Devina Stefani Germanotta, wanita yang tengah hamil tua berusia 25 tahun berjalan masuk ke dalam rumah setelah memeriksa kandungannya ke rumah sakit Sejahtera Harapan Bunda.
Wanita itu menyeret dirinya ke rumah sakit, karena suaminya tidak punya waktu untuk mengantar dirinya dengan alasan sibuk mengurus perusahan yang sedang berkembang pesat.
Devina berjalan menuju kamar, karena tubuhnya terasa pegal sekali. Dan ia ingin segera mandi, agar tubuh pegalnya bisa kembali segar.
Baru separuh pintu di buka, Devina malah mendengar suara des*h*n seorang wanita tepat di dalam kamarnya. Ketika ia menghidupkan lampu kamarnya, sontak saja matanya menangkap dua orang berlawanan jenis, sedang bergumul di atas tempat tidur yang biasa ia gunakan untuk berhubungan dengan suaminya.
Namun, kini suaminya menggunakan tempat tidur itu untuk bergumul dengan wanita yang tidak lain adalah sahabatnya sendiri, yaitu Vindy Bernadette Claudia.
Tapi... untuk mengetahui lebih lanjut, ikutin terus dong alur cer
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syahriana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13.
Sinopsis – Bab 13.
Setelah menerima telepon dari istrinya. "Iya... Pa, ada apa?" Tuan Bagas yang merasa bahagia pun langsung menghubungi anaknya dan itu terdengar sangat jelas ketika Jonathan bertanya dengan malasnya dari seberang telepon.
"Istrimu sudah siuman nak, bagaimana kalau setelah dari kantor kita pergi ke rumah sakit menjenguk istrimu sekalian juga kita melihat perkembangan anakmu?" ucap Tuan Bagas dengan begitu bahagianya mengajak anaknya untuk pergi ke rumah sakit, setelah mereka pulang dari kantor.
"Aduh... sepertinya Nathan gak bisa deh, Pa? Di kantor Nathan masih banyak pekerjaan, dan harus di selesaikan sampai larut malam?" ucap Jonathan beralasan, karna sejujurnya pria itu memang malas untuk menemui istri dan anaknya di rumah sakit.
"Nathan... uang bisa di cari, dan pekerjaan bisa kita kerjakan di lain hari? Tapi... istri dan anakmu, di mana kamu bisa mendapatkannya lagi?" ujar Tuan Bagas kembali menasehati anaknya, agar Jonathan menyadari bahwa keluarga lebih berharga dari pada uang dan pekerjaan.
"Ya... udah kalau begitu, Nathan tutup dulu teleponnya ya Pa?" balasnya dengan malas.
"Oh ya udah, tapi nanti kamu jadikan ke rumah sakit?" tanya Tuan Bagas sebelum mengakhiri panggilan telepon.
"Iya... nanti Nathan menyusul Papa ke rumah sakit, setelah pekerjaan Nathan selesai?" ucap Jonathan menimpali ucapan Papanya, kemudian perlahan mengakhiri panggilan teleponnya.
Sementara di lain tempat.
Break.
Break.
Vindy kesal dan membanting semua barang-barang yang ada di apartemennya.
"kamu kenapa sih Darling, dari tadi kok banting barang-barang terus?!" tanya seorang pria bersama Vindy di dalam apartemennya.
"Aku bodoh! Aku tidak berguna!!"
Break.
Break.
Vindy masih merutuki dirinya karna gagal membunuh sahabatnya.
"Maksudnya, aku tidak mengerti?!" tanya pria itu lagi sambil memeluk tubuh Vindy dari belakang dan sepertinya pria itu adalah kekasih gelap Vindy.
"Darling... kita tidak bisa menjadikan Jonathan sebagai tambang emas, kalau Devina masih hidup? Aku ke rumah sakit mau melenyapkannya tadi, tapi dia malah tiba-tiba siuman, gagalkan rencana ku Darling?!"
Dengan raut wajah kesal Vindy menceritakan semuanya pada kekasih gelapnya.
"Bukan kah Jonathan akan menceraikan istrinya setelah siuman dan menikah denganmu Darling?" tanya sang kekasih gelap mengerutkan alis sambil menc!umi leher Vindy dari belakang sampai ke b0ngk4h4n g0n0ng kembar milik wanita di hadapannya.
"I—Iya sih, Tapi... Aaakhh—Darling...?!" lenguh Vindy saat bibir kekasih gelapnya sampai ke pangkal paha miliknya.
"Terus... apalagi yang kamu khawatirkan Darling, kalau setelah menceraikan istrinya Jonathan tetap akan menikahi mu?" sahut kekasih gelap Vindy, setelah m3ny3d0t dan m3njil4t! kem4l0an Vindy dengan sangat buas.
"Bukan apa-apa sih Darling, cuma aku gak mau aja kalau Devina mengganggu rencana kita?" pungkas Vindy dengan nafas yang memburu, akibat permainan kekasih gelapnya barusan.
