WARNING NOVEL INI BIKIN NGAKAK!!!!
JIKA KALIAN MENEMUKAN KOMENTAR BERBEDA DI SETIAP BAB-NYA MAAF YAH, DIKARENAKAN NOVEL INI SUDAH DIROMBAK JADI SISA-SISA KOMENTAR LAMA MASIH TETAP ADA.
Hanya Sefruit Kisah Lanjutan Dari Novel [I Love You Pak Arman] Melanjutkan Kisah Pernikahan Absurd Sasa dan Andra yang dituntut harus memberikan cucu untuk orang tua mereka.
Bagaimanakah keabsurdan kisah pernikahan antara guru dan murid ini, dan juga jangan lupa kekocakan Genk Gesrek Ria, Rizky, Nino yang siap mengocok perut para pembaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH. 13: Huru Hara Hamidun
TINGGALKAN LIKE DAN KOMENTAR TERBAIK KALIAN!
Sesampainya mereka dirumah sakit, Andra segera menggendong tubuh Sasa masuk untuk diperiksa sedangkan Ria dan Rizky sibuk membalas chat digrup kelas mereka tentang keadaan Sasa dan Nino sedang menelpon Mamel untuk mengabarkan keadaan Sasa.
Tak butuh waktu lama untuk Mamel dan Maksyi datang ke rumah sakit tersebut dengan wajah gusar mereka menanyai Genk Gesrek yang sedang duduk dikursi tunggu.
"Mana Sasa?" tanya Mamel pada Nino.
"Dugem," jawab Nino santai.
"Kalau sama orang tua sopan yah!" Mamel menarik telinga Nino yang membuat Nino memohon ampun.
"Sasa lagi diperiksa. Tuh Bang Andra juga ada didalam," jawab Nino mengelus telinganya yang memerah.
"Tante, telinga yang satunya belum merah, kata orang tua dulu, kalau setengah-setengah jodohnya bakal nyasar, ayo Tan jewer lagi," ujar Ria pada Mamel.
"Iya juga yah," jawab Mamel setuju kemudian menarik telinga Nino yang satunya.
Ria dan Rizky hanya bisa menahan tawa melihat penderitaan sahabatnya itu. Setelah itu suasana kembali tegang diantara mereka pasalnya sudah hampir setengah jam dan Andra belum kelusr dari ruangan itu untuk mengabarkan keadaan Sasa.
"Pak Andra ngapain aja sih didalam? Udah mau sejam padahal," protes Ria menyandarkan kepalanya dibahu Rizky.
"Sabar kunyuk!" jawab Nino yang membuat Ria menjulurkan lidah kepadanya.
Tak lama kemudian Andra keluar dari ruangan tersebut dengan wajah ramah yang biasa dia perlihatkan, otomatis Ria, Nino, Rizky, Mamel dan Maksyi langsung mengerubungi Andrs
"Sasa kenapa?" tanya Mamel.
"Sasa baik-baik aja kan, Ndra?" tanya Maksyi.
"Sasa tadi dugem gak?" tanya Nino.
"Sasa gak kenapa-napa kan Pak?" tanya Ria.
"Hmmm, Sasa siapa yah?" tanya Rizky.
Andra yang dicecar pertanyaan oleh lima orang yang sedang penasaran itu menenangkan mereka sebelum akhirnya menjelaskan bagaimana kondisi Sasa.
"Pao-Pao-," jelas Andra sepotong.
"Eh maksud saya Sasa, Sasa Hamil!" jelas Andra kembali.
"Hah?" Mereka berlima tertegun kaget mendengar penuturan Andra.
"Sasa, Hamil," ujar Mamel pada Maksyi.
Maksyi mengangguk kemudian menghadap ke Nino. "Sasa Hamil!"
Nino menganga lebar dan menghadap ke Ria. "Sasa Hamidun, Ri!"
Wajah Ria berbinar kemudian dia menghadap ke arah Rizky. "Sasa Hamidun, anjir,"
Rizky mengerutkan keningnya dan menghadap ke tembok. "Hamil itu apa yah?"
Sontak suasana yang tadinya riuh berubah tenang dan santai, atmosfer di koridor rumah sakit itu terasa berubah total setelah mendengar kabar itu apalagi Mamel dan Maksyi yang akan mendapatkan cucu yang mereka nanti-nanti. Mereka berlima terduduk lemas di kursi yang membuat Andra kebingungan.
Serasa baru kemarin Mamel dan Maksyi meminta cucu dan mereka sudah diberikan cucu oleh yang tidak mereka duga-duga sebelumnya.
"Serius Sasa Hamil?" tanya Mamel pada Andra.
"Iya Ma, kok gak percaya sih?" jawab Andra bersikeras.
Satu menit, Dua Menit, Tiga Menit dan Empat Menit hening diantara mereka sebelum akhirnya memasuki Menit kelima yang membuat mereka berlima heboh dan mengakibatkan Andra hanya bisa menggelengkan kepalanya maklum.
"Sasa Hamidun, Yeey gue bakal jadi Tante!" teriak Ria kegirangan.
"Yeey Ria bakal jadi Tante-Tante girang!" timpal Nino antusias.
Ria yang mendengar itu langsung menampol wajah sahabatnya kesal sehingga membuat Nino meringis kesakitan. "Sembarangan sih, untuk gak gue cincang titid lo!"
"Kita bakal punya Cucu Mel?" antusias Maksyi memeluk Mamel.
"Iya Syi! Kita bakal jadi Oma-Oma gaul!" teriak Mamel membalas pelukan Maksyi.
Sementara itu Rizky yang tidak mengerti situasi hanya berdiam diri menatap keempat orang yang ada dihadapannya, baginya situasi ini tidak ia mengerti sama sekali.
Sasa yang sudah siuman berjalan keluar dari ruangan itu karena mendengar keributan dan terkejut melihat Mamel, Maksyi, Ria, Rizky dan Nino ada disana.
"Ngapain kita disini?" tanya Sasa pelanga-pelongo.
Sasa hanya berdiri tidak mengerti pasal-nya dia juga tidak tahu bahwa dia hamil, dia hanya berdiri diambang pintu dengan wajah polos yang minta di timpuk.
"Kamu Hamil Sa! Saya seneng banget!" jawab Andra meraih kepala Sasa dan memeluknya.
"Hah Hamil?" tanya Sasa kaku.
"Iya!" jawab mereka semua bersamaan.
Sasa terdiam sejenak, ia mengelus perutnya sebelum dia jatuh pingsan untuk kedua kali nya yang membuat semua yang ada disitu Berubah panik.
- TBC