Karena sebuah kesalahan satu malam, Ayaneru terjebak bersama seorang pria asing yang membuatnya hamil.
Namun Ayaneru yang sebenarnya sudah dijodohkan dengan seorang pria terhormat, memutuskan untuk pergi ke luar negeri karena merasa kotor dan tak pantas. Hingga dia ingin menggagalkan perjodohan itu dan malah berniat untuk merawat bayinya seorang diri.
Namun, 5 tahun kemudian Ayaneru kembali ke Tokyo dengan membawa kedua buah hatinya yang sangat jenius.
Apakah takdir akan mempertemukan mereka dengan sang ayah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permintaan Ayaneru
"Jadi mereka berdua adalah anakmu, Neru?!" pertanyaan maskulin dari seorang pria yang terdengar begitu jernih namun sedikit berat itu, kini mulai mengalihkan pandangan Ayaneru untuk mendongak dan menatap pria itu.
Dan betapa terkejutnya Ayaneru ketika melihat sosok Reo sudah berdiri di hadapannya. Ayaneru segera meminta Leon dan Leona untuk segera masuk bersama Yora, karena Ayaneru mulai merasa khawatir akan pertemuan kedua anak kembarnya bersama dengan Reo.
Mengapa Leon dan Leona bisa pergi bersama dengan Reo? Mengapa mereka bisa bertemu dan terlihat begitu akrab? Tidak boleh!! Aku tidak bisa membiarkan semua ini terjadi begitu saja! Mereka tidak boleh saling mengenal lebih dekat dan menjadi lebih akrab lagi! Atau Reo akan mencurigai semuanya! Aku harus segera bertindak! Ayo lakukan sesuatu, Neru!!
Batin Ayaneru masih menatap Reo penuh dengan kecurigaan dan mulai memikirkan sesuatu.
"Leon, Leona sayang ... kalian masuklah dulu dan segera mandi bersama dengan bibi Yora ya." ucap Ayaneru membujuk kedua anak kembarnya.
"Baik, Mama! Tapi janji ya, mama tidak akan marah setelah ini ya!!" sahut Leona memberikan sebuah persyaratan untuk sang mama.
"Baiklah ... mama janji. Kalian masuklah dulu ya. Yora tolong mandikan anak-anak dulu!" ucap Ayaneru tak ada pilihan lain selain meminta mereka untuk masuk lebih dulu.
"Paman, kami pulang dan mandi dulu ya! Sampai jumpa, Paman baik!" ucap perpisahan dari Leona sempat membuat Reo tersenyum hangat kembali menatap kedua anak kembar itu.
Reo hanya melambaikan tangannya dan sedikit mengangguk pelan dalam senyumnya. Sementara Yora segera mengajak kedua anak kembar itu untuk masuk ke dalam kontrakannya.
"Kamu belum menjawab pertanyaanku?!" tanya Reo kembali memicingkan sepasang mata kebiruannya yang indah itu menatap Ayaneru.
Pria itu berdiri dengan tegap dengan kedua tangannya yang masih disematkannya dengan sangat rapi di dalam saku jasnya.
"Iya, mereka adalah anakku. Lalu mengapa tuan Reo bisa bersama dengan mereka?" selidik Ayaneru yang sebenarnya cukup merasa penasaran bagaimana mereka bisa bertemu?
"Leon dan Leona yang mendatangiku ke kantor! Mereka membawakan makan siang untukku dan mengatakan jika kamu yang memasak." ucap Reo seadanya.
"Apa?!" ucap Ayaneru seolah tak percaya mendengar ucapan dari Reo. "Tapi mengapa bisa seperti itu? Dan mengapa tiba-tiba saja mereka mendatangi tuan Reo dan membawakan makan siang?" tanya Ayaneru terkejut bukan main.
"Saat di Narita Airport, kami tak sengaja bertemu. Saat itu aku hanya berbuat sedikit hal untuk Leon, namun Leon malah membalasnya dengan memberikan makan siang untukku tadi siang." ucap Reo kembali dengan jujur.
Apa? Dasar setan kecil itu!! Apa yang sudah dia rencanakan sebenarnya? Mengapa mereka begitu nekat untuk pergi ke F Group dan menemui Reo? Semoga saja mereka semua tak menyadari sesuatu.
Batin Ayaneru semakin merasa khawatir.
"Kedua anak kembarmu sangat cerdas dan lucu! Pergi bersama mereka cukup menghiburku hari ini. Terima kasih." ucap Reo dengan tulus.