"Tenang aja Darling, masih ada aku dan aku pasti akan membantumu melenyapkan wanita itu?" ujar kekasih gelap Vindy sambil mengeluarkan alat perkasanya untuk melanjutkan aksinya dalam menjamah tubuh wanita di hadapannya.
"Dari pada kamu stres, mending kita—"
Trrrrrrssss📱. Trrrrrrssss📱.
"Tu—Tunggu dulu Darling?" ucap Vindy tiba-tiba, setelah mendengar getaran bunyi ponselnya.
"Siapa sih ganggu aja?" ucap kekasih gelap Vindy sedikit kesal.
"Jonathan?" pungkas Vindy berbisik, sambil menggeser tombol hijau untuk menjawab telepon.
"Ya... Baby, ada apa?" tanya Vindy dari seberang telepon dengan suara yang sangat lembut.
"Kamu di mana Baby?" ujar Jonathan malah balik bertanya dengan suara terdengar sangat kesal.
"Di apartemen?" jawab Vindy sambil menaikkan satu alisnya.
"Setelah dari kantor aku jemput ya?" ucap Jonathan mengajak wanita selingkuhannya dari seberang telepon.
"Mau ke mana emangnya?" tanya Vindy sambil mengerutkan keningnya.
"Ke rumah sakit mau mengenalkan mu pada Mama Papa, sekaligus menceraikan Devina saat itu juga?" ucap Jonathan penuh tekad yang bulat.
"Serius Baby?" tanya Vindy dengan wajah sumringah mendengar kata-kata yang di lontarkan kekasihnya.
"Ya... aku serius, jadi kamu siap-siap ya Baby? Setelah dari kantor, aku langsung menjemputmu di apartemen?" ucap Jonathan masih dengan tekad yang bulat, kemudian meminta wanita selingkuhannya untuk segera bersiap-siap sebelum dirinya datang menjemput.
"Oke Baby?" jawab Vindy merasa bahagia sambil melirik kekasih gelapnya yang ada di sampingnya sedang m3ma!nk4n alat p3rk4s4nya.
Jonathan perlahan mengakhiri panggilan teleponnya, setelah mengatakan apa yang di inginkannya. Sementara pria bersama dengan Vindy.
"Bagaimana... Darling, apa yang di katakan oleh Jonathan?" Pria itu bertanya dengan ekspresi penasaran.
"Hai... Antoni junior, cup—cup—cup?" ucap Vindy malah berj0ngk0k di depan 4l4t p3rk4s4 milik kekasih gelapnya sambil menciumi alat p3rk4s4 tersebut dengan wajah penuh kemenangan.
"Apa sih Darling, di tanya kok malah bermain dengan Toni junior, bikin penasaran aja?" kesal kekasih gelap Vindy bernama Antoni Werlan Kusuma. Namun meskipun pria itu sedang kesal, ia tetap merasa bangga karna wanita di hadapannya sangat menyukai 4l4t p3rk4s4 miliknya.
"Sebentar lagi rencana kita berhasil Darling? Jonathan akan menceraikan istrinya dan segera menikahi ku?" ucap Vindy dengan gembira sambil memeluk erat tubuh kekasih gelapnya.
"Wah... bagus dong Darling, tambang emas kita datang dengan sendirinya. Hahahaha," tutur Antoni membalas pelukan kekasihnya sambil tertawa terbahak-bahak.
"Oke... untuk merayakan, bagaimana kalau kita melanjutkan permainan—kita yang sempat—tertunda barusan?" ucap Vindy lagi kemudian mengajak kekasih gelapnya untuk melanjutkan permainan.
"Setuju?" ucap Antoni, kemudian langsung membopong tubuh Vindy masuk ke dalam kamar apartemen yang ada di sana.
Jonathan memang bodoh, ia rela membuang batu permata demi memperjuangkan baru krikil. Permen memang manis saat di makan, tapi kalau sudah habis apakah rasanya masih ada? Oh tentu tidak. Begitu pula Vindy pada suami sahabatnya, memanfaatkan Jonathan sebagai ATM berjalan hanya untuk bersenang-senang dengan kekasih gelapnya.
Sedangkan Jonathan. Dengan kepercayaan diri, ia rela menghabiskan banyak uang, demi membahagiakan wanita selingkuhannya. Termasuk membeli apartemen mewah, untuk wanita selingkuhannya. Namun tanpa sepengetahuan oleh Jonathan, saat ini wanita selingkuhannya malah menggunakan apartemen itu untuk berhubungan panas dengan kekasih gelapnya.
Bersambung.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
Nah guys, untuk hari ini cukup sekian dulu cerita dari author. dan nantikan episode selanjutnya yang nantinya akan semakin seru dan menarik, oke👍👍 Tapi ada pun peringatan keras nih dari author🙏🙏
Yang masih di bawa umur tidak diperkenankan untuk membaca cerita dari halaman ini, karena cerita ini sedikit menyinggung hal yang berbau busuk. jadi yang masih di bawa umur, tolong bijak-bijaklah dalam membaca. terima kasih 🤝🤝🤝
See you again thanks for watching 🙏🙏🙏