merasa bersalah ingin menghentikan ayahnya tapi tidak di hiraukan Candra.

Di kamar, Raja melamun dan terbebani dengan banyak pikiran. Tiba-tiba dia mendapat telepon dari Rani dan membuat hatinya merasa senang dan melupakan sejenak masalahnya.

"Hallo Rani?."

Terdengar suara isak tangis di sebrang sana. Rani sedang menangis dan ingin mencoba mengatakan sesuatu. Hal itu membuat Raja hawatir dan bertanya kepada Rani tentang apa yang sebenarnya terjadi.

"Rani, cepat katakan ada apa?."

"Raja, ayah mengurungku di kamar dan tidak memperbolehkan kamu untuk menemui ku."

"Apa? Kenapa begitu?."

"Aku juga belum tau alasan ayah yang sebenarnya, dia langsung tidak memperbolehkan aku untuk keluar kamar dan menemuimu hiks hiks hiks."

"Baiklah, Rani... Dengarkan aku. Kamu jangan hawatir aku akan segera kesana dan melihat apa yang terjadi ya."

"Iya Raja, aku menunggumu."

Setelah mendengar kabar dari Rani, Raja langsung bergegas menuju rumah Rani. Tapi saat akan menuruni tangga Raja berpapasan dengan ayahnya yang terlihat murung.

Langkah Raja terhenti sejenak dan ragu untuk melangkah lagi. Jika dia mengatakan kepada ayahnya masalah Rani sekarang dia hawatir hanya akan menambah masalah menjadi lebih besar. Jadi Raja memutuskan akan pergi tanpa memberitahu ayahnya.

"Ayah... Aku akan keluar dulu sebentar." di balas anggukan Candra.

Setibanya di rumah Rani, pintu rumah tertutup dan tidak membiarkan Raja untuk masuk ke rumah itu.

Raja mengetuk ngetuk pintu tapi tidak ada yang membukanya. Sebenarnya pintu rumah Rani biasanya selalu terbuka, jika ingin masuk pun tanpa harus mengetuk pintu. Tapi berbeda dengan hari ini, sekuat apapun Raja berteriak dan mengetuk pintu telinga semua orang di dalam rumah itu seakan menjadi tuli semua.

Raja berdiri menunggu Rani di depan halaman rumahnya. Dia terus melakukan panggilan telepon Rani tapi tidak di angkat juga. Rumah yang seluas itu, kini menjadi sepi seperti tidak berpenghuni.

Raja mencoba berkeliling lalu melihat seorang tukang kebun yang sedang bekerja di kebun belakang rumah Rani. Awalnya dia ingin bertanya terlebih dahulu, tapi dia takut hanya akan di halangi jadi Raja berjalan mengendap - endap menuju pintu dapur dan berhasil masuk ke rumah.

Saat akan melewati ruang keluarga, Raja bertemu dengan ibunya Rani, keduanya sempat terkejut dan saling pandang. Lalu ibunya Rani segera menyadarkan dirinya dan membawa Raja masuk ke sebuah ruangan.

Di dalam ruangan itu, ibunya Rani berbicara secara berbisik karena takut di ketahui oleh Radi.

"Nak Raja... Kenapa kamu kesini?."

"Bibi... Aku ingin menemui Rani, dia mengatakan kalau ayahnya mengurungnya di kamar."

Lalu ibunya Rani menjelaskan semuanya, alasan nya adalah Radi hanya berpura-pura merestui hubungan mereka agar Rani bisa di bawa pulang ke rumah. Yang sebenarnya Radi tidak pernah berkata dan bersikap jujur beberapa minggu ini, itu hanya alasan agar Rani bisa di kurung di rumah dan tidak bertemu lagi dengan Raja.

"Jadi lebih baik sekarang Nak Raja keluar dari rumah ini, aku tidak tau jika ayahnya Rani mengetahui kamu sekarang ada disini entah apa yang akan di lakukannya."

"Bibi... Apa bibi bisa membantuku sekali saja, aku ingin menemui Rani."

"Tidak bisa, pintu kamar Rani di jaga oleh beberapa orang. Bahkan Rani tidak di perbolehkan keluar dari kamarnya walau hanya untuk makan."

Melihat kesedihan ibunya Rani, Raja menganggap bahkan ibunya pun tidak bisa berbuat apa-apa. Lalu Raja memikirkan sebuah cara dan memberitau ibunya Rani. Tapi langsung di tolak karena itu hanya akan membuat Raja celaka.