"Aku mengucapkan banyak terima kasih karena sudah menjaga Leon dan Leona dengan baik, Tuan Reo. Tapi tolong ... lain kali jangan pernah mengajak mereka berdua lagi! Aku tidak mengijinkan kalian pergi bersama lagi!" ucap Ayaneru tiba-tiba dan sukses membuat Reo mengkerutkan keningnya karena kebingungan.
"Mengapa? Aku menyukai mereka berdua? Dan mereka berdua juga terlihat begitu menyukaiku. Lagipula kita hanya berteman. Karena berbincang dengan Leon itu cukup menyenangkan. Bahkan dia bisa mengimbangiku saat membicarakan dunia politik dan bisnis. Rasanya aku tidak seperti sedang berbincang dengan anak-anak saja." ucap Reo takjub akan kedua anak kembar itu.
"Tuan Reo adalah seorang Presdir di F Group dengan status masih belum menikah. Tuan juga dikenal banyak orang. Sering bepergian bersama kedua anak itu akan sangat berbahaya. Opini publik yang buruk akan sangat merugikan tuan Reo. Dan aku juga sama sekali tidak mau berurusan dengan mereka. Aku hanya ingin hidup dengan tenang dan wajar. Jadi aku mohon mengertilah dan hormati permintaanku ini, Tuan." ucap Ayaneru tanpa mengurangi rasa hormatnya layaknya dia sedang berbicara dengan seorang bos di tempat kerjanya.
Wanita ini sungguh sangat mencurigakan! Seolah-olah memang sengaja untuk menjauhkanku dengan kedua anak kembarnya. Hhm ... aku harus mencari tau sesuatu! Karena sepertinya wanita ini sudah menyembunyikan sesuatu!
Batin Reo menatap Ayaneru penuh dengan kecurigaan.
"Kau tenang saja! Aku tak akan menculik Leon dan Leona lagi! Namun aku tak akan bisa mengabaikan mereka berdua jika mereka sendiri yang mendatangiku lagi." ucap Reo dengan penuh percaya diri dan mulai berbalik lalu melenggang begitu saja meninggalkan Ayaneru.
Ayaneru yang mendengarkan ucapan dari Reo tentu saja merasa begitu kesal. Hingga akhirnya Ayaneru mulai membanting pintu kontrakannya dengan cukup keras.
BLAAMM ...
...🍁🍁🍁...
"Mama ... bukankah mama sudah berjanji padaku tidak akan marah lagi jika kami masuk dan mandi bersama bibi Yora?" rengek di ratu drama Leona berusaha untuk meluncurkan kembali bakatnya untuk meluluhkan hati Ayaneru yang saat ini mulai kesal kepada kedua anak kembar itu.
"Mama marah kepada kalian! Mengapa kalian bisa menemui orang asing begitu saja?! Bagaimana jika orang itu jahat dan berbuat buruk kepada kalian?! Kalian ingin membuat mama jantungan?!" kali ini Ayaneru terlihat begitu dipenuhi dengan amarah hingga membuat wajah ayu nan putih itu memerah padam.
"Hiks ... maaf, Mama. Kami hanya ingin membalas kebaikan paman itu saja yang sudah berbuat baik terhadap kak Leon. Hiks ..." Leona mulai menangis dan memeluk Ayaneru.
"Mama, ini semua adalah salahku. Aku yang mengusulkan ini semua. Dan aku yang mengajak Leona untuk menemui paman Reo. Jika mama mau menghukum kami ... maka hukum saja aku, Ma. Leona tidak salah ..." ucap Leon dengan lirih dan terlihat begitu merasa bersalah.
"Tidak, Ma. Kak Leon tidak salah! Aku yang salah karena aku juga merengek ingin ikut bersama dia! Mama hukum aku saja! Hiks ..." ucap Leona yang kali ini malah menyalahkan dirinya sendiri.
Melihat kedua anak kembarnya yang berusaha untuk melindungi satu sama lain membuatbAyaneru begitu terharu. Di usia yang masih begitu kecil, namun mereka sudah memiliki perasaan untuk saling melindungi. Hingga akhirnya Ayaneru mulai luluh kembali dan merasa tak tega untuk menghukum mereka berdua.
"Baiklah. Mama tidak akan marah lagi. Tapi kalian tidak boleh berbuat hal seperti ini lagi ya!" ucap Ayaneru akhirnya mulai luluh.
"Okee, Ma!! Kami berjanji tak akan mengulanginya lagi!!" dengan celat Leona yang sempat melepas pelukannya, kini kembali memeluk Ayaneru.
Leon juga mulai memeluk Ayaneru pada sisi sampingnya lagi. Leon dan Leona yang saling bertatapan di belakang punggung Ayaneru, mulai tersenyum nakal dan saling mengisyaratkan dengan tangannya seolah mengatakan, mission succesed.
...🍁🍁🍁...