Desri Winandra, gadis yang dibayar menikahi lelaki lumpuh untuk melunasi hutang-hutang biaya pengobatan almarhum ayahnya.
Ternyata lelaki lumpuh itu Arkhan Ghani, dia tak lain CEO di perusahaan tempatnya bekerja. Lelaki yang selama dua tahunan ini dia kagumi. Lelaki yang begitu dingin dan seolah bersikap tidak menyukainya.
Dibalik kisah hidupnya yang penuh lika-liku dan penderitaan yang selalu datang bertubi-tubi, Desri memiliki sikap tegas, baik, tulus dan penyayang.
Di dalam kisah mereka, kalian juga akan tertarik dengan beberapa karakter pendukung lainnya yang menjadi lakon utama pada diri mereka masing-masing. Terutama sang pengawal tampannya keluarga Arkhan.
Mampukah Desri melalui penderitaan yang bertubi-tubi menghampirinya?
Dapatkah dia memikat hati Arkhan yang dikaguminya selama dua tahun itu?
Selamat membaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon radetsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
REMOT DAN ALARM
Malam pernikahan Desri dan Arkhan.
Sepasang manusia yang masih terdiam di tempatnya masing-masing dalam ruangan yang sama. Mereka tak lain Desri dan suaminya. Desri kala itu masih terduduk di sofa memperhatikan Arkhan yang terlihat gelisah. Keringat bercucuran deras dari dahi lelaki tampan itu, raut wajahnya seperti menahan sesuatu.
Dia kenapa??~ Gumam Desri cemas.
Desri seperti hendak menegurnya tapi diurungkannya lagi karena takut Arkhan akan marah.
Hampir sepuluh menit Arkhan masih terlihat seperti itu. Akhirnya Desri berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri suaminya itu.
"Tuan, Tuan, kenapa?" Tanya Desri memberanikan diri.
Arkhan tidak menyahuti pertanyaan Desri yang terlihat kecemasan. Dia hanya sibuk menggapai sesuatu di atas meja samping tempat tidurnya.
Desri melirik sesuatu di atas meja itu.
Mungkinkah dia ingin minum? ~ Desri bertanya-tanya dalam hatinya.
Tanpa pikir panjang, Desri mengambil gelas dan menuangkan air ke dalamnya.
"Apa tuan ingin minum?" Tanya Desri lagi sambil menyodorkan gelas berisi air putih yang telah diambilnya.
"Pergi dari sini... Saya tidak butuh kamu..." Teriak Arkhan sambil menepis tangan Desri dengan kuat.
PRAAAAANNNKKK...
Gelas itu berserakan di lantai menjadi beling tajam yang menggores hati Desri seiring bentakan Arkhan kepadanya.
"Mamaaa..." Teriak Arkhan lirih. Tangannya masih mencoba menggapai sesuatu.
"Mamaaa..." Ulangnya semakin mengeras.
Desri yang ketakutan hanya memperhatikan tingkah lelaki yang baru saja menjadi suaminya itu.
Arkhan masih saja memanggil-manggil mamanya, hingga akhirnya ia mendapatkan apa yang ia gapai dari tadi. Dia menekan-nekan beberapa kali, sebuah remote kecil yang hanya memiliki satu tombol.
Tak lama pintu kamarnya terbuka sedikit, Nur masuk dengan sedikit mengendap-endap. kemudian dia menghampiri Arkhan dengan sedikit berlari.
"Maafin mama, Sayang, mama tadi sibuk, Nak..." Ucap Nur sambil meraih setengah tubuh Arkhan yang hampir menyentuh lantai.
Arkhan menatap Desri dengan tatapan tidak suka lalu beralih ke mamanya seakan mengisyaratkan sesuatu.
"Desri, keluarlah dahulu... Di depan ada Endro..." Pintanya seakan memerintah.
"Baik, Ma..." Sahut Desri lirih.
Desri berjalan menjauhi ibu dan anak itu hingga menggapai pintu. Benar saja, di depan pintu, Endro sedang berdiri tegap seperti satpam.
"Mari saya antar nona Desri ke kamar nona Yuni.." Ucap Endro seakan mengerti situasi. Ya, Endro sangat mengerti sekali dengan situasi ini.
Desri mengikuti Endro melewati tangga yang berbeda, karena tangga utama terletak di ruang utama tempat keluarga dan kerabat Ghani berkumpul.
Sabar nona, demi cintamu kepada tuan Arkhan, pasti kau akan meluluhkan hati tuan Arkhan suatu hari nanti~ Entah do'a atau hanya harapan biasa yang diucapkan Endro saat itu.
Tidak memakan waktu lama, Endro dan Desri telah sampai di kamar Yuni.
Tok... Tok... Tok...
Endro mengetuk pintu kamar Yuni beberapa kali ketukan.
"Kak Desri..." Panggil Yuni dengan senyuman yang lebar setelah menarik pintunya dari dalam.
Desri yang berdiri di belakang Endro membalas dengan senyuman tipis. Terlihat sekali Desri masih syok dengan kejadian di kamar suaminya tadi.
"Ayo masuk, Kak" Ajak Yuni sembari meraih tangan halus Desri.
***
Di ruang utama kala itu.
Disana masih tampak ramai keluarga besar Ghani yang akan menginap. Mereka masih sibuk berbincang-bincang dengan sesama mereka. mereka seakan menumpahkan seluruh kerinduan yang terlalu lama terpendam. Bagaimana tidak? mereka satu keluarga tapi harus tinggal berpisah bahkan di kota yang berbeda-beda karna mereka memiliki keluarga dan bisnis masing-masing.
Sesekali terdengar sorak sorai tawa riuh mereka.
Di sudut lain, ibunya Desri sedang berbincang dengan Nur, hingga beberapa saat mereka melangkah keluar rumah.
"Kenapa tidak menginap saja, Ibunya Desri?" tanya Nur ramah.
"Tidak usah, Nyonya... Saya percaya Desri akan aman disini.. Sekali lagi terima kasih. Suatu kehormatan bagi saya karna nyonya mengantarkan saya keluar." Elak Wiwit sungkan.
Nur menyahuti dengan sedikit tersenyum.
"Tolong antarkan ibunya Desri sampai ke alamatnya dengan hati-hati, Pak." Perintah Nur kepada sopir yang telah duduk di kursi kemudi. Endro membukakan pintu mobil yang akan dimasuki Wiwit.
Ketika mobil yang mengantarkan Wiwit menghilang dari pandangan mata Nur. Terdengar suara alarm yang memekakkan telinga.
Sontak Nur terkejut dan segera berlarian ke dalam sambil mengendap-endap di ikuti Endro supaya tidak terlihat oleh kerabat yang bermalam di rumah mewah itu.
Nur menarik gagang pintu yang ternyata adalah pintu kamarnya Arkhan.
.
.
.
.
.
dulu iparku anemia , bukan amnesia biasa ada jenisnya jg , selalu operasi melahirkan anaknya ... Alhamdulillah selamat .
semoga ada keajaiban untuk Desri .
kasihan klo Desrinya metong .
perempuan utama baik begitu.
sementara ayah arkhan bisa aja sengaja di celakai jg , sama halnya seperti arkhan.
jodoh Yuni siapa ya .
rival atau Endro
kasihan jg si Endro .
apa maksudnya dengan mentari yang sama?🤔
enakan melawak aja ndro jangan ganti profesi🤭😁
kakak ipar idaman
menantu idaman.