" Bibi, kalau begitu aku akan tinggal di ruangan ini boleh kan? Ini tempat yang aman untuk bersembunyi bukan?."

Ibunya Rani terperangah mendengar ide Raja itu dan sempat menolaknya, tapi saat melihat Raja memohon dan memelas juga memikirkan putrinya akhirnya Raja di izinkan tinggal di ruangan itu untuk merencanakan sesuatu.

Raja di beri kunci ruangan agar bisa menguncinya dari dalam. Raja sudah tinggal di ruangan itu selama satu hari tanpa melakukan sesuatu, karena sepanjang waktu rumah itu selalu ramai dan tidak ada celah untuk Raja.

Ibunya Rani membawakan makan untuk Raja dua kali dengan cara sembunyi-sembunyi karena hanya dia yang mengetahui keberadaan Raja. Saat keluar dari sana ibunya Rani bertemu dengan Radi dan gelagapan saat di tanya tentang piring kotor yang ada di tangannya sekarang.

Saat hampir terkuak atas keberadaan Raja di dalam tiba-tiba terjadi keramaian di luar. Sekelompok orang penting berkunjung ke rumah Radi untuk suatu pekerjaan hingga membuat Raja terselamatkan.

"Bibi, Bibi...,"

Raja menyembulkan kepalanya di pintu-pintu dan berbisik memanggil ibunya Rani.

"Bibi, bisakah pinjamkan aku sebuah baju perempuan? Aku akan menyamar dan masuk ke kamar Rani."

"Tapi itu sangat berbahaya."

Raja meyakinkan seorang ibu yang ingin dia jadikan sebagai mertuanya itu dan akhirnya di penuhi.

Raja memakai baju perempuan dan berdandan layaknya seorang gadis. Dengan wajahnya yang tampan di tambah hijab di kepalanya, Raja melakukan penyamaran yang sempurna dan mengecoh para penjaga. Sebab Raja ke kamar Rani di dampingi ibunya Rani yang mempermudah Raja untuk segera masuk ke kamar.

Radi sempat melihat curiga istrinya yang bersama samaran Raja hanya tidak terlalu menghiraukan karena tamunya dan membiarkannya, toh ada istrinya.

1
fans
Bintang 5 untukmu
վմղíα | HV💕
KK yunia hadir lagi
ꪶꫝ✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻N༄🥑⃟💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
bener,stdknya desa tmpt kita lahir jngn sampai ditinggalkan hanya karena usaha makin sukses,mnding bangun di desa kita jngn mlupakan desa tmpt kita lahir
Aurora: Benar sekali, aku setuju kak...
total 1 replies
Zhu Yun💫
Akhirnya happy ending. 🤗
tapi Rohit pergi kemana tuh? semoga Rohit dapat pasangan yang tepat dan mencintainya juga 🥰
Aurora: Waduh, bahaya ini mah 🤣🤣🤣🤣
total 5 replies
Vincar
mungkin Rani masih punya perasaan sama Raja
Aurora: Betul banget, meskipun dah jadi mantan, tapi hati perempuan itu susah pindah ke lain hati hati.
total 1 replies
Rosee
bintang lima untuk author
Rosee
semangat thoor
Vincar
1 iklan mendarat Thor
Aurora: Makasih...
total 1 replies
Vincar
1 ikan mendarat Thor. Semangat terus 😇
Aurora: Makasih kak...
total 1 replies
Vincar
Nikah sama Rohit, tapi cintanya sama Raja. Lanjut Thor 🔥
Erarefo Alfin Artharizki
hai thor, mau tukeran mawar ?
Erarefo Alfin Artharizki
indian feels in the novel, keren keren
Erarefo Alfin Artharizki
tinggalin jejak dulu kak, semangat nulisnya ya
վմղíα | HV💕
up
Briliant
Ceritanya bagus
վմղíα | HV💕
3 iklan meluncur.
Aurora: Makasih kakak 😍🙏🙏
total 2 replies
Viin
pasti banyak uangnya😁
Viin
semangat kak, ceritanya penuh aksi hehe
Zhu Yun💫
Ayo Raja tarik tangan Rani dan bawa lari aja 🤭🤣🤣
Aurora: Wkwkwk dramatis banget 😅
total 1 replies
Vincar
pasti si Raja cemburu melihat pernikahannya. lanjut Thor 😇
Aurora: Banget.. dan nyesek
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!