Perkenalkan, nama ku Aero Wijaksono. Aku adalah putra tunggal di keluarga Wijaksono sehingga beban keluarga semua berada di kedua pundak ku. Termasuk beban untuk meneruskan keturunan keluarga Wijaksono.
Untuk memenuhi keinginan keluarga ku,akhirnya aku setuju untuk menikahi seorang gadis pilihan kakek ku.Wanita muda yang cantik dan ayu itu bernama Reandra Anastasia. Dia berasal dari panti asuhan yang selalu di danai oleh kakek ku.
Walaupun aku tidak mencintai nya tapi aku selalu nafkahi nya lahir dan batin.
Aku tahu Rea sangat mencintai ku. Itu sangat terlihat dari bagaimana dia melayani ku baik urusan ranjang mau pun urusan perut. Sehingga tidak ada celah bagi ku untuk mengeluh pada nya. Tapi Ibu ku selalu mencari cara agar aku dan Rea bisa bercerai.
Suatu hari harapan ibu 80 % dapat di katakan terkabul. Karena pada hari itu Rea meninggalkan ku tanpa jejak setelah melihat diri ku yang bercin ta dengan sahabat karib nya di kamar tidur kami.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#13
“Mungkin akan bisa lebih nyenyak jika kau dan anak-anak tidur bersama ku!” gombal Daniel yang langsung mendapatkan cubitan kecil di pinggang nya.
“Bagus sekali ! pagi-pagi mulut mu sudah mengeluarkan gombalan mu! Apa itu gombalan perdana mu pagi ini Daniel? Aku kah orang yang beruntung itu? Yang menerima gombalan perdana seorang Daniel Isa?” seperti biasa, Rea tidak pernah menanggapi serius gombalan yang keluar dari mulut Daniel untuk nya.
“Ruangan mu di mana Naira?” tanya Daniel pada Rea. Secara Daniel tidak ikut ngantor di perusahaan Zee. Daniel ada proyek lain yang di urus di Jakarta. Pagi ini dia khusus datang untuk melihat Rea di hari pertama di HD Design company.
“Seharus nya ada di lantai 4. Jangan katakan kau khusus datang kemari hanya untuk mengantar ku masuk ke ruangan ku” ucap Rea.
“Tentu saja tidak! Aku datang kemari tentu saja bukan hanya untuk hal itu, aku juga ingin sarapan bareng dengan mu!” ucap nya.
“Kalau begitu maaf sekali Daniel!” Aku sudah sarapan dengan anak-anak tadi pagi.” Jawab Rea sambil tertawa renyah melihat ekspresi kecewa yang di lebih-lebih kan di wajah Daniel.
“Bagaimana kalau tuan Daniel sarapan dengan saya? Kebetulan saya belum sarapan?” sela Zee yang tiba -tiba muncul di belakang Rea dan Daniel.
Daniel dan Rea pun auto menoleh ke belakang. “Tuan Zee? Waah saya sangat senang anda mengajak saya sarapan bersama anda! Kalau tidak sia-sia lah kedatangan saya pagi ini ketempat ini. Secara tunangan saya ini sama sekali tidak dapat di ajak sarapan bareng! Banyak betul alasan nya!” ucap Daniel sambil berbisik pada Zee.
Daniel yang heboh sendiri tidak menyadari kalau Rea yang ada di sebelah nya sedang terdiam mematung melihat pria yang berdiri di samping Zee. Pria itu tidak lain dan tidak bukan adalah Aero Wijaksono. Pria yang secara hukum selama sepuluh tahun ini masih menyandang status suami sah nya Rea.
“Dia? Apa yang dia lakukan di perusahaan ini?” Nafas Rea terasa sesak, dada nya berdebar tidak karuan, darah nya serasa berhenti mengalir. Semua hal yang membuat Rea mati saat itu juga datang bersamaan menghampiri Rea. Dan tanpa Rea sadari kaki Rea melangkah pelan ke belakang. Mau lari, tapi Rea masih berharap Aero lupa dengan diri nya secara mereka sudah sepuluh tahun tidak bertemu.
Sesaat sebelum Zee dan Aero menghampiri Rea dan Daniel.
“Kenapa kau malah menunggu ku disini Aero? Kenapa kau tidak masuk saja ke dalam?” tanya Zee yang terpaksa datang pagi ke perusahaan nya. Padahal dia masih ingin bermanja – manja dengan Raya dan bayi yang ada di dalam perut Raya.
“Itu semua karena itu.” Tunjuk Aero dengan mulut ke arah Rea dan Daniel yang asik bercanda di depan nya.
“Wow! Sungguh pemanasan yang sempurna di pagi hari.” Sarkas Zee, menahan tawa nya.
“Tertawa lah Zee! Tertawa lah sebelum tertawa itu di larang!” Jawab nya dengan tatapan tajam pada Zee.
“Sorry bro! Tapi jujur ini terlalu menghibur.” Aku Zee jujur dan langsung menyingkirkan kaki nya, Zee sudah sangat hapal dengan kebiasaan baru teman nya ini.
“Seperti nya bukan istri muda tuan Rhodes Isa, tapi calon menantu tuan Rhodes Isa!” bisik Zee, terus memanasi Aero. Ya siapa tahu bisa terbakar semua otak bodoh nya si Aero itu yang masih belum menyadari perasaan nya ke Rea itu adalah CINTA bukan sebuah janji yang terlanjur terucap pada mendiang kakek nya.
“Bantu aku Zee!” pinta Aero dengan nada memaksa. “Singkir kan pria itu dari Rea! Terserah bagaimana cara nya.”
“Hmm.. maaf! Tapi aku lagi malas mikir! Kau saja yang memikirkan nya, dan aku akan menjalankan nya kecuali mengajak nya sarapan! Kau tahu sendiri, aku tidak bisa makan apapun sejak Raya hamil kecuali itu dari mulut Raya langsung.” Aku Zee, tanpa gensi sama sekali.
“Ha! Karma apa yang sedang kau jalani hingga nasib mu jadi seperti itu!” Ejek Aero.
“Yang pasti bukan karena Karma sudah membuat istri kabur sepuluh tahun lama nya.” Ejek Zee dan langsung kembali menyingkirkan kakinya sejauh mungkin dari kaki Aero.
“Mulut mu tidak berubah sama sekali!” ucap Aero.
☘️☘️☘️☘️
Baru tau babang Aero kalau mulut Zee seperti itu? kak Upe mah udah lama tau....
nah yang pada belum tau mulut Zee seperti ap ayooo baca wanita ranjang mr.Zee.. di jamin kami emosi tingkat dewa🤪